Kisah Agatha & Family

Kisah Agatha & Family
Bab 39


__ADS_3

Empat bulan kemudian, Agatha dan Vino mengantar anak anak nya daftar sekolah, karena mereka memaksa ingin masuk SD diusia nya yang baru memasuki usia 4 tahun, padahal seumuran mereka harusnya memasuki sekolah TK, tapi apa boleh buat kepintaran mereka membuat semua guru menerimanya.


"Tuan dan nona, anak anak kalian sungguh sangat genius, mereka bahkan bisa menjawab pertanyaan anak SMP maupun SMA". Ujar kepala sekolah terlihat begitu kagum.


"Iyaa jelas dong pak, karena orangtua kami juga pintar makanya kita jadi genius begini". Ujar Athara padanya.


"Ah benar, buah memang jatuh tak jauh dari pohonnya". Ujarnya pada mereka.


"Baiklah kalian mulai besok bisa masuk sekolah". Ujar kepala sekolah pada mereka.


"Makasih ya pak, saya titip anak anak saya". Ujar Agatha sambil tersenyum tipis.


"Iyaa sama sama tuan nona". Ujarnya pada mereka berdua.


"Kalau begitu kita pamit pak". Ujar Vino padanya.


"Iyaa silahkan tuan, terimakasih". ujarnya pada Vino.


Selama dalam perjalanan pulang ke rumah, anak-anaknya terus berbincang mengenai tentang sekolah, membuat Agatha pusing mendengar pertanyaan anaknya yang kadang tidak bisa ia jawab, karena kepintaran mereka melebihi Agatha dan Vino .


Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah kediaman keluarga Bhagaskara, anak anak langsung turun begitu melihat adanya orang yang menunggu mereka di luar rumah, siapa lagi jika bukan Reno dan keluarga kecilnya.


"Wah abang Arkan makin tampan aja". Ujar Indira melihat anak dari Reno dan Kirana.


"Jelas dong karena papihnya juga tampan". Ujar Reno pada ponakannya.


"Ih papih percaya diri banget". Ujar Andriani membuat semuanya tertawa kecuali Reno.


"Bisa sekali aja dukung papih, kamu selalu aja gitu sama papih". Ujar Reno menatap anaknya.


"Habisnya papih selalu percaya diri". Ujarnya pada Reno.


"Yang, anak kamu Tuh ih". Ujar Reno pada istrinya.


"Anak kamu juga mas". Ujar Kirana dengan terkekeh.


"Sifatnya nurun dari siapa sih? aku ngga kamu juga engga, jangan jangan kamu bukan anak papih ya, kamu anak pungut". Ujar Reno pada anaknya.


"Ihh papih nyebelin banget sih, mamih cari aja papih baru, membosankan". Ujar Andriani membuat semuanya tertawa apalagi Agatha paling kencang.


"Senang kamu, abang ditindas anak sendiri?". Tanya Reno Pura pura kesal pada adiknya.

__ADS_1


"Hahhaa iyaa senang bangett hha". Ja-wab Agatha sambil terus tertawa.


Semuanya menatap Agatha yang sudah lama tidak tertawa seperti itu apalagi Reno, bahkan keluarga Bramastian menyaksikan itu semua di depan pintu yang memang terlihat dari sana, tawa Agatha terhenti ketika ia melihat keluarga Bramastian disana, membuat Vino serta yang lainnya heran.


Mereka mengikuti tatapan Agatha, ternyata penyebab Agatha merubah ekspresinya karena keluarga Bramastian yang berdiri tak jauh dari mereka, Vino hendak memghampiri mereka tetapi lebih dulu oleh Agatha yang menghampiri mereka.


"Mau apa lagi kalian kesini? ngga kapok emangnya?". Tanya Agatha dengan dingin.


"Bunda ngga akan kapok syang, bunda mohon maafin bunda sayang". Jawab Felicia dengan tatapan sedihnya.


"Maaf kalian tidak bisa berubah suasana". Ujar Agatha pada mereka.


"Harus bagaimana lagi agar bunda mendapatkan maaf dari kamu sayang?". Tanya Felicia pada anaknya.


"Cukup jauhi aku, ngga usah kalian datang datang lagi kesini". Jawab Agatha dengan datar.


"Dek, kita kesini capek capek biar kamu maafin kita, tapi kamu malah gini sama bunda!!". Teriak Bastian marah pada Agatha.


"Hahaha gitu aja kamu marah, itulah yang membuat Agatha tidak memaafkan kalian, karena sikap kalian yang sangat menyebalkan". Ujar Vino pada mereka.


