Kisah Agatha & Family

Kisah Agatha & Family
Bab 67


__ADS_3

Agatha dan Vino saling menatap melihat Angga yang melamun bahkan membaca bukunya saja terbalik, Vino menghampiri anaknya lalu menepuk pundak nya pelan membuat Angga sadar dari lamunannya, ia menoleh pada kedua orangtuanya yang menatapnya.


"Kamu kenapa boy?". Tanya Vino padanya.


"Gapapa Yah". Jawabnya kembali menatap buku.


"Cerita sama ayah bunda sayang, jangan ada yang kamu sembunyikan". Ujar Agatha mengusap pundak anaknya.


"Angga engga kenapa napa bunda serius deh". Ujarnya pada sang bunda.


"Yaudah kalau kamu engga mau cerita dulu sama bunda ayah gapapa, bunda tunggu kamu siap cerita aja sayang". Ujar Agatha disetujui oleh suaminya.


"Heum baiklah bunda". Ujar Angga pada Agatha.


"Yaudah ayah berangkat kerja ya syaang, kamu nanti semangat sekolahnya, maaf ayah ngga bisa antar kalian". Ujar Vino diangguki oleh putranya.


Setelah melihat kepergian suaminya, kini Agatha menyuruh anaknya untuk bersiap berangkat sekolah, akhirnya Angga dengan mau tak mau bangkit dari duduknya dengan malas, karena ia tidak semangat melakukan semuanya hari ini pikirnya.


"Sayang kamu jangan ngelamun terus dong, kamu tuh kenapa sih?". Tanya Agatha pada sang anak.


"Bunda abang ngga papa kok, abang juga lagi males banget hari ini". Jawabnya pada sang bunda.


"Jangan dong sayang, kamu harus semangat nak". Ujar Agatha mengelus kepala anaknya.


"Iya benar apa yang dibilang sama bunda bang, jangan males gitu harus semangat domg kaya adek". ujar Indira menghampiri mereka berdua.


"Heum yaudah kalau begitu". Ujarnya sambil menghela nafasnya panjang.


"SaMa Aunty double G ya kalian diantar ke sekolahnya, bunda kan susah kalau Baby Sagara mulai rewel". Ujar Agatha pada anak anaknya.


"Iyaa gapapa kok bunda". Ujar mereka pada Agatha.


"Maaf ya sayang". ujar Agatha dengan sedih.


"Iyaa engga papa bunda, jangan sedih kaya gini". Ujar Indira pada bundanya.


"Heum baiklah sayang terimakasih telah mengerti bunda". Ujar Agatha mengecup kening anaknya satu persatu.


Agatha mengantar anaknya sampai depan pintu saat Gea dan Gia sudah berada didepan menunggu, setelah anak anaknya masuk ke dalam mobil Agatha pun masuk kembali ke dalam rumah.


"Hai anak bunda yang tampan". Ujar Agatha menatap anaknya yang terbangun.


"Gemas banget sih kamu sayang". Ujarnya lagi menatap gemas anaknya.

__ADS_1


"Jangan cepat besar ya sayang, bunda merasa kamu akan cepat menyusul kelima kakakmu". Ujar Agatha sedikit sedih menatapnya.


"Sayang kamu kenapa?". Tanya Mommy Elvina yang memang sudah sedari kemarin menginap.


"Ngga papa mom, hanya tidak menyangka Baby Sagara cepat sekali pertumbuhannya". Jawab Agatha pada mertuanya.


"Syukurlah kalau begitu syaang". Ujar Mommy Elvina pada menantunya.


"Iyaa mom". Ujar Agatha sambil tersenyum tipis pada mertuanya.


"Cucu oma ganteng banget sih sayang, makin menggemaskan". ujar Mommy Elvina mencubit gemas pipi Baby Sagara.


"Maaf ya sayang mom cubit pipinya, abis gemas banget". Ujar Mommy Elvina menatap menantunya.


"Iyaa gapapa mom, lagian Baby Sagara tidak menangis kan". Ujarnya pada mertuanya.


"Makasih ya sayang, kamu telah menemani kehidupan anak mom". Ujarnya sambil memeluk menantunya.


"Iyaa mom, udah ya jangan sedih lagi". Ujar Agatha pada mommy nya.


"Iyaa sayang mom engga akan sedih lagi kok". Ujar Mommy Elvina pada menantunya.


"Nah mommy kan cantik kalau senyum, iya kan baby". Ujar Agatha menatap anaknya dan Baby Sagara tersenyum pada Mommy Elvina.


