
Agatha mual mual membuat seluruh keluarga panik, Vino segera memanggil Bryan untuk ke rumahnya karena khawatir Agatha kenapa napa, hingga beberapa menit kemudian Bryan tiba dirumah kediaman keluarga Bhagaskara, ia langsung memeriksa keadaan Agatha.
"Gimana keadaan istriku Yan?". Tanya Vino padanya.
"Agatha ngga papa dia hanya kelelahan saja Vin, bahkan ada kabar baik buat kalian". Jawab Bryan sambil tersenyum.
"Kabar baik apa Yan?". Tanya Reno padanya.
"Agatha sedang hamil, usia nya sudah seminggu". Jawab Bryan membuat mereka sontak menatapnya.
"Beneran Agatha ha-mil?". Tanya Vino dengan terbata.
"Benar selamat ya bro, jadi calon ayah lagi". Jawab Bryan menepuk bahu Vino.
"Wah ga nyangka Agatha Akan hamil lagi". Ujar Reno sambil berkaca kaca.
"Iyaa bang". Ujarnya pada Reno.
Beberapa menit kemudian Agatha telah bangun dari pingsannya, Vino yang melihat itupun langsung mendekati istrinya, Agatha menatap suaminya yang menatapnya dengan berkaca kaca, membuat Agatha takut terjadi apa apa pada dirinya sendiri.
"Mas, aku kenapa mas? aku sakit parah mas? mas jawab ih kenapa diam aja". Ujar Agatha berkaca kaca pada suaminya.
"Ngga Ssyang, kamu ga sakit parah kok". Ujarnya pada istrinya.
"Terus kalau ngga sakit parah, kenapa mas sedih gitu?". Tanya Agatha pada suaminya.
"Mas hanya terharu sayang". Jawab Vino membuat Agatha penasaran.
"Terharu apa mas? jangan bertele tele deh mas". Ujar Agatha kesal pada suaminya.
"Kamu hamil sayang". Ujar Vino padanya.
"Ohh hamil".
"Apaa??!! aku hamil mas?!". Teriak Agatha saat menyadari jika dirinya hamil.
"Iyaa sayang kamu hamil, usia nya baru seminggu". Ujar Vino pada istrinya.
"Beneran mas? ngga bohongkan?". tanya Agatha dengan berkaca kaca pada suaminya.
"Iyaa benerann sayang kamu hamil". Jawab Vino memeluk istrinya.
Agatha menangis bahagia, ia tidak menyangka akan secepat ini mengandung, pantas saja beberapa hari ini Agatha begitu sensitif pada anak anaknya, ia kira mungkin akan datang bulan tetapi bukan datang bulan yang datang melainkan anaknya.
"Sehat sehat ya sayangnya bunda". Ujarnya mengelus perut ratanya.
"Jangan rewel ya sayang nya ayah". Ujarnya mengecup perut istrinya.
"Ya ngga akan rewel mas, orang belum membentuk badannya masih sebesar biji apalah pokoknya". Ujar Agatha pada suaminya.
__ADS_1
"Hahaha benar juga apa yang kamu bilang sayang". Ujar Vino terkekeh pada istrinya.
"Haha iyaa mas". Ujarnya pada suaminya.
"Sayang apa kamu ngidam sesuatu? kamu pengen apa? bilang sama mas sayang". Ujarnya pada istrinya.
"Ngga deh mas, belum ada mungkin nanti mas". Ujarnya pada sang suami.
"Baiklah Syaang, kamu mau makan?". Tanya Vino pada istrinya.
"Mau mas, sama iga bakar buatan daddy ya". Jawabnya pada suaminya.
"Haahah baiklah syaangg, tunggu sebentar ya". Ujarnya diangguki oleh istrinya.
Beberapa menit kemudian Vino turun ke bawah membuat semuanya menoleh pada nya, Vino berjalan menghampiri daddy nya yang sedang meminum kopi buatan mommy nya, Daddy Vano yang merasakan kehadiran seseorang pun menoleh.
"Kenapa Vin? terjadi sesuatu sama Putriku ?". Tanya Daddy Vano panik.
"Ngga dad, ngga terjadi apapun pada Agatha, hanya saja istriku mengidam ingin makan iga bakar buatan daddy hehe". Jawab Vino sambil terkekeh pada Daddynya yang shock.
"Apaa??! ya ampun jangan bilang jika dulu juga sebenarnya Agatha mengidam karena hami kan?". Tanya Daddy Vano padanya.
"Mana Vino tau dad". Ujarnya pada daddynya.
"Heum yasudah kalau begitu daddy buatkan iga bakarnya". Ujarnya pada anaknya.
"Makasih ya dad". ujarnya diangguki oleh Vano.
