
Sesampainya di hotel Puri Kusuma, Fadil, Ulil, dan juga Tiara segera turun dari mobil. Namun Fadil meminta Ulil, untuk menunggu diluar hotel. Sementara dia dan Tiara, segera masuk kedalam hotel.
Seorang penjaga keamanan segera menghampiri Fadil. Karena dia tidak mengetahui kalau Fadil adalah pemilik hotel tersebut, dia lalu meminta Fadil untuk menunjukkan kartu identitas dan menanyakan apa keperluannya.
'' Maaf tuan, apa ada yang bisa saya bantu.'' tanya penjaga keamanan tersebut.
'' Saya mau bertemu dengan manajer hotel ini. Bisa minta tolong untuk memanggil manajer anda!'' pinta Fadil.
'' Apa tuan sudah membuat janji dengan pak Rio?'' tanya penjaga keamanan tersebut.
'' Belum pak.'' jawab Fadil singkat.
'' Emm.. sebentar tuan! silahkan tuan dan nona duduk menunggu disana.'' ujar penjaga keamanan tersebut.
Penjaga keamanan itu lalu pergi meninggalkan Fadil dan Tiara. Tak berapa lama kemudian, dia sudah kembali bersama seseorang, namun bukan sang manajer, melainkan kepala penjaga keamanan hotel tersebut.
'' Maaf tuan! apa anda yang tadi ingin bertemu dengan manajer kami?'' tanya kepala keamanan tersebut.
'' Benar pak! Apa saya bisa bertemu dengannya?'' tanya Fadil.
'' Maaf tuan! Pak Rio sedang sibuk. Kalau anda belum ada janji bertemu dengannya, lebih baik besok saja tuan kembali lagi. Nanti saya sampaikan sama pak Rio.''
'' Oh iya ngomong-ngomong! apa keperluan anda dengan pak Rio?'' lanjut kepala keamanan itu bertanya kepada Fadil.
'' Begini pak! saya tidak bisa kalau harus kembali besok. Dan keperluan saya sama manajer anda yaitu, ada salah satu teman saya yang tadinya bekerja disini. Namun, karena dia ada sedikit hambatan, maka dia jadi terlambat untuk datang dan bekerja di sini. Untuk itu, saya ingin meminta agar teman saya tersebut, bisa diterima kembali bekerja disini.'' ujar Fadil menjelaskan.
'' Wah.. kalau itu sih sulit tuan! pihak hotel ini tidak bisa sembarangan menerima pekerja yang tidak disiplin. Kecuali...'' ujar kepala keamanan tersebut memberi isyarat kepada Fadil.
'' Maaf pak! setahu saya, bukanya hotel ini tidak memperbolehkan adanya suap menyuap dalam menerima karyawan?'' tanya Fadil sedikit tidak senang.
Memang, dalam hal kedisiplinan. Arya Wijaya selalu menekankan hal ini kepada seluruh karyawan yang ada diseluruh perusahaan miliknya. Namun, dia tidak pernah memperbolehkan adanya suap menyuap, terjadi didalam perusahaan miliknya.
Dalam menerima karyawan dan juga memberikan jabatan, semuanya dilakukan melalui seleksi berdasarkan kemampuan dari tiap personilnya. Sehingga setiap karyawan hotel ini, benar-benar ahli dalam bidangnya masing-masing.
'' Sst..tuan, jangan keras-keras! Nanti bisa didengar oleh yang lain, kalau ada yang melaporkan dan pemilik hotel ini tahu! bisa-bisa, saya dipecat tuan.'' ujarnya.
'' Jadi, bapak yang melakukan praktek ini?'' tanya Fadil menyelidik.
'' Bukan tuan! saya mana berani. Sudah diterima kerja di hotel ini saja, saya sudah sangat bersyukur.'' ujarnya.
'' Lalu, siapa yang melakukannya? dan kenapa bapak juga tidak melaporkan hal ini kepada pemilik hotel?'' ujar Fadil.
'' Maaf tuan! ini ide pak Rio. Saya juga tidak berani melakukan apapun. Saya takut dengan pak Rio.'' bisiknya.
'' Sejak kapan hal ini dilakukan?'' tanya Fadil, terus menginterogasi kepala keamanan tersebut.
'' Sejak pak Rio dipindahkan dan menjadi manajer disini tuan!''
__ADS_1
'' Emangnya, manajer yang dulu kemana?''
'' Oh.. Pak Edy, sekarang dia dipindahkan ke Atlantis Hotel Internasional beberapa bulan yang lalu tuan.'' jawabnya.
Atlantis Hotel Internasional adalah hotel terbesar dan termewah yang ada di kota Jakarta. Beberapa cabangnya juga tersebar diseluruh kota-kota besar di seluruh Indonesia. Bahkan, ada juga yang berada diluar negeri. Hotel ini merupakan hotel gabungan dari beberapa pengusaha dan juga teman-teman Arya Wijaya. Namun, tentu saja pemilik saham terbesar yaitu 70 persennya adalah milik Arya Wijaya.
