
Setelah berkendara selama hampir dua jam, Alan akhirnya sampai di daerah Tangerang Banten setelah berkutat dengan kemacetan jalanan ibukota. Meskipun sudah menggunakan jalur bebas hambatan, namun kenyataannya kemacetan tidak bisa dihindari. Dia kemudian berhenti di rest area di daerah itu, mencari masjid ataupun musholla terdekat untuk melaksanakan sholat Maghrib bersama Zul. Usai sholat Maghrib, mereka lalu mencari rumah makan dan mengisi perut mereka. Alan tidak ingin terburu-buru. Maka dari itu, usai santap malam dia tidak langsung melanjutkan perjalanannya, melainkan bersantai bersama Zul, sambil menunggu waktu Isya. Barulah setelah melaksanakan sholat Isya, diapun melanjutkan perjalanannya menuju pelabuhan merak Banten.
Pada saat mobil yang dikendarai oleh Alan keluar dari dermaga Bakauheni, waktu sudah menunjukkan pukul 01.00 dini hari WIB, setelah melakukan penyebrangan selama dua jam dari pelabuhan Merak Banten. Dia kemudian mengisi bahan bakar di SPBU yang ada disana, sebelum memasuki pintu gerbang tol trans lintas sumatera yang berada tak jauh dari tempat itu. Setelah mengisi full bahan bakar mobilnya, Alan kemudian memarkirkan mobilnya didepan mini market yang ada di area SPBU itu. Dia kemudian turun untuk membeli beberapa bungkus rokok dan minuman serta makanan ringan untuk diperjalanan.
Pada saat Alan turun dari mobil, Zul yang tidak ikut turun tanpa sengaja melihat kearah pintu keluar SPBU tersebut. Samar-samar, dia melihat sosok pemuda yang tidak asing baginya. Karena penasaran, diapun segera turun dan menghampiri pemuda yang sedang sibuk menghentikan mobil bus disana.
'' Assalamualaikum... kang Roshan!'' teriak Zul begitu gembira setelah melihat dengan jelas siapa pemuda itu.
'' Wa'alaikumsalaam warahmatullah.. kang Zul!. MasyaAllah... kok kita bisa ketemu disini ya?'' ucap pemuda itu yang ternyata adalah Roshan, teman akrab Zul yang sekaligus kepala asrama putra sebelum digantikan oleh Zul, karena harus pulang kampung.
'' Lama kita gak ketemu, bagaimana kabarnya kang?'' tanya Zul kepada Roshan.
'' Alhamdulillah kang Zul, seperti yang Antum lihat. Oh ya! kang Zul masih di pesantren kan?, bagaimana kabar Abah, Ummi, dan semuanya?'' tanya Roshan.
'' Alhamdulillah kang, semuanya baik-baik saja. Sejak pak Lurah dan biang kerok itu tiada, kini situasi dan kondisi seluruh yang ada di pesantren dalam keadaan yang terbaik.'' ucap Zul.
'' Syukur Alhamdulillah kalau begitu kang, saya ikut merasa bahagia. Oh iya, ngomong-ngomong apakah pak Lurah dan anaknya itu sudah tobat, sehingga semuanya jadi baik-baik saja?'' tanya Roshan penasaran.
Zul lalu menceritakan secara singkat tentang kedatangan Alan, hingga peristiwa keributan yang menyebabkan kematian Lurah dan anaknya, serta kerjasama pihak pesantren dengan perusahaan milik keluarga Alan. Roshan yang mendengarkan cerita Zul, merasa terharu atas segala yang terjadi setelah dia tidak lagi disana.
'' Eh iya. Ngomong-ngomong, apa yang lagi kang Roshan lakukan disini?'' tanya Zul setelah menyadari keberadaan Roshan di tempat ini.
'' Oh.. Begini ceritanya kang Zul. Sejak pulang dari pesantren, saya ikut paman saya jadi kondektur bus Lintas Sumatera. Maklum..Orang tua saya petani, sementara saya tidak berbakat untuk bertani. Bakat saya kan! di bidang automotif. Jadi sementara ini, saya ikut paman dulu untuk mencari pengalaman dan sekaligus ngumpulin modal buat buka usaha bengkel.'' ujar Roshan.
'' Cuman, baru saja kami dapat ujian, Velg mobil kami pecah. Tapi Alhamdulillah, tidak sampai terjadi apa-apa. Hanya saja, kami tidak bisa melanjutkan perjalanan, sampai pihak perusahaan mengirimkan suku cadang untuk mobil kami. Maka dari itu, sekarang saya sedang memindahkan para penumpang ke mobil-mobil lain yang sesuai dengan tujuan para penumpang tersebut.'' sambung Roshan menjelaskan apa yang terjadi.
