Kisah Agatha & Family

Kisah Agatha & Family
Bab 84


__ADS_3

Alina sedang bermain di rumah kediaman Agatha dan Vino, ya hanya mereka berdua yang tau bahwa Alina adalah Alena yang mereka kenali, terlihat Angga yang menyendiri di kolam renang.


"Alena kapan kamu kembali? kamu pergi begitu lama, membuatku sangat merindukanmu". Ujar Angga sambil menatap air dalam kolam.


"Andai saja kamu kembali, aku tidak mungkin menyukai Alina sekarang". Ujar Angga membuat Alina atau lebih tepatnya Alena terkejut.


Deg


Ternyata Angga sangat mencintaiku, membuatku tidak sabar menunggu beberapa bulan lagi, karena Angga akan berulang tahun dan saatt itulah aku jujur tentang aku adalah Rora yang selama ini Angga kenal. Batin Alena saat melihatnya.


"Gaga". Panggilnya membuat sang empunya menoleh.


"Alina? Ngapain kamu panggil aku dengan sebutan Gaga terus sih? kan aku udah bilang cuman Rora yang boleh memanggilku seperti itu!". Tegasnya pada Alina.


"Ah maaff, aku ngga bermaksud kok". Ujarnya sambil menunduk menahan senyumnya.


"Yaudah gapapa, pergi aja sana". Ujarnya dengan dingin pada Alina.


"Okee aku pergi". Ujarnya pada Angga.


Angga yang mendengar itu merasakan hal yang aneh pada hatinya, ia merasa tidak terima saat Alina pergi dari hadapannya, ia merasakan kehilangan yang sama seperti saat Alena pergi dan tak tau kapan kembali lagi.


"Astaga ngga boleh!! aku ngga boleh suka sama Alina". Gumamnya dengan perasaan kesal.


"Lebih baik aku menghampiri yang lainnya". Ujarnya sambil beranjak dari duduknya.


"Seandainya aja Rora kembali, mungkin eh kenapa aku jadi memikirkan Alina terus sih ahh". Ujarnya kesal sambil memukul tembok yang tidak bersalah.


"Angga, sini sayang". Ujar Agatha saat melihat anaknya.


"Iyaa bunda". Ujarnya dengan pelan pada Agatha.


"Bagaimana sayang?". Tanya Agatha pada anaknya.


"Bagaimana apanya bunda?". Tanya Angga sambil menatap bundanya.


"Bagaimana dengan perasaan kamu terhadap Rora? apakah masih sama?". Tanya Agatha pada anaknya.


"Tentu saja masih sama bunda, rasa ku pada Rora tidak akan berubah". Jawabnya dengan datar pada Agatha.


Agatha terdiam mendengar jawaban anaknya dengan wajah datarnya, hingga beberapa menit kemudian Vino menghampiri mereka karena sedaritadi ia berada di ruang kerjanya, Agatha menatap suaminya dengan senyuman tipisnya.


"Bicara tentang apaa nih? rame banget kayanya". ujar Vino pada mereka.


"Ih ayah kepo deh". Ujar Sagara pada ayahnya.


"Wah udah berani kamu ya Saga saMa ayah". Ujarnya dengan kesal.


"Hehe i'm sorry dad". Ujarnya pada ayahnya.

__ADS_1


"Gatau ah ayah bete". Ujarnya sambil memalingkan wajahnya membuat Agatha tertawa kecil.


"Mas, kamutuh kaya anak kecil aja sih". Ujar Agatha masih sambil tertawa.


"Haha bener apa yang dibilang sama bunda ya". ujar Indira sambil tertawa pelan pada ayahnya.


"Kalian ini senang banget ketawain ayah ya, awas aja jatah kalian semua! ngga akan ayah kasih". Ujarnya membuat mereka melotot kecuali Alena yang mengulum senyumnya melihat adegan tersebut.


Vino yang melihat mereka begitu terkejut pun memilih pergi dari ruang tengah, membuat mereka semua mengejarnya untuk meminta maaf kecuali Angga yang malas sekali karena ia sudah tau, bahwa ayahnya hanya mengerjai mereka.


"Kamu ngga ikut ngejar ayah?". Tanya Alina pada Angga.


"Ngga". Jawabnya dengan singkat.


"Singkat amat sih Ga". Ujarnya pada Angga.


"Terserah". Ujarnya dengan cuek pada Alina.


"His nyebelin banget sih kamu Angga!". Ujarnya dengan kesal pada Angga.


