Kisah Dari Langit

Kisah Dari Langit
Teh Herbal Buatan Fadil


__ADS_3

'' Waah.. anak muda! sepertinya kamu sudah bisa move on lagi ya? apakah wanita cantik ini istrimu?'' tanya Rooney kepada Fadil, setelah dia melihat Tiara yang berdiri tidak jauh dari mereka.


'' Ini calon istri saya tuan Rooney! kami belum resmi menikah. Insyaallah bulan depan kami baru akan menikah!'' jawab Fadil, lalu tersenyum.


'' Oh.. jadi kalian belum menikah? tapi baguslah, kalau kamu sudah punya calon istri! kalian juga terlihat sangat serasi.'' ujar Rooney memandangi Fadil dan Tiara secara bergantian.


'' Tapi ngomong-ngomong, apakah calon istrimu itu anak tukang tambal ban pesawat juga seperti saya? hhh..'' lanjut Rooney bercanda.


'' Hhh.. tuan Rooney ini memang suka bercanda. Pantes aja tuan kelihatan awet muda.'' sahut Fadil ikut tertawa.


'' Bukan awet muda anak muda! tapi awet tua. Kalau saya awet muda, pasti sekarang saya sudah mencari anak tukang tambal ban pesawat lagi, hhh..'' ujar Rooney kembali terkekeh sambil melirik kearah Yuki istrinya.


'' Hhh.. tuan Rooney tuan Rooney. Anda ini ada ada saja. Mari masuk tuan, nyonya! kita ngobrolnya didalam saja.'' ajak Fadil kepada mereka berdua.


Merekapun segera masuk kedalam hotel. Sambil berjalan tersebut, Rooney berkata kepada Fadil yang berjalan beriringan dengan Tiara.


'' Anak muda, apakah kalian menginap di hotel ini juga? emm.. berarti, kalian sedang berbulan madu ya?'' tanya Rooney curiga.


'' Hhh.. tuan tuan. Kami ini belum menikah tuan, mana mungkin kami berbulan madu! Kalau soal menginap di hotel ini, itu memang benar. Soalnya, hotel ini memang milik keluarga kami.'' jawab Fadil menepis dugaan Rooney.


'' Oh.. jadi hotel ini milik keluarga kamu? Wah.. kebetulan sekali. Saya dengar, hotel kalian punya menu minuman teh terbaik. Makanya saya penasaran. Saya pengen nyobain, bagaimana rasanya teh buatan kalian yang katanya enak itu. Apa memang benar-benar enak, apa cuma sekedar katanya saja?'' ujar Rooney penasaran.


'' Emm... jadi tuan dan nyonya ini, penasaran dengan teh buatan kami ya? kalau begitu, mari kita ke cafe hotel ini saja. Biar nanti, saya sendiri yang akan membuatkan teh khusus untuk tuan dan nyonya berdua.'' jawab Fadil.


Fadil langsung mengajak Rooney dan Yuki menuju ruang cafe hotel tersebut. Dia juga meminta Tiara, untuk memberi tahu kepada Arya Wijaya dan yang lainnya, kalau sekarang dia sedang kedatangan tamu penting yang sekarang sedang berada di cafe hotel ini.


Setelah mengantarkan Rooney dan Yuki di cafe hotel tersebut, Fadil lalu pergi ke dapur yang berada disebelah ruangan itu, untuk membuatkan teh khusus untuk Rooney dan istrinya. Beberapa koki dan pelayan sempat terkejut dengan keberadaan Fadil di dapur tersebut.


Mereka mengatakan, agar mereka saja yang membuatkan pesanan dari Rooney dan istrinya. Namun Fadil menolak. Dia hanya meminta kepada para koki itu, untuk menyiapkan bahan dan peralatan yang dia butuhkan. Dia ingin membuatkan teh khusus untuk Rooney dan istrinya, dan bukan hanya membuatkan teh istimewa, yang menjadi andalan menu minuman hotel ini.


Fadil juga meminta kepada para koki itu, untuk menyiapkan kue camilan, sebagai pendamping minum teh tersebut. Setelah semua bahan dan peralatan yang dibutuhkan telah tersedia, Fadil lalu merebus air menggunakan poci dari tanah dengan api dari kayu bakar. Setelah air itu mendidih, dia lalu memasukkan daun teh dan beberapa lembar daun sirsak, serta bahan-bahan lainnya.


Semua bahan tersebut, setiap hari didatangkan langsung dari perkebunan milik Arya Wijaya di daerah Kuningan Jawa Barat, dalam kondisi masih segar. Sehingga saat direbus, airnya masih berwarna kehijauan.


'' Ini tuan, nyonya! Minumlah teh ini selagi masih hangat! Mengkonsumsi teh ini dua kali sehari, membuat peredaran darah menjadi lancar. Sehingga tubuh anda akan terasa lebih bugar dan juga lebih rileks.''