'' Apa semuanya sudah dipindahkan?'' tanya Zul.
'' Belum kang, masih ada 2 orang lagi, yang satu bapak-bapak dan yang satu seorang gadis. Sepertinya mereka ayah dan anak.'' jawab Roshan.
'' Sudah dari tadi saya cari mobil untuk mereka, tapi semua pada penuh. Tadi juga ada beberapa mobil travel yang sempat menawarkan tumpangan, tapi selain harganya yang tidak cocok, saya juga khawatir dengan keselamatan mereka. Tahu sendiri kan kang Zul, sekarang ini banyak pelaku kejahatan yang suka berkedok ini itu. Apalagi penumpang itu seorang gadis, saya tidak tega kang. Saya sebenarnya merasa kasian sama penumpang itu, mana sekarang sudah malam, dan keliatannya mereka capek banget.'' lanjutnya.
'' Eh iya! ngomong-ngomong, kang Zul sendiri sedang apa? kok malam-malam begini ada disini?'' tanya Roshan menyelidik.
'' Oh..Ana juga sebenarnya lagi dalam perjalanan pulang kang! ana sudah lama tidak pulang kampung. Untuk itu, liburan kali ini ana pulang dulu, ana pengen ketemu dengan orang tua ana.'' jawab Zul.
'' Kang Zul naik apa? bis juga?'' tanya Roshan lagi.
'' Enggak kang, ini kebetulan kang Alan yang tadi ana ceritakan, akan pergi ketempat pamannya. Jadi ana nebeng ikut mobilnya.'' ujar Zul.
'' Eh kang! ngomong-ngomong, kemana tujuan penumpang Antum itu kang? siapa tahu masih searah dengan kami. Nanti ana minta tolong sama kang Alan untuk ikut membawanya.'' ujar Zul menawarkan.
__ADS_1
'' Emm sebentar kang.'' Roshan kembali memeriksa tiket dari kedua penumpangnya.
'' Lah.. ini, kalau saya tidak salah ingat. Kang Zul ini pulangnya ke Baturaja kan? ternyata tujuan mereka juga tidak jauh dengan kang Zul. Mereka turun di simpang Batumarta.'' ujar Roshan setelah memeriksa tiket tersebut.
'' Wah.. ini kebetulan sekali kang. Ya sudah kalau begitu, mari kita temui kang Alan, sekaligus ana kenalkan antum kepada orang yang telah membantu pesantren kita itu.'' ajak Zul kepada Roshan.
Mereka kemudian berjalan menuju mobil Alan, yang masih terparkir didepan mini market itu. Saat keduanya sampai didepan mobil milik Alan, Alan baru saja keluar dari mini market tersebut.
'' Assalamualaikum..'' sapa Roshan saat Alan sudah berada didepannya.
'' Wa'alaikumsalaam..'' jawab Alan menyambut uluran tangan Roshan yang mengajaknya bersalaman.
'' Kang Alan perkenalkan, ini sohib ana kang Roshan. Dia santrinya Abah di pesantren kita yang pernah ana ceritakan tempo hari. Kang Roshan, ini kang Alan. Santri barunya Abah yang sudah banyak membantu mengatasi persoalan-persoalan di pesantren.'' ujar Zul memperkenalkan keduanya.
'' Alan.''
'' Roshan.''
Keduanya saling menyebutkan nama masing-masing saat bersalaman.
'' Wah.. ternyata, malaikat penolong pesantren kita, orangnya sangat ganteng ya?'' ujar Roshan menatap Alan.
'' Ah tidak kok kang!, ana cuma menceritakan kepada kang Roshan tentang kang Alan apa adanya, ya kan kang Roshan?'' ujar Zul membela diri.
Mereka kemudian tenggelam dalam obrolan hangat diantara mereka. Setelah beberapa saat, Zul kemudian menyampaikan maksud dari Roshan menemuinya, tentunya selain memang ingin memperkenalkan keduanya. Karena hari sudah semakin larut, dan perjalanan juga masih cukup jauh, Alan kemudian meminta Roshan untuk menemui penumpang yang akan ikut bersamanya.
'' Yu udah kang Roshan, sekarang saya akan melanjutkan perjalanan lagi. Emm.. dimana penumpang yang akan ikut bersama saya?'' tanya Alan.
'' Itu kang, disebelah sana.'' Roshan menunjuk kearah mobil bus yang tak jauh dari pintu keluar SPBU tersebut.
