Kisah Agatha & Family

Kisah Agatha & Family
Bab 18


__ADS_3

Vino membawa Agatha pergi ke Korea yang memang ia ada projek disana, Agatha mau saja karena hanya bantuan calon suaminya lah Agatha bisa pergi dari Paris, kenapa rasanya Agatha masih belum bahagia padahal baru beberapa bulan Agatha di Paris.


"Sayang, udah ya jangan dipikirin kasian baby nanti". Ujar Vino menatap Agatha.


"Iyaa kak". Ujar Agatha Padanya.


"Kamu manggil aku kadang abang kadang kakak gimana sih?". Tanya Vino padanya.


"Terserah aku dong, mulut aku ini yang bilang". Jawab Agatha dengan kesal.


"Iyaa deh sayang iyaa". Ujar Vino terkekeh pada Agatha.


"Oh ya, bagaimana dengan bang Reno kalau tau aku pergi?". Tanya Agatha pada Vino.


"Ya gapapa, lagian Reno kan udah minta maaf sama kamu sayang, kamu juga udah berdamai kan sama abang kamu". Jawab Vino pada Agatha.


"Iyaa sih kak, tapi apa ngga akan marah ya?". Tanya Agatha pada Vino.


"Ngga akan, nanti kalau abang kamu ngchat, kasih tau aja keberadaan kamu di paris udah ga aman". Jawab Vino pada Agatha


Perbedaan waktu Indonesia dan Korea Selatan hanya dua jam, jika di Korea jam 09.00 maka di Indonesia jam 07.00, kini Agatha dan Vino sedang berada di sebuah restoran terdekat dari rumah Vino yang ia beli di Korea.


"Cindy ngga ada ngabarin kamu sayang?". Tanya Vino pada Agatha.


"Ada sih cuman aku belum memberi tahu pada kak Cindy kalau aku sudah berada di Korea ih". Jawab Agatha sambil tersenyum pada Vino.


"Baiklah nanti saja kabarin mereka nyaa ya sayang, oh ya aku juga minta kamu keluar dari pekerjaan kamu yang di cafe". Ujar Vino pada Agatha.


"Terus aku kerja dimana dong?". Tanya Agatha pada Vino.


"Kamu kerja jadi sekretaris aku aja sayang, gimana?". Tanya Vino pada Agatha.


"Aku kan gaada pengalaman kak, aku aja cuman ada ijazah SD, SMP dan SMK, aku kan kuliah ngga di lanjut". Jawab Agatha dengan menunduk.


"Gampang soal itu sayang, kamunkan pintar nih jadi pastinya kamu mudah memahami nya sayang". Ujar Vino pada Agatha.


"Yaudah deh aku mau jadi sekretaris kakak". Ujar Agatha membuat Vino senang.


"Makasih sayang". Ujar Vino pada Agatha.


"Iyaa sama sama kak, tapi gimana caranya aku jalan kak? aku kan lagi hamil?". Tanya Agatha pada Vino.


"Kan Ada lift nya Syaang di kantor, bukan naik tangga aja". Jawab Vino pada Agatha.


"Iyaa juga ya kak, hehe". ujar Agatha sambil terkekeh pada Vino.


Vino mengajak Agatha untuk memperiksakan kandungan nya di rumah sakit terdekat di Korea, Agatha begitu gugup untung saja Vino bisa merubah semuanya, status Agatha sementara adalah istri Vino karena mereka sebenarnya belum menikah sah secara agama dan negara.


"Perkembangan anak kalian baik baik saja, bahkan mulai aktif ya bun". Ujar dokter tersebut pada Agatha.


"Dok apakah sudah bisa melihat jenis kelaminnya?". Tanya Agatha padanya.


"Belum bisa dong sayang, kan masih usia 5 bulan kandungan kamunya". Jawab dokter perempuan tersebut sambil tersenyum pada Agatha.


"Ah saya lupa nanya dok, ini saya hamil kembar berapa ya?". Tanya Agatha padanya.

__ADS_1


"Heum lebih baik kamu tau nanti saat kamu melahirkan saja, soalnya jika tau sekarang kamu akan kaget". Jawab dokter tersebut padanya.


"Loh emangnya kenapa dok?". Tanya Agatha padanya.


"Nanti juga kamu akan mengetahuinya sendiri". Jawab dokter tersebut pada nya.


"Baiklah dok". Ujar Agatha diangguki oleh dokter tersebut.


