Kisah Agatha & Family

Kisah Agatha & Family
Bab 28


__ADS_3

Ting!


...Unknown Number...


...Online...


Datang ke alamat ini, jika kamu masih ingin melihat keluarga kandung mu hidup !


Jalan XXX, No 429 Kota Timur


Ingat datang seorang diri


^^^Jangan lakukan apapun pada mereka, saya akan datang sendiri!^^^


Agatha yang melihat pesan tersebut pun terkejut, ia akan bilang pada Vino, Agatha tidak sebodoh itu bisa dijebak oleh orang, ia akan menyuruh suaminya untuk datang bersama polisi saat nanti posisi Agatha membahayakan, karena Vino juga sudah membuat GPS di kalung yang Agatha pakai.


"Kak, aku berangkat yaa". Ujar Agatha pada suaminya.


"Hati hati Syaang, kakak akan titipkan anak anak ke rumah mommy". Ujarnya diangguki oleh Agatha..


"Semoga kamu ngga kenapa napa sesampainya disana sayang". Gumam Vino saat melihat istrinya pergi membawa mobilnya.


"Aduhh, semoga saja mereka ngga di apa apain oleh nya, awas saja jika terjadi sesuatu pada mereka". Gerutu Agatha kesal.


"Ini pasti ulah Sasha kan!! karena dialah yang membenciku". Gumam Agatha marah padanya.


Beberapa menit kemudian Agatha sampai di gudang tua tersebut, hendak masuk tiba tiba ponselnya bergetar menandakan adanya pesan membuat ia segera melihat ponselnya yang ia simpan di dalam tas.


Ting!


...Unknown Number...


...Online...


Jika sudah sampai, datang ke lantai dua


Ingat, datang sendiri


Agatha tidak menjawab pesan tersebut karena ia langsung berlari untuk sampai dilantai dua, Agatha menarik nafasnya dengan pelan sebelum masuk ke dalam ruangan tersebut, terlihat keluarga Bramastian yang tercengang melihat Agatha datang.


"Akhirnya yang ditunggu tunggu datang juga". Ujarnya menatap Agatha.


"Mau lo apa? lepasin mereka!". Ujar Agatha kesal.

__ADS_1


"Mau gue apa? gue mau lo kasih Vino ke gue". Ujarnya membuat Agatha tersenyum sinis.


"Jangan pikir dengan lo pakai topeng gue gatau siapa lo Sasha, percuma lo mau ngejebak gue karena gue ngga sebodoh dulu". Ujar Agatha dengan sinis padanya.


Sedangkan keluarga Bramastian menggelengkan kepalanya tidak percaya, jika yang mengancam mereka adalah Sasha yang telah mereka anggap keluarga sendiri, Agatha menatap mereka yang terkenjut.


"Kasih Vino ke gue, maka gue akan bebasin mereka!". Teriak Sasha pada Agatha.


"Gue ngga akan kasih suami gue ke orang kaya lo!! jangan bilang gue ngga tau, setiap malam lo kemana". ujar Agatha membuat Sasha panik.


"Apa maksud lo? yang j*****g itu lo bukan gue". ujar Sasha dengan marah pada Agatha.


"Emang gue ada bilang lo j*****g? lo sendiri yang ngebongkar kebusukan lo hahha". Ujar Agatha sambil tertawa menyeramkan.


Sasha yang mendengar itu terdiam, benar ia seakan membongkar kebusukannya sendiri, Agatha menatapnya dengan sinis lalu ia berjalan ke arah keluarga nya ah tapi entah masih keluarganya apa bukan karena Agatha ingat ia dicoret dari KK.


"Pokoknya gue mau Vino jadi milik gue". Ujar Sasha padanya.


"Ngga akan gue biarin itu terjadii". Ujar Agatha padanya.


"Berikan Vino pada gue atau ngga salah satu keluarga lo gue bunuh". Ujar Sasha pada Agatha.


"Keluarga gue? sayangnya mereka bukan keluarga gue". Ujar Agatha dengan dingin membuat keluarganya terkejut.


"Karena gue punya hati, bukan kalian yang seenaknya menuduh gue dengan kejam!!". Jawab Agatha membuat semuanya terdiam.


"Gue berusaha untuk melupakan mereka yang menyakiti gue, tapi apa? gue malah semakin menyayangi mereka yang mengecewakan guee, terkecuali lo Sasha!! lo yang menyebabkan semua yang terjadi di hidup guee!!". Teriak Agatha padanya.


