Kisah Agatha & Family

Kisah Agatha & Family
Bab 7


__ADS_3

Agatha membuka matanya, sesaat kemudian ia menatap ke setiap sudut ruangan, lalu ia merasa sakit pada inti bawahnya, betapa terkejut saat Agatha menatap tubuhnya yang tanpa adanya baju serta bercak merah dikasur.


NGGAK!! NGGAK MUNGKIN!! INI PASTI MIMPII!!. batin Agatha berteriak.


"Hiks hiks, Sasha kenapa kamu tega sama aku". Ujar Agatha terisak.


"Aku bencii sama kamu Sha, selama ini aku diam tetapi kamu semakin ngelunjak". Ujar Agatha memukul tubuhnya sendiri.


"Apa yang akan aku katakan pada keluargaku? bunda ayah, abang tolong percaya padaku, aku hanya dijebak". Gumam Agatha sedih.


Agatha memakai kemeja putih karena bajunya sudah rusak oleh pria tersebut, ia mengambil ponselnya dan ternyata banyak panggilan tak terjawab dari keluarga nya, seharusnya Agatha tidak boleh percaya begitu saja pada Sasha.


Beberapa jam kemudian Agatha sampai di depan rumahnya, dan ternyata disana sudah ada Sasha yang pura pura cemas membuatnya muak, saat mereka sedang khawatir dan memeluk Agatha tiba tiba saja ada paket yang dikirim ke rumahnya.


"Biar abang aja yang ambil bun". Ujar Reno lalu bangkit dari duduknya.


"Baiklah bang". Ujar Felicia padanya.


"Paket buat siapa bang?". Tanya Radit padanya.


"Paket buat Agatha tapi tanpa adanya pengirim". Jawab Reno pada adiknya.


Sasha tersenyym smirk dan itu disadari oleh Agatha, ia muak sekali ingin memukul Sasha jika ia tidak ingat sahabatnya ralat mantan sahabatnya perempuan, karena terlalu penasaran Sasha menyuruh Reno membukanya.


Reno menatap heran isi paket yang berupa sebuah Flashdisk serta amplop, ia menatap ke semua orang dengan raut wajah bingung, Sasha menyuruh Reno membuka Flashdisk tersebut ke laptop yang memang tadi Radit sedang mengerjakan tugas.


"Ada video dan juga foto, maksudnya apa nih?". Tanya Bintang yang melihat laptop.


"Buka aja bang". ujar Bastian pada Reno.


"Oke kita buka dan liat apa yang diberikan pada Agatha". Ujar Reno di setujui yang lainnya kecuali Agatha yang bingung.


"ASTAGA!!". Teriak mereka bersamaan.


"Ngga mungkin, ini pasti ada yang ngejebak kan". Ujar Radit menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Kalau dijebak ngapain Agatha memakai kemeja dan tampilannya berantakan?". Tanya Bintang sambil menatap Agatha dengan pandangan yang sulit dimengerti.


Semua sekarang menatap Agatha, namun Agatha tidak tau karena ia ingin melihat isi Flashdisk tersebut akan tetapi susah, Agatha menatap mereka satu persatu sambil mengangkat alisnya, hingga sebuah tamparan keras membuat Agatha memalingkan wajahnya.


PLAKK!!


"Apa itu yang bunda ajarkan padamu?!". Tanya Felicia dengan marah.


"Maksud bunda apa? aku tidak mengerti". Ujar Agatha sambil memegang pipinya.


"Liat inii!! liatt!!". Tunjuk Felicia kepada laptop yang memperlihatkan Agatha bermain di ranjang.


"Bunda, Agatha mohon itu bukan kemauan Agatha, aku dijebak bundaa". Ujar Agatha menatap bundanya.


"Dijebak? tapi disana kamu yang memintanya!!". Ujar Dion memarahi Agatha.


"Ayahh, percaya sama Agatha ,Agatha ga mungkin ngelakuin itu hiks hiks". Ujar Agatha terisak.


Reno melemparkan sebuah foto yang tadi berada di amplop tersebut kepada Agatha dengan keras, Sasha tersenyum smirk pada Agatha akan tetapi jika keluarga Agatha menoleh padanya, ia akan berpura pura sedih.


"Itu emang aku tapi aku dijebak abangg". Ujar Agatha menatapnya berkaca kaca.


"Alahhh alasan kamuu!! abang kecewa sama kamuu!!". Teriak Reno disetujui yang lainnya.


