Kisah Agatha & Family

Kisah Agatha & Family
Bab 63


__ADS_3

Kini usia Baby Prince sudah memasuki usia satu bulan, semuanya sedang berkumpul di kamar Bintang dan Cindya untuk melihat Baby Prince, Satya mendekati abang kecilnya menurutnya masih tidak adil, dia yang lahir duluan tapi harus memanggil Baby Prince dengan sebutan abang.


"Kenapa kamu cemberut gitu bang?". Tanya Athara pada abangnya.


"Gapapa dek". Jawabnya sambil terus menatap Baby Prince.


"Gapapa gimana daritadi abang ngeliatin Baby Prince seperti kesal saja". Ujar Marcello yang memang juga melihatnya.


"Ya bagaimana tidak kesal, kita yang duluan lahir tapi harus memanggil Baby Prince dengan sebutan abang". Ujar Satya pada mereka.


"Abang sayang, jangan seperti ini nak". Ujar Agatha pada putra sulungnya.


"Bagaimana pun juga abang tetaplah adik mereka karena bunda anak terakhir di keluarga Bramastian sayang". Ujarnya lagi memberi pengertian pada Satya.


"Maafin abang ya bunda". Ujarnya memeluk Agatha.


"Minta maaf sama uncle dan Aunty, bukan sama bunda sayang". Ujar Agatha pada anaknya.


"Uncle Aunty maafin Satya ya". Ujarnya pada Bastian dan Cindya.


"Iya syaang engga papa kok". Ujar Cindya mengusap rambut ponakannya.


"Makasih ya Aunty". Ujar Satya tersenyum senang.


"Iyaa sama sama sayang". Ujar Cindya sambil tersenyum manis pada ponakannya.


Baby Sagara sedang asik duduk dipangkuan abangnya Angga, membuat yang lain tersenyum geli karena Angga hanya diam saja Baby Sagara membelai wajahnya, Baby Sagara memeluk abangnya setelah merasakan kantuk dimatanya.


"Bun, Adek tidur nih". Ujar Angga pada Agatha.


"Yaudah sini sayang, biar bunda tidurkan". Ujar Agatha pada anaknya.


"Hati hati ya bunda, takutnya bangun lagi nanti adeknya". Ujar Angga pada sang bunda.


"Iyaa sayang pastinya dong". Ujar Agatha sambil tersenyum geli pada anaknya.


"Sayang biar mas aja yang masukan Baby Sagara ke box bayi". Ujar Vino pada istrinya.


"Ihh mas orang aku amu nidurin Baby Sagara disamping Baby Prince sayang". Ujar Agatha pada suaminya.


"Ah maaf aku kan ngga tau sayang". Ujar Vino pada istrinya yang sangat menggemaskan.


Istriku Cantikku. Batin Vino menatap istrinya.


Beberapa jam kemudian mereka memasuki kamarnya masing masing setelah lama sekali berbincang riang bersama, Agatha dan Vino merebahkan tubuh mereka diranjang bersamaan karena mereka sangat mengantuk tetapi karena serunya berkumpul membuat mereka berdua keasikan.

__ADS_1


"Sayang engga nyangka ya kita udah punya enam anak aja". Ujar Vino menatap langit langit kamarnya.


"Iyaa mas kalau dipikir harusnya anak kedua karena anak pertama kita langsung mendapatkan baby kembar lima". Ujar Agatha pada suaminya.


"Benar juga apa yang kamu bilang sayang". Ujar Vino menatap istrinya.


"Iyaa lah mas pasti benar apa yang aku bilang". Ujarnya pada sang suami.


"Iyaadehh istrikuu yang cantik". Ujar Vino pada istrinya dengan gemas.


"Udah ah mas, ayok tidur aku ngantuk". Ujar Agatha sambil menguap.


"Iyaa Ayok sayangku". Ujarnya membawa sang istri kedalam pelukannya.


"Iyaa mas". Ujarnya sambil membenamkan kepalanya di dada bidang suaminya.


"I love you Agatha Christie Bramastian". Gumam Vino mencium kening istrinya lembut.


Agatha dan Vino tertidur dengan lelap saking ngantuknya, hingga beberapa jam kemudian mereka bangun dari tidurnya. Vino mengecup bibir istrinya sekilas sebelum berlalu masuk kamar mandi sedangkan Agatha menunggu suaminya selesai sambil menatap anaknya yang masih tertidur.


"Engga kerasa anak bunda sebentar lagi mau masuk satu tahun aja". Gumam Agatha menatap anaknya sambil tersenyum tipis.


"Sayang, mas udah mandi nih sekarang kamu yang mandi". Ujar Vino dibelakang istrinya.