"Kamu tuh yang sopan sama kita Vin, kamu adalah menantu keluarga Bramastian". Ujar Bintang padanya.


"Ohg ya? bukankah Agatha sudah kalian hapus dari kartu keluarga?". Tanya Vino sambil tersenyum remeh.


"Sayang, kamu akan memaafkan mereka?". Tanya Vino padanya.


"Ntahlah mas, aku malas melihat mereka". Jawab Agatha pada suaminya.


"Lebih baik kalian pergi dari rumah saya". Ujar Vino menatap mereka.


"Sayang berikan bunda kesempatan untuk memperbaiki semuanya hiks hiks". Ujar Felicia menatap Agatha.


"Pergi saja kalian dari sini! aku muak melihat kalian". ujar Agatha memalingkan wajahnya.


"Baiklah kita akan pergi, ayok bun". Ujar Bintang menarik tangan bundanya.


"Suatu saat kamu akan menyesal tidak memberikan maaf pada bunda". Ujar Bastian menatap Agatha yang tidak menatapnya.


"Bukannya kalian yang harusnya menyesal ya, kalian yang membuat Agatha seperti ini". Ujar Mommy Elvina menatap mereka.


Keluarga Bramastian pergi dari sana dengan tangan kosong, mereka hendak mengajak Agatha ke rumah kembali tetapi Agatha masih belum memberikan mereka kesempatan, tetapi mereka tidak akan menyerah untuk mendapatkan maaf dari Agatha.

__ADS_1


Agatha menatap sedih Keluarga kandungnya membuat Vino mengusap pundak istrinya, Agatha langsung memeluk suaminya dengan erat serta tangisan Agatha perlahan lahan menjadi keras, Mommy Elvina ikut memeluk menantunya.


"Sayang jangan nangis lagi ya, jika kamu merasa tidak enak hati, kamu maafkan mereka sayang agara hati kamu tenangg". Ujar Mommy Elvina dengan lembut.


"Tapi mom, berat bagi Agatha buat melupakan semuanya, perkataan mereka dulu masih melekat di ingatan Agatha mom". Ujar Agatha pada mertuanya.


"Yaudah sayang, kamu jangan banyak pikiran, sekarang fokus saja mengurus anak anak kalian". Ujar Mommy Elvina mengelus rambut Agatha.


"Baiklah bunda". Ujar Agatha padanya.


"Yaudh kmu istirahat aja dikamar sayang, biar kamu tidak terlalu memikirkan mereka". Ujar Daddy Vano pada menantunya.


"Baik dad". Ujarnya sambil tersenyum tipis.


"Vino temani istrimu istirahat". Ujar Daddy Vano padanya.


"Iyaa siap dad". Ujarnya pada Daddynya.


Pasangan suami istri telah sampai di kamar mereka, Agatha merebahkan badannya sambil menatap langit langit atap kamarnya, sedangkan Vino hanya ikut menatap istrinya yang terlihat dari matanya terlihat sedih.


"Sayang". Panggil Vino pada istrinya.


"Iyaa mas kenapa?". Tanya Agatha pada suaminya.


"Jangan banyak pikiran sayang". Jawab Vino pada istrinya.


"Heum iyaa ngga mas". Ujar Agatha pada suaminya.


"Jangan bohong syang, mas tau hati kamu serta pikiran kamu tertuju pada mereka". Ujar Vino pada istrinya.


"Engga suamiku, ini aku hanya memikirkan bagaimana jika kita mempunyai anak lagi". Ujar Agatha sengaja mengalihkan pembicaraan mereka.


Vino yang mendengar itupun langsung mencium bibir istrinya membuat Agatha yang masih belum siap terkejut, tangan Vino sudah menelusup kedalam baju istrinya membuat Agatha melenguh ketika suaminya memijat lembut dua gunung kembarnya.


"Ahh mas". Desah Agatha membuat Vino bersemangat.


"Iyaa sayang". Ujar Vino menatap istrinya dengan tatapan membara.


"Lanjut mas". Ujar Agatha diangguki oleh suaminya.


"I love you sayang". Ujar Vino.

__ADS_1


Hingga beberapa menit kemudian mereka baru selesai melakukan gulat panas mereka, kini keduanya tertidur dengan lelap dengan keadaan mereka belum memakai bajunya karena saking lelahnya. Vino memeluk tubuh istrinya membuat Agatha nyenyak dalam tidurnya.


__ADS_2