'' Selain itu, teh ini juga bisa mengobati sembelit, linu-linu pada persendian, dan juga beberapa penyakit lainnya.'' ucap Fadil, sembari menuangkan teh tersebut kedalam cangkir yang sudah diisi beberapa sendok madu asli.


Saat air teh tersebut dituangkan, tercium aroma teh yang harum dan aroma daun sirsak yang khas. Rooney dan Yuki saat mencium aroma teh tersebut, mereka menjadi heran. Karena selain mereka mencium wangi aroma teh tersebut, mereka merasa asing dengan bau yang lain.


'' Emm.. aroma tehnya memang benar-benar wangi dan segar. Tapi, kok kayak ada aroma yang lain ya? baunya seperti sirsak yang masih mentah!'' ucap Rooney merasa aneh.

__ADS_1


'' Hhh.. anda memang benar tuan! saya memang sengaja menambahkan beberapa lembar daun sirsak dalam teh ini.''


'' Karena tadi saya melihat, kalau nyonya Yuki seperti sedang merasakan sembelit. Saya juga melihat, kalau tuan Rooney sendiri, seperti sedang merasakan sakit pinggang.''


'' Makanya, saya sengaja membuatkan kalian teh herbal ini, untuk mengurangi rasa sakit yang sedang kalian rasakan.'' ujar Fadil menjelaskan.


Rooney dan Yuki segera mencicipi teh herbal buatan Fadil tersebut. Sebagai pecinta berat minuman teh, Rooney dan istrinya sangat tergoda dengan aroma teh tersebut. Selama petualangannya melanglang buana dalam mencari teh terbaik, baru kali ini dia menemukan dan merasakan teh seperti itu.


Hanya saja, kali ini ada aroma dan rasa yang sedikit berbeda. Namun, meskipun demikian, mereka tetap merasa bahwa teh buatan Fadil ini benar-benar luar biasa.


'' Anak muda, teh buatanmu ini memang benar-benar berbeda dari teh yang pernah saya rasakan. Ya.. walaupun agak sedikit aneh sih! tapi, lama-lama enak juga. Iya gak mom?'' ujar Rooney, lalu meminta pendapat Yuki istrinya.


'' Betul Dady, awalnya memang terasa agak aneh. Tapi kok lama-lama, rasanya jadi enak gitu ya!'' jawab Yuki Yamato.


Setelah beberapa menit meminum teh tersebut, tiba tiba Yuki meminta ijin untuk ke kamar kecil. Rooney yang melihat istrinya seperti itu, dia jadi merasa khawatir. Maka dari itu, diapun segera bertanya kepada Fadil.


'' Anak muda, kenapa dengan istriku? apa gara-gara minum teh buatanmu itu, dia jadi seperti itu.'' tanya Rooney merasa khawatir.


'' Tenang aja tuan! Istrimu tidak apa-apa. Paling-paling, dia cuma mau buang angin atau buang air kecil. Tapi setelah itu, dia akan merasa jauh lebih baik dari sebelumnya.'' jawab Fadil dengan tenang.


Tak berapa lama kemudian, Yuki Yamato segera kembali. Sekembalinya dia dari kamar kecil tersebut, wajah Yuki terlihat lebih cerah dan tampak lebih baik, seperti yang tadi dikatakan oleh Fadil.


'' Wah... Beneran Dady. Setelah meminum teh tersebut, rasa sembelit mommy jadi hilang. Perut mommy jadi terasa lebih baik dari sebelumnya. Ini benar-benar amazing!'' ucap Yuki merasa gembira.


'' Beneran Dady.. Lihat! mommy sekarang jadi lebih enakan.'' ucap Yuki sambil mengelus-elus perutnya.


Fadil tersenyum melihat mereka berdua. Beberapa orang pengunjung yang sedang menikmati makanan dan minuman yang ada disana, juga ikut menoleh kearah mereka, karena ekspresi Yuki yang begitu gembira karena rasa sembelitnya yang telah sembuh.Tepat pada saat itu, Arya Wijaya, Andika, Sintya dan yang lainnya, muncul dan memasuki cafe tersebut dan menghampiri mereka.


'' Oh iya tuan! perkenalkan, mereka ini keluarga saya. Ini kakek saya, orang tua saya, adik saya dan yang itu sahabat saya. Kalau yang ini, tuan dan nyonya tadi sudah tahu kan?'' ujar Fadil sambil menunjukkan satu persatu dari mereka, dan terakhir menunjukkan calon istrinya yaitu Tiara.


'' Tuan George? ternyata anda ya, tamu penting cucu saya ini!'' ujar Arya Wijaya terkejut.


'' Sebentar sebentar! Apa anda tuan Alex Chan. Pewaris keluarga Chan yang dulu kita pernah ketemu?'' tanya Rooney sedikit mengingat wajah Arya Wijaya.


'' Benar tuan Alex! saya George Rooney. Saya anak dari Mr David Foster, ketua asosiasi pengusaha besar dunia saat itu.''


