Kisah Agatha & Family

Kisah Agatha & Family
Bab 76 (Khusus Anak Anak)


__ADS_3

Alina lebih tepatnya Alena sedang duduk dikursi taman belakang sekolah sendirian, ia menulis sesuatu dibukunya yang sedari kecil selalu menjadi tempat ia mencurahkan isi hatinya apalagi semenjak mengenal keluarga besar Bramaskara.


"Gue tau lo Alen yang gue kenal kan". Ujar seseorang membuat Alena tertegun.


"A-appa yang kamu maksud?". Tanya Alena berusaha untuk tidak gugup.


"Jangan gugup gitu, gue tau lo Alena". Ujarnya pada Alena.


"Alena? siapa yang kamu maksud? nama aku Alina Athara". Ujarnya pada Athara.


"Udah dehh ngga usah bohong lagi sama gue, gue udah tau lo itu adalah Alena". Ujar Athara pada Alena.


"Apaan sih gajelas banget". Ujarnya sambil berlalu dari hadapan Athara.


"Dasar Alena, kenapa harus berbohong segala sih". Ujar Athara menatap Alena dari jauh.


Athara memilih pergi ke taman menghampiri para saudaranya, terlihat Indira yang sedang memakan ice cream kesukaannya, dengan cepat Athara duduk disamping adiknya sebelum Alina duduk.


"Ihh abangg main serobot aja". Ujar Indira pada abangnya.


"Biarin aja sih kan abang pengen duduk dekat sama adek abang yang cantik ini". Ujar Athara pada adik kembarnya.


"Wah pasti ada maunya nih muji aku cantik, iyaa kan?". Tanya Indira pada abangnya.


"Dih engga ya dek". Jawabnya pada Indira.


"Jangan bohong deh bang". ujar Indira pada abangnya.


"Abang ngga bohong dek". Ujarnya pada adik kembarannya.


"Heum masa? aku ngga percaya ya abang ngga bohong". Ujar Indira padanya.


"Terserah kamu aja deh dek". Ujar Athara pada adiknya.


Sedangkan Alina hanya menatap Athara dengan tatapan sulit di artikan, membuat Athara langsung menatap balik Alina dengan seringai di bibirnya, Alina bergidik ngeri melihat tatapan Athara yang seperti itu membuat Indira menatap Alina.


"Abang jangan tatap Alina kaya gitu dong, Alina ketakutan bang" Ujarnya pada Athara.


"Iyaa deh maaf ya dek". Ujar Athara pada adik kembarannya.


"Minta maaf nya sama Alina bukan aku abang". Ujar Indira pada abangnya.


"Iyaa Iyaa, gue minta maaf ya Al". Ujar Athara sambil tersenyum tipis pada Alina.


"Iyaa ngga papa kok Atha". Ujarnya pada Athara.


"Loh kok manggilnya Atha? kemarin masih lengkap manggil dia Athara? apa kamu Alena?". Tanya Indira padanya.

__ADS_1


"Kenapa kalian selalu menyangkut pautkan dengan Alena? memangnya siapa Alena!!?". Tanya Alina seolah pura pura marah pada mereka semua.


"Aduh Alina, jangan marah dongg, maafin aku ya Alina, please jangan marahh". Ujar Indira sambil memelas pada Alina.


"Tau ah kalian nyebelin semua". Ujarnya sambil berlalu pergi dari sana meninggalkan mereka.


"Abang sih ah, jadi Alina marah". Ujar Indira pada Athara.


"Loh kok nyalahin abang sih? kan kamu yang bilang nama Alena ". Ujar Athara pada adik kembarannya.


"Gamau tau, pokoknya salah abangg". Ujarnya dengan kesal.


"Lah dek, kok jadi abang sih, abang ngga ada bilang kalau dia Alena kan, kamu sih yang bikin dia marah". Ujar Athara pada adiknya.


"Udah deh kalian jangan bertengkar, mending sekarang masuk kelas". Ujar Angga pada mereka berdua.


"Okee". Ujar mereka berdua pada Angga.


Sesampainya di kelas, terlihat Alina yang sedang membaca buku pelajaran PPKN, Indira langsung menghampiri Alina dan Alina langsung memalingkan wajahnya, membuat Indira cemberut melihatnya. Angga yang tak tega melihat adiknya cemberut pun menghampiri Alina.


"Al, kamu ngga boleh diemin adik aku". Ujar Angga dengan wajah datarnya.


"Emangnya kenapa? bukannya banyak teman kalian disini?". Tanya Alina tanpa menatap Angga.


