
Empat bulan kemudian..
Hari ini adalah tepat Alena berjanji pada kedua orangtuanya akan jujur serta menjelaskan apa alasannya selama ini, ya tepat sekali dengan ulang tahun sikembar lima anak Agatha dan Vino.
"Sebelumnya aku mau mintaa maaf sama kalian semua, bukan maksud aku membohongi kalian semua". Ujarnya sambil menunduk.
"Langsung jelasin aja Al". Ujar Satya pada Alena.
"Baiklah aku akan langsung menjelaskan pada kalian semua". Ujar Alena pada mereka.
"Okee, sekarang jelaskan". Ujar Angga dengan datar pada Alena.
"Baiklah baiklah sabarr". Ujar Alena pada Angga.
Alena pun menjelaskan secara rinci dari awal hingga akhir, membuatnya merasa haus untung saja Indira dengan sigap memberikannya minum, Angga sudah lebih baik semenjak penusukan diperutnya.
Alena saMa sekali tidak diberitahu oleh yang lainnya, selama menjenguk Alena pun Angga selalu tersenyum tipis sambil menahan luka tusukan diperutnya, untung saja Alena tidak banyak bertanya pada Angga.
"Sekarang ngga boleh ada banyak rahasia diantara kita, kalau ada apa apa langsung cerita aja, okee". Ujar Indira pada mereka.
"Okee". Ujar mereka kecuali Angga yang menganggukkan kepalanya.
"Gaga, kenapa kamu diam aja daritadi? kamu engga maafin aku Ga?". Tanya Alena pada Angga.
"Aku maafin kamu kok Ra". Jawabnya pada Alena.
"Beneran Ga? kamu ngga bohongkan?". Tanya Alena pada Angga.
"Ya beneran Ra ,ngapain aku bohong sama kamu". jawabnya pada Alena.
"Heum iyaa deh aku percaya sama kamu". Ujar Alena pada Angga.
"Baguss, kamu harus percaya sama aku Ra!!". Ujarnya dengan sedikit berteriak membuat Alena serta yang lainnya terkejut.
"Biasa aja kali bangg". Ujar Indira sambil mengusap dadanya pada sang abang.
"Haha maaf ya dek". Ujar Angga pada adik kembarannya.
"Heum iya gapapa deh bang". Ujar Indira pada abangnya.
"Bagus kalau begitu". Ujarnya sambil tersenyum tipis pada adik kembarannya.
Beberapa jam kemudian Angga serta yang lainnya berpamitan pada Alena untuk pulang, Alena hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum tipis pada mereka semua, selama dalam perjalanan pulang Angga terlihat menahan sakit diperutnya yang memang terbuka kembali saat Alena memeluknya dengan erat.
__ADS_1
"Bangg, ada darah di baju bangg!!". Teriak Indira saat menoleh pada abangnya.
"Astaga, kita harus ke rumah sakit mas". Ujar Agatha yang juga melihat darah mengalir diperut anaknya Angga.
"Okee sayang, kalian tenang ya, jangan panik". Ujar Vino pada mereka.
"Iyaa cepetan mas, kasian Angga". Ujar Agatha pada suaminya.
"Iyaa sayang, tenang yaa sayangg". Ujar Vino yang sedang melajukan mobilnya dengan kencang.
"Sayang, tahan ya". Ujar Agatha pada anaknya.
"Iya bunda". Ujarnya dengan lemah pada sang bunda.
"Kok bisa sih belum kering kering itu luka nya?". Tanya Athara sambil menatap baju kembarannya.
"Mungkin terkena angin ataupun air". Jawab Satya pada kembarannya.
"Heum bisa jadi bang". Ujar Athara pada abangnya.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah sakit, terlihat Bryan dan Deon yang sedang berbincang menoleh pada mereka tetapi yang membuat keduanya terkejut adalah Angga yang terdapat begitu banyak darah dibajunya.
"Vin, luka jahitan nya kebuka lagi?". Tanya Bryan pada Vino.
"Iyaa kayanya Yan, coba lo periksa dia Yan". Jawabnya pada sahabatnya.
"Okee siap bro". Ujar Deon yang berlari ke arah Bryan yang sedang akan memeriksa Angga.
"Semoga aja luka abang ngga terbuka parah". Ujar Indira pada mereka.
"Iyaa semoga sayang". Ujar Agatha pada anak perempuannya.
