
Agatha mendatangi sekolah anaknya karena dipanggil oleh wali kelas anaknya, sesampainya di sekolah semua mata tertuju pada Agatha karena di umurnya yang sudah memasuki kepala tiga, tetapi ia masih terlihat seperti anak remaja.
Wahh siapa itu? kok kita baru lihat ya?
Apa orangtua si murid baru itu ya?
Kayanya sih
Tapi wajahnya engga mirip deh
Berarti orangtua kelima anak genius itu
Bisa jadi sih
Agatha mendengar dengan jelas apa yang mereka bisikan, karena suaranya bukan seperti berbisik melainkan bicara normal, Agatha melihat kelima anaknya serta Alena di ujung sana hendak menghampiri mereka tetapi pipinya tertampar .
Kelima anaknya serta Alena terkejut melihat bundanya ditampar orang lain, begitupun Agatha yang merasakan pipinya memanas karena ditampar dengan keras oleh seseorang, Agatha menatap orang yang menamparnya dengan tajam.
"Atas dasar apa kamu menampar saya?!!". Tanya Agatha dengan amarah padanya.
"Kamu kan selingkuhan suami saya". Ujarnya pada Agatha.
"Apaa? ngga salah denger? Hello saya datang kesekolah ini untuk bertemu anak saya!!". Teriak Agatha pada wanita dihadapannya.
"Ah dasar ****** kamuu!! kamu yang membuat suami saya menyueki saya kan!! NGAKU aja!!" . Teriaknya sambil menarik rambut Agatha.
"Lepas!! kalau tidak kamu akan menyesal seumur hidupmu!!". Teriak Agatha padanya.
"Memangnya kau itu siapa?". Tanya wanita tersebut meremehkan Agatha.
Hendak menjawab tetapi wanita tersebut langsung menarik rambutnya kembali, membuat seorang pria paruh baya yang melihat kejadiannya dari jauh merasa kesal pada wanita tersebut.
"HENTIKAN!!". Teriaknya membuat wanita tersebut menghentikan aksi menarik rambut Agatha.
"Pak Dion". Ujarnya dengan gugup.
"Apa yang kau lakukan pada Putriku?!!". Tanya Dion dengan keras padanya.
"Apa? dia putri bapak?". Tanya wanita tersebut merasa terkejut.
"Benar, dia adalah Putriku Agatha Christie Bramastian". Jawabnya dengan tegas.
"Dan kamu bilang tadi, putriku selingkuhan? asal kamu tau, suaminya saja lebih tampan dari pada suami mu". Ujarnya pada wanita tersebut.
"Sayang, kamu ada yang luka?". tanya Dion pada putrinya.
__ADS_1
"Sedikit perih sih Yah, soalnya pipiku di tampar dengan keras oleh nya dan juga rambutku berantakan jadinya garagara dia". Ujarnya dengan kesal pada ayahnya.
"Minta maaf kamu pada anak saya!!". Teriaknya pada wanita tersebut.
"Mom, mommy ngapain sih nyari ribut? malu maluin tau engga? asal Mommy tau, selingkuhan daddy itu sahabat mommy Sendiri!!". Teriaknya pada Mommynya.
"Maksud kamu apa Keyla?". Tanya wanita tersebut pada anaknya yang bernama Keyla Ayunda Putri Sandrina
"Nanti aku jelaskan dirumah, sekarang lebih baik mom minta maaf pada Aunty Agatha". Ujarnya pada Mommy nya.
Wanita tersebut menatap Agatha dengan pandangan merasa bersalah, Agatha yang melihat tatapan tersebut mengerti jika wanita dihadapannya hanya diliputi rasa amarah, Agatha memaafkannya dengan tulus.
"Lain kali cari tau dulu keberannya ya mbak". Ujar Agatha sambil tersenyum tipis pada nya.
"Terimakasih sebelumnya". Ujarnya sambil tersenyum pada Agatha.
"Kisah mU saMa denganku dulu, ditusuk dari belakang oleh sahabat sendiri, bedanya kamu sudah menikah sedangkan aku dulu masih duduk di meja kuliah". Ujarnya sambil tersenyum miris.
"Ah nasib kita memang hampir sama, kalau gitu maafkan aku sekali lagi sudah menampar dan menjambak rambutmu". Ujarnya pada Aagtha dengan perasaan bersalahnya.
"Sudah, aku sudah memaafkan, kalau begitu aku permisi menghampiri anak anakku dulu ya, Key gabunglah dengan kelima anakku dan juga Ale eh Alina maksudnya". Ujar Agatha sambil mengelus rambut Keyla membuatnya tertegun.
