Kisah Agatha & Family

Kisah Agatha & Family
Bab 71


__ADS_3

10 Tahun Kemudian..


Sudah selama bertahun tahun Alena tak kunjung menemui mereka apalagi putranya Angga tidak tersentuh pada orang lain kecuali keluarganya, Sagara menghampiri abangnya yang tengah melamun.


"Abangg". Panggilnya sambil duduk disamping Angga.


"Iyaa kenapa dek? ". Tanya Angga dengan tersenyum tipis.


"Abang boleh Adek tidur di paha abang?". Tanya Sagara dengan mata memelas padanya.


"Boleh dong dek, kenapa juga mesti engga boleh". Jawabnya dengan tersenyum tipis.


"Hihi makasih abang". ujar Sagara pada abangnya.


"Iyaa saMa saMa dek". Ujar Angga sambil mengelus rambut adiknya.


Dari jauh terlihat seseorang yang menatapnya dengan penuh kerinduan, cinta pertama nya sedang menunggunya sampai sekarang, namun ia tidak berani muncul dihadapan Angga karena ingin memastikan sesuatu.


"Maafin aku Angga". Gumamnya sambil menatap sedih.


"Sayang, kamu engga akan masuk ke dalam?". Tanya Bella pada anaknya.


"Engga mam, Alena hanya ingin melihat Angga dari jauh". Jawabnya pada Bella.


"Baiklah, sekarang kita pergi?". Tanya Bella pada anaknya.


"Iyaa mam". Jawabnya sambil memasuki mobilnya.


Sementara Angga, ia merasakan ada yang melihatnya dari jauh pun langsung menoleh, tidak ada siapapun menurutnya tetapi saat melihat mobil melewati perumahannya membuatnya terkejut, karena setau Angga hanya ada rumah kediaman Bramaskara.


"Apa jangan jangan itu orang jahat ya". Gumam Angga terdengar oleh Sagara.


"Mana orang jahatnya bang?". Tanya Sagara langsung bangkit dari tidurannya.


"Ah engga dek abang salah lihat". Jawab Angga pada adiknya.


"Heum beneran abang?". Tanya Sagara pada abangnya.


"Beneran dek, udah kamu tiduran lagi aja". Jawab Angga pada adiknya.


"Yaudah tapi kita pindah ke dalem ya bang". Ujar Sagara pada abangnya.


"Iyaa ayok dek". Ujar Angga padanya.


Agatha menatap kedua anaknya dengan pandangan penuh nanya, kini Agatha begitu dijaga ketat semenjak kejadian 10 tahun yang lalu hampir membuatnya tidak terselamatkan jika Vino tidak cepat membawanya ke rumah sakit, Angga dan Sanggara menghampiri bundanya yang tengah menatap mereka.


"Bunda kenapa natap kita?". Tanya Angga yang baru saja duduk.


"Bunda cuman pengen nanya aja sama kamu bang". Ujar Agatha padanya.


"Mau nanya apa emangnya bunda?". Tanya Angga pada bundanya.


"Kamu masih menunggu Alena sayang? ". Tanya Agatha pada anaknya.


"Iyaa abang masih menunggu Rora nya abang kembali bunda, mau selama apapun". Jawabnya pada bundanya.


"Emang kamu tidak menyukai gadis lain selain Alena sayang?". Tanya Agatha padanua anaknya.


"Engga ada bunda". Jawabnya pada sang bunda.

__ADS_1


"Setia banget anak bunda, tapi bagaimana jika Alena sudah memiliki kekasih?". Tanya Agatha menggoda anaknya.


"Ga mungkin bunda aku yakin itu". Jawabnya dengan tegas pada bundanya.


"Baiklah sayang bunda hanya bercanda saja tadi". Ujar Agatha pada anaknya.


"Yaudah Angga dan Sagara keruang tengah duluan ya bunda". Ujar Angga pada bundanya.


"Iyaa sayang nanti bunda nyusul ya". Ujar Agatha pada anaknya.


"Oke bunda". Sahut Angga pada bundanya.


Beberapa menit kemudian Agatha menghampiri anak anaknya yang berada di ruang tengah, sambil membawa cemilan untuk anak anaknya ngemil siang, membuat semua anaknya senang menatap cemilan yang dibawakan oleh Agatha ke ruang tengah terkecuali Angga yang hanya terdiam menatap bundanya.


Sampai kapan kamu akan membuat anak bunda seperti ini sayang. Batin Agatha begitu sedih menatap anaknya.


"Nah ini cemilan untuk anak cantik dan tampannya bunda". Ujar Agatha pada mereka berenam.


"Terimakasih bunda". Ujar mereka terkecuali Angga yang hanya menganggukkan kepalanya.


