Kisah Agatha & Family

Kisah Agatha & Family
Bab 51


__ADS_3

Kelima anaknya menghampiri Agatha yang sedang makan dengan lahap ditemani oleh ayahnya, lalu tatapan Agatha beralih saat kelima anaknya menghampiri Agatha yang sedang asik makan, Vino segera menyuruh mereka terlebih dahulu.


"Sayang, kalian tunggu diruang tengah aja ya nanti ayah sama bunda nyusul kalau bunda udah beres makannya". Ujar Vino pada anak anaknya.


"Baiklah ayah, bunda jangan terlalu banyak makannya takutnya kekenyangan bun". Ujar Athara pada bundanya.


"Ah iyaa syang ngga akan kok". jawab Agatha yang masih melahap makanannya.


"Kalau gitu kita ke ruang tengah duluan ya Ayah bunda". Ujar Satya pada mereka berdua.


"Iyaa sayang". Ujar kedua orangtuanya berbarengan.


Beberapa menit kemudian mereka berdua menghampiri anak anaknya yang sudah menunggu di ruang tengah, Agatha langsung saja duduk karena lelah sedangkan Vino mengambil laptop miliknya karena Vino menjanjikan akan mengajari mereka menggunakan laptop.


Angga tidak perlu di ragukan lagi karena memang hanya dia yang sudah mempunyai laptop, keempat anaknya memperhatikan Vino yang mengajari mereka sedangkan Agatha hanya tersenyum melihatnya hingga tak terasa ia kembali tertidur membuat Indira yang melihatnya langsung lapor pada ayahnya.


"Ya ampun kebiasaan bunda kalian tuh, kalau ngantuk ngga bilang bilang tau tau udah ketiduran aja". Ujar Vino pada mereka.


"Bunda kan istri ayah". Ujar Indira padanya.


"Haha benar juga ya". Ujarnya sambil terkekeh pada anaknya.


"Lebih baik ayah pindahkan saja bunda, kasian yah". Ujar Angga pada ayahnya.


"Baiklah ayah akan pindahkan bunda, kamu ajari mereka Angga". Ujar Vino padanya.


"Okee siap yah". Ujarnya dengan semangat.


"Okee ayah ke kamar dulu ya". Ujarnya sambil menggendong istrinya.


Vino sampai dikamarnya dengan cepat karena takut istrinya merasa tidak nyaman, ia merebahkan istrinya di ranjang dengan perlahan agar tidak membuat Agatha terbangun, Vino mengelus rambut istrinya dengan lembut sebelum keluar dari kamar .


"Bagaimana kalian sudah mampu mempelajarinya?". Tanya Vino yang sudah sampai diruang tengah.


"Sudah yah, ini Dira lagi main game". Jawabnya dengan santai.


"Loh kok main game sayang, kan ayah mengajarkan kamu laptop agar mudah mengerjakan tugas". Ujar Vino menatap anaknya.


"Iyaa tapi Dira penasaran dengan game nya ayah". Ujar Dira yang masih sibuk bermain.


"Kamu hebat sekali memainkannya sayang". Ujar Vino pada anaknya.


"Jelas dong kan Dira memang hebat memainkan berbagai game". Ujarnya membuat Vino menatapnya.


"Sejak kapan Dira main game? ayah baru melihatnya hari ini". Ujar Vino pada anaknya.

__ADS_1


"Heum tentu saja di laptop mini nya abang Angga". Ujar Indira pada ayahnya.


"Ah baiklah kalau begitu". Ujarnya sambil menyandarkan tubunya pada sofa.


Ting!


...Adikku GIA...


...Online...


Abangg, ponakan ku sedang apa?


^^^Belajar menggunakan laptop tetapi sepertinya mereka mudah mempelajari nya^^^


Tentu saja, ponakanku genius semua bang


^^^Iyaa abang ngga akan nyangka anak abang kecerdasan dan kepintaran nya melebihi abang dan istri abang^^^


Wajar saja mereka jauh lebih pintar dan cerdas karena perpaduan dari abang dan Kak Agatha


^^^Iyaa juga sih, oh ya bagaimana? ada yang coba mengikuti mU lagi?^^^


Sepertinya ngga ada bang, apalagi ponakanku membuat segala Chip yang sangat berguna


^^^Syukurlah kalau begitu, kamu tidak akan kemari? bukan kah kau merindukan ponakanmu?^^^


Beberapa menit kemudian Agatha keluar dari kamar lalu menghampiri suami dan anak anaknya yang masih fokus pada laptop, Agatha duduk disamping suaminya membuat Vino dan kelima anaknya menoleh pada Agatha yang baru saja bangun.


