Kisah Agatha & Family

Kisah Agatha & Family
Bab 74


__ADS_3

Alena sengaja merubah namanya menjadi Alina membuat salah satu siswi menatapnya dengan tajam, ia mengingat gadis itulah yang menabrak serta membuat Angga jatuh adalah gadis yang bernama Alina tersebut.


Maaf aku harus pura pura tidak mengenal kalian semua. Batin Alena menatap kelima anak kembar disebrangnya.


"Heh, lo kan yang waktu itu nabrak My Prince kami". Ujar salah satu penggemar Angga.


"Aku engga sengaja". Ujar Alena pada orang dihadapannya.


"Alah jangan sok belagu lo". Ujarnya hendak mendorong tubuh Alena tetapi terhenti.


"Kenapa berhenti? ngga mau dorong?". Tanya Alena dengan tersenyum sinis.


"Ah sialan lo". Ujarnya sambil berlalu meninggalkan Alena sendirian.


"Huft, harusnya aku bisa". Gumamnya sambil menatap mereka.


Mengingat kembali kejadian dimana saat Alena pingsan dan Angga yang menolongnya, membuat ia begitu senang walaupun Angga berkata dengan raut wajah datarnya, setidaknya Alena merasakan perhatian Angga kembali pikirnya.


"Alinaa". Teriak Indira membuat langkahnya terhenti.


"Iyaa kenapa Ra?". Tanya Alina pada Indira.


"Kamu kenapa sendirian mulu sih Al?". Tanya Indira pada Alina.


"Aku engga papa kok Ra pengen sendiri aja sih". Jawabnya pada Indira.


"Beneran Al? ngga bohongkan?". Tanya Indira menatap Alina dengan intens.


"Iyaa gapapa kok Ra lagian ngapain aku bohong sama kamu, jangan tatap aku kaya gitu dong Ra". Jawab Alina sambil merengek pada Indira.


"Hahaha kenapa sih emangnya?". Tanya Indira sambil tertawa dengan keras membuat para saudaranya terkejut.


"Ihh malah ngetawain". Ujar Alina dengan cemberut semakin membuat Indira tertawa.


"Wah daebak, adikku kembali tertawa biasanya dia ngga akan sampe segitunya deket sama orang yang baru dia kenal". Gumam Marcello menatap adiknya.


"Udah lama banget Dira ngga ketawa sekencang itu kalau di sekolah". Gumam Satya saat melihat adiknya.


"Bahagia banget liat adek ketawa seperti itu". Gumam Angga sambil tersenyum setipis mungkin melihat adiknya.


Beberapa menit kemudian mereka memasuki kelasnya, seperti biasa Alina menulis kata kata di bukunya sebelum pembelajaran dimulai, Angga melihat semua aktivitasnya dari belakang ia sedikit melihat inisial nama yang membuatnya tertegun A♥A.


"Alina dan siapa?". Gumamnya lalu melihat gelang yang ia gunakan.


"Kok sama sihh? tapi kan ga cuman aku aja yang buat inisial kaya begitu". Gumamnya lagi sambil menggelengkan kepalanya.


"Kenapa sih daritadi liatin Alina mulu?". Tanya Satya pada kembarannya.

__ADS_1


"Ngga". Jawabnya dengan singkat.


"Dih kebiasaan kamu dek". ujar Satya pada adiknya.


"Biarin". Ujar Angga semakin membuat Satya kesal padanya.


"Udah jangan ribut kalian berdua, guru udah dateng tuh". Ujar Athara pada keduanya.


"Yaa". sahut keduanya pada Athara.


Beberapa jam kemudian tak terasa kini mereka sudah bersiap untuk pulang, tetapi ada tugas kelompok dan Alina sekolompok dengan sikembar membuat yang lainnya sangat iri pada Alina.


Kini Alina serta sikembar sudah berada di rumah kediaman mereka, Alina terdiam sejenak menatap sekitar tempat dimana dulu ia selalu bermain bersama mereka berlima, keterdiaman Alina membuat Satya meledeknya.


"Ngga pernah kerumah sebesar ini ya lo". Ujar Satya pada Alina.


"Apa sih BangSat". Ujarnya dengan kesal.


"Nama gue Satya bukan BangSat". Ujar Satya tak terima pada Alina.


"Serah akulah". Ujarnya sambil berlalu masuk meninggalkan Satya yang kesal.


"Wahh ada apa nih datang rame rame?". Tanya Agatha melihat kelima anaknya serta seorang gadis.


Alena kamu tumbuh menjadi anak yang cantik, bunda sangat merindukan mu. Batin Agatha sambil menatap Alina.