Sementara hotel Puri Kusuma, merupakan hotel asli milik keluarga Arya Wijaya. Meskipun tidak seperti Atlantis Hotel Internasional, namun hotel ini juga termasuk hotel yang cukup terkenal dan banyak diminati oleh para orang kaya, terutama para anak-anak orang kaya yang akan melangsungkan pernikahan mereka.
Karena letak dan penataan ruang, baik indoor maupun outdoor, serta fasilitasnya yang sangat mendukung untuk pesta pernikahan maupun yang lainnya, maka hotel ini selalu jadi pilihan orang-orang kaya tersebut.
Pada saat Fadil sedang berbicara dengan kepala keamanan tersebut, diluar hotel terjadi sedikit insiden. Seorang pemuda yang sedang mabuk, tengah bersitegang dengan para penjaga keamanan, hingga mengakibatkan terjadinya perkelahian diantara mereka. Dan salah satunya adalah penjaga keamanan yang tadi berbicara dengan Fadil.
'' Pak kepala, pak kepala maaf pak! Diluar ada beberapa orang yang sedang membuat onar. Diantara mereka ada sedang mabuk dan memaksa ingin masuk kedalam hotel. Kami sudah mencoba untuk menahan mereka, tapi salah satunya bilang dia adalah keponakan pak Rio.'' ucap seorang penjaga keamanan yang datang dengan tergopoh-gopoh.
Mendengar hal tersebut, kepala keamanan segera keluar untuk melihat situasi disana. Fadil, Tiara, dan juga beberapa pengunjung hotel, mereka juga ikut keluar dan menyaksikan kejadian tersebut. Ulil yang sedang berada diluar hotel, dia hanya bisa diam menyaksikan perkelahian antara penjaga keamanan dan beberapa orang anak buah keponakan sang manajer.
Sebenarnya, Ulil ingin ikut membantu para penjaga keamanan itu, namun karena dia tidak punya wewenang dan tidak ada perintah dari pihak hotel, dia hanya bisa diam dan menyaksikan perkelahian itu.
'' Hentikan! kalian semua, aku bilang hentikan!'' teriak kepala penjaga keamanan tersebut kepada mereka.
'' Hey, siapa kamu? berani-beraninya berteriak kepada kami.'' ujar keponakan Rio.
'' Ayo semua! hajar habis para penjaga tidak berguna ini!'' teriaknya memberi perintah kepada anak buahnya.
Mendengar perintah bosnya, mereka kembali menyerang para penjaga keamanan itu. Bahkan, beberapa orang temannya yang masih berada didalam mobil, juga ikut turun dan ikut menyerang. Belasan penjaga keamanan hotel tersebut, juga ikut turun membantu rekan-rekan mereka.
'' Panggil pak Rio cepat!'' serunya kepada salah satu bawahannya.
Melihat ada yang akan kabur, anak buah keponakan Rio segera menghadangnya. Bahkan dia menghunus sebuah belati dari balik pakaiannya. Selain sebagian mereka sedang dalam keadaan mabuk, mereka juga belum puas melampiaskan kekesalan mereka karena tidak diperbolehkan masuk oleh para penjaga keamanan tadi.
Fadil yang melihat anak buah keponakan Rio akan menusukkan belati kepada penjaga keamanan tersebut, dia segera mengambil batu dan melemparkannya kearah tangan orang yang memegang belati tersebut.
'' Wush.. Duk, klotak!''
Belati tersebut langsung terjatuh, manakala batu yang dilempar oleh Fadil mengenai pergelangan tangannya. Anak buah keponakan Rio itu segera berteriak kesakitan.
'' Auww.'' teriaknya lalu meringkuk kesakitan, sambil memegangi pergelangan tangannya.
'' Lil, bantu mereka!'' perintah Fadil kepada Ulil.
Mendengar perintah dari Fadil, Ulil tiba-tiba tergerak hatinya. Dia segera melompat ke arena perkelahian, dan segera membantu para penjaga keamanan itu. Ulil yang memang pandai beladiri, dan aktif berlatih dalam setiap waktu senggangnya, Dia langsung melumpuhkan beberapa anak buah keponakan Rio begitu dia turun disana.
Melihat ada seseorang yang berhasil menjatuhkan anak buahnya, keponakan Rio langsung memerintahkan yang lain agar mengepung dan menjatuhkan Ulil.
Empat orang anak buah keponakan Rio, langsung mengepung dan menyerang Ulil. Namun, meskipun dikeroyok oleh empat orang, Ulil ternyata tidak merasa kesulitan dalam menghadapi mereka. Satu persatu, merekapun jatuh tersungkur oleh bogem mentah dari Ulil.
Melihat hal tersebut, keponakan Rio bertambah emosi. Dia bersama enam orang yang tersisa yang masih mampu berdiri, segera mengepung dan menyerang Ulil. Namun, lagi-lagi Ulil dengan lincahnya menghindari serangan-serangan mereka.
