
Semenjak Senja datang dikehidupan Agatha dan Vino, membuat anak anak mereka menatapnya tak suka karena kalau bukan karena Senja, bundan dan ayahnya engga akan bertengkar seperti ini, Angga mendatangi Senja yang sedaritadi menatap ayahnya.
"Kalau tujuan Anda kemari ingin menjadi pelakor, sebaiknya anda pergi!". Ujar Angga dengan datar.
"Apa maksud kamu?". Tanya Senja pura pura tidak mengerti.
"Jangan belagu tidak mengerti apa yang saya bicarakan pada Anda!!". Ujar Angga dengan datar.
"Aunty saMa sekali tidak mengerti apa yang kamu bicarakan Angga". Ujar Senja dengan sedih pada Angga.
"Alahh udah deh jangan pura pura lagi, muak tau gue lihatnya". Ujar Satya pada Senja.
"Sayang jangan seperti itu nak, ngga baikk sayang, yang sopan sama yang lebih tua". Ujar Agatha pada anaknya.
"Bunda kenapa masih baik sih sama dia? jelas jelas dia yang membuat bunda dan ayah bertengkar terus". Ujar Satya pada bundanya.
"Bunda hanya ingin tenang, tanpa adanya perdebatan sayang, mohon mengertilah". Ujar Agatha sambil mengusap rambut anaknya.
"Huft, baiklah bunda". Ujarnya pada bundanya.
Vino pura pura acuh pada istrinya membuat anak anak semakin kesal pada Senja, sementara Agatha hanya bisa terdiam pasrah dengan semuanya, berbeda dengan Senja yang tersenyum senang tanpa mereka sadari.
Bagus, terus saja kalian bertengkar karena aku hahaha. Batinnya sambil tertawa jahat.
"Mas Vin , mereka semua kenapa sih?". Tanya Senja pada Vino.
"Ntahlah". Jawabnya dengan datar.
"Ish datar banget sih mas". Ujar Senja dengan kesal pada Vino.
"Terserah". Ujarnya lagi semakin membuat Senja kesal pada Vino.
"Ish kamu kok gitu sih mas, biasanya juga kamu selalu bela aku kan". Ujar Senja pada Vino yang membuat semuanya muak.
"Lebih baik kamu pergi dari rumahku". Ujar Vino dengan datar pada Senja.
"Aku kan mau ketemu kalian semua". Ujarnya sambil menatap Vino.
"Terserahh, kalau kamu engga mau pergi, kita yang akan pergi". Ujar Vino padanya.
"Baiklah, baiklah aku akan pergi". Ujarnya dengan kesal pada Vino.
Setelah melihat kepergian Senja dari rumah mereka, barulah Vino merasa lega karena tidak perlu berpura pura bertengkar dengan sang istri, tapi tetap saja anak anaknya menatapnya tajam membuat Vino salah tingkah dibuatnya.
"Ayahhh!". Ujar mereka dengan kesal pada ayahnya.
__ADS_1
"Kenapa sih kalian ini?". Tanya Vino pada keenam anaknya.
"Ayah yang kenapa? kenapa ayah ngga belain bunda aja sih di depan pelakor tadi? kenapa ayah diam aja?". Gerutu Indira pada sang ayah.
"Ayah engga ngeladenin dia sayangg, ayahh diam karena Ayah malas untuk ribut". Ujar Vino pada anaknya.
"Bukannya ayah selalu membela pelakor itu ya". Ujar Sagara pada ayahnya.
"Aishh nanti juga kalian akan tau alasan ayah begitu padanya". Ujar Vino pada mereka.
"Huft baiklah kalau begitu". Ujar mereka pada ayahnya.
"Bunda, kenapa diam aja? kenapa bunda engga lawan aja sih itu pelakor?". Tanya Marcello yang terlihat kesal.
"Buat apa bunda ngelawan hanya akan membuat suasana semakin kacau". Jawabnya pada anaknya.
"Bunda ingin ketenangan bukan seperti ini". Ujarnya lagi pada mereka.
"Baiklah bunda, semoga saja pelakor itu tidak sampai membuat bunda dan ayah pisah saja". Ujar Athara pada bundanya.
"Tentu saja tidak". Ujar Vino dengan tegas pada anaknya.
"Pegang ucapan ayahh!!". Ujar keenam anaknya pada Vino.
"Iyaa ayah akan pegang ucapan ayah". ujar Vino pada anak anaknya.