"Kita pulang". Ujar mereka pada membuat keduanya menoleh.


"Angga gimana? dia masih engga semangat?". Tanya Agatha pada adik iparnya.


"Semangat banget karena Alena sekolah, sebab kemarin kemarin Alena katanya sakit". Jawab Gia mewakili kembarannya.


"Ah syukurlah, memang hanya Alena yang bisa membuat Angga berbeda". Ujar Agatha sambil tersenyum tipis mengingatnya.


"Massa sih kak?". Tanya Gea pada kakak iparnya.


"Beneran dek, bahkan Angga pernah tersenyum lepas saat Alena menyanyikan lagu dengan sangat merdu". Jawab Agatha menatap kedua adik iparnya.


"Ah inimah sih anak kakak suka sama Alena". Sahut Gia pada kakak ipar nya.


"Iyaa memang, kakak dan Mas Vino tidak bisa mengelak saat melihat tingkah Angga yang sangat posesif saat mas Vino akan mengelus rambut Alena". Ujarnya sambil menatap baby Sagara yang sudah tertidur.


"Haha like father like son inimah". ujar Gea sambil tertawa pelan.


"Benar apa yang dibilang sama Gea". Ujar Gia pada Agatha.

__ADS_1


"Yaiya Like father like son orang mereka anak dan ayah masa ngga ada miripnya". Ujar Agatha terkekeh pada kedua adik iparnya.


"Sudah lebih baik kita istirahat, sikembar pulang masih lama juga kan". Ujar Mommy Elvina pada mereka.


"Iyaa juga sih ayok ,Gia ngantuk hoaaamm". Ujarnya sambil menguap lebar.


"Iyaa ayokk kak". Ajak Gea pada kakak iparnya.


"Iyaa kalian duluan aja, mommy juga sana masuk duluan". Ujar Agatha pada mereka bertiga.


"Yaudah kalau gitu kita masuk duluan ke kamar ya kak". Ujar Gia mewakili kembarannya.


"Mommy juga masuk ya sayang". Ujar Mommy Elvina diangguki oleh Agatha.


Setelah melihat kepergian mereka barulah Agatha beranjak dari duduknya sambil menggendong Baby Sagara, dengan hati hati Agatha melangkah memasuki kamar bawah karena memang seperti ini jika siang hari.


Agatha menidurkan anaknya bersamanya, karena Agatha masih saja waswas ketakutan takutnya ada yang akan membawa Baby Sagara pergi dari hidupnya, setelahnya Agatha tertidur lelap dengan memeluk anaknya.


"Sayang, honey bangun". Ujar Vino membangunkan istrinya yang sudah terlalu lama tertidur.


"Sayangku istriku cintaku bangun, ini Baby Sagara pengen ke bundanya ssyang". Ujarnya lagi sambil menggoyangkan badan istrinya dengan pelan.


"Istriku ini kenapa susah sekali bangunnya". ujar Vino kewalahan menggendong Baby Sagara.


"Coba kamu bangunkan boy". Ujar Vino pada Baby Sagara.


"Huekkkk ndaaaa". Oceh Baby Sagara dengan tangisan keras membuat Vino serta Agatha terkejut bahkan Agatha langsung terduduk.


"Mas kamu dengerkan Baby Sagara manggil aku nda, bunda kan mas". Ujar Agatha dengan tersenyum senang menatap Baby Sagara.


Agatha terdiam sejenak saat ia menyadari ada yang tidak beres, lalu menoleh pada suaminya yang masih syok kemudian ia menatap jam dinding yang menunjukkan pukul 4 sore membuat Agatha terkejut.


"Astaga mas, aku tidur lama banget berarti ya". Ujar Agatha menatap suaminya.


"Iyaa sayang, mas udah bangunkan kamu sedaritadi tapi kamu engga bangun juga makanya mas suruh aja Baby Sagara yang bangunkan, terbuktikan akhirnya kamu bangun juga sayang". Ujar Vino sambil tersenyum tipis pada Agatha.


"Maaf ya mas aku engga nyambut kamu pulang tadi". Ujar Agatha pada suaminya.


"Udah sayang ngga papa kok mas juga ngerti pasti kamu juga lelah sayang mengurus Baby Sagara". Ujar Vino pada istrinya.


"Heum makasih ya mas". Ujar Agatha mengecup pipi suaminya.


"Iyaa sama sama sayang". Ujar Vino mengelus rambut istrinya.

__ADS_1


Agatha tersenyum manis pada suaminya sebelum akhirnya berlalu memasuki kamar mandi karena sakit perut.


__ADS_2