Beberapa menit kemudian, kini Agatha dan Vino sedang berada di Mall mereka akan membeli peralatan bayi, tetapi Agatha tidak melanjutkan langkah kaki nya membuat Vino juga menghentikan langkahnya.


"Kenapa sayang? ada apa?". Tanya Vino pada Agatha.


"Kak, kayanya lain kali aja deh beli nya". Ujar Agatha sambil menunduk pada Vino.


"Kenapa emangnya? ada apa? bilang sama aku sayang". Ujar Vino pada Agatha.


"Heum Di depan sana ada Bunda kak sama Sasha". Ujar Agatha membuat Vino langsung menoleh kedepan.


"Yaudah ayok pulang aja sayang, jangan sampai mereka tau kita ada disini". Ujar Vino diangguki oleh Agatha.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah, untung saja mereka tidak melihat Agatha dan Vino, bisa gawat jika mereka melihat Agatha, Vino mengusap perut Agatha dan terasa tendangan dari dalam membuat Vino menatap Agatha.


"Sayang dia nendang". Ujar Vino padanya.


"Iya kak". Ujar Agatha padanya.


"Aku baru ngerasain loh padahal sering ngusap, tapi baru tadi loh baby nendang sayang". Ujar Vino dengan raut bahagia.


"Iya mungkin harus sering di usap sama ayah". Ujar Agatha sambil tersenyum pada Vino.


Beberapa menit kemudian tendangan terus terlihat jelas di perut Agatha, membuat Vino gemas lalu mencium perut Agatha yang memang bajunya sengaja ia naikkan ,Agatha dibuat salting oleh Vino karena bibir Vino sangat terasa di perut Agatha.


"Kak, tiba tiba aku ngidam". Ujar Agatha membuat Vino menoleh.


"Ngidam apa syaang?". Tanya Vino dengan semangat.


"Aku mau dinyanyikan lagu yang romantis kak". Jawab Agatha dengan malu malu.


"Baiklah sayangg". Ujar Vino mengambil gitar dikamarnya.


Janji Suci


Dengarkanlah wanita pujaanku


Malam ini akan kusampaikan


Hasrat suci kepadamu dewiku


Dengarkanlah kesungguhan ini


Aku ingin, mempersuntingmu


Tuk yang pertama dan terakhir


Jangan kau tolak dan buatku hancur

__ADS_1


Ku tak akan mengulang tuk meminta


Satu keyakinan hatiku ini


Akulah yang terbaik untukmu


Dengarkanlah wanita impianku


Malam ini akan kusampaikan


Janji suci satu untuk selamanya


Dengarkanlah kesungguhan ini


Aku ingin, mempersuntingmu


Tuk yang pertama dan terakhir


Jangan kau tolak dan buatku hancur


Ku tak akan mengulang tuk meminta


Satu keyakinan hatiku ini


Akulah yang terbaik untukmu


Jangan kau tolak dan buatku hancur


Ku tak akan mengulang tuk meminta


Satu keyakinan hatiku ini


Akulah yang terbaik untukmu


Jangan kau tolak dan buatku hancur


Ku tak akan mengulang tuk meminta


Satu keyakinan hatiku ini


Akulah yang terbaik untukmu


Akulah yang terbaik untukmu…


Agatha yang mendengarkan itupun baper, ia memeluk Vino lalu mencium bibir untuk pertama kali Vino dapatkan, ia terkejut dengan tingkah Agatha tetapi hanya sesaat karena selanjut nya Vino lebih dominan memainkan ciumannya.


"Eungh kak". Lenguhan Agatha membuat Vino tersadar.


"Maaf sayang, harusnya ngga gini, maaf". Ujar Vino menjauhkan dirinya dari Agatha.


"Iyaa gapapa kak, kan aku yang mulai". Ujar Agatha dengan tersenyum malu.


"Aish kamu gemas sekali sih Syaang, bumilku ini masih 17 tahun udah hamil, nanti pas lahiran tepat saat kamu 18tahun kan sayang". Ujar Vino pada Agatha.


"Iyaa bener kak". Ujar Agatha sambil mengusap perut nya.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian Agatha tertidur di sandaran Vino, membuat Vino membenarkan posisi Agatha agar nyaman dalam tidurnya, setelah Agatha merasa nyaman Vino mengecup bibir Agatha dengan lembut tanpa membangunkan calon istrinya Agatha .


__ADS_2