Kisah Agatha & Family

Kisah Agatha & Family
Bab 72


__ADS_3

BRUKKKK


Seorang gadis menabrak punggung seorang pria yang tengah membaca mading sekolah, membuat orang orang menatap gadis tersebut ngeri karena berani menabrak seorang pria yang terkenal dingin dan tak tersentuh.


"LO, KALAU JALAN PAKAI MATA!!". Sentak Seorang Pria pada gadis tersebut.


"Maaf maaff, aku engga sengaja". Ujarnya dengan terbata bata.


"Abang udah jangan marah marah". Ujar seorang gadis menahan abangnya.


"Dia itu engga punya mata apa gimana sih". Gerutu pria tersebut menatap gadis dihadapannya.


"Maafin abang gue ya, dia emang gitu, kenalin nama gue Indira Putri Bramaskara panggil aja Dira". Ujar Dira pada gadis dihadapannya.


Belum sempat gadis tersebut menyambut tangan Indira sudah ditarik oleh abangnya, membuatnya mengurungkan niatnya untuk menggapai tangan Dira, sedangkan Dira menatap kesal pada abangnya yang menarik tangannya begitu saja.


"Abang Angga apaan sih nyebelin bangett". Ujar Dira pada abangnya.


"Kamu ngga boleh kenalan sama orang yang dikenal sayang". Ujar Angga pada adiknya.


"Abang ngaco tau enggaa, makanya aku kenalan biar kenal gimana sih abang ini". Ujar Dira pada abangnya.


"Pokoknya jangan deket deket sama dia". Ujar Angga pada adiknya.


"Bener apa yang dibilang sama bang Angga dek". Ujar Marcello pada adik kembarannya.


"Ish kalian menyebalkan". Ujar Dira sambil berlalu pergi dari hadapan mereka.


"Gara gara lo Dira jadi marah sama kita". Ujar Satya pada gadis dihadapannya.


"Maaf maaf aku ngga bermaksud seperti itu". Ujarnya sambil menunduk.


"Bang udahlah jangan ribut sama perempuan, udah ayok susul adek ke kelas". Ujar Athara yang sedaritadi diam.


"Huft yaudah ayok". Ujar Satya sambil berlalu pergi.


"Maafin abang sama adek gue ya, jangan diambil hati perkataanya". Ujar Athara pada gadis tersebut.


"Makasih ya Atha". Ujarnya membuat sang empunya menatap gadis tersebut.


Yang manggil gue begitu cuman Alena, apa jangan jangan ini Alena tapi engga mungkin, dia engga pake gelang yang abang gue kasih. Batin Athara menatap tangan gadis tersebut.


"Tau darimana lo nama panggilan gue?". Tanya Athara pada gadis dihadapannya.


"Aku liat name tag kamu, jadi aku manggil Atha, gaboleh?". Tanya gadis tersebut padanya.


"Heum gaboleh, yang boleh manggil gue Atha cuman Alena bukan lo". Jawabnya sambil berlalu dari hadapan gadis tersebut.


"Ternyata kalian sangat merindukanku ya". Gumam gadis tersebut sambil tersenyum tipis.


"Maafin aku yaa, tapi aku harus menjadi Alina dihadapan kalian". Gumamnya lagi sambil berlalu pergi.


Ting!


...Mami Cantikku...


...Online...

__ADS_1


Sayang, udah selesai melihat lihat sekolahnya?


^^^Aku udah selesai mam, tunggu sebentar ya mamiku yang cantik^^^


Okee syangg, mami tunggu di parkiran ya sayang kebetulan Kenand ikut juga sayang


^^^Okee mam 😁^^^


Alena pergi tanpa menyadari ada yang menatapnya dengan tatapan sulit di mengerti, orang tersebut adalah Marcello walaupun dia tadi bersikap kurang ajar, tetapi ia merasa pernah dekat dengan gadis tersebut.


Mungkinkah? Engga, engga mungkin itu Alena. Batin Marcello menatap gadis tersebut.


"Dia murid baru? umurnya kok kaya lebih muda dari gue ya". Gumam Marcello menatap gadis tersebut.


"Ah udah lah, masuk kelas aja". Ujar Marcello sambil berlalu pergi dari sana.


"Abang dari mana sih?". Tanya Indira pada abangnya.


"Ah tadi abang dari kantin". Jawab Marcello pada adiknya.


"Terus beli apaan bang?". Tanya Indira tidak melihat barang yang dibeli abangnya.


"Ngga ada, abang cuman muter muter aja sih". Jawabnya sambil duduk disamping abangnya Angga.


"Kenapa bang diem aja?". Tanya Marcello pada Angga.


"Engga". Jawabnya dengan singkat pada adik kembarannya.


