
Agatha menatap perutnya yang kini lebih besar padahal baru saja memasuki usia 7 bulan, Vino yang melihat saja ngeri membuat ia berpikir berapa jumlah anak yang ada didalam perut Agatha karena besarnya tidak biasa. Vino menghampiri Agatha yang asik mengusap perutnya.
"Sayang ,kamu ngga ngeri ngusapnya? gede banget loh apalagi nanti 9bulan". Ujar Vino sambil bergidik.
"Bukan masalah ngeri nya sekarang kak, tapi apakah kamu nanti kuat menggendong badan aku kak?". Tanya Agatha pada Vino.
"Pastinya kuat lah sayang". Jawab Vino pada Agatha.
"Beneran nih?". Tanya Agatha sambil menggoda Vibo.
"Beneran syaang ih, udah jangan tatap aku kaya gitu". Ujarnya pada Agatha.
"Iyaa deh ngga akan tatap kak Vino lagi". Ujar Agatha sambil memalingkan wajahnya.
"Ya engga gitu juga sayang". Rengek Vino pada Agatha.
Agatha yang melihat itupun tertawa, ia tidak menyangka akan melihat sifat Vino yang lain, karena biasanya akan menatap Agatha dengan tatapan dingin dan datarnya, tetapi kini Vino terlihat berubah semenjak mengetahui Agatha hamil anaknya.
"Oh ya Kak, aku lupa deh". Ujar Agatha padanya.
"Lupa kenapa sayang?". Tanya Vino padanya.
"Kakak nemu kalung aku kan? sekarang kalungnya mana?". Tanya Agatha sambil menatap Vino.
"Kalungnya ya, bentar sayang". Ujar Vino sambil berlalu pergi menuju kamar.
"Ada kak?". Tanya Agatha pada Vino.
"Ada nih sayang". Jawab Vino pada Agatha.
"Wah akhirnya kalung aku kembali". Ujar Agatha memeluk kalung tersebut.
"Nih buat kamu". Ujar Vino mengeluarkan sesuatu dari dalam tas.
"kak ini buat aku?". Tanya Agatha masih tertegun.
"Iyaa buat kamu sayang". Jawab Vino pada Agatha.
"Tapi kayanya mahal ya kak". Ujar Agatha menatap Vino.
"Mahal ngga nya ngga penting buat aku, yang penting kamu suka apa ngga, coba buka". Ujar Vino pada Agatha sambil tersenyum.
"Baiklah Agatha buka ya kak". Ujar Agatha diangguki oleh Vino.
Agatha melihatnya merasa terharu karena ia suka bentuk love, Vino tersenyum pada Agatha membuat sang empunya memeluk Vino, sungguh Agatha merasa terharu karena Vino membelikan seperangkat emas untuknya.
"Gimana suka?". Tanya Vino pada Agatha.
"Suka banget kak', makasih ya kak". jawab Agatha yang masih memeluk Vino.
"Iyaa saMa saMa sayang". Ujar Vino sambil mengelus rambut Agatha.
"Agatha pengen pake semuanya kak, tapi kalung yang ini gimana dong?". Tanya Agatha sambil menunjukkan kalung yang ia pegang.
__ADS_1
"Kamu bisa menyimpannya untuk anak kita sayang". Jawab Vino pada Agatha.
"Ah benar juga, tolong pasangin kalungnya kak". Ujar Agatha diangguki oleh Vino.
"Udah sayang, sini kalung yang itu kakak simpan". Ujar Vino pada Agatha.
Agatha memberikan kalungnya pada Vino, sambil menunggu Vino kembali ke ruang tengah, Agatha memainkan ponselnya sambil tersenyum karena merasa senang dengan apa yang diberikan oleh Vino pada nya, ia tiba tiba merindukan Elvira.
Ting!
...Kak Elvira...
...Online...
Agatha, apakabar ? kakak kangen sama kamu, biasanya kita makan berdua, tetapi sekarang kakak makan sendiri lagi deh 😢
^^^Agatha Baik kak, kakak gimana kabarnya? sama Agatha juga kangen sama kakak, tapi Agatha harus pergi dari Paris karena bahaya kak, maafin Agatha ya kak 😢^^^
Kakak baik sayang,Iyaa gapapa Agatha yang penting kamu baik baik aja sekarang, jangan banyak pikiran ya, ingat kandungan kamu Tha.
^^^Iyaa kak, siap laksanakan^^^
Agatha menyimpan ponselnya saat Vino duduk disampingnya, sungguh Agatha tidak sabar dengan kelahiran anaknya dengan Vino, ya walaupun Agatha awalnya benci pada Vino tetapi lama kelamaan tumbuh rasa cinta Agatha pada Vino.