__ADS_1
Bahkan, beberapa bogem mentah dan tendangan Ulil mulai mendarat di tubuh dan muka mereka. Sudah tiga orang yang tersungkur dan meringis kesakitan akibat pukulan dan tendangan Ulil. Para penjaga keamanan dan beberapa pengunjung hotel tersebut, termasuk dengan kepala penjaga keamanan itu, mereka begitu kagum dengan kemampuan beladiri Ulil.
'' Dor..Dor..''
Terdengar dua kali suara tembakan. Semua orang terkejut, lalu melihat kearah sumber suara itu. Terlihat Rio sedang memegang pistol dan mengarahkan pistol itu keatas. Sejenak, pertarungan itupun terhenti.
Namun, saat melihat bahwa yang ada disana adalah Rio pamannya, keponakan Rio malah kembali menyerang Ulil dengan menggunakan belati yang dia ambil dari anak buahnya. Refleks Ulil segera menghindar. Lalu dengan sedikit kesal, diapun dengan cepat memukul lengan keponakan Rio, sehingga pisau belati yang ada ditangannya terjatuh.
Saat keponakan Rio ingin mengambil kembali pisau tersebut, Ulil langsung menendangnya sehingga diapun terjatuh. Ulil lalu menghadiahi beberapa bogem mentah diwajahnya, saat dia ingin bangkit dan menyerang lagi.
'' Nih, rasakan! berani beraninya mau main curang.'' ujar Ulil, sambil mendaratkan pukulan ke wajah keponakan Rio dengan kesalnya.
Melihat keponakannya dihajar habis-habisan oleh Ulil, Rio mengarahkan moncong pistolnya kearah Ulil. Tanpa berpikir panjang, dia lalu melepaskan tembakan itu kearah Ulil yang sedang memukuli keponakannya.
'' Dor..''
Fadil yang berada tak jauh dari Rio, dia dengan cepat menyambar tangan Rio. Sehingga, moncong pistol yang tadi mengarah kepada Ulil, jadi berubah arah keatas.
'' Kamu.. Plak!''
Satu tamparan mendarat di pipi Rio, sehingga dia tidak sempat melanjutkan kata-katanya.
'' Berani-ber... plak plak!'' kini dua tamparan Fadil, mendarat dikedua pipi Rio, saat Rio melotot dan ingin berkata kepada Fadil.
'' Kurang aj.. plak plak, plaak!'' Rio kembali melotot dan kali ini, dia berkata sambil mengarahkan moncong pistol itu kepada Fadil. Namun kali ini Fadil menambah jumlah tamparannya. Dan tamparan yang terakhir ini sepertinya cukup keras.
'' Masih mau lagi?'' tanya Fadil, sambil mendekati Rio yang terhuyung-huyung akibat tamparan Fadil tadi.
Fadil juga sempat merampas pistol yang ada ditangan Rio. Rio sangat terkejut. Dia tidak tahu, kapan pistol itu terlepas dari tangannya, dan juga tiba-tiba sudah berada ditangan Fadil.
'' Siapa kamu? berani sekali kamu lakukan itu padaku!'' ucap Rio kepada Fadil, sambil mundur beberapa langkah.
Rio sebenarnya sangat marah. Namun setelah beberapa kali mendapat tamparan dari Fadil, ditambah lagi pistol miliknya kini berada ditangan Fadil. Kini dia hanya bisa bertanya, sambil matanya terus mengawasi kalau-kalau Fadil akan menembak dirinya dengan pistol tersebut.
'' Tidak penting kamu tahu siapa aku. Tapi, sebagai seorang manajer di hotel ini, harusnya kamu bisa berbuat yang benar, dan bukan malah sebaliknya.'' ujar Fadil sambil memain-mainkan pistol yang ada ditangannya.
'' Penjaga, tangkap orang ini! kalian jangan diam saja!'' teriak Rio kepada para penjaga keamanan.
Pada saat terdengar suara tembakan yang terakhir tadi, Ulil yang tadi sedang memberikan pelajaran kepada keponakan Rio, dia segera menghentikan aksinya. Dia kemudian melihat kearah suara tembakan tersebut, dan menemukan Fadil sedang menampari sang manajer hotel tersebut. Dia kemudian pergi menghampiri Fadil, saat sang manajer tersebut berteriak kepada para penjaga keamanan itu.
Tiara yang masih terkejut karena mendengar suara tembakan tadi, dia hanya diam dan menutupi kedua telinganya. Namun, setelah menyadari kalau Fadil tidak berada disebelahnya, diapun segera berlari mendekati Fadil yang sedang berbicara dengan manajer hotel itu.
'' A Fadil, jangan berbuat yang tidak-tidak A. Tiara takut, nanti A Fadil kenapa-napa.'' ujar Tiara saat sudah berada disisi Fadil.
'' Tenanglah Tiara! aku tahu apa yang harus aku lakukan. Kamu gak usah khawatir!'' jawab Fadil mencoba menenangkan Tiara.
...****************...
__ADS_1
.