Kisah Dari Langit

Kisah Dari Langit
Mencari Tukang Tambal Ban Pesawat


__ADS_3

Usai menyapa mereka semua, Fadil dan Ulil lalu duduk bersama mereka disana. Saat Fadil mulai duduk, hampir semua orang menatap kepadanya. Namun, tak ada satupun yang berbicara. Mereka hanya diam sambil menatap Fadil yang baru saja duduk tersebut.


'' Pa, ma, kakek! kenapa kalian semua diam dan menatap saya seperti itu. Apa ada yang salah dengan diri saya?'' tanya Fadil sedikit heran.


'' Fadil, sini sebentar!'' panggil Andika kepada Fadil.


Andika lalu membisikkan sesuatu ketelinga Fadil. Fadil manggut-manggut tanda mengerti. Dia lalu kembali ke tempat duduknya. Setelah Fadil duduk, Andika menarik napas panjang, lalu dia berkata:


'' Begini bi, paman dan semuanya. Sebenarnya, putra kami Alan telah meninggal dunia karena kecelakaan setahun yang lalu. Namun, sebuah keajaiban datang kepada kami.'' ucap Andika menjawab pertanyaan dari Amy Chan tadi.


Andika lalu menceritakan kejadian yang menimpa Alan dan Fadil. Dari awal hingga akhir, Andika menceritakan semuanya. Amy Chan dan yang lainnya, mereka begitu khusu mendengarkan penjelasan Andika.


'' Begitulah bibi, paman, dan juga semuanya. Sekarang ini, jasad yang ada dihadapan kalian memang putra kami Alan. Namun, jiwa yang ada didalam tubuhnya tersebut adalah Fadil. Namun, bagaimanapun keadaannya, kami tetap menganggap dan merasa Fadil adalah putra kami.'' ujar Andika.


Amy, Lin dan istrinya, serta Lian dan Lili, mereka terkejut mendengar penuturan Andika, terutama lian. Dia tidak menyangka, ternyata Alan yang dulu membantunya, kini telah berganti menjadi Fadil. Namun begitu, ternyata Fadil selain dapat mengenalinya, sikapnya pun sama persis dengan Alan.


'' Kak Arya. Kami ikut prihatin atas segala yang menimpa kalian. Tapi sejujurnya, kami semua selalu menentang apa yang dilakukan oleh kak Tony dan Mei Ling.'' ujar Amy menunjukkan rasa simpatinya.


'' Sudahlah Amy! Saya tadi sudah bilang padamu, semua ini adalah takdir.''


'' Oh iya semuanya. Karena makanannya sudah siap, mari kita nikmati makanan ini bersama-sama.'' ajak Arya Wijaya lalu mengawali untuk menyantap makanan yang telah dihidangkan di meja makan ruangan tersebut.


Hari ini, mereka tidak melakukan apapun. Semuanya hanya bersantai sambil menikmati indahnya suasana pantai yang tidak jauh dari hotel tersebut. Karena sekarang banyak anggota keluarga yang berkumpul bersama mereka, baik Fadil maupun Tiara, mereka hampir tidak pernah terlihat ngobrol berdua.


Hingga malam harinya, saat mereka sedang berkumpul bersama. Petugas hotel mengatakan, kalau didepan ada keluarga besar Chan yang datang ingin menemui Arya Wijaya.


'' Suruh mereka masuk dan tunggu di ruang lobi!'' perintah Arya Wijaya.


Petugas itu lalu keluar dan memberitahukan kepada Tony dan yang lainnya, supaya mereka menunggu diruang lobi hotel tersebut. Saat Arya Wijaya dan yang lainnya datang keruang lobi tersebut, Tony Chan segera bangkit dari duduknya dan diikuti oleh yang lain.


Dengan wajah yang lusuh dan tampak kelelahan, Tony dan keluarga Chan yang lain menunduk dihadapan Arya Wijaya dan yang lainnya. Walaupun disana tidak terlihat Mei Ling dan Thian, namun Olivia dan suaminya juga ikut bersama rombongan Tony.


Sudah sejak kemarin malam, Tony dan seluruh keluarga Chan tidak dapat beristirahat dengan nyaman. Sejak dibekukannya seluruh aset milik keluarganya, mereka tidak dapat menikmati apa yang menjadi milik mereka sendiri. Bahkan, mobil yang tadi malam masih bisa mereka bawa, sekarang sudah disita oleh petugas akibat pembekuan tersebut.