'' Ayo kang naik dulu, lumayan juga lho kalau kesananya jalan kaki!'' ujar Alan lalu masuk dan menyalakan mesin mobilnya.
Alan kemudian menghentikan mobilnya tak jauh dari mobil bus tersebut. Dua orang penumpang sedang duduk menunggu, tak jauh dari mobil bus tersebut. Mereka tampak cukup lelah dan mengantuk. Apalagi cuaca dini hari ini juga cukup dingin, membuat mereka berdua tampak semakin lesu. Roshan segera turun dan menghampiri mereka. Zul juga ikut turun, untuk membantu membawakan barang bawaan penumpang tersebut.
'' Pak, Alhamdulillah. Ini kebetulan ada mobil teman saya yang akan ke Baturaja. Kalau bapak tidak keberatan, bapak dan mbaknya bisa ikut bersama mereka.'' ucap Roshan kepada kedua penumpang tersebut.
'' Tapi ini nanti gimana?'' ujar salah satu penumpang tersebut, merasa khawatir.
'' Insyaallah pak, Dia orang baik. Saya berani jamin dengan nyawa saya, mereka tidak akan macam-macam.'' ujar Roshan yang melihat kekhawatiran dari kedua penumpangnya.
Zul kemudian mendekati mereka untuk meyakinkan, bahwa mereka akan aman untuk ikut bersamanya. Saat Zul mendekat, penumpang wanita itu melihat Zul dengan agak terkejut.
__ADS_1
'' Kang zul!'' ucap gadis itu agak kaget.
Ketika gadis itu menyebut namanya, Zulpun ikut terkejut. Dia tidak menyangka ternyata gadis itu mengenalnya.
'' Mbak kok tahu saya ya? apa kita pernah ketemu?'' tanya Zul heran.
'' Saya temannya mbak Naila kang, dari pesantren Tahfidzul Qur'an.'' ucap gadis tersebut.
'' Kamu kenal dengannya?'' tanya orang tua gadis tersebut.
'' Iya Ayah, dia itu ketua asrama putra dan calon suaminya mbak Naila, anak pengasuh pesantren tempat Tiara belajar.'' jawab gadis itu yang tidak lain adalah Tiara bersama pak Syahroni ayahnya.
'' Oh..ya udah, kalau kamu kenal dengannya, kita ikut mobilnya saja.'' ujar pak Syahroni setelah mengetahui kalau ternyata Tiara kenal dengan Zul.
'' Oh.. jadi mbak ini, santrinya Abah Ubaid juga ya? MasyaAllah.. ternyata bisa kebetulan gini ya?'' Ujar Roshan keheranan.
'' Emm.. ternyata kita ini, sama-sama dari pesantren yang sama tho mbak!. Ini juga, Alumni senior dari sana lho mbak, namanya kang Roshan, temannya Gus Alif kakaknya Naila.'' Zul memperkenalkan Roshan.
'' Jadi, bapak dan mbaknya ini, mau nggak ikut mobil bersama kang Zul.'' tanya Roshan meyakinkan keduanya.
'' Ya udah mas, gak papa. Kami ikut dengannya saja.'' ucap pak Syahroni.
Setelah yakin bahwa mobil yang akan ditumpanginya adalah orang yang dikenalnya, mereka lalu menuju mobil tersebut. Tiara dan pak Syahroni masuk melalui pintu samping, dan duduk dikursi penumpang, sedangkan Zul duduk disebelah Alan yang mengemudi.
'' Kang.. Saya nitip mereka ya? tolong antar sampai tujuan.'' ujar Roshan berdiri disebelah pintu pengemudi dan berkata kepada Alan.
'' Siap siap, insyaallah amanat kang Roshan akan saya laksanakan.'' jawab Alan.
Roshan kemudian memberikan uang ongkos dari pak Syahroni dan Tiara. Namun tentu saja Alan langsung menolak.
'' Apaan sih kang Roshan ini, saya malah senang dapat teman ngobrol di perjalanan.'' ujar Alan mendorong tangan Roshan yang akan memberikan uang kepadanya.
'' Tapi ini hak antum lho kang!'' ucap Roshan yang tetap akan memberikan uang tersebut.
'' Udah kang.. simpan buat kebutuhan kang Roshan aja.'' ujar Alan tetap menolak.
'' Ya udah kalo begitu, terimakasih banyak kang ya? hati-hati mengemudi! semoga selamat sampai tujuan.'' ujar Roshan.
'' Iya kang sama-sama, insyaallah.. Amiin...'' jawab Alan lalu mulai membawa mobil tersebut menuju pintu tol trans lintas sumatera, setelah saling mengucapkan salam.
...****************...
__ADS_1