Kisah Dari Langit

Kisah Dari Langit
Menuju ke Pesantren


__ADS_3

Mendengar Tiara berkata seperti itu, Fadil merasa terkejut. Awalnya dia memang cuma iseng menggoda Tiara. Namun, sepertinya Tiara terlalu terbawa perasaan. Wajah Tiara terlihat murung, bahkan matanya mulai berkaca-kaca.


'' Eleh eleh, bidadariku ngambek rupanya. Kamu cembukur ya?'' ucap Fadil mencoba menghibur Tiara.


Fadil lalu mencolek bahu Tiara yang sedang memalingkan wajahnya dari Fadil. Tiara hanya diam. Hingga berkali-kali Fadil mencolek bahu Tiara, namun Tiara tetap diam dan enggan untuk menoleh kearah Fadil.


'' Tiara, kamu marah ya? kok diam aja! Liat aku sayangku, emm cintaku, dan manisku, dan pujaan hatiku juga, serta bidadariku yang paling ayu tapi lucu,'' rayu Fadil, namun cara dia mengucapkan kata-kata tersebut terlihat sangat kaku.


Fadil mencoba membujuk dan merayu Tiara, agar dia tidak lagi merajuk dan mau menoleh kearahnya. Namun, karena dia tidak biasa merayu wanita, dia terlihat sangat kaku. Hal itu membuat Tiara merasa geli didalam hatinya. Akan tetapi, Tiara yang terlanjur merajuk, dia tetap diam dan tidak merespon Fadil yang sedang berusaha membujuknya.


Fadil lalu menoleh kebelakang. Secara kebetulan dari arah belakang tersebut, sepasang suami istri sedang berboncengan menaiki sepeda motor dan berhenti tak jauh didepan mobil Fadil.


'' Tiara, lihat itu! bukannya itu ayah dan ibumu? ngapain ya mereka ada disini?'' ujar Fadil mencoba mengalihkan pandangan Tiara.


Reflek, Tiara segera menoleh kearah yang ditunjukkan oleh Fadil. Dari belakang, postur keduanya serta pakaian mereka, memang mirip seperti ayah dan ibu Tiara. Bahkan, motor yang mereka kendarai pun, memang seperti motor milik ayah Tiara. Namun saat keduanya berbalik dan melepaskan helm mereka, Fadil jadi terkekeh. Tiara juga ikut tersenyum. Ternyata, sepasang suami istri tersebut bukan hanya orang lain, tapi mereka juga sudah sangat tua.


Melihat kalau Tiara sudah mau menoleh dan tersenyum, Fadil lalu berhenti tertawa. Dia lalu menatap Tiara, dan juga tersenyum manis kepadanya. Ditatap oleh Fadil seperti itu, Tiara jadi salah tingkah. Dia jadi lupa kalau tadi sedang merajuk.


'' Ngapain liat-liat?'' ujar Tiara sedikit garang, mencoba menutupi salah tingkahnya akibat ditatap oleh Fadil seperti itu.


'' Nggak papa. Aku cuman pengen melihat senyum manis bidadariku yang cantik ini.'' ujarnya sambil terus menatap Tiara.


'' Bukanya tadi bilang mau cari yang lain.'' ucapnya masih agak sewot.


Fadil tersenyum mendengar kata-kata Tiara. Dia menarik nafas panjang dan lalu berkata:


'' Siapaa lagi yang bilang mau cari yang lain? orang aku tadi cuma mau bilang, mau cari waktu lain saat kamu sudah pengen nikah sama aku. Kamu aja yang baper.'' jawab Fadil.


'' Elleh bo,ong.'' ucap Tiara.


'' Kamu gak percaya, kalau aku beneran cuma pengen nikah sama kamu?'' tanya Fadil.


'' Apa buktinya kalau A Fadil tidak ingin menikahi wanita lain selain Tiara?'' Tiara balik bertanya.


'' Kamu mau bukti?'' tanya Fadil lagi, dan dibalas anggukan oleh Tiara.


'' Baiklah kalau kamu mau bukti!''


Setelah berkata seperti itu, Fadil lalu menggeser duduknya. Perlahan, dia mencondongkan tubuhnya mendekati Tiara. Melihat Fadil yang semakin mencondongkan tubuh kearahnya, jantung Tiara menjadi berdegup kencang. Dia tidak tahu apa yang akan dilakukan Fadil kepadanya. Namun, saat tubuh Fadil mulai mendekati dirinya, Tiara lalu mendorong tubuh Fadil dengan kedua tangannya.


'' A Fadil! A Fadil mau ngapain sih A. Kita belum menikah, itu dosa tau!'' ujarnya sambil terus menahan tubuh Fadil.


Namun Fadil tidak menghiraukan ucapan Tiara. Dia terus mencondongkan tubuhnya tersebut. Karena tidak mampu lagi menahan tekanan dari tubuh Fadil, Tiara hanya bisa pasrah. Dia cuma bisa membiarkan Fadil, yang terus mencondongkan tubuhnya tersebut.


