
Semenjak kejadian kepergoknya Angga dan Alena berciuman, kemana mana mereka akan diawasi oleh para saudaranya membuat Angga kesal, tetapi Alena menguatkannya bahwa suatu saat nanti mereka berdua akan bebas melakukan apapun.
"Makanya bang, Sabarr deh nanti juga kalau udah nikah bebas bang". Ujar Indira pada abangnya.
"Iyaa bener apa yang dibilang Dira bang". Ujar Marcello padanya.
"Iyaa deh serah kalian saja". Ujar Angga pada mereka berdua.
"Udah jangan cemberut lagi Ga". Ujar Alena pada Angga.
"Heum iyaa engga kok sayang". Ujar Angga sambil tersenyum tipis pada Alena.
Hueekk
"Kamu kenapa dek?". Tanya Athara panik pada Indira.
"Aku jijik denger abang bilang sayang pada Alena". Jawab Indira pada abangnya.
"Ahahha dasar kamu dek, bikin abang panik tau engga". Ujar Athara padanya.
Andira hanya terkekeh pada abangnya hingga beberapa menit kemudian, tiba tiba saja Rafa menghampiri mereka yang sedang asik berbincang riang membuat mereka serentak berhenti, Indira menoleh pada Rafa yang akhir akhir ini selalu menganggunya.
"Boleh gabung?". Tanya Rafa pada mereka.
"Bang, ngga enak sama lain, disangkanya kita deketin abang karena minta nilai gede". Ujar Athara padanya.
"Bener apa yang dibilang sama Bang Atha". Ujar Indira padanya.
"Ya engga mungkin dong, kalian kan udah genius masa minta nilai gede". Ujar Rafa pada mereka.
"Iyaa juga sih bangg, yaudah boleh aja tapi jangan sampai adikku yang cantik ini kena bully karena abang". Ujar Marcello sambil merangkul Indira.
"Iyaa abangg engga akan buat Rara sampai di Bully kok, kalian tenang aja". Ujar Rafa pada mereka.
"Yaudah kita pegang omongan abang ya". Ujar Athara pada Rafa.
"Silahkan saja". Ujarnya pada mereka.
Mereka menikmati makanan merekaa dengan Tenang, hingga beberapa saat kemudian tiba tiba saja ada yang membanjur rambut Indira dengan jus, membiat yang lainnya memekik melihatnya, Alena dengan sigap membantu membersihkan rambut Indira yang terkena jus.
"Kita ke toilet aja dulu yuk". ajak Alena pada Indira dengan lembut.
"Makasih ya sebelumnya Alena". Ujar Indira padanya.
"Okee no problem Ra". Ujar Alena pada Indira.
__ADS_1
"Kamu lain kali jangan diam aja Ra, kalau ada yang bully kamu lagi kamu lawan aja jangan takut". Ujar Alena pada Indira.
"Iyaa kan aku gatau Al, orang dia nyiram dari belakang kita". Ujarnya pada Alena.
"Heum iya benar juga sih yang dibilang sama kamu Ra". Ujar Alena sambil mengangguk anggukan kepalanya pada Indira.
"Aduh gawatt kak". Ujar Indira sambil menepuk jidatnya.
"Gawat kenapa Ra?". Tanya Alena padanya.
"Gawatt, abang pasti marah lagii". Jawabnya pada Alena.
"Aduh iya juga ya Ra". Ujar Alena dengan panik.
Indira dan Alena dengan cepat menuju kantin setelah membersihkan rambut Indira, terlihat yang tadi menyiram rambut Indira dengan jus sedang di marahi oleh para abangnya membuat keduanya dengan segera menghampiri mereka.
"Bang udah bang, jangan dimarahin lagi". Ujar Indira memeluk abangnya.
"Tapi dek, dia udah nyiram kamu dengan minuman jus dek". Ujar Athara pada adiknya.
"Bang biarkan aja, lagipula Opa pasti sudah melihat apa yang terjadi sekarang". Ujar Indira pada abangnya.
"Benar juga apa yang kamu bilang dek". Ujar Atahra pada adiknya.
"Apaa? jadi dia adik kamu? kalau yang dibelakangnya?". Tanya seseorang yang tadi menyiram jus pada Indira.
"Apaa? dia benar pacar kamu Angga?". Tanya seorang gadis tersebut padanya.