"Loh bunda udah bangun lagi?". Tanya Angga menatap bundanya.


"Yaudah dong masa tidur terus". Jawabnya pada anaknya.


"Yaudah gabung bunda". Ujar Indira pada bundanya.


"Liatin apa sih fokus banget sama laptop?". Tanya Agatha pada mereka.


"Mereka lagi sibuk liat Dira yang main game sayang, hebat banget dia". Jawab Vino pada istrinya.


"Wahh hebat bangett, kamu menang syaang". Ujar Agatha menatap anaknya bermain game.


"Jelas dong bun". Ujar Indira sambil percaya diri padanya.


Beberapa menit kemudian kini mereka sedang berada disebuah taman, karena tadi Agatha tiba tiba mengidam ingin piknik di taman membuat semua keluarganya langsung heboh menyiapkannya, hingga beberapa menit kemudian mereka sudah tiba di taman yang sangat indah.


"Mas, pengen makan ice cream". Ujarnya padanya.

__ADS_1


"Rasa apa sayang??". Tanya Vino pada istrinya.


"Rasa Coklat campur Vanila mas". Jawabnya pada suami tercintanya.


"Siap tuan putri, tunggu sebentar ya". Ujar Vino dianggguki oleh Agatha.


"Bunda, ayah mana?". Tanya Indira padanya.


"Beli Ice Cream sayang". Jawab Agatha pada anaknya.


"Wah buat Dira juga ngga bun?". Tanya Indira padanya.


"Ngga tau Syaang, soalnya tadi bunda yang pengen". Jawabnya pada anaknya.


"Semoga aja ayah bawa banyak ice cream nya". Ujar Indira pada Agatha.


Beberapa menit kemudian Vino datang dengan banyak ice cream ditangannya, Agatha dan anak anaknya senang melihatnya kecuali Angga ia hanya menatapnya tapi tetap mengambil ice cream tersebut dengan tampang datarnya.


Para pengunjung yang melihat itupun tersenyum menatap Angga yang menatap datar apalagi pada anak perempuan kecil, Angga berjalan ke depan melihat adanya pembullyan yang sangat membuatnya tak suka, Agatha dan Vino serta yang lainnya hanya melihatnya.


"Heyy, kalian jangan melakukan pembullyan". Ujar Angga pada mereka.


"Apa urusannya sama kamu?". Tanya seorang gadis kecil padanya.


"Kalian menganggu pemandangan ku saja, kalian itu sama sama perempuan tapi kok main bullu sih". Ujar Angga menatap mereka datar.


"Karena dia tidak pantas, dia anak haram, ibunya aja ga bener". Ujar gadis itu menghina seseorang yang sedaritadi menunduk.


"STOP!! Kalian tidak berhak menjudge orang seperti itu, Hey kamu tidak apa apa? ". Tanya Angga pada gadis kecil yang sedaritadi menunduk.


Agatha dan yang lainnya menghampiri anaknya yang sedaritadi membela gadis kecil, membuat Agatha mengingat kejadian saat dulu ia kecil dan itu juga membuat seluruh keluarganya terdiam mengingat Agatha dulu dibully karena mendekati keempat abangnya yang mereka pikir bukan keluarganya.


"Hey, sayang liat tante". Ujar Agatha berjongkok membuat gadis kecil tersebut mendongakkan kepalanya.


"Tante, kenaapa kesini? tante mau nyakitin Alena lagi? hiks jangan tante, Alena minta maaf, ampun tante". Ujarnya dengan histeris membuat yang lainnya mengerti gadis tersebut memiliki trauma.


"Sayang hey, tenang okee jangan seperti ini". Ujar Agatha membawa Alena tersebut ke dalam pelukannya.


Alena terdiam karena usapan lembut dari Agatha membuatnya tenang, Alena menatap mereka yang mengelilingi nya dia berpikir mereka orang jahat tetapi pikirannya langsung hilang saat melihat pria kecil yang menyelamatkan nya.


"Makasih kamu udah bolong Alena". Ujarnya pada Angga yang menatapnya.


"Iyaa sama sama, lain kali kamu harus bisa melawannya jangan diam saja kalaupun gabisa lawan kamu lari saja". Ujar Angga dengan lembut membuat semuanya terkejut.


"Makasih sekali lagi, andai aja kakak ngga ada, mungkin aku udah ketakutan". Ujar Alena dengan senyuman manisnya.

__ADS_1


Ah manis sekali sihh. Batin Angga saat melihat Alena tersenyum padanya.


__ADS_2