
Kini Agatha sudah berada di Paris, ia tidak menuruti semua perintah yang Bryan maupun Deon katakan, bahkan Elvira sekalipun ia bantah karena Agatha ingin memulainya dari nol, ya ia akan mencari pekerjaan tanpa bantuan dari siapapun.
Agatha yang kebetulan melihat papan yang bertuliskan bahwa ada lowongan kerja di sebuah Cafe, hanya saja menjadi seorang pelayan tetapi Agatha tidak mempermasalahkan itu semua, ia pun memasuki Cafe tersebut.
"Permisi". ujar Agatha padanya.
"Iya ada yang bisa saya bantu?". Tanya Satpam tersebut pada Agatha.
"Apa benar disini membuka lowongan kerja?". Tanya Agatha padanya.
"Benar disini membuka lowongan kerja, apakah kamu datang untuk melamar kerja disini?". Tanya satpam tersebut pada Agatha.
"Iya benar pak, saya ingin melamar kerja". Jawab nya pada satpam tersebut.
"Baiklah berikan resume kamu". Ujarnya membuat Agatha langsung memberikannya.
Agatha disuruh duduk sambil menunggu satpam kembali, hingga beberapa menit kemudian satpam kembali menghampiri Agatha, dengan perasaan cemasnya Agatha sampai bingung ingin berkata apa hingga akhirnya satpam tersebut berbicara.
"Selamat! kamu diterima bekerja disini tetapi sebagai Waiters apakah kamu bersedia?". Tanya Satpam tersebut pada Agatha.
"Saya bersedia pak, terimakasih pak terimakasih". Jawab Agatha dengan senyumannya.
"Baiklah, besok sudah mulai kerja, jam 8 pagi sampai jam 4 sore, karena jam 4 sore dilanjut oleh yang kerja shift dua". Ujarnya pada Agatha.
"Baik terimakasih sekali lagi pak". Ujar Agatha dengan tersenyum senang.
"Iyaa sama sama, sampai berjumpa kembali besok ya Tata". Ujar satpam tersebut. mengingatkan Agatha pada abangnya.
"Dadahh pak satpam". Ujar Agatha membuat satpam tersenyum gemas.
"Kok sepertinya pernah melihatnya ya, tapi dimana" Gumam pak Satpam tersebut.
Sedangkan di tempat lain, Cindy masih mencari dimana Agatha dengan bantuan daddy nya, tetapi hasilnya nihil sangat sulit menemukan Agatha, membuat Cindy stress memikirkannya padahal keluarga Agatha saja acuh, tetapi tidak untuknya.
"Agatha kamu dimana sih? nomor kamu juga sulit dihubungi, apakah kamu ganti nomor kamu?". Gumam Cindy pada dirinya sendiri.
"Sayang, kamu sangat menyayangi Agatha?". Tanya Mommy Lissa padanya.
__ADS_1
"Tentu saja mom, Agatha sudah Cindy anggap sebagai adik sendiri". Jawab Cindy menatap Mommy nya.
"Kita doakan saja semoga dimanapun Agatha berada, ia selalu baik baik saja sayang". Ujar Mommy Lissa memeluk anaknya.
"Iyaa mom, semoga saja". ujarnya dengan lesu.
"Udah jangan lesu gitu, bukannya kamu beberapa jam lagi harus ke Italia menemui teman kamu". Ujar Mommy Lissa padanya.
"Heum ya sekalian aku ingin berkunjung ke tempat kakak sepupu". Ujar Cindy pada Mommy nya.
"Maafin daddy, seharusnya kamu menikmati masa kuliah mu dengan benar, tapi Daddy sudah memberatkan mU dengan pekerjaan". Ujar Mommy Lissa menatap sedih.
"Udah mom, gapapa kan Cindy masih bisa mengatur waktu". Ujarnya pada Mommy Lissa.
Kembali lagi pada Agatha yang baru saja sampai di depan lobi apartemen, ia tersenyum senang sekali jika mulai besok ia akan mulai bekerja, sambil mengelus perutnya Agatha berjalan menuju apartemen Elvira.
"Kak, Agatha pulang!!". Teriak Agatha saat membuka pintu.
"Ya ampun Agatha ,adik abangg kamu dari mana Heum!". Ujar seseorang membuat Agatha melotot.
"Abang Bryan, Abang Deon kalian kapan kesini?". Tanya Agatha menatap mereka.
"Heum itu bang, Agatha tadi ngelamar kerja dan langsung ke terima, besok Agatha mulai kerja". Jawab Agatha pada Deon.