"Ya". Jawabnya dengan singkat pada dan jelas.
"Bagaimana mungkin? tapi kelihatan nya kalian engga terlalu dekat". Ujarnya pada Angga.
"Apa urusannya sama lo sih?". Tanya Indira dengan kesal pada gadis tersebut.
"Ish ini juga bukan urusan lo". Ujarnya sambil berlalu pergi dari hadapan mereka.
Angga langsung menghampiri adiknya yang rambutnya sudah basah, Indira tersenyum menatap abangnya namun senyuman itu hanya sesaat karena tiba tiba ia merasa pusing pada kepalanya, Alena yang melihat itu langsung waspada karena takut Indira pingsan.
BRUKK!!
Benar dugaan Alena bahwa Indira pasti pingsan karena tadi, Angga segera menggendong adiknya dengan cemas di ikuti oleh yang lainnya ke ruang kesehatan yang ada di kampus, Dion yang melihat semua kejadian tersebut langsung menuju ruang kesehatan dengan tergesa gesa.
"Ada Ap-a Ini?". Tanya Dion pada mereka.
"Opaa". Ujar mereka saat melihat Dion.
__ADS_1
"Ada apa ini? kenapa Dira seperti ini?". Tanya Dion sekali lagi pada mereka.
"Tanpa kita beritahupun opa pasti tahu kan". Ujar Angga pada opanya.
"Baiklah, Opa memang tau dengan semua yang terjadi, nanti orang itu akan mendapatkan hukuman telah membuat Dira seperti ini". Ujar Dion pada mereka.
"Nah bagus tuh Opa". Ujar Athara sambil tersenyum senang.
"Tapi jangan sampai di keluarin juga ya Opa, kasian kan baru beberapa minggu masuk". Ujar Indira yang memang sudah sadar dari pingsannya.
"Heum baiklah sayang". Ujar Dion pada cucunya.
"Tapi kamu engga papa kan sayang?". Tanya Dion pada cucunya.
"Aku engga papa kok Opa, cuman ya pusing aja sih kepala aku". Jawabnya pada sang Opa.
"Baiklah kalau begitu, kalian pulang aja ya syang". Ujar Dion pada mereka.
"Emangnya ngga papa Opa?" Tanya Angga pada Opanya.
"Iya engga papa dong sayang". Jawab Dion pada cucu lelakinya.
"Yaudah kalau gitu kita pulang ya Opa". Ujar Angga pada Opanya.
"Iyaa hati hati nanti bawa mobilnya ya sayang". Ujar Dion pada mereka.
"Okee siapp opaa". Ujar mereka pada Dion.
Rafa yang melihat kepergian mereka hanya menatap bingung, lalu ia menoleh pada Dion yang juga menatapnya sambil tersenyum tipis membuatnya ikut tersenyum pada Dion, Rafa terkejut saat Dion yang tiba tiba membisikkan sesuatu padanya.
"Jangan bingung, mereka adalah Cucuku". bisiknya pada Rafa.
"Pantas saja". Gumam Rafa sambik menghela nafasnya panjang.
...****************...
Nulis Bab \= Sabtu, 15 April 2023
Update Bab \= Minggu, 16 April 2023
Author mulai lanjut ngetik jam 9 pagi gays, jadi maaf kalau telat lagi updatenya hehe karena kemarin nulis baru ada 150 kata sekarang dilanjut sambil update juga sih hehe :)
Seperti biasa aku lanjut lagi nulis jam 11.20 siang karena tadi banyak yang belanja di toko gays :) , jadi maaf kalau lama ya karena aku juga butuh waktu istirahat sebentar gays :)
Author lanjut lagi nulis jam 18.49 malam karena author baru aja pulang kerja gays :) , jadi maaf kalau lama ya karena author juga butuh waktu pulang kerja nya ya gays :)
__ADS_1
Maaf juga terkadang author selalu kelupaan, membuat waktu update bab jadi ngga menentu, kadang malem kadang siang kadang pagi kadang engga update malah, karena authornya kecapean habis kerja gays atau ngga karena sinyal yang tiba tiba suka hilang maaf yaa:(
Jangan lupa Like and Comment juga Vote nya ya guys :) Jangan lupa tambahkan karyaku ke Favorit kalian ya :) Terimakasih sebelumnya ya gays :) Kalian memang the best deh hehe:)