Bagi Tony dan keluarga besar Chan, mereka sekarang tak ubahnya seperti gelandangan yang tidak memiliki apapun. Rupanya, efek dari pembekuan aset mereka tersebut, memang bukan main-main. Namun demikian, itu masih lebih baik jika dibandingkan dengan hilangnya seluruh aset mereka untuk selama lamanya.


'' Tony, ada apa kamu dan seluruh keluarga Chan-mu mencariku? Apa yang kalian inginkan lagi dari kami?''


'' Apa kamu dan keluarga Chan-mu itu masih belum puas dengan hasil semalam? Apa kamu mulai melupakan lagi perjanjian antara kita?'' ujar Arya Wijaya dengan tidak senang.


'' Tidak tidak! kak Alex jangan salah paham. Kedatangan kami kemari bukan karena itu kak!'' jawab Tony dan segera menghampiri Arya Wijaya.

__ADS_1


'' Maaf tuan Tony! Namaku Arya Wijaya, bukan Alex.''


Melihat ekspresi dan cara bicara Arya Wijaya yang seperti itu, Tony benar-benar merasa serba salah. Dia sadar, kalau selama ini dia telah memusuhi dan banyak berbuat jahat kepada Arya Wijaya dan keluarganya. Namun, saat ini dia juga sudah benar-benar putus asa dengan apa yang sedang menimpa dirinya dan keluarga besarnya.


Sudah seharian ini, dia mencoba untuk meminta bantuan kepada orang lain. Tapi, tak ada satupun yang mau membantu dia dan keluarganya. Satu-satunya harapan baginya hanyalah saudaranya tertuanya yaitu Arya Wijaya.


Meskipun awalnya mereka ragu, namun karena sudah tidak ada pilihan lain, mereka akhirnya mendatangi Arya Wijaya untuk meminta bantuan darinya. Apalagi, mereka juga tahu, adiknya Amy Chan dan keluarganya juga ada bersama Arya Wijaya. Jadi, menurut Tony dan yang lainnya, masih ada harapan untuk mereka mendapatkan sedikit bantuan dari Arya Wijaya.


'' Kak.. Maafkan kami yang selama ini sudah berbuat salah kepada kakak. Kami sekarang sadar kak! kalau kami telah begitu jahat kepada kalian sekeluarga.'' Ucap Tony Chan sambil menunduk dihadapan Arya Wijaya, penuh penyesalan.


Arya Wijaya terdiam, dia menatap Tony Chan dengan teliti. Dia merasa khawatir, kalau kali ini Tony hanya bersandiwara. Karena tidak ada jawaban sama sekali dari Arya Wijaya, Tony Chan langsung bersimpuh didepan Arya Wijaya. Dia juga menyuruh seluruh keluarga besar Chan, untuk ikut bersimpuh bersamanya.


'' Tuan Arya Wijaya, kami juga mohon maaf! kami telah bersalah kepada tuan dan keluarga tuan!'' ucap salah satu diantara mereka, sambil bersimpuh bersama Tony Chan.


Kini Arya Wijaya merasa bingung. Dia lalu menoleh kepada Sintya, Andika dan juga Fadil, dia ingin tahu, bagaimana respon dari mereka. Sintya dan Andika menoleh kearah Fadil. Mereka juga ingin tahu respon dari Fadil. Karena semua melihat kearahnya, Fadil jadi tidak punya pilihan. Dia lalu mengangguk, memberikan jawaban kepada Arya Wijaya.


'' Baiklah! kalian semua saya maafkan. Asalkan kalian mau berjanji, tidak akan mengulangi perbuatan kalian lagi!'' ucap Arya Wijaya.


'' Terimakasih kak! terimakasih. Kami berjanji, kami tidak akan melakukan hal yang dulu pernah kami lakukan kepadamu dan keluargamu.'' jawab Tony merasa gembira.


'' Sekarang, kalian bangunlah! Kita bicara diruangan yang lain saja.'' ujar Arya Wijaya, lalu mengajak semuanya ke ruangan yang lain.


Mereka telah menjebak Mei Ling, lalu memanfaatkannya untuk mengambil alih semua milik keluarga Chan, saat nanti ada salah satu keturunan mereka yang menjadi tuan besar di keluarga tersebut. Rencana mereka sudah hampir terlaksana. Mereka hanya tinggal menunggu waktu, saat Thian menjadi pewaris keluarga Chan.


