Kisah Agatha & Family

Kisah Agatha & Family
Bab 36


__ADS_3

Agatha melihat sekelilingnya yang menatap dia dengan cemas, tetapi ada yang aneh karena ia melihat keluarga nya juga berada disana, Agatha mengingat semuanya dengan jelas bahkan ingatan ketika Agatha dijebak oleh Sasha.


"Sshh sakitt". Ringis Agatha saat semua ingatan itu kembali pulih.


"Sayang kamu gapapa? mana yang sakit?". Tanya Vino dengan panik.


"Aku hanya pusing mas dan juga ingatan aku pulih kembali, aku mengingat semuanya tentang penjebakan yang dilakukan oleh Sasha". Jawab Agatha pada suaminya.


"Kamu inget semuanya sayang?". Tanya Reno pada adiknya.


"Iyaa bang". Jawabnya pada Reno.


"Syukurlah sayang, kalau begitu kamu juga ingat mereka?". Tanya Reno sambil menunjuk keluarga Bramastian.


"Yaa aku ingat". JawabnyA dengan datar pada Reno.


"Syukurlah kalau ingatan kamu kembali dek". Ujar Reno pada adiknya.


"Iyaa bangg". Ujar Agatha tersenyum pada abangnya.


"Yaudah sekarang lebih baik kamu istirahat dulu sayang, yang lainnya lebih baik kita keluar dari kamar Agatha". Ujar Reno pada mereka.


Keluarga Bramastian mau tak mau keluar dari kamar Agatha, dikamar hanya menyisakan Vino dan Agatha membuat istrinya langsung memeluk Vino saat yang lainnya keluar dari kamarnya, Vino mengelus punggung istrinya untuk memenangkan nya.


"Syaang, kamu nangis?". Tanya Vino Karena merasakan bajunya basah.


"Hiks hiks maaf mas, Agatha cuma gakuat mas". Jawabnya sambil terisak.


"Gakuat kenapa syang? bilang sama mas". Tanya Agatha padanya.


"Ngga kuat liat wajah mereka mas, Agatha masih kecewa pada mereka mas". Jawab Agatha pada suaminya.


"Sayang, hey liat mas, kamu pernah bilang pada mas kan, kalau kamu akan memaafkan mereka ketika mereka meminta maaf bahkan akan memeluk mereka tetapi kenapa sekarang seperti ini heum?". Tanya Vino dengan lembut.


"Aku gatau mas, aku gamau bahas itu". Jawab Agatha pada suaminya.


"Yaudah ngga, mas nggaa akan bahas lagi tentang ini". Ujar Vino memeluk istrinya.


"Anak anak mana mas?". Tanya Agatha padanya.


"Ada sayang di ruang bermain kecuali Angga di perpustakaan". Jawab Vino pada istrinya.


"Aku mau ketemu mereka Mas". Ujarnya pada suaminya.


"Yaudah ayok sayang". Ujar Vino pada istrinya.


Angga serta yang lainnya mendengar Agatha mencari mereka pun sangat senang, mereka bahkan menunggu diruang tengah sebelum Agatha menyusul mereka keruang perpustakaan dan ruang bermain, Agatha yang melihat mereka diruang tengah pun tersenyum senang.


"Bunda udah gapapa kan?". Tanya Indira memelik Agatha.

__ADS_1


"Iyaa syang bunda gapapa kok". Jawabnya sambil tersenyum pada anaknya.


"Syukurlah kalau bunda gapapa, Dira sedih liat bunda sakit". Ujarnya pada Agatha.


"Iyaa maafin bunda ya sayang, udah buat kamu sedih". Ujar Agatha pada anaknya.


"Iyaa gapapa bunda, asal bunda jangan sakit lagi ya bun". Ujar Indira pada Agatha.


"Iyaa sayang bunda gaakan sakit lagi". Ujarnya pada anaknya.


"Bener yaa bunda". ujarnya pada Agatha.


"Iya syang". Ujarnya mengusap rambut anaknya..


Beberapa menit kemudian mereka makan siang bersama dengan nikmat, hanya terdengar dentingan sendok dan garfu hingga beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis tak tersisa sedikitpun..


"Syaang, bunda mau tanya sama kalian". Ujar Agatha padanya.


"Tanya apa bunda?". Tanya Mereka padanya.


"Kalian mau kembali ke Korea?". Tanya Agatha pada mereka.


"Ngga mau bunda, kita udah nyaman disini". Jawab Indira disetujui yang lainnya.


"Beneran kalian nyaman disini?". Tanya Agatha pada anak anaknya.


"Beneran bunda". Jawab mereka pada Agatha.