"Seandainya Alena tau pasti dia sedih banget lihat keadaan abang". Ujar Indira pada bundanya.
"Pastinya sayang, maka dari itu kita jangan kasih tau keadaan abang kamu sayang". Ujar Agatha pada anaknya.
"Okee siap bunda". Ujar mereka pada bundanya.
Beberapa menit kemudian Angga selesai diperiksa oleh Bryan dan Deon, kini mereka tengah berada diruangan Angga karena anaknya terlihat sangat lemah, membuat Agatha merasa sedih melihatnya tetapi itu langsung membuat Angga menghapus air mata sang bundanya .
"Bunda, aku ngga papa kok jangan sedih yaa, doain aja semoga aku kuat selalu ya bunda". Ujarnya pada sang bunda.
"Kamu harus benar benar sembuh sayang bunda engga mau terjadi sesuatu pada kamu, paham". Ujar Agatha pada anaknya.
__ADS_1
"Okee siap paham bunda". Ujar Angga pada bundanya.
"Cepatlah sembuh, bukannya kamu dan Alena serta para kembaran kamu sebentar lagi ujian sekolahkan". Ujar Agatha pada anaknya.
"Iyaa semoga saja bunda". Ujar Angga pada sang bundanya.
"Iyaa makanya jangan bandel deg abang itu, kalau disuruh sama bunda jangan mandi dulu ya jangan, tapi kamu tetap saja mandi, jadi lukanya lama keringnya sayang". Ujar Agatha pada anaknya.
"Hahaha iyaa deh maafin Angga ya bunda, bunda Angga tidur dulu ya ngantuk". Ujar Angga pada bundanya.
"Mungkin efek obat sayang, udah ya jangan banyak tanya ataupun bicara apapun pada Angga, kasian dia sayang". Ujar Vino saat melihat istrinya hendak bertanya pada anaknya.
"Huftt baiklah, tidurlah sayang, maafkan bunda yang banyak bicara ini ya sayang, tapi sungguh bunda tidak mau terjadi apapun pada kamu begitupun pada yang lainnya". Ujar Agatha dengan lembut pada anaknya.
"Baiklah bunda aku akan selalu ingat perkataan bunda". Ujarnya sebelum akhirnya tertidur karena efek samping dari obat yang disuntikkan oleh Bryan.
Beberapa jam kemudian mereka pulang ke rumah karena Angga sudah terbangun dari tidurnya, selama dalam perjalanan Angga kembali tertidur karena masih mengantuk membuat yang lainnya hanya diam karena tidak mau mengganggu Angga beristirahat pikir mereka.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah kediaman nya, Agatha membangunkan anak anaknya untuk turun dari mobil dengan pelan, Angga terlihat membuka matanya, ia menatap dari kaca mobil sebelum akhirnya turun dari mobil dibantu oleh para saudaranya.
"Terkadang abang tuh nyebelin tapi ngangenin tau engga bang". Ujar Indira pada abangnya.
"Kenapa memangnya?". Tanya Angga dengan pelan pada kembarannya.
"Gapapa bangg". Jawabnya sambil memalingkan wajahnya.
"Aish pelit amat sama abang, katanya ngga boleh lagi ada rahasia loh". Ujar Angga pada adik kembarannya.
"Itu berbeda kalau sama abang". Ujarnya pada Angga.
"Hem baiklah kalau begitu". Ujar Angga pada kembarannya.
...****************...
Nulis Bab \= 07 April 2023
Update Bab \= 08 April 2023
Semangat terus ya gays, menjalani ibadah puasa Ramadhan 1444 Hijriyah nya :)
Ngga kerasa lebaran 13 hari lagi ya gays :( Maaf kalau author banyak kesalahan ya :)
Author mulai lanjut ngetik jam 15.40 sore gays, jadi maaf kalau telat lagi updatenya hehe karena kemarin nulis baru ada 200 kata sekarang dilanjut sambil update juga sih hehe :)
__ADS_1
Seperti biasa aku lanjut lagi nulis jam 7 malam sepulang kerja gays, jadi maaf kalau lama ya karena aku juga bukan hanya menulis satu bab untuk satu novel tapi ada tiga novel gays, jadi aku selang seling nulisnya gays hehe :)
Jangan lupa Like and Comment juga Vote nya ya guys :) Jangan lupa tambahkan karyaku ke Favorit kalian ya :) Terimakasih sebelumnya ya gays :) Kalian memang thebest :)