Kisah Dari Langit

Kisah Dari Langit
Saatnya untuk melawan.


__ADS_3

Disaat Abah dan yang lainnya masih fokus membicarakan masalah pesantren, terdengar suara adzan berkumandang. Karena sudah waktunya untuk menunaikan shalat isya, Abah, Zul dan Alan kemudian pergi ke masjid untuk shalat isya berjamaah.


'' Zul.., sepertinya masalah yang ingin Abah sampaikan dan tanyakan padamu, dipending dulu!, Lain waktu saja tidak apa-apakan?'' ucap Abah ketika mereka berjalan menuju masjid.


'' Iya Abah, gak papa!'' jawab Zul.


'' Insyaallah.., kalau masalah yang sekarang ini sudah selesai, baru Abah sampaikan.'' Lanjut Abah.


'' Iya Abah.., Zul kira, itu juga lebih baik.'' ucap Zul menanggapi pernyataan dari Abah.


Meskipun Zul belum mengetahui apa yang ingin disampaikan oleh Abah, tapi Zul juga merasa bahwa untuk saat ini, masalah pesantren merupakan hal yang utama dibanding dengan masalah yang lain. Maka dari itu, Zul juga tidak terlalu memikirkan masalah apa yang ingin Abah sampaikan. Sedangkan bagi Abah, karena masih banyak hal penting yang mendesak yang harus dilakukan, Abah yang tadinya berniat ingin membicarakan tentang masalah Zul dan Naila, akhirnya hanya bisa menunda pembicaraan tersebut.


Usai melaksanakan shalat isya, Zul dan Alan kembali ke asrama. Mereka kemudian bersama dengan teman-temannya, menyusun jadwal untuk giliran jaga malam yang akan dilaksanakan selama beberapa waktu yang dibutuhkan. Zul kemudian memanggil beberapa santri senior, dan juga perwakilan dari setiap kamar santri putra, untuk mengadakan rapat diserambi masjid.


Setelah semua santri yang diundang telah hadir, Zul lalu membuka rapat tersebut.


'' Assalamualaikum warahmatullahi wabarokaatuh.''


'' Rekan-rekan sekalian. Sengaja saya mengundang antum semua pada saat ini, karena ada hal penting yang perlu saya sampaikan kepada antum semua. Saya bersama kang Alan, barusan mendapatkan perintah dari Abah, untuk membuat jadwal jaga malam di pesantren kita ini. Adapun tujuan diadakannya jaga malam ini, karena ada sesuatu hal yang mungkin tidak perlu saya sampaikan, namun intinya adalah untuk kemaslahatan kita semua.'' ucap Zul mengawali rapat tersebut.


Sengaja Zul tidak memberitahukan alasan itu karena, selain tidak ingin membuat para santri ikut panik, juga karena ada beberapa santri yang menjadi teman satu genk dengan anak pak Lurah, yang menjadi biang kerok di pesantren ini. Sebenarnya, teman genk dari Deddy ini, tidak terlalu menyukai kelakuan dari Deddy. Hanya saja, mereka merasa takut untuk bertentangan dengannya.


'' Rekan-rekan sekalian. Saya beserta teman-teman yang lain, sudah menyusun rancangan untuk giliran jaga malam tersebut. Dalam tiap malamnya, satu orang akan mewakili tiap-tiap kamar. Sehingga setiap malamnya, akan ada 20 orang yang berjaga, dan ditambah dengan 3 orang santri senior sebagai pendamping.''


'' Insyaallah jaga malam ini, akan dilaksanakan lebih kurang selama satu bulan. Namun, itu semua juga tergantung kondisi dan situasinya. Dan nanti, tiap-tiap santri akan mendapatkan jatah giliran jaga, selama 15 hari sekali.'' ujar Zul kepada para santri yang hadir disana.


'' Sampai disini ada yang ingin ditanyakan.'' lanjutnya.


'' Saya Kang Zul.'' ucap salah satu dari mereka.


'' Iya, silahkan!''


'' Begini kang. Saya ini, kalau malamnya jaga, pasti esoknya ngantuk. Jadi, gimana dengan belajarnya kang Zul?''


'' Ooh begitu!. Jadi begini ya teman-teman! Nanti bagi yang dapat giliran jaga malam, dia akan diijinkan tidak masuk kelas dan beristirahat pada pagi harinya. Kemudian, untuk saat berjaga pada malam harinya, pesantren akan menyediakan kebutuhan seperti makanan, dan lain sebagainya. Bagaimana?, apakah kalian siap?'' tanya Zul.


Mendengar penjelasan dari Zul, para santri itu langsung bersemangat. Karena selain mereka dapat makanan, juga esoknya mereka juga bisa istirahat.


'' Siap kang Zul.'' ucap mereka serempak.


Sebenarnya, untuk segala kebutuhan jaga malam tersebut, Alan lah yang menjadi donaturnya. Namun, karena Dia tidak ingin terlalu terekspos, Alan meminta agar Zul mengatakan itu disediakan oleh pihak pesantren.