Mereka jugalah yang menghasut Tony dan kedua orang tuanya melalui Mei Ling, supaya menyingkirkan dan melenyapkan keluarga Arya Wijaya. Mereka merasa khawatir, jika suatu saat nanti, Arya Wijaya atau keturunannya akan kembali kepada keluarga Chan. Sehingga nantinya, bisa menjadi penghalang keinginan mereka tersebut.


Pada awalnya, Mei Ling melakukan hal tersebut karena ancaman dari keluarga Bao. Akan tetapi, sejak Arya Wijaya membatalkan perjodohan dengan dirinya, dia jadi sakit hati dan ingin membalas dendam kepada Arya Wijaya. Maka dari itu, Mei Ling jadi bersekongkol dengan keluarga Bao.


'' Kak Arya, keluarga Bao-lah yang menjadi dalang dari semua ini. Saya dan juga kedua orang tua kita, jadi ikut menbenci kakak karena ulah mereka.''


'' Melalui Mei Ling, mereka juga berhasil mengambil dokumen-dokumen penting milik keluarga kita. Kalau saja kami terlambat membekukan seluruh aset milik keluarga Chan, maka semuanya sudah tidak akan ada lagi. Tapi, dengan pembekuan tersebut, kami juga jadi tidak bisa menggunakan semua milik keluarga ini.'' ujar Tony menjelaskan.


Arya Wijaya terdiam. Dia sebenarnya tidak ingin ikut campur lagi dalam urusan keluarga Chan, sejak dia dibuang dari keluarga ini. Namun, dia juga tidak tega melihat saudara-saudaranya merasakan hal yang sama seperti dirinya dulu. Terbuang, dan tidak memiliki apa-apa layaknya seperti sampah yang tidak berguna.


Dia lalu teringat. Dulu, kakek dan orang tuanya pernah bilang tentang masalah pembekuan aset keluarga. Beberapa keluarga besar yang tergabung dalam asosiasi pengusaha besar dunia, termasuk keluarga Chan ini salah satunya, mereka telah membuat suatu kesepakatan. Jika untuk keadaan tertentu, mereka bisa membekukan aset milik keluarga mereka tersebut, untuk menyelamatkannya dari sesuatu yang tidak mereka inginkan.


Namun efeknya, mereka jadi tidak bisa menggunakan sama sekali semua aset milik mereka, hingga mereka kembali membuka blokiran tersebut. Dan untuk membukanya kembali, butuh waktu dan juga proses yang cukup sulit bagi mereka. Karena nantinya, harus dilakukan review ulang terhadap kepemilikan dari aset-aset tersebut.


'' Kak, bolehkah kami minta tolong kepada kakak? Untuk sementara ini, kami membutuhkan tempat untuk kami tinggali.''


'' Kami juga ingin minta tolong kepada kakak, bantulah kami mengembalikan apa yang menjadi milik kami!'' pinta Tony dan keluarga Chan yang lain.

__ADS_1


Arya Wijaya menarik napas panjang. Kalau hanya sekedar memberikan mereka tempat tinggal, mungkin bukan masalah baginya. Tapi, untuk mengembalikan aset mereka dari pembekuan tersebut, butuh waktu dan proses yang cukup sulit dan panjang. Setidaknya, dia harus bertemu dengan orang yang paling bertanggung jawab untuk masalah tersebut.


'' Baiklah Tony, malam ini kalian bisa menginap di hotel ini. Dan mulai besok, kalian bisa tinggal di apartemen milik saya di daerah Pasir Ris ini, bersama dengan Amy dan yang lainnya.'' ujar Arya Wijaya.


'' Tapi, untuk membantumu mengembalikan aset milik keluarga Chan seperti semula, saya tidak bisa janji.'' lanjutnya.


Tony Chan dan keluarga besarnya, kini sudah merasa sedikit lega. Setidaknya, mulai malam ini mereka ada tempat untuk bernaung dan bisa makan dengan lebih baik. Tidak seperti hari kemarin yang cuma lontang-lantung tidak karuan, dan makan makanan dipinggir jalan dengan sisa-sisa uang milik mereka.


