
Dua bulan kemudian tepatnya kehamilan Agatha yang sudah memasuki usai ke 9 bulan, Agatha berjalan menghampiri keluarga kandungnya sedang berada di ruang keluarga bersama Cindy yang juga hamil baru dua bulan.
"Wah bumil akhirnya keluar kamar juga". Ujar Bintang pada adiknya.
"Iyaa masa mau di kamar terus kan bosan bang". Ujarnya pada abangnya.
"Yaudah deh mau kemana?". Tanya Bintang pada adiknya.
"Mau ke taman bunga yang di belakang, abang bisa antarkan?". Tanya Agatha padanya.
"Tentu saja bisa sayang, apa yang bisa". Jawabnya pada adiknya.
"Yaudah kalau bisa abang lamar Kak Renata sekarang". Ujar Agatha membuatnya menoleh.
"Sekarang dek?". Tanya Bintang sambil menatap terkejut padanya.
"Iyaa sekarang abang". Jawabnya dengan santai.
Bintang terdiam melihat adiknya sudah berlalu pergi duluan ke taman belakang, membuatnya langsung berlari menyusul adiknya karena takut terjadi sesuatu pada adiknya, kini Bintang menemani adiknya yang sedang memetik bunga.
"Dek hati hati bunga mawar berduri". Ujarnya pada sang adik.
"Iyaa santai, aku tau bangg". Ujarnya pada abangnya.
"Bunga mawar itu memang indah dek tapi sangat tajam jika kena durinya". Ujar Bintang menatap adiknya.
"Iyaa bahkan ada pula di diri seseorang bang, dia baik didepan kita tetapi di belakang menusuk kita". Ujarnya sambil tersenyum miris.
"Udah lupain ya dek". Ujarnya sambil mengelus rambut adiknya.
"Iyaa bang". Ujarnya tersenyum tipis.
"Dek, udah yuk masuk ke dalam rumah cuaca mendung dek". Ujar Bintang mengajak adiknya masuk ke dalam rumah.
"Yaudah ayok bang". Ujarnya sambil memegang lengan abangnya.
Tingkah laku Agatha membuat Bintang tersenyum senang, sudah sekian lama ia tidak merasakan adiknya yang manja terhadapnya karena kejadian masa lalu itu, mengingatnya membuatnya kesal untung saja orangnya sudah mendapatkan pembalasan yang setimpal.
"Bang, jadi gimana? lamar Kak Rena?". Tanya Agatha Tiba tiba membuat Bintang terdiam.
"Dek nanti ya, katanya Rena ingin fokus sama karirnya dulu sayang". Ujarnya pada adiknya.
"Heum baiklah, tetapi jika abang butuh bantuan ku, bilang ya". Ujarnya sambil meledek abangnya.
"Haiss menyebalkan sekali kamu dek, emangnya abang cowok apaan ngga bisa melamar kekasih sendiri". Gerutu Bintang menatap adiknya.
"Dah ah aku mau makan". Ujarnya sambil berlalu pergi dari hadapan abangnya.
"Yaudah sana makan". Ujarnya pada Agatha yang sudah berlalu.
__ADS_1
Semoga kamu selalu bahagia dek, maafin abang yang tidak mencari kebenaran nya dari dulu, Andai saja dulu abang tidak menyuruh salah satu bodyguard abang yang paling jago menjagamu, mungkin abang sendiri yang akan melindungi mu tapi syang semuanya kacau. Batin Bintang menunduk sedih.
Agatha yang melihat abangnya dari jauh pun bingung, perasaan tadi abangnya baik baik saja tetapi kenapa sekarang terlihat begitu sedih, apa jangan jangan ada masalah dengan kekasihnya pikirnya sambil terus menatap abangnya.
"Aku harus mengirim pesan pada Kak Rere". Gumamnya sambil mengeluarkan ponselnya.
...Kak Rere...
...Online...
^^^Kak Rere^^^
Iya kenapa Tha?
^^^Kakak sedang ada masalah dengan abang Bintang?^^^
Engga tuh, kita baik baik aja Tha emangnya kenapa?
^^^Abang keliatan sedih kak, entah kenapa aku juga tidak tau^^^
Apa soal lamaran nya ya
^^^Jadi abang udah ngelamar kakak? 😮^^^
Udah, tapi kakak jawab aja pengen fokus karir dulu Tha, apa karena itu ya?
Okee baiklah Tha, makasih ya udah infoin.