Sasha yang melihat Agatha terus melawan menyuruh anak buahnya untuk memukul Agatha, sayangnya tidak berhasil karena Agatha jago beladiri hingga membuat beberapa anak buah Sasha kalah membuat Keluarga Bramastian terkejut.


"Lo ngga akan bisa lawan gue Sha, tangan kosong kalau berani!". teriak Agatha padanya.


"Gue berani kok, ayo maju sini". Ujar Sasha padanya.


"Lo pikir gue bodoh mau nurutin kemauan lo? ngga!!". Teriak Agatha padanya.


"Lo mau liat bunda kesayangan lo mati di depan lo sendiri?". tanya Sasha yang sudah mendekatkan pisau dileher Felicia.


"Lepas Sha!! lepas gue bilang!!". Teriak Agatha menghampiri Sasha.


"Gue akan lepas asal Vino jadi milik gue". ujarnya pada Agatha.


"Ngga! gue ngga akan biarkan itu terjadi". Ujar Agatha padanya.

__ADS_1


"Baiklah gue ngga akan membunuh bunda lo". Ujar Sasha membebaskan mereka semua .


Agatna yang melihat itu merasa heran, karena Sasha begitu saja melepaskan mereka membuat Agatha semakin heran saja, tetapi ia tidak mau mengambil pusing dengan apa yang dilakukan oleh Sasha pengkhianat itu.


Saat Agatha sudah hampir sampai pintu, ia berbalik ke belakang betapa terkejut nya saat Sasha akan menembak bundanya, sungguh Agatha tidak mau terjadi apapun pada keluarganya. Sedangkan saat ini Vino sedang berada dalam perjalanan bersama polisi yang ia bawa.


"Pak lebih baik bawa lebih banyak untuk masuk ke dalam". Ujar Vino padanya.


"Baik tuan, silahkan anda terlebih dahulu masuk". Ujar nya diangguki oleh Vino.


"Kalian minggir, gue mau lewat". Ujar Vino saat ada yang menghadangnya.


"Ngga akan, sebelum kalian lawan kita". Ujar para anak buah Sasha.


"Sialan, kalian merepotkan!". Kesal Vino memukul sati persatu mereka.


Untung saja polisi yang Vino bawa sedang menyamar, tidak menggunakan seragam nya jadi memudahkan Vino untuk masuk ke dalam dan segera menyusul ke lantai dua yaang sebelumnya Agatha beri tau padanya lewat pesan.


Tidak hanya Vino dan polisi yang datang melainkan dengan Reno juga datang, ia mempunyai firasat buruk tentang adiknya sedaritadi, dugaannya ternyata benar Agatha dalam bahaya membuat Reno langsung menyusul Vino yang telah masuk.


"Vin tunggu!". Teriak Reno membuat Vino menoleh padanya.


"Loh kok disini?". Tanya Vino padanya.


"Perasaan gue gaenak tentang Tata jadinya gue ikutin lo daritadi, ternyata benerkan Tata dalam bahaya". Ujar Reno padanya.


"Kita tidak punya banyak waktu, kita harus segera menyusul Agatha bang". Ujar Vino diangguki oleh Reno.


Sesampainya dilantai dua, ternyata masih ada anak buah Sasha yang jumlahnya mengalahkan anggota polisi yang menyamar, mereka semua bertengkar melawan para anak buah Sasha hingga beberapa menit kemudian mereka semua sudah babak belur.


Saat Vino akan masuk terdengar teriakan dari dalam yang Vino yakin itu adalah suara istrinya, ingin masuk tetapi kakinya ditarik oleh anak buah Sasha dari bawah membuat dia kesusahan, Reno yang melihatnya pun ingin segera ke dalam tapi ia pun sama.


"Bundaa awass!!!" Teriak Agatha terdengar sampai luar.


DORR DORR


"AGATHAA!!" . Teriak seluruh keluarga Bramastian terdengar.


"Ngga, ngga mungkin Agatha ngga mungkin!!" Teriak Vino langsung menghajar bawahan Sasha.


Vino dan Reno mencoba membuka pintu, hingga akhirnya pintu terbuka dan keduanya melihat dengan jelas, Agatha yang terbaring dengan darah mengalir dari perut dan juga kepalanya, keduanya berlari menghampiri Agatha.


Pasti gue salah liat kan? itu ngga mungkin Agatha. Batin Vino dengan berkaca kaca.

__ADS_1


Adek abang pasti kuat kan. Batin Reno sedih.


__ADS_2