Agatha menatap mereka satu persatu, orang yang selalu ia sayangi begitu mudah percaya pada Sasha, Agatha menarik nafasnya sebelum berbicara pada mereka, sebelum Agatha berbicara kembali pipinya ditampar namun sekarang oleh Ayahnya.


Cinta pertamaku juga membuatku kecewa. Batin Agatha tersenyum pedih.


"Ayah juga lebih percaya padanya? iya Ayah? Jawab Agatha Ayah?". Tanya Agatha sambil menunjuk pada Sasha.


"Ya saya mempercayai nya, dan mulai detik ini kamu bukan lagi anak saya!! saya tidak mau mempunyai anak yang akan memalukan saya nantinya!!". Jawab Dion sambil berteriak pada Agatha.


"Hahaha lo hebatt Sasha, hebatt buat gue hidup gue hancur!! INGATT Sasha karma berlaku!!". Teriak Agatha pada Sasha.


"Dan kalian semua, kenapa ga percaya sama Agatha? abang pernah bilang kan sama aku bahwa abang akan selalu jaga aku hiks hiks, ayah dan bunda juga selalu bilang akan mengawasiku kan, tapi kenapa kejadian seperti ini bisa terjadi padaku hahh!!!? kenapaa!! bukannya kalian selalu menyiapkan bodyguard untukku !! tapi manaa?? kalian sama aja tidak becus hingga aku terjebak seperti inii!!!". Teriak Agatha dengan tangisan begitu pilu.

__ADS_1


Jleb!!


Semua yang mendengar Agatha tiba tiba terdiam dan merasa sakit, tetapi tidak dengan Sasha justru ia merasa senang akan semua ini, tetapi Reno serta yang lainnya hanya sesaat merasa sakit karena melihat foto tersebut.


"Pergi kamu dari sinii!! bunda kecewa sama kamuu". Ujar Felicia pada Agatha.


"Pergii lo!! lo ga pantes jadi adik kita!!". Teriak Radit pada Agatha.


"Haha kalian terhasut juga karena dia". Ujar Agatha tertawa tapi air mata nya tetap mengalir.


"Pergi kamuu!! saya tidak ingin melihat wajahmu!!". Ujar Dion menyeret Agatha keluar rumah.


"Baikk!! suatu saat nanti, kalian jangan menyesal!! karma masih berlaku!!". Teriak Agatha pada mereka.


Agatha pergi meninggalkan rumah yang dulu nya selalu menjadi tempat ia bersandar, kini Agatha menatap rumah tersebut penuh kemarahan, kekecewaan, kebencian terdalam dalam hati nya.


Suatu saat nanti aku akan membuktikan, bahwa aku bisa hidup tanpa adanya kalian ataupun harta kalian. Batin Agatha menatap ke arah rumah di hadapannya.


Sedangkan saat ini Vino tengah yang baru saja terbangun langsung mencari sosok perempuan yang semalam ia tiduri, tetapi hanya meninggalkan jejak kemerahan dikasur yang berarti perempuan itu masih perawan.


"Kemana perempuan itu? aku tidak mengingatnya". Ujar Vino pada dirinya sendiri.


"Setidaknya ada barang yang ia tinggalkan agar aku mudah mencarinya". Gumam Vino sambil melihat setiap sudut nya.


"Ah ketemu, kalung". Ujar Vino saat mengambilnya.


"Setidaknya memudahkan ku menemukan nya, aku harus bertanggung jawab, karena garagara aku dia kehilangan keperawanannya". Gumam Vino lalu menyimpan kalung tersebut di jas nya.


"Ah kemeja ku mana? sepertinya dia memakainya". Ujar Vino lalu menghubungi asistennya.


Kembali pada Agatha yang sedang pergi ke toko baju, untung saja ia mengingat di ponselnya ada uang yang tanpa sepengetahuan keluarganya, ah apakah dia masih memiliki keluarga? sedangkan ia sendiri di usir oleh keluarga nya.


Setelah membeli baju serta mengganti kartu ponselnya, ia segera berjalan kembali karena tidak mungkin memakai uangnya lagi, tiba tiba ia merasa mual sekali tetapi tidak ada yang keluar, membuat Agatha tegang.


Jangan bilang kalau aku hamil? ah lebih baik aku beli tespeck saja untuk memastikan nya, jika benar aku hamil, aku siap menjadi ibu diusia muda tanpa harus mencari ayah biologisnya. Batin Agatha cemas.

__ADS_1


__ADS_2