
Tiga bulan kemudian, tak terasa kini adalah tepatnya kelima anak kembar Agatha dan Vino berulang tahun yang ke 5 tahun, bertepatan dengan Baby Sagara yang sudah memasuki usia 3 bulan, Agatha dan yang lainnya merayakan ulangtahun sikembar.
"Happy birthday anak bunda , semoga kalian panjang umur, sehat selalu dan diberikan rezeki yang berlimpah ya sayang". Ujar Agatha memeluk anaknya satu persatu.
"Iyaa semoga bunda, makasih ya bunda doanya". Ujar mereka pada Agatha.
"Iya sayang sama sama". Ujar Agatha pada mereka sambil tersenyum.
"Ohh iyaa Alena mana ya bun?". Tanya Indira pada bundanya sambil celingak celinguk.
"Ah Alena lagi dikamar sayang bentar lagi juga turun". Jawab Agatha pada anaknya.
"Hem gitu ya bun". Ujarnya sambil mengangguk anggukkan kepalanya..
Tak berselang lama Alena turun dari tangga membuat semua perhatian tertuju padanya, Angga yang melihat Alena sangat cantik pun tersenyum tipis bahkan tidak ada yang menyadari hal itu, kini Alena sudah berada dihadapan kelimanya.
"Happy birthday ya, semoga kalian suka hadiahnya maaf kalau ngga sebesar dari teman teman kalian". Ujar Alena memberikan kado pada mereka satu persatu.
"Iya gapapa kali Al, makasih ya abang terimaa nih". Ujar Satya pada nya.
"Iya makasih ya Alen". Ujar Athara padanya.
"Suka banget mungil gini, makasih Alena". Ujar Indira padanya.
"Wahh ini yang aku mau, makasihh Lena". Ujar Marcello padanya.
"Makasih Rora". Ujar Angga dengan senyuman lembutnya membuat yang lain terpesona.
"Wahh langka loh abang senyum sempurna gitu, meleleh hati Adek bang". Ujar Indira membuat semuanya tertawa kecuali Angga yang langsung mengubah ekspresinya.
"Dih abang baru dipuji kok gitu sih". Gerutu Indira pada abangnya.
"Udah jangan debat lagi". Ujar Alena menenangkan Indira yang sudah ia anggap sahabat serta kakaknya.
Beberapa jam kemudian acara ulangtahun kelima anaknya selesai, semuanya bubar kecuali keluarga yang mengadakan acara tersebut bahkan Alena saja tidak diperbolehkan pulang ke panti karena Indira tidak ada teman bermain.
"Alena sayang, kamu sebaiknya mengganti pakaian bersama Dira". Ujar Agatha pada mereka berdua.
"Iyaa bunda". Ujar Alena sambil tersenyum tipis.
"Tata kayanya anak kamu udah ada yang merasakan namanya cinta". Ujar Reno pada Agatha.
"Hah? siapa bang? jangan ngaco deh". Ujar Agatha pada abangnya.
"Liat aja Angga senyum senyum sendiri tuh". Ujar Reno menatap ponakannya.
"Astaga tidak mungkin kan". Gumam Agatha pelan namun terdengar oleh suaminya.
"Bisa jadi mungkin syaang". Bisik Vino pada istrinya.
"Ya jangan sekarang dong mas". Ujar Agatha pada suaminya.
"Yaiya sayang, mana mungkin aku membiarkan anak kecil pacaran". Ujar Vino pada istrinya.
"Lebih baik sekarang kita kembali ke kamar masing masing". Ujar Agatha pada mereka semua.
__ADS_1
"Baiklah, lagian anak anak juga udah lelah kaya nya, jadi nanti aja acara bongkar kado nya". Ujar Vino pada istrinya.
Sesampainya Agatha dan Vino di kamar mereka, Vino langsung membaringkan Baby Sagara di box bayi lalu menghampiri istrinya yang kini sudah berganti pakaian, ia mengecup leher istrinya dengan lembut membuat Agatha melenguh.
"Mas jangan sekarang yaa". Ujar Agatha pada suaminya.
"Kenapa jangan sayang?". Tanya Vino menatap istrinya.
"Aku lagi datang bulan mas". Jawabnya membuat Vino lemas.
"Yah lama dong syang". Ujar Vino yang kini hanya memeluk istrinya.
"Iyaa lumayan mas, sabar ya suamiku". Ujar Agatha padanya.
"Iyaa deh gapapa sayang, mas akan sabar menunggu kamu selesai datang bulan". Ujar Vino pada istrinya.
"Lebih baik kita tidur siang mas, aku ngantuk". Ujar Agatha pada suaminya.