"AGATHA! kamu tau kan kamu sedang hamil!! bisa ngga kamu jaga kandungan kamu, jangan membahayakan diri kamu dan kandungan kamu!!". Bentak Bryan membuat Agatha menunduk takut.
Selama hidupnya Agatha belum pernah dibentak bahkan oleh keluarga nya sendiri, tapi sekarang Agatha dibentak oleh orang yang sudah Agatha anggap menjadi abangnya sendiri, Elvira mengelus pundak Agatha yang menunduk tanpa sadar itu membuat air mata Agatha keluar.
Tanpa menatap kedua orang dihadapannya, Agatha masuk ke kamarnya dengan air mata mengalir, membuat Bryan tersadar dengan apa yang ia lakukan barusan, Deon pun tidak bisa membantu Bryan membujuk Agatha apalagi ibu hamil sangat sensitif.
"Kamu terlalu keras sayang, kamu tau sendiri Agatha tidak pernah dibentak oleh keluarga tetapi kamu malah membentaknya , sekarang mau bagaimana coba kalau Agatha marah padamu?". Tanya Elvira pada Bryan.
"Aku hanya khawatir padanya, aku tidak mau sampai terjadi sesuatu padanya syaang, tetapi seperti nya aku terlalu keras, hingga membuat Agatha menangis". Ujar Bryan menatap sendu kekasihnya.
"Sekarang kamu minta maaf sama Agatha, kamu juga Deon". Ujar Elvira pada mereka berdua.
"Loh kok gue? gue ga ikut ikutan ya Ra". Ujar Deon tak terima.
__ADS_1
"Kamu dulu kan yang bertanya pada Agatha". Ujarnya pada Deon.
"Baiklah baik". Ujar Deon lalu bangkit dari duduknya
Sedangkan Agatha dikamar masih menangis, karena ini kedua kalinya ia dibentak setelah kejadian itu terjadi padanya, Agatha pikir cukup keluarga nya yang membentaknya pada dirinya tetapi kini orang yang baru masuk dalam hidupnya membentaknya.
"Agatha buka pintunya sayang, maafin abangg". Ujar Bryan dari luar kamar.
"Sayang, buka pintu nya, kamu belum makan kan? mau abang masakin? enak loh sayang". Ujar Deon membuat Agatha langsung menatap pintu.
"Ayolah Agatha sayang , maafin abangmu yang tampan ini". Ujar Deon lagi membuat Agatha mengulum senyumnya.
"Iyaa sebentar". Ujar Agatha dari dalam.
Agatha Membuka pintu kamarnya dan terlihat lah Bryan dan Deon, Agatha menatap Deon terlebih dahulu lalu menatap Bryan akan tetapi hanya sebentar, Agatha menggandeng tangan Deon until ia tarik ke dapur, meninggalkan Bryan yang melongo melihatnya.
"Aish susah sekali mengerti wanita". Gerutu Bryan saat melihat sahabatnya berhasil membujuk Agatha.
"Makanya kalau membujuk wanita itu jangan gitu doang kamu tuh payah tau ngga sayang". Ujar Elvira dibelakang Bryan.
"Ihh Sayangg bantu aku dong". Rengek Bryan pada calon tunangannya.
"Ihh derita lo itumah". Ujar Elvira pergi meninggalkan Bryan.
"Ihh napa pada ninggalin gue sih". Ujarnya sambil menyusul mereka bertiga.
Agatha yang sedang melihat bagaimana Deon memasak langsung menoleh saat Bryan datang menghampiri nya, Agatha langsung mengambil jarak tetapi Bryan memegang tangannya membuat Agatha terdiam.
"Jangan marah lagi, maafin abang ya, abang cuman gamau kamu dan kandungan kamu kenapa napa sayang, maafin abangg". Ujar Bryan menatap sendu Agatha.
"Tapi abang bentak aku, abang tau sendiri aku gasuka dibentak bang". Ujar Agatha berkaca kaca pada Bryan.
"Iyaa maafin abang ya Tha, maafin abang, abang mohon". Ujar Bryan berjongkok dihadapan Agatha.
"Abang, berdiri sekarang, Agatha udah maafin abang kok". Ujar Agatha pada Bryan.
"Beneran?". Tanya Bryan pada nya.
__ADS_1
"Beneran abangg". Jawab Agatha padanya.
Bryan pun lega mendengarnya, ia pun ingin mendengar Agatha bercerita mengenai hari ini, Agatha tentu saja menceritakannya dengan semangat membuat Bryan tidak mau melihat Agatha menangis karena upahnya lagi.