"Kita mau ngerjain tugas kelompok bunda, kenalin ini Alina, Alina Ini bunda aku". Ujar Indira pada Alina.


"Ah jangan panggil tante, panggil bunda aja". Ujar Agatha padanya.


"Iya bu-bunda". Ujarnya dengan terbata bata.


"Yaudah kalian ganti baju dulu sebelum ngerjain tugasnya, bunda mau buatkan cemilan dulu". Ujar Agatha pada mereka.


"Iyaa bunda". Ujar mereka kecuali Angga dan Alina hanya menganggukkan kepalanya saja.


Alina hanya bisa mengikuti langkah kaki Indira, karena sedaritadi menarik tangannya terus membuatnya tidak bisa menolak, hingga kini mereka sudah berada di ruang belajar untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru yaitu tugas kesenian.


"Jadi mau bikin apa nih?". Tanya Indira pada mereka.


"Kan tugasnya dibagi, ada bagian PowerPoint, dokumen sama prakteknya". Ujar Satya pada mereka semua.


"Oke kalau begitu aku sama Alina yang buat prakteknya kalian yang buat dokumen sama PowerPoint nya". Ujar Indira pada saudaranya.


"Yaudah mulai sekarang aja". Ujar Alina pada mereka.


"Eitss sebelum dimulai lebih baik kalian ngemil dulu nihh, buatan bunda". Ujar Agatha yang datang ke ruang belajar.

__ADS_1


"Asikk cemilan buatan bunda emang the best". ujar Marcello pada bundanya.


"Jelas dong makanya bunda bawakan cemilannya". Ujar Agatha pada anaknya.


"Aku rindu cemilan buatan bunda". Guman Alena sedikit terdengar oleh Satya.


"Cemilan bunda sama kaya bunda lo? makanya lo kangen sama bunda lo gitu?". Tanya Satya membuat yang lainnya menoleh.


"Ah iya karena aku udah lama ngga ketemu bunda". Jawabnya dengan menundukkan kepalanya.


"Maafin gue ya, gue ngga maksud kaya gitu". Ujar Satya pada Alina.


"Iyaa gapapa kok lagian orangtua aku masih lengkap hanya saja bunda yang lain yang aku maksud". Ujar Alina pada Satya.


"Jadi ibu tiri lo? ". Tanya Satya pada Alina.


"Bukan ihh nyebelin banget sih kamu tuh". Jawabnya dengan kesal pada Satya.


"Udah jangan ribut bisa ngga sih". Ujar Angga kesal menatap keduanya.


"Wish santaii dekk". Ujar Satya pada adik kembarannya.


"Ini kapan kita ngerjainnya kalau kalian ribut terus". Ujar Angga pada Alina dan Satya.


"Iyaa maaf maaff". Ujar mereka berdua pada Angga.


"Iyaa sekarang kita mulai kerjain tugasnya". Ujar Athara pada mereka semua.


"Yaudah kalian semangat ngerjain tugasnya, bunda tinggal ya". Ujar Agatha diangguki oleh mereka semua.


Beberapa jam kemudian tidak terasa mereka telah selesai mengerjakan tugas , Alina hendak berdiri namun ia tidak kuat kelamaan duduk pun hampir jatuh jika Angga tidak menahannya, membuat Indira langsung menyoraki keduanya.


"Awss , sakit Angga". Ujarnya sambil mengusap pinggangnya.


"Ihh abang jahat banget sih, kalau aku atau bunda atau Aunty yang diperlakuin kaya Alina gimana coba?". Tanya Indira sambil menghampiri Alina yang masih terduduk.


"Abang ngga berperasaan jadi manusia". Ujarnya lagi pada Angga.


"Dira ngga mau ngomong sama abang selama seminggu byee". Ujarnya sambil berlalu pergi menarik tangan Alina.


"Ah kamu sih dek, kenapa mesti di jatuhin gitu sih, lebih sakit loh". Ujar Satya pada Angga.


"Ya maaf bang". Ujar Angga sambil menunduk pada abangnya.


"Minta maaf sama Alina sanah". Ujar Satya pada adiknya.


Walaupun Satya terlihat tidak suka pada Alina tetapi ia masih memiliki hati yang baik, Satya memang tidak suka melihat perempuan diperlakukan seperti yang Angga lakukan, walaupun orang jahat sekalipun karena menurutnya balaslah satu kejahatan dengan seribu kebaikan.

__ADS_1


...****************...


Maaf ya kemarin engga update, karena capek banget pulang kerja :-( jangan lupa Like Comment and Vote nya :) maaf lama ya guys:)


__ADS_2