"Gatau, tapi aku bisa melihat tutorial dari youtube sayang". Jawabnya pada sang istri.
"Heum baiklah mas". Ujarnya pada sang suami.
Beberapa menit kemudian Daddy Vano selesai memasak iga bakar untuk menantunya, Agatha yang melihat itu pun senang, ia sudah dilarang oleh Vino untuk turun ke bawah tetapi Agatha kekeh ingin makan iga bakarnya di ruang makan.
"Wah makasih daddy". Ujarnya pada Daddy Vano.
"Iyaa sayang, makanlah mumpung masih panas". Ujar Daddy Vano padanya.
"Okee dad". Ujarnya dengan semangat.
"Jangan buru buru gitu, pelan pelan aja makannya sayang, tidak ada yang akan mengambilnya darimu". Ujar Vino pada istrinya.
"Iyaa habisnya enak banget masakan Daddy". Ujarnya pada suaminya.
"Seenak itu Syaang?". Tanya Daddy Vano padanya.
"Iyaa dad". Jawabnya sambil tersenyum senang.
"Tapi daddy ga pandai masak loh, masa enak sih?". Tanya Daddy Vano padanya.
__ADS_1
"Beneran enak loh dad, cobain aja sendiri". Jawab Agatha padanya.
"Ngga deh sayang, kamu aja makan yang banyak ya". Ujarnya pada Agatha.
"Okee kalau begitu". Ujarnya pada Daddynya.
Beberapa menit kemudian Agatha selesai memakan iga bakar buatan mertuanya dengan habis tak tersisa sedikitpun, membuat mereka menatap takjub padanya, Agatha yang sudah makan dengan banyak pun mengantuk membuatnya langsung tertidur diatas meja.
Vino yang melihat itupun langsung mengangkat istrinya yang tertidur, ia berpamitan pada kedua orang tuanya untuk masuk ke dalam kamar, sesampainya di dalam kamar Vino merebahkan tubuh istrinya ke kasur.
"Sehat ya syaangnya ayah, jangan bikin bunda sakit sayang". Gumam Vino mencium perut rata istrinya.
"Ayah syang kamu begitupun dengan abang dan kakak mu". Ujarnya menatap perut istrinya.
"Jangan rewel ya syang, biar aja yang mual kalau perlu kasian kan bunda". Ujarnya sambil mengelus perut rata istrinya.
"Ah gemas sekali sih". Ujarnya dengan terkekeh.
Beberapa menit kemudian Vino tertidur memeluk istrinya, begitupun Agatha yang masuk ke dalam dekapan suaminya, begitu membuat nyaman keduanya jika berpelukan seperti ini, hingga beberapa jam kemudian mereka baru terbangun dari tidurnya.
Agatha dan Vino saling menatap, entah siapa yang lebih dulu karena sekarang mereka sedang berciuman dengan panas, Vino memasukan tangan nya kedalam rok yang digunakan istrinya, mengusap lembut serambi berbulu tipis istrinya membuat Agatha melenguh.
"Mas ahh jangan mas, ini masih siang loh". Ujar Agatha pada suaminya.
"Udah turn on sayang". Ujarnya dengan suara seraknya.
"Ya tapi kunci dulu pintu nya mas, gimana kalau anak anak masuk ke dalam". Ujarnya pada suaminya.
"AAH iya benar juga, sebentar sayang". Ujqrnya pada istrinya.
"Iyaa mas". Ujarnya pada sang suami.
Vino memulainya dengan pelan hingga beberapa jam kemudian mereka baru selesai gulat panas di ranjang, Agatha lebih dulu mandi karena Vino tidur kembali setelah menabur benih di rahim istrinya, Agatha yang sudah selesai mandi pun hanya menggelengkan kepalanya melihat suaminya.
Agatha membangunkan suaminya dengan mengguncangkan tubuhnya, tetapi suaminya tidak terbangun membuat Agatha mengguncang tubuh suaminya dengan keras tetapi tetap saja tidak membuatnya bangun.
"Mas bangun ihh, mas". Ujarnya pada sang suami.
"Kamu kenapa? sakit ya?". tanya Agatha memegang kening suaminya.
"Ngga panas tapi". Ujarnya saat memegang kening suaminya.
"Mas bangun ih". Ujarnya pada Vino.
Cup, cup, cup
Agatha mencium kedua pipi dan bibir suaminya agar bangun, ternyata benar saja bangun seperti Putri tidur aja bedanya ini putra tidur, Vino tersenyum menatap istrinya, sedangkan Agatha menatap kesal suaminya yang hanya tersenyum seperti itu.
...****************...
__ADS_1
Maaf lama updatenya ya , maaf guys :(