"Siap bunda". Ujar mereka pada Agatha..


Agatha kembali ke kamar bersama sang suami Vino sedang duduk memperhatikan istrinya yang sedang melamun, Vino tidak mengerti kenapa istrinya selalu saja teringat dengan masa lalu, Agatha memeluk Vino dengan era suaminya.


"Kenapa lagi syang?". Tanya Vino pada istrinya.


"Aku gapapa kok mas". Jawabnya pada Vino.


"Sayang kamu udah janji sama anak anak loh ngga akan nangis lagi, tapi sekarang kamu malah udah nangis aja syang". Ujar Vino pada istrinya.


"Maaf mas maaf". Ujarnya pada Vino.


"Yaudah gapapa syaang kalau kamu merasakan tenang saat menangis, maka menangislah". Ujar Vino mengelus rambut istrinya.


"Maaf ya mas, kalau aku cengeng banget". Ujar Agatha sambil terisak pada suaminya.


"Sutt udah syang gapapa, asal setelahnya kamu tenang mas ngga papa kamu nangis". Ujar Vino mengecup kening istrinya.


Hingga beberapa saat kemudian Agatha melepaskan pelukannya setelah ia selesai menangis, Vino menatap istrinya yang menunduk lalu mengangkat dagu istrinya, terlihat mata Agatha yang bengkak karena menangis entah dia harus apa antara ingin tertawa dan sedih.


"Mau ketawa mah ketawa aja mas gausah ditahan gitu". Ujar Agatha dengan cemberut.

__ADS_1


"Ngga mas ngga mau ketawain istri mas yang cantik ini , gaboleh cemberut gini dong Syaang". Ujar Vino menggoda istrinya.


"Heum iyaa engga mas, makanya jangan gitu sama aku". Ujarnya pada suaminya.


"Iyaa engga syaang, katanya kamu mau istirahatkan syang". Ujarnya pada Agatha.


"Heum iya mas, yaudah Agatha mau tidur ya mas". Ujarnya pada Vino.


"Iyaa syang, tidur aja nanti mas bangunin". Ujarnya pada Agatha.


"Okee mas, makasih ya mas". Ujarnya pada Vino.


Vino keluar dari kamarnya untuk menghampiri anak anaknya yang masih bermain, kelima anaknya menato Vino yang turun dari tangga dengan tatapan bertanya, akhirnya Vino sampai di hadapan kelima anaknya yang genius.


"Ayah, bunda udah tidur?". Tanya Indira padanya.


"Udah syaang". Jawab Vino pada anak anaknya.


"Baguslah kalau begitu". Ujar Indira pada ayahnya.


"Ayah, bagaimana kita lahir ke dunia?". Pertanyaan tiba tiba dari Athara membuatnya bingung.


"Itu ntar kalian tau sendiri sayang". Ujar Vino pada mereka bertiga.


"Heum kapan kita tau nya ayah?". Tanya Athara padanya.


"Nanti saat kalian sudah besar kalian akan mengerti sayang". Jawab Vino pada anak anaknya.


"Kita kan udah besar Ayah". Ujar Marcello padanya.


"Maksud ayah , usia kalian nya sayang bukan badan kaliannya, ya sama aja sih badan sama umur harus besar". Ujar Vino dengan berlibet.


"Ayah gimana sih ngomong yang jelas dong yah". Ujar mereka pada Vino.


"Kalian bertanya pada Ayah terus ayah harus bertanya pada siapa?". Gumam Vino terdengar oleh Angga yang mengulum senyumnya.


Tanpa mereka sadari sedaritadi Agatha melihat serta mendengar perbincangan mereka, Agatha menahan tawanya melihat muka kebingungan suaminya yang menjawab kelima anak Geniusnya.


"Eheum".


"Eh bunda, sayang". ujar Vino dan anak anaknya.


"Asik banget sih, seru kayanya, ngobrolin apaan?". Tanya Agatha padanua mereka..


"Kebetulan ada bunda, pasti bunda bisa jawab pertanyaan aku kan". Ujar Athara padanya.


"Pertanyaan apa emangnya?". Tanya Agatha menatap anaknya.


"Bagaimana kita bisa lahir dari perutt bunda?". Tanya Athara padanya.

__ADS_1


Agatha terdiam sekarang giliran Vino yang menahan tawanya melihat raut wajah bingung istrinya, kelima anaknya sedang menunggu jawaban dari Agatha yang masih terdiam, ia mencari jawaban yang pas untuk pertanyaan yang super sulit ia jawab.


"Karena diciptakan lahir dari perut bunda".


__ADS_2