Kisah Agatha & Family

Kisah Agatha & Family
Bab 114


__ADS_3

Agatha menatap Senja dengan tajam, ia sangat membenci orang yang seperti Senja ataupun Sasha, mereka berdua mungkin kembar yang terpisah tetapi mempunyai sikap yang sama, Vino yang berada di samping istrinya melihat tangan istrinya yang mengepal pun menenangkannya.


"Sayang, tenang oke". Ujar Vino pada sang istri.


"Aku kesal melihat orang seperti dia mass!! rasanya aku ingin dia matii saja". Ujar Agatha pada sang suami.


"Huss sayang, jangan kaya gini yaa". Ujar Vino pada istrinya.


"Hufftt baiklah mas". Ujarnya pada sang suami.


"Hahaha tidak mati sajakah anakmu itu?". Tanya Senja sambil tertawa lebar pada mereka berdua.


Vino serta Agatha yang mendengar itupun langsung menatap Senja dengan tajam, sungguh Vino tidak menyangka Senja berkata seperti itu pada anaknya yang kini sedang koma.


"Berani beraninya kamu berbicara seperti itu!!". Teriak Vino tidak terima.


"Yaaa aku beranii, kenapaaa!! Mau kasih aku hukuman lagii??iyaaa??!!". Teriaknya pada Vino dan Agatha.


"Hukuman yang pantas untuk kamuu mendingan hukuman matii!!". Ujar Rafa yang tiba tiba datang ke sel penjara.


"Loh kok kamu di sini? Indira di jaga sama siapa?". Tanya Vino pada calon menantunya.


"Dijaga sama yang lainnya Ayah". Jawabnya pada Vino .


"Heum baiklah kalau begitu". Ujar Vino pada calon menantunya.


"Hahaha hukuman mati? Hahah aku tidak takut". Ujar Senja pada mereka sambil tertawa.


"Kayanya dia gila deh Bun". Ujar Rafa pada Agatha.


"Benar apa yang kamu bilang, dia memang gila". Sarkas Agatha menatap tajam Senja.


"Udah udah jangan pada debat, waktunya udah mau habis". Ujar Vino pada mereka berdua.


Agatha menampar pipi senja dengan kencang hingga menimbulkan suara keras , membuat Rafa serta Vino bergedik ngeri melihatnya, hingga beberapa menit kemudian mereka keluar dari kantor polisi.


Selama dalam perjalanan menuju rumah sakit , Agatha masih merasakan kekesalannya pada Senja hingga membuat Vino selalu mengusap tangan sang istri, Rafa sendiri ke rumah sakit dengan mobil yang berbeda.


Ting!


...Unknown...


...Online...


Kamu tidak akan pernah bisa menghukumnya dengan hukuman mati! Karena banyak yang akan membebaskannya! Ingatlah itu!


Siapa sebenernya Senja senja itu? Namanya bagus tapi orangnya tidak sebagus namanya. Batin Rafa saat membaca pesan tersebut.

__ADS_1


"Ahh sialan kalau gini gue butuh orang yang lebih kuat lagi". Gumamnya dengan kesal.


"Gue harus ngasih tau ini semua sama Ayah Vino sama Bunda Agatha soal ini". Gumamnya lagi sambil menatap jalan di hadapannya.


Sementara itu Agatha dan Vino baru saja tiba di rumah sakit , mereka keheranan karena Rafa belum juga sampai padahal tadi berada dibelakang mereka, Agatha menoleh pada suaminya seraya bertanya kemana Rafa dan Vino pun hanya menggelengkan kepalanya.


"Kemana Rafa ya? Bukannya ada di belakang kita?". Tanya Agatha pada Vino suaminya.


"Ntahlah sayang,mungkin nyimpang beli sesuatu". Jawabnya pada istrinya.


"Heum bisa jadi sih sayang". Ujar Agatha pada suaminya.


"Yaudah kita masuk ruangan Indira aja sayang". Ujar Vino pada Agatha.


"Yaudah ayok mas". Ujar Agatha pada suaminya.


"Ayahh, bundaa!!". Teriakan Rafa membuat mereka menoleh ke belakang.


"Eh Rafa, kenapa? Ada apa?". Tanya Agatha melihat Rafa yang panik.


"Bunda gawat ,ini beneran gawat!". Ujarnya dengan panik pada Agatha.


"Kamu jelasin dengan pelan Raf, tarik nafas keluarkan". Ujar Vino pada Rafa.


"Coba ayah sama bunda baca pesan yang Rafa terima tadi". Ujarnya sambil memberikan ponselnya pada mereka.


Agatha dan Vino saling menatap lalu mengambil ponsel Rafa, mereka tercengang melihat isi pesan tersebut sebenarnya siapa orang yang berada di belakang Senja, sebelum mereka beres dengan pikiran nya tiba-tiba saja datang Reno abangnya menghampiri mereka bertiga.