"Awass ahh, aku mau lewat". Ujarnya saat akan melangkah menghampiri Indira serta yang lainnya.


"Lewat ya lewat aja". Ujarnya dengan datar pada Alina.


Alina hendak melewati kaki Angga namun ia tersandung kakinya sendiri, membuat Angga langsung waspada hingga benda kenyal saling menempel membuat mereka melotot, bahkan lebih parahnya mereka kepergok yang lainnya.


"Bun, itu ngga seperti yang bunda pikirkan". Ujar Angga dengan panik pada bundanya.


"Iya benar apa yang dibilang Angga". Ujar Alina yang juga panik pada Agatha.


"Yang bener nih?". Tanya Indira menggoda keduanya.


"Beneran ih, ngga sengaja tadi aku jatuh dan Angga tertimpa badanku". Jawabnya pada Indira.


"Heum engga percaya aku". Ujarnya dengan sengaja terus menggoda keduanya.


"Please percaya sama Angga bunda". Ujar Angga pada bundanya yang hanya diam saja.


"Kenapa panik begitu? kalau kalian ngga merasa ya gausah panik gitu". Ujar Agatha dengan tenang pada mereka berdua.


"Eum ngga papa bunda". Jawab mereka kompak pada Agatha.


"Yaudah kalau gapapa, jangan panik gitu dong". Ujar Agatha pada mereka berdua.


"Sayang sudah jangan goda mereka lagi". Ujar Vino pada istrinya.


"Siapa yang ngegoda mereka berdua sih mas, orang aku biasa aja". Ujar Agatha pada suaminya.


"Heum iyaa juga ya sayang , yaudah lebih baik kita tidur siang, Alina kamu tidur dikamar bersama Dira ya". Ujar Vino pada mereka .

__ADS_1


"Okee siap ayah". Ujar mereka pada Vino.


Mereka semua berpencar memasuki kamarnya masing masing kecuali Alina yang memang sekamar dengan Indira , selama di dalam kamar Alina terus saja menunduk karena masih merasa malu atas kejadian tadi.


Ting!


...Mamiku Cantikk...


...Online...


Sayang, kapan kamu pulang?


^^^Paling sore mam, kenapa memangnya?^^^


Ngga papa sayang, papi mU khawatir syaang


^^^Kenapa mesti khawatir? aku kan hanya main dirumah bunda sama ayah^^^


Iyaa entahlah, tapi syukurlah kalau kamu baik baik saja, mami sudahi saja chattingan nya ya sayang


^^^Okee mamiku sayangg yang cantikšŸ¤—ā¤^^^


Sementara itu Agatha dan Vino yang sudah di dalam kamarnya melakukan olahrgaa ranjang, tidak khawatir ada yang mendengar karena kamarnya kedap suara, tetapi jika pintu tidak dikunci bisa saja ada orang yang masuk dengan tiba tiba.


Hingga beberapa jam kemudian mereka terlelap karena kelelahan, sementara Alina bangun karena haus tetapi ia bertemu dengan Angga membuat keduanya canggung karena mengingat kejadian di ruang tengah.


"Ga, maaf ya aku ngga bermaksud seperti itu, aku juga ngga tau kejadiannya akan seperti itu Ga". Ujar Alina pada Angga.


"Ya gapapa santai aja". Ujarnya sambil berlalu pergi dari hadapan Alina.


"Gaga, Rora mU sangat merindukanmu". Gumamnya saat melihat punggung Angga.


"Lebih baik aku kembali ke kamar Dira". Ujarnya sambil berlalu pergi dari dapur.


Tanpa Alina sadari Marcello mendengar apa yang Alina katakan, bahkan sampai terkejut membuatnya tidak sadar bahwa tanagannya di gigit oleh dirinya sendiri, hingga beberapa menit kemudian Marcello memilih berlalu pergi dari dapur..


...****************...


Maaf ya gays, ngga update kemarin karena capek banget + males banget ngetiknya kalau lagi ngantuk :(


Maaf juga aku kadang males kadang ngga kadang sinyal jelek, kadang ini kadang itu banyak kacangnya intinyamah hehe, maaf gays:)


Maaf sekali lagi ya guys :)


Jangan lupa Like Comment and Vote ya gays :)


Terimakasih sebelumnya ya para readers kesayanganku hehe :)


Selamat menjalani ibadah puasa, tidak terasa besok sudah memasuki puasa ramadhan yang ke 8, perasaan baru aja hari pertama puasa bulan ramadhan ya gays haha:)

__ADS_1


__ADS_2