Saat wajah Fadil mulai dekat dengan wajahnya, jantung Tiara semakin cepat berdetak. Nafasnya juga mulai tidak teratur. Tiara lalu memalingkan wajahnya juga memejamkan kedua matanya dan menunggu entah apa yang akan terjadi. Namun, saat Fadil sudah begitu dekat dengannya, Fadil lalu melewati Tiara dan meraih pegangan pintu mobil dan membenahi pintu tersebut.

__ADS_1


Rupanya, saat masuk kedalam mobil tadi, Tiara masih tidak menutup pintu tersebut dengan benar. Lampu peringatan yang ada dalam layar monitor mobil tersebut berkedip, disaat Fadil menghidupkan mesin mobil dan membenahi duduknya bersiap pergi dari tempat itu.


'' Tiara, kamu kenapa Tiara? kok sampai ngos-ngosan kayak gitu?'' tanya Fadil yang sudah kembali di posisi duduknya, lalu menepuk-nepuk pipi Tiara yang sudah berwarna kemerahan.


Tadinya, Tiara mengira Fadil akan menciumnya. Oleh sebab itu, saat dia sudah tidak bisa lagi menahan tubuh Fadil yang semakin dekat dengannya, dia sudah pasrah jikapun Fadil benar-benar akan menciumnya. Namun, setelah menunggu beberapa saat, Fadil juga tidak melakukan apa-apa. Tiara malah terkejut ketika Fadil menepuk-nepuk pipinya.


Saat Fadil bertanya kepadanya, Tiara lalu membuka matanya dan menoleh kearah Fadil. Mukanya juga semakin memerah karena malu. Dia kini benar-benar salah tingkah saat mendengar pertanyaan dari Fadil tersebut.


'' Emm.. A Fadil tadi mau ngapain?'' tanya Tiara sambil menundukkan wajahnya.


'' Mau benerin pintu! Kamu tadi nutupnya kurang pas sih.. Makanya aku benerin lagi.'' jawab Fadil.


'' Emang, kamu pikir aku mau ngapain? sampai bilang kita belum menikah dan dosa segala. Emangnya, nutup pintu itu dosa apa?'' tanya Fadil pura-pura tidak mengerti apa yang ada dalam pikiran Tiara tadi.


'' Ya bukan begitu A. Tiara pikir, tadi A Fadil mau itu!'' ucap Tiara tidak berani mengucapkan maksudnya.


'' Itu apa?'' tanya Fadil.


'' Yaa itu!'' jawab Tiara tapi masih tidak berani mengucapkannya.


'' Oh..itu! Pantes aja napas kamu sampai nggak karuan kayak gitu! jadi kamu pikir aku mau anu!'' ujar Fadil terkekeh.


'' Iih.. A Fadil ngeres ah!''


'' Lah.. Bukannya kamu yang ngeres? orang mau nutup pintu, malah dikira mau anu!'' ujar Fadil makin terkekeh.


'' Nah.., itu bukti kalau aku sangat mencintai kamu dan hanya ingin menikah denganmu.'' ujar Fadil.


Tiara tidak paham apa yang dimaksud oleh Fadil. Diapun lantas bertanya dan meminta penjelasan dari Fadil, akan maksud dari kata-katanya tersebut.


'' Maksud A Fadil?'' tanya Tiara.


'' Tiara. Kamu tadi nutup pintunya tidak pas. Kalau aku gak benerin lagi, terus langsung jalan dan terjadi kenapa-napa sama kamu, kita kan bisa tidak jadi menikah!'' ujar Fadil menjelaskan.


Tiara baru paham akan maksud dari kata-kata Fadil tersebut, setelah Fadil menjelaskan. Namun, pada saat wajah keduanya saling berdekatan, baik Fadil maupun Tiara, keduanya merasakan debaran hati yang sama.


Sebagai manusia yang normal, keduanya tentu memiliki hasrat antara satu dengan yang lainnya. Akan tetapi, sebelum nafsu itu menguasai diri Fadil, dia kembali teringat akan pesan ibunya agar selalu menjaga kesucian diri dan orang lain.


'' Yuk kita jalan lagi! pakai dulu sabuk pengamannya, biar aman.'' ujar Fadil mengingatkan Tiara.


Setelah berkata seperti itu, Fadil kemudian membawa mobilnya meninggalkan tempat tersebut. Namun, baru beberapa puluh meter mobil itu meninggalkan tempat itu, ponsel Fadil berdering. Terlihat kalau Sintya yang menghubunginya melalui VC.


'' Tiara mama nelpon. Tolong kamu yang angkat ya! soalnya aku lagi nyetir nih.'' pinta Fadil.


Tiara segera menerima ponsel Fadil. Dia lalu mengangkat panggilan dari Sintya tersebut.

__ADS_1


'' Assalamualaikum ma, maaf ini Tiara yang angkat. Soalnya A Fadil lagi nyetir dan dia minta Tiara yang angkat.'' sapa Tiara sambil mengarahkan kamera ponsel kearah Fadil.


'' Wa'alaikumsalaam warahmatullaah, Tiara, Fadil, kalian tidak kenapa-kenapa kan? mama dapat laporan, kalau tadi ada kejadian dihotel.'' Sintya terlihat merasa khawatir.


