Kisah Agatha & Family

Kisah Agatha & Family
Bab 11


__ADS_3

Agatha dibantu pergi oleh Bryan dan Deon ke luar negeri, tidak ada yang mengetahui kepergian Agatha terkecuali mereka berdua, ya Agatha hanya mempercayai keduanya karena ia telah menganggap Deon dan Bryan abangnya.


"Ingat ya dek, kalau ada apa apa disana, kabari abang Deon atau Abang Bryan, okee". Ujar Deon padanya.


"Okee siap abang". Ujar Agatha dengan ceria.


"Jaga ponakan abang baik baik, ingat kandungan kamu masih lemah, disana ada calon tunangan abang yang akan menjaga kamu, jangan takut karena Elvira akan memperlakukan kamu sama seperti abang". Ujar Bryan pada Agatha.


"Iyaa, makasih ya abang Deon bang Bryan udah mau ngehibur aku serta membantuku". Ujar Agatha pada mereka berdua.


"Iyaa sama sama sayang". Ujar mereka berdua bersama.


"Lo nyamain gue aja manggil sayang". Ujar Bryan menatap Deon.


"Ehh gue dulu ya yang mau manggil Agatha sayang, lo aja yang ngikut". Ujar Deon padanya.


"Enak aja, gue duluan". Ujar Bryan padanya.


"Gue"


"Gue Yan"


"Gue Yon"


"Lo ngalah lah ke yang lebih muda".


"Enak aja, umur kita sama bego".


Agatha yang menyaksikan itu tertawa , sungguh telah lama Agatha tidak tertawa semenjak kejadian itu, melihat Agatha yang tertawa membuat Deon dan Bryan terus berdebat agar tawa Agatha semakin terdengar.


"Aduhh Udahh, jangan pada rebutan gitu uncle". Ujar Agatha dengan suara seperti anak kecil.


"Jagain bunda kalian ya sayang". Ujar Bryan mengusap perut Agatha yang masih rata.


"Iyaa siap uncle". Ujar Agatha sambil tersenyum.


"Yaudah sana itu pesawatnya mau berangkat , maaf ya gabisa nganter sampai Paris". Ujar Deon diangguki oleh Agatha.


"See you abang". Ujar Agatha sambil menarik koper yang sengaja ia beli untuk membawa barangnya.


Beberapa jam kemudian Agatha sampai di bandara, tidak perlu susah mencari orang yang menjemputnya, karena Bryan sudah memberikan ia foto calon tunangan nya, Elvira disana melambaikan tangannya pada Agatha. Segera saja Agatha menghampiri nya.


"Kak, udah nunggu lama?". Tanya Agatha padanya.


"Ngga kok , kamu dari sana jam berapa?". Tanya Elvira dengan lembut.


"Jam 5 pagi kak , ini sekarang jam 12 siang , berarti di indonesia jam 6 pagi?". Tanya Agatha pada Elvira.


"Benar, yaudah yuk kita pulang apa kamu mau makan dulu?". Tanya Elvira padanya.


"Boleh makan dulu ngga kak? aku laper". Ujar Agatha padanya.


"Ya boleh lah, masa ngga". Ujar Elvira pada Agatha.


"Makasih ya Kak sebelumnya". Ujar Agatha dianggyki oleh Elvira.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di sebuah restoran terdekat, Agatha dan Elvira turun bersama dan masuk bersama lalu memilih menu makanan tersebut, setelah memesan makanan tersebut Agatha dan Elvira berbincang mengenai kehamilan Agatha.


"Kamu benar benar tidak ingat dengan wajahnya?". Tanya Elvira dengan hatihati.

__ADS_1


"Bukannya tidak ingat, hanya saja aku tidak melihat wajahnya apalagi dalam keadaan gelap, susah mengenali wajahnya kak". Jawab Agatha pura pura tidak mengetahui.


"Ah yaudah jangan dibahas lagi, maaf ya kakak malah ngebahas ini". Ujar Elvira pada Agatha.


"Iyaa gapapa kok kak". Ujar Agatha sambil tersenyum tipis.


Ditempat yang sama Reno sedang mengadakan pertemuan dengan rekan kerjanya di Paris, saat menoleh sekelebat ia seperti melihat Agatha tetapi mungkin hanya halusinasi nya saja, selama Agatha pergi dari rumah hanya Reno yang menyadari bahwa Agatha memang dijebak oleh Sasha.


Beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis tak tersisa sedikitpun, bahkan Agatha tidak merasakan mual karena biasanya setiap ia makan selalu mual, syukurlah ia tidak mual kembali pikirnya.


"Selamat datang di apartemen kakak". Ujar Elvira saat membuka kan pintu untuk Agatha.


"Makasih ya kak sekali lagi". Ujar Agatha padanya.