"Baiklah sayang kita tidur saja". Ujar Vino sambil memeluk istrinya.
Agatha yang dipeluk oleh suaminya merasa sangat nyaman, hingga beberapa menit kemudian mereka berdua tertidur pulas saling berpelukan, Vino semakin mengeratkan pelukannya pada Agatha.
Hingga beberapa jam kemudian mereka berdua sudah bangun kembali, Vino menyuruh istrinya terlebih dahulu membersihkan badannya hingga kini Baby Sagara sedang digendong olehnya.
"Loh baby Sagara juga ikutan bangun mas?". Tanya Agatha pada suaminya.
"Iyaa sayang". Jawab Vino pada istrinya.
"Ngga haus mas?". Tanya Agatha menatap Baby Sagara yang anteng digendongan ayahnya.
"Ah baiklah kalau begitu mas". Ujar Agatha sambil tersenyum tipis menatap anaknya yang begitu anteng digendongan Vino.
"Iyaa syaang, mau keluar Honey ?". tanya Vino pada sang istri.
"Iyaa mas, kumpul lagi di ruang keluarga". Jawab Agatha pada suaminya.
"Baiklah ayo sayang tapi kamu duluan aja, mas kan belum mandi". Ujar Vino pada istrinya.
"Ah bareng kamu aja mas, aku tunggu aja ya". Ujar Agatha pada suaminya.
"Heum baiklah syaang". Ujar Vino sambil berlalu memasiki kamar mandi.
Sambil menunggu suaminya selesai mandi, Agatha terus saja mengajak anaknya mengobrol hingga tertawa pelan, karena anaknya sangatlah lucu membuat Agatha selalu saja gemas dibuatnya.
Beberapa menit kemudian Agatha dan Vino serta Baby Sagara yang berada di gendongannya keluar dari kamar, mereka turun kebawah melihat anak anaknya serta Alena sudah berada diruang tengah.
"Hai kalian sedang apa? ". Tanya Agatha pada mereka.
"Lagi belajar bunda". Jawab Angga mewakili saudara serta Alena.
"Belajar apa syaang?". Tanya Agatha menatap putranya.
"Kesenian bunda". Jawabnya pada Agatha.
"Kalian ini ngga pantas sekolah TK, tingkah kalian aja kaya anak sekolah SMP atau SMA". Rengek Agatha melihat mereka semua.
__ADS_1
"Benar banget apa yang dibilang oleh bunda kalian". Ujar Vino menatap mereka yang sedang serius belajar.
"Coba diantara kalian semua, nyanyikan lagu pop reff nya saja". Ujar Agatha pada mereka.
"Alena aja bun, suaranya bagus loh". Ujar Indira pada bundanya.
"Beneran syaanng?". Tanya Agatha menatap Alena.
"Engga sebagus yang dibayangkan bun"..jawabnya sambil menunduk.
"Dicoba dulu aja Alen". Ujar Athara padanya.
"Yaudah kalau gitu"..Ujar Alena sambil tersenyum tipis pada mereka.
Laskar pelangi
Takkan terikat waktu
Bebaskan mimpimu di angkasa
Warnai bintang di jiwa
Menarilah dan terus tertawa
Walau dunia tak seindah surga
Bersyukurlah pada Yang Kuasa
Cinta kita di dunia
Selamanya
Cinta kepada hidup
Memberikan senyuman abadi
Walau hidup kadang tak adil
Tapi cinta lengkapi kita
Agatha serta yang lain yang mendengar suara Alena merasa kagum terutama Angga yang tersenyum mendengarkan lagu yang dinyanyikan oleh Alena, membuat Alena malu ditatap oleh mereka semua.
"Syaang suara kamu bagus banget". Ujar Agatha pada Alena.
"Makasih ya bunda". Ujar Alena sambil tersenyum tipis pada Agatha.
"Iya sama sama. syaang". Ujar Agatha sambil tersenyum pada Alena.
"Wah kalau Alena jadi penyanyi terkenal bagaimana ya? pasti Dira yang pertama menjadi Fans nya". Ujar Indira sambil tersenyum membayangkannya.
"Tentu saja abang yang pertama". Ujar Satya pada adiknya.
"Ihh Dira abangg". Ujarnya sambil cemberut.
"Abang pokoknya". Ujar Satya tak mau kalah.
__ADS_1
Agatha yang mendengar mereka berdebat pun tersenyum tipis, begitipun juga dengan Alena yang tersenyum menatap keduanya tanpa menyadari ada yang menatapnya lembut siapa lagi jika bukan Angga.