Akhirnya, setelah semua bahasan tentang masalah jaga malam itu usai, semua santri termasuk Alan, Zul dan yang lainnya kembali ke kamar masing-masing. Berhubung belum ada persiapan, maka jaga malam itupun baru dilaksanakan pada besok malamnya.

__ADS_1


...----------------...


Seperti yang telah diperkirakan oleh Alan, sudah hampir seminggu semenjak kejadian itu, namun tidak ada tanda-tanda adanya pergerakan dari Deddy atau kaki tangan pak Lurah. Namun tepat pada hari yang ketujuh setelah kejadian tersebut.


'' Tuan muda, menurut informasi yang saya terima. Malam ini, Deddy dan orang-orangnya akan melakukan pergerakan.'' ucap Andre saat melakukan percakapan dengan Alan ditelepon.


'' Kira-kira, berapa orang jumlah mereka pak Andre?'' tanya Alan.


'' Kemungkinan antara 30 sampai 50 orang tuan muda.''


'' Apa pihak kepolisian sudah dihubungi?'' tanya Alan lagi.


'' Sudah tuan muda!. Mereka bilang, siap terjun saat diperlukan.''


'' Lalu bagaimana dengan pak Lurah dan orang-orangnya? juga dengan para penghianat perusahaan itu, Apakah belum dapat bukti dan saksi atas kejahatan mereka?''


'' Sudah tuan muda. Semua bukti dan saksi atas kejahatan mereka sudah didapat. Rencananya, malam ini mereka juga akan ditangkap. Namun, kami akan biarkan si Deddy bertindak terlebih dahulu, agar nanti bisa menambah daftar kejahatannya. Biar nantinya, dia akan semakin berat mendapatkan hukuman atas segala perbuatannya tersebut.''


'' Dan juga tuan muda!, intelijen yang dikirim oleh tuan besar untuk menyelidiki kasus Gus Alif, juga telah menemukan bukti akan keterlibatan pak Lurah dan dan anaknya, serta seorang oknum yang merupakan anggota kerabat pak Lurah. Dan oknum tersebut saat ini sedang dipanggil untuk menjalani pemeriksaan di Polda. Tuan Satria sendiri yang langsung menangani masalah ini, sekaligus juga menangani orang pabrik kita tuan muda.'' sambung Andre menjelaskan.


'' Bagus bagus. Pokoknya, jangan biarkan ada diantara mereka yang lolos. Semuanya harus menerima imbalan atas perbuatan mereka itu.''


'' Iya tuan muda. Tapi tuan muda juga hati-hati!, karena mungkin aksi dari Deddy malam ini akan sangat berbahaya, jangan sampai tuan muda terluka. Walaupun saya sudah menempatkan beberapa orang disana, namun mereka baru akan turun saat kondisinya sudah memungkinkan.'' ujar Andre.


'' Oke! terima kasih pak Andre.'' ucap Alan.


Siang itu, Abah bersama Ummi sedang duduk diruang tamu. Mereka sedang membicarakan tentang putrinya yaitu Naila.


'' Ummi, Naila putri kita sudah dewasa. Sudah waktunya dia untuk berumah tangga. Apa tidak sebaiknya kita nikahkan saja Ummi?'' ucap Abah.


'' Ummi rasa juga seperti itu Abah, namun semua itu juga perlu dibicarakan dengan Naila. Ummi tidak ingin, Naila merasa terpaksa melakukan hal itu.'' ucap Ummi kepada Abah.


'' Iya Ummi, semoga masalah yang sekarang ini cepat selesai. Biar nantinya, kita bisa lebih fokus pada pembangunan pesantren kita, yang sudah cukup lama terhenti karena masalah ini.''


'' Amiin...'' ucap Ummi.


Disaat keduanya sedang asyik mengobrol, Zul dan Alan sudah berada didepan pintu.


'' Assalamualaikum.'' Alan dan Zul berbarengan.


'' Wa'alaikumsalaam warahmatullah.'' jawab Abah dan Ummi.


'' Zul, nak Alan, mari masuk!'' ucap Ummi melihat kedua orang tersebut.

__ADS_1


' Ayo duduk duduk!'' Ujar Abah kepada keduanya setelah bersalaman.


Zul dan Alan kemudian duduk di kursi ruang tamu tersebut. Ummi segera kebelakang untuk membuat minuman untuk mereka.


'' Zul, nak Alan!, apa ada hal penting yang akan kalian sampaikan?. Sepertinya kalian agak terburu-buru!'' tanya Abah saat melihat wajah Alan dan Zul yang tampak berbeda dari biasanya.


'' Iya Abah.., kang Alan mau menyampaikan sesuatu yang penting kepada Abah.'' ucap Zul.


'' Apa benar seperti itu nak Alan?'' tanya Abah.


'' Benar Abah, ini soal si Deddy!'' jawab Alan.