^^^Okee sama sama kak^^^
Beberapa menit kemudian Agatha bangkit dari duduknya setelah makan dengan banyak, ia mengusap perutnya yang besar dan langsung direspon dari dalam, kin Agatha duduk diruang tengah sendirian menonton acara televisi.
Bintang menghampiri adiknya setelah tadi menerima telpon dar kekasihnya, ia duduk di samping adiknya yang tengah fokus menonton televisi membuatnya menggelengkan kepalanya, tatapan nya tiba tiba beralih menatap ke bawah.
"Dek, kamu pipis ya". Ujar Bintang padanya.
"Ha? pipis bang? ngga tuh". Ujar Agatha pada abangnya.
"Liat celana kamu basah dek". Ujarnya membuat Agatha langsung menoleh kebawah.
"Ahhh abangg aku mau lahiran inimahh". Ujarnya sambil berteriak membuat yang lainnya keluar.
"Astaga Bintang gendong adikmu, dia mu. melahirkan". Ujar Feliicia pada Bintang yang masih bengong.
"Ah elah kelamaan mikir tau ngga". Ujar Dion sambil menggendong anaknya.
"Dek kalian kabari yang lain dan juga Vino yaa". Ujar Felicia pada anak anaknya.
Vino yang sedang menjemput Anak anakmya habis bermain dengan kedua adiknya berhentii saat lampu merah, ia merasakan ponselnya bergetar pun langsung mengeluarkannya dari dalam celana sambil menunggu lampu hijau, ia melihat nama Cindy tertera disana membuatnya langsung mengangkat telponnya.
__ADS_1
Dretttt,,, Dretttt,,, Dretttt
Kak Cindya terhubung..
[Halo, Vin mending sekarang lo langsung ke rumah sakit, Agatha mau melahirkan]
"Apaa?? baiklah aku segera kesana bersama anak anak bang". Ujar Vino karena yang berbicara adalah Bastian bukan Cindy.
[Okee gue tunggu lo]
Vino langsung mematikan ponselnya bersamaan dengan lampu yang sudah menjadi hijau, segera ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang yang membuat kelima anaknya heran adalah Vino membelokkan mobilnya bukan ke arah jalan mau pulang tetapi Ntah kemana.
"Ayah ini mau kemana?". Tanya Indira pada ayahnya.
"Iya yahh, ini mau kemana? kok jalannya beda yah?". Tanya Athara padanya.
"Kalian diam saja jangan banyak bertanya, nanti juga tau sendiri, biarin ayah konsentrasi dulu". Ujar Angga yang memang mampu menengahi mereka.
"Huftt baiklah kalau begitu". Ujar Indira sambil menyadarkan kepalanya di bahu abangnya Satya.
"Sabarr dek, nanti juga tau sendiri oke". Ujar Satya mengelus rambut adiknya.
"Iyaa siap bang". Ujarnya sambil memeluk lengan abangnya.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah sebuah rumah sakit milik keluarga Bramastian, kelima anaknya terdiam saat turun dari mobil dan mengejar ayahnya sampai mereka melihat Bintang yang menunggu kedatangan Vino.
"Loh ini ada apa oma Opa?". Tanya Angga pada Felicia dan Dion.
"Bunda kamu akan melahirkan anak kalian". Jawabnya membuat kelima anak terdiam.
"Yang bener oma?". tanya Athara padanya.
"Iyaa benar ngapain oma bohong sama cucu cucu oma". jawabnya sambil tersenyum pada cucunya.
"Huft baiklah semoga aja bunda dan adek selamat". Ujar Satya pada mereka.
Beberapa menit kemudian terdengar suara bayi menangis membuat mereka sontak berucap syukur, apalagi kelima anaknya senang mempunyai adik walaupun mereka masih kecil juga, tetapi mereka mengerti kedua orangtuanya akan adil.
"Siapaa nih nama baby yang sangat menggemaskan ini?". Tanya Cindy setelah beberapa saat Agatha sudah di pindahkan.
"Namanya adalah Sagara Xavier Putra Bramaskara kalian bisa memanggilnya Sagara atau Saga". Jawab Vino pada mereka.
"Kenapa nama anak kalian ngga ada sambungan dari kedua nama kalian misalkan Vino berawal dari Mommy Elvina dan Daddy Vano kan jadilah Vino". Ujar Reno padanya.
"Terserah kita dongg bangg". Ujar Agatha dengan lemas.
"Ya baiklah baik". Ujar Reno pada adiknya.
Beberapa jam kemudian Agatha sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumah, kini ia sedang dalam perjalalanan pulang bersama memakai mobil orantuanya.
__ADS_1