Sangat lembut. Batinnya saat Agatha mengelus rambutnya.
Sementara itu, kelima anak serta Alena sedang menunggu Agatha yang menghampiri mereka namun sebelumnya Agatha merapihkan penampilan akibat kejadian tersebut, Angga bertanya dengan khawatir pada sang bunda membuat Agatha tersenyum tipis pada anaknya.
"Ngga papa gimana bunda? tadi bunda ditampar da dijambak oleh tante tadi". Ujarnya dengan kesal pada bundanya.
"Sudah sayang, jangan marah marah, lagian kalau bunda diposisi nya, pasti bunda juga akan sama melakukan seperti itu pada orang yang berani mendekati ayah kalian". Ujarnya sambil tersenyum pada anaknya.
"Heum benar apa yang dibilang sama bunda bang, jangan sampai bunda mengalami hal yang seperti tante tadi alami". Ujar Satya pada adik kembarannya.
"Bunda mengalaminya hanya saja beda kasus". Ujar Athara yang sedaritadi diam saja.
"Udah STOP, kenapa jadi bahas bunda sih, bunda kesini kan mau rapat syang, dimana ruang kelas kalian?". Tanya Agatha pada anak anaknya.
"Ayo kita antar aja bunda, takutnya ada kejadian seperti tadi lagi". Ujar Indira pada bundanya.
"Benar apa yang dibilang oleh Adek bun". Ujar Marcello pada bundanya.
"Yaudah ayok kita ke kelas kalian". Ujar Agatha pada mereka berlima.
Sementara Alina diwakilkan Aunty Riani yang merupakan sepupu jauh mami nya, bahkan hanya Agatha dan Vino yang mengetahui tentang Riani karena keenam anaknya tidak ada yang mengetahuinya.
"Aunty cantik bangett sih, mirip seperti Aunty Bella". Ujar Indira membuat Agatha menegang begitipun dengan Alena.
"Ah, Aunty Bella siapa sayang?". Tanya Riani pada Indira sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
"Ah lupakan saja Aunty hehe". Ujarnya sambil cengengesan pada Riani.
"Eum baiklah kalau begitu". Ujarnya sambil tersenyum tipis pada Indira.
"Aku yakin banget, Aunty Riani mirip banget sama Aunty Bella, maminya Alena". Gumam Indira terdengar oleh Angga.
"Dek jangan ngaco deh". Ujarnya pada adiknya.
"Haa? ngaco gimana sih bang?". Tanya Indira sambil mengangkat halisnya.
"Ngga, ngga papa kok Dek". Jawabnya pada adiknya.
"Beneran nih? abang ngga boleh bohong loh sama aku". Ujar Indira pada abangnya.
"Udah jangan bahas lagi dek, kita keluar kelas aja, rapat orangtua akan dimulai". Ujar Angga mengajak adiknya.
"Yaudah ayok bang". Ujar Indira pada abangnya.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di sebuah taman sekolah, Alena duduk bersama Indira sedangkan yang lain berada disebrang mereka, Indira menyandarkan kepalanya di bahu Alena, membuat Angga memandang Alena dengan tatapan sulit di mengerti.
"Sstt, dek ngapain tatap Alina seperti itu?". Tanya Athara padanya.
"Engga abang salah liat kali". Ujarnya mengelak pada abang kembarannya.
"Ah ngga mungkin abang salah liat". Ujarnya pada adiknya.
"Terserah kalau abang ngga percaya, yang jelas a-aku ngga ngeliatin Alina". Ujarnya dengan datar.
"Yayaya baiklah abang percaya". Ujarnya pada adik kembarannya.
Ting!
...Unknown Number...
...Online...
Gaga, apa kamu tidak merindukanku?
Deg!
Angga menatap sekelilingnya, sungguh ia menerima kembali pesan yang membuatnya selalu merasa kesal setengah mati.
...****************...
Tak terasa besok puasa Ramadhan yang ke 6 ya guys :) rasanya baru kemarin puasa pertama tuh, semoga kalian selalu lancar dalam menjalani ibadah puasa ini, aamiin yaa rabbal'alamin :)
Maaf juga ya guys, kebiasaan author selalu lama update bukan disengaja kok', tapi emang terkadang ketiduran terkadang males ngetiknya karena belum ada ilustrasi di pikiran authornya , jadi maaf sekali lagi guys sumpah bulan puasa banyak godaan nya initeh duh ahðŸ˜ðŸ˜
__ADS_1
Jangan lupa juga Like and Comment juga Vote ya gays, terimakasih :)