"Udah ah jangan banyak bilang makasih". Ujar Elvira terkekeh pada Agatha.


"Kamu pakai kamar ini ya Agatha". Ujar Elvira padanya.


"Baiklah kak". Ujar Agatha padanya.


"Yaudah sana istirahat, pasti capek kan". Ujar Elvira diangguki oleh Agatha.


Ting!


...Bang Bryan...


...Online...


Dek, udah sampai?


^^^Udah bang^^^


Syukurlah, udah makan?


Syukurlah, ngga mual dek?


^^^Syukurnya ngga bang, aku bisa makan dengan tenang.^^^


Iyaa karena semuanya pindah pada Vino


^^^Hah? maksud abang gimana? bang Vino hamil?^^^


Ya ngga gitu juga Agatha sayang ,maksud abang rasa mual dan ngidam dirasakan oleh Vino


^^^Hahaha biarin aja dehh, biar tau rasa enak aja main nyembur didalem , jadi kan anaknya.^^^


Hahah dek, kalian sama dijebak loh , lagian Vino mana sadar dia akan nyembur didalam ๐Ÿคฃ


^^^Haha iyaa sih bang, yaudah udah dulu ya Agatha mau bocan dulu ๐Ÿ˜‹^^^


Apaan tuh bocan? bocah cangkeum?


^^^Ish dasar, bobo cantik abangg ๐Ÿ˜ก^^^


Haha yaudah sana bumil cantik, bobocantik sana ๐Ÿ˜‚


^^^Bye abang, Titip salam buat abang Deon ya ๐Ÿ˜ด^^^


Baru aja Agatha akan tidur tetapi terdengar suara pesan masuk, ia dengan malas mengambil ponselnya yang berada di atas laci, lalu membuka password nya dan terlihat nama "Calon Suami" entah siapa yang memberikan nama itu yang jelas bukan Agatha.

__ADS_1


Ting!


...Calon Suami...


...Online...


Kamu kenapa malah pergi ke Paris sih sayang?


^^^Dih bang Vino mabuk? ngapain manggil sayang hah ๐Ÿ˜ก aku bukan siapa siapa bang Vino loh.^^^


Wah kamu nyebelin banget, pura pura lupa apa gimana sih ๐Ÿ˜Œ


^^^Hahah iyaa deh maaf, tapi sepertinya abang harus tahan, biarkan anak ini lahir dulu Okee sebelum kita menikah ๐Ÿ˜‚^^^


Ya yaa, gimana kamu sayangg, yaudah sana bobo


^^^Loh kok tau aku mau bobo sih?^^^


Jelas tau lah, Vino gituloh


^^^Iyaa serah kamu bang ๐Ÿ˜^^^


Eh kamu, aku gabisa meluk nyebelin bangett ๐Ÿคง


Agatha tidak membalas pesan dari Vino karena ia benar benar mengantuk, jika ia biasa baca novel banyak kejadian seperti nya, tetapi menemukan buktinya akan sangat lama sekali, tetapi ia hanya butuh waktu seminggu menemukan ayah biologisnya.


Agatha sekarang tidak perlu khawatir tidak ada yang melindungi nya karena keluarga Bhagaskara selalu ada untuknya, Agatha sudah bilang pada seluruh keluarga Bhagaskara jangan mengundang keluarga nya, aneh memang tetapi itulah yang harus keluarga Bramastian rasakan.


"Tha, bangun sayangg, kamu belum mandi kan". Ujar Elvira dari luar.


"Five minutes kak". Ujarnya dengan suara serak.


"Baiklah, nanti kakak bangunkan lagi". Ujarnya pada Agatha.


"Aish tuh anak ngantuk banget kali yaa" Gumam Elvira sambil berlalu ke dapur.


Ting!


...My Future Husband...


...Online...


Sayang, jangan bangunkan Agatha, dia baru beberapa menit tidur karena tadi aku mengirim pesan padanya.


^^^Baiklah sayang, tapi Agatha belum mandi loh sayang^^^


Yaudah ganti baju aja sayang, kasian mungkin capek.


^^^Baiklah honey ๐Ÿ˜˜^^^


Terimakasih syaangg, kita langsung menikah sajalah, jangan tunangan aku udah gakuat ๐Ÿ˜‰


^^^Dihh dasarr, kata orangtua kita juga tunangan dulu sayang ๐Ÿคจ^^^


Baiklah baik, yaudah udah dulu ya syaang, ada operasi besar hari ini.


^^^Yaudah semangat calon suamiku ๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜โค^^^


Elvira menyimpan ponselnya sambil terus senyum senyum sendiri, bahkan ia tidak menyadari Agatha yang menatapnya heran, Elvira malah tertawa membuat Agatha takut jika Agatha gangguang jiwa eh maafkan aku.

__ADS_1


...****************...


Wah aku update 3bab nih guys:)


__ADS_2