"Dih singkat banget bang". Ujar Marcello pada abangnya.


"Abang menyebalkan". Ujar Marcello pada abangnya.


Beberapa jam kemudian bel pulang berbunyi, semuanya memasukkan alat tulis mereka ke dalam tas, Indira dengan cepat memasukkannya karena sudah merindukan Aunty kembarnya .


"Aunty Gia!! Aunty Gea!!". Teriak Indira membuat keduanya menoleh.


"Hayy sayangnya Aunty". Ujar mereka berdua pada Indira.


"Mana adikku Aunty?". Tanya Indira pada keduanya.


"Mereka ada dirumah saMa bunda kamu sayang". Jawab Gia mewakili kembarannya.


"Ah yaudah yuk pulang, aku udah ngga sabar ketemu sama mereka". Ujar Indira pada kedua Aunty nya.


"Iyaa ayok sayang, masuk ke dalam mobil". Ujar Gea pada Keponakannya.


"Kalian membawa mobil sendiri?". Tanya Gia menatap keempat ponakannya.


"Iyaa Aunty tapi hanya Angga dan Satya yang bawa, kalau mereka berdua paling nebeng sama kita". Ujar Satya pada Aunty Gia.


"Yaudah kalau gitu Aunty duluan ya, hati hati bawa mobilnya, jangan ngebut ya boy". Ujar Gia pada ponakannya.


"Iyaa siap Aunty Gia yang cantikk". Ujar Satya sambil tersenyum tipis pada Aunty nya.


Ting!


...Aunty Bella...

__ADS_1


...Online...


Nak, apa kamu ada lihat Alena ngga?


^^^Ha?? maksud Aunty apa? Alena? apa Alena kembali ke Jakarta?^^^


Ah maaf, salah kirim, harusnya Aunty mengirimkan pesannya pada ponakan Aunty, maaf ya


^^^Aunty jangan bohongg! (ceklis satu)^^^


Sial, ponselnya langsung ngga aktif . Batin Angga melihat ponselnya.


Ya Angga lah yang menerima pesan dari Bella yang merupakan orangtua Alena, Angga termenung sejenak sebelum ia tersadar oleh Satya yang menepuk pundaknya, Angga meminta Marcello saja yang membawa mobil karena ia merasa pusing.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah kediaman nya, Angga turun terlebih dahulu membuat Marcello memandangnya heran, karena tidak biasanya kembarannya itu langsung pergi begitu saja.


"Anak bunda yang ganteng akhirnya pulang". ujar Agatha padanya.


"Loh loh kamu kenapa syang? kok cemberut gitu? ". tanya Agatha melihat ekspresi putranya Angga.


"Ngga papa bunda, abang ke kamar ya". Ujarnya sambil berlalu pergi dari hadapan bundanya.


"Ada apaa dengan abangmu?". Tanya Agatha pada Marcello.


"Ntahlah bunda, ngga tau aku juga". Jawabnya pada bundanya.


"Heum baiklah kalau begitu". Ujarnya pada putranya.


"Iyaa bunda, aku masuk ke kamar dulu ya ganti baju". Ujarnya diangguki oleh Agatha.


"Sayang, apa disekolah kalian ada masalah?". Tanya Agatha pada putrinya.


"Engga ada atuh bunda". Jawabnya dengan nada campuran bahasa sunda .


"Terus kenapa abangmu itu pulang pulang mukanya makin datar aja". Ujar Agatha pada putrinya.


"Gatau bunda, kecuali saat tadi ada yang menabraknya, murid baru kayanya". Ujar Indira pada bundanya.


"Siapa emang murid barunya?". Tanya Agatha pada anaknya.


"Gatau, orang aku mau kenalan aja ngga boleh saMa abang, nyebelin kan bun". Jawab Indira pada bundanya.


"Kok ngga boleh sayang?". Tanya Agatha pada anaknya.


"I don't know mom". Jawabnya pada Agatha.


"Yaudah sekarang lebih baik kalian tidur siang dulu". Ujar Agatha pada anaknya.


"Baiklah bunda, Geisha Kakak tidur siang dulu ya sayang kamu juga tidur siang". Ujar Indira pada adik sepupunya.


Beberapa menit kemudian Indira sampai dikamarnya, ia terbaring dengan pikirannya yang begitu mumet ketika melihat siswi baru tadi, mengingatkannya pada seseorang di masalalu.


"Apakabar kamu Alena? kapan aku bisa bertemu denganmu lagi?". Tanya Indira pada dirinya sendiri.


"Semoga kita secepatnya dipertemukan, kasihan abangku". Gumamnya sambil menatap langit langit kamarnya.


Jangan lupa Like Comment Votenya :)

__ADS_1


__ADS_2