Kisah Agatha & Family

Kisah Agatha & Family
Bab 6


__ADS_3

Agatha dan Sasha sedang memperhatikan materi di hadapannya, hingga beberapa menit kemudian pergantian dosen tiba, sambil menunggu dosen masuk mereka berdua berbincang bersama, begitupun dengan teman nya yang lain.


Waktunya permainan dimulai Hahah. Batin Sasha tertawa senang.


"Tha, nanti malam bisa ngga anter gue ke club malam, temen gue ngadain acara ulang tahun disana". Ujar Sasha menatap Agatha.


"Aku harus nanya pada abang dan orangtua ku dulu Sha". Ujar Agatha pada sahabatnya.


"Ah baiklah, aku tunggu aja ya nanti malem, jam 7". Ujar Sasha sambil tersenyum penuh arti.


"Oke nanti aku kabarin". Ujar Agatha tersenyum pada Sasha.


"Ah iyaa nanti kita pake gaun nya samaan yuk, beda warna aja sih". Ujar Sasha pada Agatha.


"Hm oke nanti aku kabarin ya Sha". Ujar Agatha pada Sasha.


Beberapa jam kemudian tak terasa, waktunya pulang pun tiba, Bintang sudah ada di depan kampus menjemput adiknya, Agatha yang melihat itupun langsung melompat untuk memeluk abangnya, untung saja Bintang dengan sigap menangkapnya.


"Abangg, nanti dirumah Agatha ingin membicarakan sesuatu pada kalian". Ujar Agatha pada abangnya.


"Yaudah ayok kita pulang sayang, mulai mendung tuh cuaca". Ujar Bintang pada Agatha.


"Okee bang, Sasha mau dianter?". Tanya Agatha padanya membuat Bintang mendelik.


"Gausah, abang buru buru, habis nganter kamu ke rumah, abang ada acara manggung". Bantah Bintang pada adiknya.


"Heum yaudah, maaf ya Sha gabisa antar kamu". Ujar Agatha pada Sasha.


"Iyaa gapapa kok Tha". ujar Sasha sambil tersenyum.


Setelah melihat kepergian mobil yang dibawa oleh Bintang, Sasha tersenyum smirk karena tidak sabar menunggu waktunya tiba, lagi dan lagi Vino menyadari senyuman Sasha itu, untung saja ia sudah mengumpulkan bukti satu persatu agar Sasha tidak lagi mengganggu Agatha.


Semakin curiga saja. Batin Vino menatap datar Sasha.


Sedangkan saat ini Agatha sudah sampai di rumah bersama abangnya Bintang, kedatangan Agatha dan Bintang membuat seseorang menoleh dan itu adalah orang yang sangat mereka rindukan siapa lagi jika bukan Felix Putra Argantara yang merupakan adik sepupu bundanya.


"Uncle Felix!! Atha kangen". Ujar Agatha memeluk uncle nya.


"Wah ponakan Uncle semakin besar semakin gemas saja". Ujarnya terkekeh.


"Uncle kemana aja sih?". Tanya Bintang padanya.


"Ada kok , hanya saja uncle sulit mendapatkan waktu luang, nah mumpung kerjaan Uncle hanya sedikit makanya baru bisa kesini". Jawab Felix padanya.


"Kapan Uncle akan nikah? udah mau masuk umur kepala 3 loh". Ujar Bintang menatap Felix.

__ADS_1


"Belum ada yang cocok, walaupun banyak yang mau sama uncle". Ujar Felix terkekeh.


"Dih uncle pede bangett". Ujar Agatha membuatnya tertawa.


"Bener apa yang dikatakan Bintang, kamu udah mau masuk umur 30 tahun loh ya walaupun satu tahun lagi sihh, tapi masa pas umur 30tahun kamu nanti masih belum nikah?". Tanya Felicia pada adik sepupunya.


"Ya mau bagaimana lagi kak, belum ada yang cocok". Jawab Felix pada Felicia.


"Emangnya kamu mau cari yang seperti apa sih Felix?". Tanya Dion yang baru saja pulang ke rumah.


"Wah abang, apakabar?". Tanya Felix memeluk Dion.


"Abang baik, jadi gimana kamu mau seperti apa sih? kriteria perempuan yang kamu idamkan?". Tanya Dion padanya.


"Heum adalah abang, nanti aku kasih tau, sekarang masih loading hehe". Jawabnya terkekeh pada Dion.


Beberapa jam kemudian Felix pamit pulang, kini tersisa keluarga Bramastian, Agatha menepuk jidatnya dengan kencang membuat semuanya menoleh menatapnya khawatir, Agatha nyengir saja ketika abangnya Reno menatapnya.