"Maaf ya sayang, seandainya saja mas ngga seperti ini, mas tidak tahu harus bagaimana". Ujar Vino pada istrinya.
"Iyaa ngga papa kok mas, aku ngerti". Ujarnya dengan lembut pada sang suami.
"Sayangg, selanjutnya kamu akan gimana?". Tanya Vino para istrinya.
"Maksud mas apa?". Tanya Agatha sambul menatap suaminya.
"Iyaa si Senja itu sayang". Jawab Vino pada istrinya.
"Kita ikuti saja permainannya mas". Ujar Agatha pada suaminya.
"Seriously sayang?". Tanya Vino pada istrinya.
"Iyaa serius mas". Jawab Agatha pqda suaminya.
"Heum baiklah kalau itu mau kamu sayang". Ujar Vino pada istrinya.
"Iyaa mas, kita tidur siang aja yuk mas". Ujar Agatha pada sang suami.
__ADS_1
"Iyaa Ayok sayang". Ujar Vino padq istrinya.
Beberapa menit kemudian mereka sampai dikamar mereka berdua, Agatha memasuki kamar terlebih dahulu karena sudah merasa lelah ingin rebahan di ranjang, sementara Vino menyusulnya tetapi ia memasuki kamar mandi karena ingin buang air kecil.
"Mas, tadi bang Xander kirim pesan, katanya dia mau titipin Alena dirumah kita, sedangkan situasi kita sedang tidak baik". Ujar Agatha pada suaminya.
"Gapapa sayangg, siapa tau kan Alena bisa mengatasinya". Ujar Vino pada istrinya.
"Ah iyaa Alena pengacara ya mas". Ujar Agatha yang masih tidak menyangka.
"Iyaa sayang". Ujar Vino pada istrinya.
"Aku kira Alena akan menjadi penyanyi loh mas". Ujar Agatha pada suaminya.
"Bukannya dulu kamu kira Alena dan Angga akan menjadi seorang penyanyi tetapi kini Alena menjadi pengacara sementara Angga melanjutkan bisnis yang berbeda dengan yang mas jalani". Ujar Vino pada sang istri.
"Iyaa juga ya mas". Ujar Agatha sambil mengangguk anggukan kepalanya pada suaminya.
"Udahlah sekarang kita tidur saja sayang". Ujar Vino diangguki oleh istrinya.
Mereka tidur saling berpelukan untuk mencari kenyamanan, hingga beberapa jam kemudian mereka terbangun karena merasa sudah puas tertidur, Vino terlebih dahulu menyuruh sang istri untuk membersihkan dirinya.
"Semoga saja cinta kita abadi sayang". Gumam Vino saat melihat punggung istrinya.
"Semoga saja tidak ada lagi yang menjadi pengganggu dihubungin kita berdua sayang". Ujarnya dengan pelan sambil memandang langit langit kamarnya.
"Senja lihat saja tanggal mainnya". Ujarnya sambil tersenyum sinis.
"Btw kenapa perasaanku engga tenang gini ya". Gumamnya sambil mengusap dadanya.
"Cepatlah musnah wahai rubah". Ujarnya sambil tertawa jahat dengan sangat keras.
...****************...
Nulis Bab \= 27 April 2023 & 28 April 2023
Update Bab \= 28 April 2023
Mungkin updatenya akan jadi dua hari sekali gays, soalnya author kadang ada waktu nulis kadang engga gays, maaf banget ya semenjak ramai toko jadi keteteran akunya gays :(
Author mulai lanjut ngetik jam 7 pagi gays, jadi maaf kalau telat lagi updatenya hehe karena kemarin nulis sampai 235 kata sekarang dilanjut sambil update juga sih hehe :)
Seperti biasa aku lanjut lagi nulis jam 10 pagi karena tadi author sibuk beberes toko soalnya :) , jadi maaf kalau lama ya karena aku juga butuh waktu istirahat menulis sebentar gays :)
Author lanjut lagi nulis jam 2 siang karena tadi banyak yang beli gays hehe :) , jadi maaf kalau agak lama nulis naskah novelnya ya gays kalian yang terbaik deh :) Terimakasih para readers :)
__ADS_1
Jangan lupa terus kasih karyaku Like and Comment juga Vote nya ya guys :) Jangan lupa tambahkan karyaku ke Favorit kalian ya :) Terimakasih sebelumnya ya gays :) Kalian memang the best deh hehe:)