"Kenapa kamu liat kakak kaya gitu?". Tanya Vino pada Agatha.
"Pengen aja, kenapa emangnya? ngga boleh?". Tanya Agatha padanya.
"Tentu saja boleh sayang, kenapa harus ga boleh". jawab Vino sambil tersenyum pada Agatha.
"Kak, Kira kira aku nanti nikah sama kakak, siapa yang akan jadi wali nikah ku?". Tanya Agatha dengan berkaca kaca.
"Apakah akan sah pernikahan aku dengan kakak? jika aku dinikahkan oleh Abang bukan ayah?". Tanya Agatha pada Vino.
"Tentu saja sah, karena kedua orangtua mu saja tidak menganggap kamu ada sayang". Ja-wab Vino sambil mengelus perut Agatha.
"Benar juga ya kak". Ujar Agatha menunduk menatap perutnya.
"Udah jangan sedih sayang, masih ada Mommy Elvina dan Daddy Vano kan". Ujar Vino memeluk istrinya.
Agatha tersentak beberapa saat ketika mendengar nama kedua orangtua Vino, tiba tiba saja ia merindukan kedua orangtua Vino, apakah kini ia yang mengalami ngidam karena bisanya Vino yang akan merasakan ngidam dan sebagainya.
"Kak Vino". Panggil Agatha membuat Vino menoleh.
"Iyaa kenapa syaang?". Tanya Vino pada Agatha.
"Kayanya aku ngidam deh". Jawab Agatha pada Vino.
"Ngidam apa sayang?". Tanya Vino padanya.
"Pengen makan nasi goreng, tapi buatan Mommy Elvina". Jawab Agatha sambil menunduk.
"Ya ampun sayang, ngga mau sama kakak aja buatnya?". Tanya Vino padanya.
"Ngga mau kak". Jawab Agatha dengan berkaca kaca.
"Yaudah gampang sayang, bentar kakak kabari dulu ya Mommy nya". Ujar nya diangguki oleh Agatha dengan bahagia.
Sedangkan di indonesia Mommy Elvina memang sedang memasak nasi goreng, entah kenapa ia ingin memasak nasi goreng setelah selesai memasak nasi goreng tersebut, tiba tiba terdengar ponselnya berdering membuat Elvina mengambil ponselnya.
__ADS_1
Vino menyambungkan..
[Halo mom]
^^^"Ah iya halo anak gantengnya mom"^^^
[Mom, lagi apa?]
^^^"Lagi santai aja sayang, kenapa memangnya? ada yang terjadi pada menantu mom?".^^^
[Bukan mom, lebih tepatnya Agatha ngidam pengen makan nasi goreng buatan mommy]
^^^"Bisa kebetulan gitu ya sayang, mommy baru saja selesai memasak nasi goreng".^^^
[Yaudah mommy Dan yang lainnya siap siap ya, jet pribadi Vino akan menjemput mommy dan kedua adik Vino, karena daddy kan memang ada dikorea]
^^^"Okee baik sayang, mommy tunggu".^^^
[Okee mom, Kalau begitu Vino matiin ya telepon nya]
^^^"Iyaa syang".^^^
Agatha yang melihat Vino selesai menelepon pun menoleh padanya, Vino yang melihat tatapan Agatha pun ia menganggukkan kepalanya menandakan bahwa Mommy Elvina bisa datang ke korea, membuat Agatha senang bukan main.
"Kak kayanya nama kakak singkatan dari nama mom dan dad". Ujar Agatha pada Vino.
"Ah masa? emangnya apa syang?". Tanya Vino menatap Agatha.
"Vino \= elVIna dan vaNO" Jawab Agatha pada Vino.
"Ah benar juga ya kamu sayang". Ujar Vino memeluk Agatha dengan gemas.
"Kak, coba bikin pantun dong". Ujar Agatha pada Vino.
"Ngidam lagi Syaang?". Tanya Vino diangguki oleh Agatha.
"Baiklah". Ujar Vino pada Agatha.
Air cuka air mata
Aku suka kamu cinta.
Ikan hiu makan badak
I Love You mendadak.
Bikin atap dari lontar
Mata menatap hati bergetar.
Bukan koran, tapi tumbuhan
Ngga usah pacaran, mending nikahan.
Satu titik di kertas koran
Neng cantik, yuk ke pelaminan.
Agatha yang mendengar itu antara baper dan ingin ketawa, karena pantun yang diberikan oleh Vino sedikit lucu pikir Agatha, tetapi memang membuat Agatha baper juga. Ingin rasanya Agatha segera menikah dengan Vino agar bisa leluasa menciumnya.
__ADS_1