"Sayang kenapa jidatnya di tepuk? ada yang sakit?". Tanya Reno Khawatir.


"Ngga bang, ngga ada yang perlu dikhawatirkan, Agatha cuman lupa tadi kan Agatha ingin bicara pada kalian". Jawab Agatha pada Reno.


"Emang mau bicara apa syang?". Tanya Felicia pada anaknya.


"Agatha boleh ngga anter Sasha ke pesta ulangtahun temannya?". Tanya Agatha pada mereka.


"Katanya di club malam bang, aku lupa nanya soal siapa yang ulang tahunnya". Jawab Agatha dengan polos.


"Ngga, abang ngga izinin kamuu pergi anter Sasha". Ujar Reno tegas.


"SETUJU". Ujar ketiga abangnya yang lain.


"Kalian kenapa sih? biarin aja kan Sasha juga sahabatnya Agatha". ujar Felicia menatap heran.


"Ayolah bunda, club malam itu berbahaya bagi Agatha". Ujar Reno padanya.


Agatha hanya diam, sebenarnya ia belum pernah sama sekali ke club malam, seperti apa club malam itu? Agatha penasaran tetapi mendengar abangnya mengatakan bahaya, berarti tempat itu akan membuatnya hancur gitu? pikirnya.


"Sayang, anak bunda yang cantik, kenapa?". Tanya Felicia menyadarkan lamunan Agatha.


"Ngga apa apa kok bunda". Jawab Agatha sambil tersenyum pada bundanya.


"Kalau kamu mau mengantar ulang tahun temannya Sasha, boleh saja asal harus ada bodyguard yang menjaga kamu". Ujar Reno membuat Agatha menoleh.


"Beneran bang? gapapa?". Tanya Agatha padanya.

__ADS_1


"Iyaa benar syaang". Jawab Reno padanya.


"Makasih ya abang abangku yang ganteng". Ujar Agatha memeluk para abangnya.


Sedangkan saat ini Sasha sedang menantikan kabar dari Agatha dengan tidak sabar, hingga terdengar suara pesan masuk ia melihat namanya dan segera ia buka pesan tersebut yang memang dari Agatha.


...****** 😒...


...Online...


Sasha, mereka ngebolehin aku antar kamu


...Wah Baguslah, nanti gue samper lo ya ke rumah...


Oke Sha


^^^Btw ganti bajunya di rumah gue aja Tha^^^


Baiklah.


Akhirnya masuk ke dalam jebakan. Batin Sasha senang.


Beberapa jam berlalu, kini Agatha dan Sasha sudah berada di sebuah club malam, akan tetapi Agatha kok merinding karena banyak yang bercumbu mesra, bahkan ia tidak melihat ada nya oesta ulang tahun tetapi saat Agatha akan bertanya ia sudah pingsan karena dibekap oleh Sasha.


"Kalian, bawa cewek ini ke kamar yang udah gue siapin, jangan lupa video serta fotonya kirim ke gue". Ujar Sasha pada seseorang.


"Siap boss". Ujar mereka pada Sasha.


"Hahaha gue seneng, akhirnya datang juga hari ini". Ujar Sasha tertawa.


"Cewekk, sendirian ajaa". Goda seseorang pada nya.


Karena gue lagi seneng, biarin aja gue merayakan keberhasilan ini bersama dengannya. Batin Sasha menatap cowok di depannya.


Sedangkan Agatha kini sudah berada di kamar, akan tetapi seperti mereka salah mengantar Agatha, karena seharusnya nomor kamar 209 mereka malah memasukan Agatha ke kamar 206 karena angkanya terbalik.


Agatha merasakan tubuhnya begitu panas, karena tadi sebelum dimasukan ke kamar Agatha diberikan obat perangsang, sekujur tubuhnya panas dan saat itu ia menatap seorang pria wajahnya sangat sulit ia kenali karena gelap.


"Heumm ahh bantu akuuhh". Desah Agatha.


"Baiklah kamu yang memintanya". Ujar pria tersebut langsung menindih Agatha.


"Ahhk sakitt". Teriak Agatha langsung saja pria tersebut mencium bibir Agatha dengan lembut.


"Ahhh enak, teruss". Desah Agatha membuat pria tersebut makin bersemangat.

__ADS_1


Hingga beberapa jam kemudian mereka tepar dan hidup Agatha mulai kacau, ya saat malam itu Sasha langsung mengabari keluarga Agatha bahwa Agatha melakukan hal yang menjijikkan, bahkan ia mengirim foto serta video.


Nikmati penderitaan lo AGATHA. Batin Sasha senang.


__ADS_2