"Masalahnya adik aku pengennya sama kamu Al, please jangan bikin adik perempuanku satu satunya sedih, aku ngga suka". Jawabnya dengan datar namun membuat yang lain terkejut.


"Wahh 18 kata, peningkatan nih bang". Ujar Marcello pada Angga.


"Biarlah gimana aku aja bang". Ujar Marcello pada Athara.


"Yayaya gimana kamu aja". Ujar Athara pada adik kembarannya.


"Alina, maafin Dira dongg, jangan diemin Dira kaya gini, Dira ngga mau Alina ihh". Rengek Indira sambil memeluk lengan Alina.


"Heum yaudah aku maafin kamu kok Ra". Ujar Alina sambil tersenyum tipis pada Indira.


"Wahh makasih yaa Alinaa!!". Teriak Indira dengan kegirangan pada Alina.


"Iya saMa saMa Dira". Ujar Alina pada Indira.


Beberapa menit kemudian pembelajaran dimulai, terlihat Alina yang fokus menulis inti dari yang diterangkan oleh guru tersebut, hingga beberapa jam kemudian bel pulang pun berbunyi membuat Indira serta yang lainnya membereskan perlengkapan sekolah mereka.


"Alina". Panggil Indira membuatnya berhenti melangkahkan kaki.


"Iyaa kenapa Ra?". Tanya Alina pada Indira.


"Kapan dong aku boleh main ke rumah kamu?". Tanya Indira pada Alina.

__ADS_1


"Heum kapan kapan ya Ra, soalnya sekarang aku gabisa ajak kamu main ke rumah, gapapa kan?". Tanya Alina pada Indira.


"Iyaa ngga papa kok Alina". Jawabnya pada Alina.


"Yaudah aku duluan ya Ra, kamu hati hati nanti pulangnya, bye Ra". Ujar Alina pada Indira.


"Iyaa Alina, kamu juga hati hati ya pulangnya, bye juga Alin". Ujar Indira sambil tersenyum pada Alina.


Setelah melihat kepergian Alina, Indira menunggu para saudaranya di depan gerbang hingga beberapa menit kemudian sampailah mobil Uncle Radit, terlihat Bara merupakan anak kedua Radit dan Tamara sedang berada digendongan Tamara.


"Wah gemasnya adik aku inii". Ujar Indira mencium pipi gembul Bara.


"Iyaa dongg kak, menggemaskan karena masih bayi". Ujar Tamara sambil terkekeh.


"Ihh Aunty Mara bisa aja". Ujar Indira sambil terkekeh juga padanya.


"Yaudah kalian masuk kedalam mobil". ujar Radit pada mereka semua.


"Okee siap Uncle". Ujar mereka kecuali Angga yang hanya menganggukkan kepalanya.


"Bagaimana sekolah kalian?". tanya Tamara pada ponakannya.


"Baik baik aja ,seru banget loh aunty apalagi ada Alina yang jadi teman aku". Jawab Indira pada Aunty nya.


"Oh ya? siapa Alina? Aunty baru dengar". Ujar Tamara pada Indira.


"Yakan aku baru bilang makanya Aunty baru dengar". Ujar Indira padanya.


"Haha benar juga ya sayang"..Ujar Tamara sambil terkekeh pada ponakannya.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah kediaman Bramaskara, terlihat Bara yang sudah terlelap dilahunan Indira sedangkan Indira sendiri juga tertidur karena merasa lelah, Vino yang melihat itupun langsung menghampiri mereka.


"Ada apaa dengan putriku?". Tanya Vino pada Radit.


"Dira ngga papa kok, dia cuman lagi tidur aja Vin, santai aja". Jawabnya pada Vino.


"Oh gitu ya, syukur deh kalau begitu". Ujar Vino sambil menghela nafasnya lega.


"Yaudah sini biar Angga aja yang gendong Dira, ambil aja Bara dari lahunan Dira". Ujar Angga pada Uncle Radit.


"Yaudah sok aja, Uncle bawa Bara masuk ke dalam rumah". Ujarnya diangguki oleh Angga.


Mereka semua memasuki rumah kediamanan Bramaskara, Agatha yang menggandeng tangan Sagara sedangkan Tamara menggendong anaknya Bara yang masih terlelap tidurnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Maaf kemarin kecapean banget, jadinya aku engga update novelnya :)

__ADS_1


Maaf ya semuanya, kerjaan di toko lumayan banyak jadinya kadang pulang ke rumah langsung ketiduran:(


Jangan lupa juga Like, Comment and Votenya ya guys:) terimakasih :)


__ADS_2