'' Kami baik-baik saja kok ma. Memang tadi ada sedikit insiden dihotel, tapi semuanya sudah terkendali. Disana juga ada pak Alex yang mengurus semuanya.'' Fadil ikut menjawab.


'' Syukurlah kalau begitu. Mama tadi benar-benar khawatir kalau terjadi apa-apa sama kalian. Sekarang kalian ada dimana?'' tanya Sintya.


'' Kami lagi dijalan ma. Barusan A Fadil ngajakin shopping, sekalian cari kado buat kang Zul dan mbak Naila.'' jawab Tiara.


'' Sekarang kalian mau kemana?'' tanya Sintya.


Karena Tiara tidak tahu Fadil akan membawa mobilnya kemana, akhirnya Tiara mengarahkan kamera ponsel itu kepada Fadil dan tidak menjawab pertanyaan Sintya.


'' A kata mama, kita mau kemana?'' ujar Tiara kepada Fadil.


'' Tadinya kita mau kekantor papa dan mama buat pamitan, tapi berhubung sekarang udah siang, kita mau balik aja ma sekalian bersiap pergi ke pesantren.''


'' Oh ya udah, kalian hati-hati ya! Insyaallah besok papa dan mama nyusul kesana. Assalamualaikum..''


'' Iya ma, wa'alaikumsalaam warahmatullah..'' jawab Fadil dan Tiara, lalu panggilan itupun terputus.


Usai menjawab panggilan telepon dari Sintya, Fadil lalu membawa mobilnya kembali kerumah Sintya. Sesampainya disana, dia segera menyiapkan beberapa perlengkapan yang dia butuhkan selama disana.


Meskipun dia dan Tiara tidak akan lama disana, namun beberapa dokumen proyek yang ada disana masih berada dirumah, dan ditinggalkan oleh Alan saat sebelum dia ke Baturaja. Mereka juga sempat membersihkan diri dan berganti pakaian terlebih dahulu.


Karena hari sudah cukup siang dan nanti harus melaksanakan sholat selama diperjalanan, maka dari itu mereka menyempatkan diri untuk mandi terlebih dahulu, agar tidak repot selama diperjalanan.


Tidak berapa lama kemudian, Fadil dan Tiara sudah berada didalam mobilnya. Setelah berpamitan kepada mbok Inah dan penjaga keamanan rumah tersebut, Fadil lalu membawa mobilnya keluar dari sana dan langsung menuju pesantren yang ada di kota Kuningan Jawa Barat.


...----------------...


Sementara itu, di kota Kuningan di pesantren tempat Abah Ubaid. Para santri baik laki-laki maupun perempuan, mereka sedang sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk pernikahan Zulkifli dan Naila.


Di kediaman Abah, Zul, Abah, Ummi dan juga putrinya Naila, sedang berbincang-bincang mengenai persiapan pernikahan Zul dan Naila besok pagi. Sementara itu, kedua orang tua Zul dan juga adik-adiknya sedang berada di asrama khusus tamu yang tidak jauh dari kediaman Abah.


'' Zul, ngomong-ngomong! kok nak Fadil masih belum datang juga. Sebenarnya mereka jadi nggak mau datang kemari?'' tanya Abah kepada Zul, disela-sela pembicaraan mereka.


Abah, Ummi, dan juga Naila sudah mengetahui dari Zul. Kalau sekarang, Alan sudah pergi dan jasadnya digunakan oleh Fadil. Atas ijin dari Fadil, Zul menceritakan segala hal mengenai yang terjadi pada diri Alan dan Fadil.


Zul juga menceritakan, kalau Fadil yang sekarang berada didalam tubuh Alan, sudah benar-benar dianggap sebagai anak sendiri oleh keluarga Alan. Bahkan dia juga menceritakan, kalau sebenarnya Tiara, santri perempuan yang merupakan teman dari Naila, adalah kekasih dari Fadil yang sekarang berada didalam tubuh Alan. Dan tak lama lagi, mereka juga akan menikah.


Berdasarkan apa yang diketahuinya dari Fadil, dan juga saat dia masih bersama Alan di hari pertukaran nyawa keduanya, Zul juga menceritakan awal sebab kejadian yang menimpa keduanya.


Abah, Ummi, juga Naila, mereka sangat terharu mendengar kisah mereka saat Zul menceritakannya. Abah dan juga Ummi, ikut prihatin atas kejadian yang menimpa diri Fadil dan juga Alan. Namun, mereka juga tidak menyangka, kalau ternyata dibalik takdir keduanya tersebut, merupakan sebuah keajaiban yang hanya bisa terjadi atas ijin dan kehendak dari Allah SWT.

__ADS_1


'' Maaf Abah, tadi pagi saya dapat pesan singkat dari kang Fadil, saat ini kang Fadil dan mbak Tiara sedang ada di Jakarta. Dan Insyaallah, katanya hari ini juga mereka akan datang kemari. Mungkin, mereka sekarang lagi di jalan Bah..'' jawab Zulkifli.


__ADS_2