Kisah Dari Langit

Kisah Dari Langit
Hati yang hancur


__ADS_3

Hampir jam 12 siang, Tiara dan Yunita baru pulang. Tiara dengan penuh rasa kesal masuk kedalam rumah. Dibelakangnya Yunita menyusul.


Bu Lilis ingin bertanya kepada Tiara, namun Tiara hanya diam dan langsung masuk kedalam kamarnya. Melihat Tiara yang seperti itu, bu Lilis hanya menarik nafas panjang kemudian dia berbicara dengan Yunita.


Beberapa saat kemudian, adzan dzuhur berkumandang. Tiara mengambil ponselnya yg tadi tidak sempat dia bawa. Dia membuka layar ponselnya, terlihat beberapa notifikasi panggilan tak terjawab, Tiara membuka notifikasi tersebut.


'' 3 panggilan tak terjawab ''


'' A A Fadilku.., 08.32 ''


'' A A Fadilku.., 08.33 ''


'' A A Fadilku.., 08.35 ''


Tiara juga membuka catatan panggilan keluar.


'' K Yunita.., 08.36 ''


'' K Yunita.., 08.38 ''


'' K Yunita.., 08.41 ''


'' K Yunita.., 08.42 ''


'' panggilan masuk ''


'' A A Fadilku..,10.00 ''

__ADS_1


Melihat catatan daftar panggilan tersebut, Tiara semakin gelisah. Firasatnya benar, kalau Fadil pasti sudah mencarinya dan berkali kali menghubunginya. Tiara kemudian mencoba balik menghubungi nomor ponsel Fadil.


'' Nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi atau berada diluar servis area, silahkan hubungi beberapa saat lagi '' Terdengar suara mesin penjawab.


Hingga berkali kali Tiara mencoba, tapi hasilnya tetap sama. Akhirnya setelah beberapa kali mencoba, namun tidak ada hasilnya, Tiara meletakkan ponselnya kemudian pergi ke kamar mandi. Mengambil air wudhu, kemudian melaksanakan sholat dzuhur didalam kamarnya.


Usai melaksanakan sholat dzuhur, Tiara menuju meja makan. Disana Tiara mendapati Yunita yang sudah hampir selesai menyantap makanannya. Setelah mengisi piringnya dengan sedikit nasi dan lauk pauk, Tiara makan dengan tidak selera. Dia makan sambil melamun, wajahnya terlihat begitu murung.


Beberapa saat selanjutnya, Tiara membawa piring kotor bekas makanya ketempat cuci piring. Melihat piring dan gelas kotor yang sudah menumpuk disana, Tiara langsung mencuci piring-piring itu dengan wajah yang masih murung. Pikirannya tidak fokus dan terus memikirkan kejadian hari ini.


Pagi tadi.. disaat Fadil sedang sarapan di rumahnya. Tiara sudah selesai berdandan, dia memakai gaun panjang berwarna merah hati, dengan variasi warna cream di kedua sisinya. Jilbabnya yang sewarna dengan warna gaunnya, benar benar sangat serasi. Membuat Tiara terlihat begitu cantik dan anggun. Namun, 15 menit sebelum Fadil datang menjemput Tiara, Yunita berkata kepada Tiara :


'' Tiara.., ayah dan ibu gak ngasih ijin kamu pergi dengan Fadil, kecuali aku ikut bersama kalian. Aku juga enggak mau ikut, kalau aku gak bawa teman. Jika kamu ingin aku ikut pergi bersama kalian, maka kamu harus temenin aku kerumah Nia terlebih dahulu.''


Tiara awalnya mau menolak, tapi saat diancam seperti itu, akhirnya Tiara cuma bisa menurut mengikuti kemauan Yunita. Saat mereka pergi untuk menjemput Nia, mereka berpapasan dengan Yanto si cowok playboy yang merupakan mantan dari Rina, sahabat Tiara. Saat itu, Yanto sedang berboncengan dengan Iwan yang merupakan teman satu gengnya.


'' Hey, mau kemana Yun?'' sapa Yanto, tetapi matanya tak pernah lepas dan tertuju pada Tiara.


'' Kerumah Nia, temenin yuk!'' ajak Yunita kepada Yanto.


Tiara yang memang tak menyukai Yanto, hatinya merasa kesal kepada Yunita, yang malah meminta Yanto untuk menemani mereka pergi kerumah Nia. Mendapatkan angin segar seperti itu, Yanto dengan semangat mengiyakan ajakan Yunita. Sehingga merekapun pergi berempat kerumah Nia.