"Iyaa siap suamiku sayangg". Ujar Agatha mengecup bibir suaminya terlebih dahulu sebelum memasuki kamar mandi.


"Hahaha nanti deh mas". Ujar Agatha dari dalam kamarnya.


"His kau ini sayang, untung saja aku mencintaimu". Gumam Vino menatap pintu kamar mandi.


Beberapa menit kemudian Agatha telah selesai membersihkan badannya, kini keduanya serta Baby Sagara keluar dari kamar mereka menuju ruang tengah, semuanya telah berada di ruang tengah yang berarti mereka semua menunggu kedatangan Agatha dan Vino.


"Cucu opa menggemaskan sekali". Ujar Ayah Dion menatap cucunya.


"Tentu menggemaskan dong". Ujar Agatha yang sedang menggendong anaknya.


"Sini opa gendong sayang". Ujar Ayah Dion yang melebarkan tangannya.


"Hati hati Yah, lumayan berat sekarang berat badannya". Ujar Agatha pada ayahnya.


"Wah benar juga nih, cucu opa tambah berat sekarang". ujarnya mengecup pipi gembul cucunya.


"Coba sini bunda yang gendong". Ujar Bunda Felicia hendak mengambil alih Baby Sagara digendongan suaminya.


"Kenapa kalian jadi rebutin Baby Sagara? kan disini masih ada Baby Prince". Ujar Satya mematap oma dan opanya dengan heran.

__ADS_1


"Ah benar juga ya sayang". Ujar Bunda Felicia sambil terkekeh menatap cucunya.


Agatha yang melihatnya pun terkekeh, mungkin bundanya lupa ada anggota baru sekarang dirumahnya, terbukti karena setelahnya Baby Prince langsung digendong oleh Bunda Felicia dengan gemas, Agatha duduk disamping suaminya serta melihat anak anaknya.


"Bunda, boleh engga Dira main sama Alena di halaman belakang?". Tanya Indira pada Agatha.


"Mau ngapain syangg ke halaman belakang? mau renang?". Tanya Agatha pada anaknya.


"Main masak masakan bunda bukan mau renang". Jawab Indira pada bundanya.


"Hahah baiklah boleh, tapi hati hati ya mainnya sayang". Ujar Agatha pada anaknya.


"Okee siap bundaku sayang". Ujar Indira mengecup kedua pipi Agatha.


"Jangan lari lari sayang, nanti jatuh!". Ujar Agatha sedikit berteriak pada anaknya.


"Okee bunda". Ujar Indira sambil membalikkan badannya menatap bundanya sambil tersenyum.


"Dasar anak anak kamu tuh sayang". Ujar Agatha pada suaminya .


"Anak kamu juga Ssyang". Ujar Vino pada istrinya.


"Udah jelas anak kalian berdua". Ujar Radit pada mereka.


"Bener apa yang dibilang Radit". Ujar Bintang sambil terkekeh menatap Vino dan Agatha.


Alena datang menghampiri Agatha dan yang lainnya dengan tergesa gesa, membuat Agatha yang melihatnya pun panik karena kedatangan Alena sambil berlari dengan cepat menghampiri mereka semua, Angga yang melihat itupun memilih berlari berlawanan arah dengan Alena.


"DIRA BANGUN!!". Teriak Angga membuat mereka sontak terkejut begitupun dengan Alena.


"Ada apaa Ini sayang?". Tanya Agatha pada Alena yang baru sampai serta Vino yang menyusul Angga.


"Tadi.. saat kita sedang bermain masak masakan tiba tiba ada yang melempar batu bunda, itu kena ke kepala kak Dira hiks , Alena takut liat darah". Jawabnya sebelum akhirnya Alena pingsan.


"Astaga cepat bawa mereka ke rumah sakit". Ujar Reno menatap Alena dan Indira bergantian.


"Rora kenapa Aunty ?". Tanya Angga pada Kirana.


"Rora pingsan karena ia memiliki phobia sayang". Jawabnya pada Angga.


"Emang Rora takut kenapa bunda?? ". Tanya Angga menatap bundanya.


"Alena takut melihat darah makanya pingsan". Jawabnya pada sang anak.


Beberapa menit kemudian sebagian menyusul ke rumah sakit sebagian diam dirumah, berarti ada teror yang mengintai rumah kediaman Bramastian membuat Agatha takut kejadian dulu terulang kembali saat ia masih belum damai dengan keluarganya.

__ADS_1


Semoga saja pelakunya dengan cepat tertangkap polisi. Batin Agatha dengan cemas.


__ADS_2