'' Ada apa dengan Deddy nak Alan?. Apakah dia akan melakukan sesuatu?'' tanya Abah dengan wajah yang semakin serius.


'' Iya Abah. Tadi, baru saja saya dapat informasi. Kalau malam ini, Deddy akan bertindak bersama orang-orangnya pak Lurah, untuk mendatangi pesantren ini. Ada kemungkinan mereka akan berbuat onar disini.'' jelas Alan.


'' Kalau begitu, kita harus melakukan persiapan. Zul, selepas shalat ashar nanti, kamu kumpulkan semua santri senior di Aula!. Biar nanti Abah sendiri yang memberikan arahan kepada mereka.''


'' Baik Abah.'' jawab Zul singkat.


Pada saat itu, Ummi dengan membawa minuman dan kue, muncul dari belakang. Setelah meletakkan kue dan minuman di atas meja, Ummi yang melihat mereka berbicara dengan serius, diapun kemudian bertanya.


'' Lagi ngomongin apa sih Bah?, kok sepertinya serius amat. Oh iya!, Zul, nak Alan, Itu diminum dan dicicipi kuenya.'' ucap Ummi setelah duduk disebelah Abah.


'' Ini Ummi. Ada informasi, kalau si Deddy malam ini akan bikin onar lagi. Untuk itu, Abah ingin meminta kepada Zul supaya mengumpulkan para santri, agar mempersiapkan segalanya.'' jawab Abah.


'' Si Deddy mau bikin ulah lagi?, lalu bagaimana ini Abah?'' ujar Ummi khawatir.


'' Begini Ummi, saya sudah mengkonfirmasi hal ini kepada pihak kepolisian, dan mereka juga siap untuk bertindak jika memang Deddy nanti berbuat keonaran ditempat ini. Tapi untuk berjaga-jaga, kita juga harus mempersiapkan diri dari berbagai kemungkinan.''


'' Untuk itu Abah, Ummi!. Menurut saya, sebaiknya malam ini semua kegiatan kita liburkan. Selain para santri senior, seluruh santri jangan ada yang keluar dari asrama, terutama santri putri.'' ujar Alan mengusulkan.


'' Betul itu nak Alan, Abah juga sependapat denganmu. Bagaimana denganmu Zul?'' tanya Abah.


'' Iya Abah, saya juga sependapat. Karena selain untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, juga kita akan mudah dalam mengatur strategi dalam menghadapi Deddy dan orang-orangnya. Dan nanti, harus ada juga yang menjaga pintu gerbang asrama putri, agar jangan sampai ada yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.'' ujar Zul.


'' Benar kang zul, terkadang memang ada saja orang yang seperti itu. Makanya, kita juga harus semakin meningkatkan kewaspadaan dari hal-hal yang diluar perkiraan kita.'' ujar Alan menimpali.


'' Baiklah kalau begitu!. Mengingat waktu yang tak banyak, sekarang kita akan berbagi tugas. Abah akan mempersiapkan bekal untuk para santri senior, Ummi menghubungi pemimpin asrama putri untuk menyampaikan hal ini, kemudian nak Alan dan Zul, menyampaikan ini kepada para santri senior putra, dan sekaligus menyusun strategi untuk menghadapi Deddy nanti.'' ucap Abah kepada Ummi, Zul dan Alan.


Setelah semuanya sepakat untuk berbagi tugas, dan mengerti apa yang harus dilakukan oleh masing-masing, akhirnya merekapun segera keluar dari ruangan itu. Ummi pergi menemui Naila dan neng Geulis selaku pemimpin asrama putri, dan menyampaikan apa yang sudah di pesankan oleh Abah. Sementara Abah masuk kedalam kamarnya, untuk melakukan dzikir guna membekali para santrinya dengan ilmu kebal senjata.


Di pesantren ini, diajarkan ilmu kesenian bela diri bagi para santri. Dan untuk puncaknya, mereka akan diberikan ijazah ilmu kebal senjata. Namun, Abah tidak asal mengijazahkan ilmu tersebut. Selain harus sudah mencapai tingkat master, mereka juga harus orang yang bisa menjaga amanah, karena dikhawatirkan nanti akan disalah gunakan. Namun, berhubung saat ini dalam kondisi darurat, maka Abah pun harus memberikan ini kepada mereka. Akan tetapi, yang Abah berikan kali ini sifatnya hanya sementara, dan bukan yang permanen. Sehingga hanya berlaku untuk sementara waktu saja.

__ADS_1


Sementara itu. Zul dan Alan setelah mereka keluar dari kediaman Abah, mereka segera menghubungi teman-temannya. Lalu membagi tugas untuk menyampaikan kepada seluruh santri senior, agar mereka berkumpul di Aula setelah sholat ashar nanti. Sedangkan Alan dan Zul sendiri, mereka berdiskusi mengenai strategi untuk malam nanti.


...****************...


__ADS_2