"Bagaimana cemilan yang bunda buat enak engga?". Tanya Agatha pada anak anaknya.


"Enak banget bunda, bunda hebat bisa buat keripik buah seenak ini". Jawab Indira pada bundanya.


"Iyaa benar apa yang dibilang sama Kak Dira bunda, enak bangett". Ujar Sagara padanya.


"Syukurlah kalau enak, yaudah habiskan ya". Ujar Agatha pada anak anaknya.


"Kalau dihabisin sekarang, nanti malem gimana dong bun?". Tanya Satya pada bundanya.


"Kan bunda udah nyetok sayang". Jawabnya membuat Satya tersenyum senang.


"Angga sayang menurutmu bagaimana? enak tidak? ". Tanya Agatha menatap anaknya.


"Enak kok bunda". Jawabnya pada bundanya.


"Tapi kenapa daritadi kamu diem aja sayang?". Tanya Agatha menatap putranya.


"Engga papa, abang cuman pengen diem aja bunda menikmati keripik buah bunda yang sangat enak ini". Jawabnya pada bundanya sambil tersenyum tipis.


"Baiklah kalau begitu, bunda tinggal dulu ya sayang mau ambil ponsel di kamar". Ujar Agatha diangguki oleh mereka berenam.


Sesampainya Agatha di kamarnya, ia langsung menatap ponselnya yang menyala membuatnya penasaran, ternyata yang mengirim pesan adalah Bella maminya Alena, Agatha membuka password ponselnya.


...Mami Alena...


...Online...


Tadi Alena melihat Angga dari kejauhan sebelum aku mendaptarkan Alena sekolah ditempat anak kembarmu bersekolah Tha


^^^Wahh kenapa engga masuk ke rumah aja sih? kan aku kangen banget sama Alena^^^


Alena yang engga mau, bahkan ia juga merubah namanya menjadi Alina entah apa yang akan ia lakukan saat disekolah nanti, bahkan aku dilarang untuk membongkar identitas yang sebenarnya..


^^^Ah seperti apa wajah Alina eh Alena sekarang, ada fotonya?^^^


Ada sebentar Tha


^^^Okee aku tunggu La^^^

__ADS_1



Ini foto Alena sekarang Tha, tapi di sekolah dia pakai wig pendek, sebentar aku kirim fotonya


^^^Wahh cantiknya Alena, saMa seperti kamu La, cantik bangettt, oke aku tunggu 😁^^^



Ini versi Alina



Dia juga jago main game sekarang Tha


^^^Wahh daebak 😍^^^


^^^SaMa seperti Angga lohh bentar aku kirimkan foto Angga yaa^^^


Okee aku tunggu



^^^Ini foto Angga yang sekarang 😁 gantengkan anakku La πŸ˜‚^^^



^^^Ini Angga lagi main game, sepertinya sama deh game yang mereka mainkan, bahkan sepertinya mereka tidak menyadari hal itu🀭^^^


Wahh keren, mereka sama sama pecinta game, baiklah Tha nanti aku kabari lagi ya, sekarang aku otw pulang


^^^Okee aku akan jaga rahasia tentang Alena yang menyamar jadi Alina dengan baik 😁^^^


Okee kalau gitu udah dulu, byee Agatha πŸ‘‹πŸ»


^^^Byee juga Bella πŸ‘‹πŸ»πŸ‘‹πŸ»^^^


Beberapa menit kemudian Agatha turun kembali ke bawah setelah selesai chattingan bersama Bella, membuat anak anaknya menoleh pada bundanya yang begitu lama mengambil ponselnya.


"Bunda ngambil ponsel apa ketiduran dikamar sih? lama banget?". Tanya Indira menatap bundanya.


"Iyaa bunda lama karena tadi ada yang mengirimkan bunda pesan, jadi keasikan deh maaf ya sayang". Jawab Agatha sambil duduk disamping putranya Angga.


"Siapa emang yang kirim pesan pada bunda?". Tanya Satya penasaran .


"Siapapun dia hanya bunda yang tau". Jawabnya sambil tersenyum tipis pada anaknya.


"Ih bunda pelit banget". Ujar Satya pada bundanya.


"Hahaah terserah bunda". Ujarnya tertawa kecil pada anaknya.


Semoga aja kamu bisa tahu tanpa harus diberitahu ya nak. Batin Agatha menatap putranya.


"Ada masalah bunda? sama muka aku?". Tanya Angga pada bundanya.


"Ah engga kok sayang". Jawabnya pada putranya .


"Heum. baiklah bunda". Ujar Angga sambil tersenyum tipis pada bundanya.


Mereka menonton acara televisi bersama sambil mengemil keripik buah buatan Agatha, mereka begitu asik tanpa menyadari kehadiran seseorang memasuki rumah.

__ADS_1


__ADS_2