"Ini baru mau kok bang". Jawab Agatha pada abangnya.


"Yaudah ayok bareng aja sama abang". Ajak Reno pada mereka bertiga.


"Yaudah ayok bang". Ujar Agatha dan Vino kecuali Rafa hanya mengangguk saja.


"Bang, Abang punya kenalan orang kuat engga?". Tanya Agatha saat mereka berada di tengah perjalanan menuju ruangan Indira.


"Punya , emangnya kenapa dek? Perlu bantuan Abang?". Tanya Reno menatap Agatha.


"Coba deh Abang lihat pesan ini". Ujar Agatha memberikan ponsel Rafa yang memang belum di kembalikan pada orangnya.


"Sepertinya Abang tau ini siapa dek, nanti Abang selidiki ya". Ujar Reno setelah melihat isi pesan tersebut.


"Beneran Abang tau? makasih ya Abang". Ujar Agatha sambil tersenyum senang pada Abangnya.


"Apa sih yang engga buat adiknya Abang". Ujarnya sambil tersenyum manis pada adiknya Agatha.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di ruangan Indira , terlihat beberapa orang menatap mereka berempat, Kirana menghampiri mereka berempat dengan raut wajah penuh pertanyaan.

__ADS_1


"Sayang kamu kenapa natapnya begitu?". Tanya Reno pada sang istri.


"Kalian kenapa lama banget sih?". Tanya Kirana pada mereka.


"Ya kita kan sambil berbincang selama perjalanan kemari sayang". Jawab Reno sambil menghampiri sang istri.


"Heum yaudah kalau gitu, kamu bawa kan apa yang aku suruh bawa mas?". Tanya Kirana pada suaminya.


"Iyaa mas bawa kok sayang". Jawabnya pada sang istri.


"Yaudah mana?". Tanya Kirana sambil menatap suaminya.


"Sebentar, kalian ini lagi bahas apa sih?". Tanya Agatha menatap Abang serta kakak iparnya.


"Ada deh, nanti juga kamu tau sendiri dek". Jawab Kirana pada adik iparnya.


"Heum yaudah deh kalau gitu". Ujar Agatha pada kakak iparnya.


Rafa menatap calon istrinya yang masih saja menutup matanya , mau sampai kapan Indira terus menutup matanya itu, sungguh Rafa menjadi kesal dengan kejadian yang menimpa calon sang istri.


Liat aja gue bakalan balas semua apa yang udah Lo lakuin, gaakan gue biarin Lo di bebasin sama siapapun itu, ah dasar Tante Tante girang. Batinnya begitu kesal.


"Rafa lebih baik kamu pulang , besok kan masih bisa kesini lagi, kamu belum istirahat sama sekali loh sayang". Ujar Agatha pada calon menantunya.


"Bunda , Rafa ngga papa kok , Rafa masih pengen disini". Ujar Rafa sambil tersenyum manis pada Agatha.


"Yaudah tapi makan dulu ya, kamu katanya belum makan loh dari pagi". Ujar Agatha pada Rafa.


"Bener apa yang dibilang sama Agatha, sebaiknya kamu makan dulu , lagian kamu seperti kelelahan loh Raf". Ujar Reno pada calon suami keponakan nya.


"Heum baiklah, kalau begitu Rafa akan ke kantin dulu ya". Ujarnya diangguki oleh mereka semua.


"Baik banget ya Rafa, beruntung loh Dira dapetin Rafa". Ujar Kirana setelah Rafa berlalu pergi.


Yang lain pun menganggukkan kepalanya setuju dengan apa yang dibilang oleh Kirana.


...----------------...


Nulis Bab \= 22 September 2023


Update Bab \= 24 September 2023


Maaf yaa kalau misalkan author updatenya jarang lagi, di karenakan sedang tidak enak badan gays ,mohon perhatiannya yaa untuk semuanya karena lagi musim flu batuk jadi author pun sakit :(


Author lanjut menulis pukul 18.50 magrib gays , karena daritadi istirahat karena terus muntah muntah ,mohon di maklum ya gays author pun ngga mau sakit lama , tapi tadi minum obat aja kemuntahin lagi , eh jadi curhat wkwk


Maaf mungkin update akan dua hari sekali soalnya kadang keyboardnya ngga muncul lagi nulis naskahnya , mohon di maklum sekali lagi ya gays sungguh bukan kemauan author loh :(

__ADS_1


Author lanjut lagi ngetik naskahnya hari ini tanggal 24 September 2023 , kemarin malam kan harusnya update tapi pas lagi ngetik ketiduran, maafin ya gays hehe :)


Jangan lupa terus kasih karyaku Like and Comment juga Vote nya ya guys :) Jangan lupa tambahkan karyaku ke Favorit kalian ya :) Terimakasih sebelumnya ya gays :) Kalian memang the best deh hehe:)


__ADS_2