Sedangkan untuk masalah pemulihan aset milik mereka, mereka hanya bisa pasrah menunggu waktu. Apalagi, mereka juga tidak mengenal orang yang bertanggung jawab dengan masalah tersebut. Sewaktu mereka menghubungi seseorang, dia mengatakan kalau mereka harus menemui orang yang bernama George Rooney. Sedangkan menurut informasi yang mereka dengar, George Rooney merupakan orang yang sangat sulit ditemui.


Selain orang tersebut memiliki banyak kesibukan, karena tugasnya, dia juga sering berpindah tempat dari satu negara ke negara lain. Hal inilah yang membuat Tony Chan dan keluarganya merasa kebingungan. Mereka tidak tahu, bagaimana dan berapa lama mereka harus menunggu pemulihan aset milik keluarga mereka tersebut.


...----------------...


Pagi itu, cuaca begitu cerah. Usai mengantarkan seluruh keluarga Chan ke apartemen miliknya, Arya Wijaya dan keluarganya kembali ke hotel. Sebenarnya, siang nanti Arya Wijaya dan keluarganya berencana untuk kembali ke Jakarta. Namun, karena dia diminta untuk membantu mengurusi masalah keluarga Chan, sepertinya mereka harus menunda satu atau dua hari lagi dari jadwalnya semula.


Tepat pada saat Arya Wijaya dan yang lainnya masuk kedalam hotel, sebuah mobil memasuki halaman hotel tersebut. Fadil dan Tiara yang berada paling belakang dan belum sempat masuk, dia menoleh kearah mobil tersebut karena mendengar suara klaksonnya.


Seorang laki-laki bule setengah baya, dan juga seorang wanita Jepang keluar dari mobil tersebut. Tampaknya mereka adalah sepasang suami istri. Setelah turun dari mobil itu, lelaki tersebut memanggil Fadil dan segera berjalan kearah Fadil dan Tiara.


'' Hey anak muda, tunggu sebentar!'' ucap lelaki tersebut, segera menghampirinya.


'' Tuan dan nyonya Rooney? ternyata kalian. Saya kira tadi siapa?'' ujar Fadil yang segera mengenali orang tersebut, melalui ingatan Alan.


'' Hhh... Ternyata kamu masih hidup, saya kira kamu sudah mati bunuh diri! hhh...'' seloroh Rooney sambil menepuk-nepuk pundak Fadil.


'' Bagaimana kabarmu anak muda? sudah lama kita tidak bertemu!'' lanjut Rooney sambil mengulurkan tangannya kepada Fadil.


'' Hhh.. tuan ini bisa saja. Alhamdulillah tuan, seperti yang anda lihat! Saya masih hidup dan baik-baik saja.'' jawab Fadil sambil menjabat tangan Rooney.


'' Oh iya! kok tuan dan nyonya Rooney bisa ada disini, apa ban pesawat anda bocor lagi? hhh..'' canda Fadil.


'' Hhh.. anak muda! Ternyata kamu masih ingat cerita saya waktu itu. Sepertinya, sifat kamu belum banyak berubah. Kamu masih suka bercanda, hhh..'' Sahut Rooney terkekeh.


Dulu saat pertama kali bertemu, Rooney pernah bercerita kepada Alan. Ketika Alan bertanya kepadanya tentang bagaimana dia bisa bertemu, dan menikah dengan istrinya yang merupakan orang Jepang tersebut. Rooney mengatakan, kalau saat itu dia sedang dalam perjalanan dengan menaiki pesawat pribadi miliknya.


Namun, dalam perjalanan tersebut, roda pesawat miliknya tiba-tiba bocor. Maka dari itu, dia terpaksa mendaratkan pesawatnya di Jepang, untuk mencari tukang tambal ban disana. Dan secara kebetulan, Yuki Yamato adalah anak dari tukang tambal ban tersebut. Dia jatuh cinta kepada Yuki, dan akhirnya diapun meminta kepada kedua orang tua Yuki untuk mengijinkan dia menikahi Yuki.


Meskipun cerita Rooney tersebut hanyalah sebuah kelakar semata, namun berkat cerita tersebut, Alan dan Rooney menjadi akrab. Sebenarnya, saat itu Rooney hanya ingin menghibur hati Alan, yang saat itu terlihat sedang putus asa karena kehilangan wanita yang dicintainya. Maka dari itu, Fadil langsung menyindir Rooney dengan candaannya. Dia mengatakan kepada Rooney, apakah kali ini roda pesawat miliknya kembali bocor.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2