Sesampai di rumah Nia, terkecuali Tiara, mereka mulai asyik bersantai santai ngobrol kesana-kemari. Bahkan Yunita seakan-akan, sengaja mengulur waktu dan melupakan kalau Tiara ada janji dengan Fadil jam 08.00.


Tiara mulai merasa gelisah, saat jam dinding di rumah Nia telah menunjukkan jam 08.30. Berarti dia telah melewatkan waktu selama 30 menit dari janjinya bersama Fadil. Dalam hatinya dia merasa, kalau Fadil telah sedari tadi datang untuk menjemputnya. Yang berarti juga, Fadil telah sedari tadi menunggu dirinya di rumah.


Telah berkali-kali, Tiara meminta kepada Yunita agar secepatnya pulang. Namun, Yunita selalu menundanya dengan berbagai alasan-alasannya. Tiarapun semakin merasa kesal, hingga akhirnya dia pergi keluar dari ruang tamu itu, dan duduk dengan gelisah di teras rumah Nia sendirian. Nia melihat sikap Tiara yg seperti itu, kemudian bertanya kepada Yunita:

__ADS_1


'' Eh Yun, kenapa dengan adik kamu? kok kelihatannya bete banget sih!"


Ditanya seperti itu, Yunita malah cuma menggeleng-gelengkan kepalanya. Tak lama kemudian, ponsel Yunita berdering, Dia melihat ternyata nomor Tiara yg memanggil. Yunita tak menjawab panggilan dari ponsel Tiara, melainkan malah merubah pengaturan dering ponselnya menjadi mode diam dengan getar. 1x , 2x , 3x ,Yunita mulai merasa kesal, dalam hatinya dia berkata:


'' Ngapain sih Tiara? kurang kerjaan banget.''


Yunita tidak mengetahui, kalau ponsel Tiara masih tertinggal di rumah, dan mengira Tiaralah yang menelpon dia. Hingga akhirnya Yunita malah me-non aktifkan ponselnya. Yanto yang melihat Tiara masih duduk diluar sendirian selama hampir satu jam, diapun keluar untuk menghampiri Tiara.


Namun, saat melihat Tiara ternyata sedang menangis, akhirnya dia mengurungkan niatnya dan kembali masuk kedalam ruang tamu itu. Kemudian dia menghampiri Yunita.


'' Yun, itu adikmu lagi nangis, kenapa yah?''


Mendengar kalau Tiara sedang menangis, Yunita lantas bergegas keluar menghampiri Tiara.


'' Tiara.., ngapain sih kamu nangis gitu? malu-maluin tau!''


'' Kak, tega banget sih kamu sama aku!, lihat sekarang udah jam berapa? kalau emang gak mau temenin aku, kenapa tidak bilang waktu masih di rumah tadi? bilangnya cuma sebentar, tapi.."


'' Sabar dikit ngapa sih? Yunita memotong ucapan Tiara.


'' Dari tadi juga aku sudah sabar kak!, cuma kakaknya aja yang gak ngerti-ngerti. Apa memang kakak sengaja ya? ingin mengacaukan hubungan Tiara dengan A Fadil?. Tiara yakin, sekarang A Fadil pasti marah sama Tiara. Karena Tiara gak bisa nepati janji Tiara sama A Fadil. Kalau nanti kenapa-napa, Tiara gak akan maafin kakak!''


Tiara meluapkan seluruh kekesalan hatinya, bulir-bulir air bening masih menetes dari sudut kedua matanya. Yunita, meski merasa sedikit kesal, tapi bagaimanapun juga, Diapun merasa bersalah kepada Tiara. Sebab, janji kencan Tiara dan Fadil telah dia kacaukan. Sekarang sudah lebih dari jam sembilan. Itu artinya, sudah lewat dari satu jam waktu berlalu dari jadwal semula.


Pada saat Yunita dan Tiara sedang berbicara, Nia, Yanto, serta Iwan, juga keluar dari ruang tamu dan menghampiri mereka. Mereka melihat Tiara dan Yunita tengah berbicara, namun sikap keduanya begitu ambigu. Nia bertanya kepada Yunita tentang duduk permasalahannya, kemudian memberikan solusi untuk keduanya.


Akhirnya setelah menunggu beberapa saat, merekapun pergi menuju wisata Taman jodoh. Sebelumnya Yunita menghubungi ponsel Vita, dan mengetahui kalau Fadil sudah pergi dengan Ulil setelah sempat menunggu Tiara dirumah sampai begitu lama.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2