'' Kita dulu pernah bertemu, saat saya masih remaja. Wah.. ternyata tuan Alex masih terlihat gagah ya? walaupun usia anda sudah tidak lagi muda.'' ujar Rooney terkagum-kagum.


'' Hhh.. tuan George bisa saja. Saya ini sudah tua tuan. Tidak segagah anak-anak muda lagi.'' ucap Arya Wijaya, lalu duduk disana.


'' Oh iya! ngomong-ngomong, kok tuan George bisa kenal dengan cucu saya? dan angin apa yang membawa anda datang ke hotel kami ini?'' tanya Arya Wijaya merasa heran, kalau Rooney bisa kenal dengan Fadil.

__ADS_1


Rooney kemudian menceritakan tentang pertemuannya dengan Alan, saat itu Alan dikenalkan oleh seorang temannya. Walaupun usia mereka berbeda jauh, namun Rooney merasa senang mengenal Alan. Meskipun Alan waktu itu jiwanya sedang tidak stabil, namun Rooney melihat kalau Alan mempunyai kemampuan yang berbeda dengan pemuda lainnya.


Arya Wijaya manggut-manggut, dia teringat saat dimana dia memaksa Alan untuk pergi kuliah diluar negeri. Dia juga teringat, saat itu Alan benar-benar tidak bisa diatur sama sekali sejak dia kehilangan kekasihnya. Namun dia tidak menyangka, kalau ternyata Alan bisa mengenal orang penting seperti George Rooney ini. Bahkan, Rooney sendiri terlihat begitu akrab dengan cucunya tersebut.


'' Tuan Alex, sebetulnya saya kesini ini hanya singgah sebentar. Kebetulan, saya pernah mendengar kalau di hotel ini, ada minuman teh istimewa. Saya dan istri saya jadi penasaran, apa benar hotel ini memiliki minuman teh yang katanya terbaik itu.''


'' Namun, saya juga tidak menyangka kalau saya malah bertemu lagi dengan cucu anda disini. Terlebih lagi, kalau ternyata hotel ini juga milik keluarga anda.''


'' Dan ternyata, apa yang dikatakan oleh orang-orang mengenai minuman teh yang ada di hotel ini, bukan sekedar isapan jempol. Saya benar-benar salut. Teh milik anda ini, memang benar-benar tidak ada duanya.'' ucap Rooney merasa takjub.


'' Emm.. maaf tuan Alex! kira-kira apa tuan mau menjual teh dan resep pembuatan teh tersebut. Saya ingin membelinya dengan harga berapapun yang anda mau.'' ucap Rooney memberi tawaran.


Sejak Alan mendapat resep dari Abah Ubaid, tentang cara pemilihan bibit, penanaman, hingga pembuatan teh istimewa itu lalu menjadikan menu minuman teh tersebut di setiap hotel miliknya, sudah ada beberapa pengusaha yang ingin membeli resep tersebut.


Namun, karena itu adalah sesuatu yang sangat langka dan bernilai tinggi, maka Arya Wijaya tidak ingin menjualnya. Bagi Arya Wijaya dan perusahaannya, resep tersebut merupakan harta Karun yang sangat berharga. Maka dari itu, meski bagaimanapun juga, dia tidak ingin resep tersebut dijual kepada orang lain.


'' Mohon maaf tuan. Kalau untuk mendapatkan daun teh itu, kami masih bisa membaginya untuk anda. Namun untuk resepnya, itu tidak bisa kami bagikan kepada siapapun, karena itu adalah rahasia perusahaan.'' ucap Arya Wijaya.


Meskipun Rooney agak kecewa dengan jawaban dari Arya Wijaya, namun dia juga memaklumi. Bagaimanapun juga, tiap perusahaan pasti punya sesuatu yang khusus untuk perusahaan itu sendiri. Jadi, tidak mungkin hal itu diberikan atau dijual kepada orang lain. Karena hal itu merupakan ciri khas untuk produk dari tiap-tiap perusahaan tersebut.


'' Ya sudah tidak apa-apa. Meskipun saya sangat tertarik dengan teh dan resep milik anda ini, tapi kalau anda tidak ingin menjualnya, saya juga tidak mungkin memaksa.'' ucap Rooney.


'' Atau begini saja tuan! bagaimana kalau kita lakukan kerjasama. Anda bisa memproduksi, dan memasarkan produk anda ini di hotel-hotel milik kami di seluruh dunia. Anda juga bisa memperkerjakan orang-orang anda ditempat kami. Namun tentunya, untuk hasilnya kita akan berbagi sesuai kesepakatan kita bersama.'' lanjut Rooney memberikan tawaran.


Arya Wijaya diam sejenak untuk berfikir. Dia juga meminta pendapat kepada Sintya, Andika dan tentunya kepada Fadil. Mereka lalu berdiskusi untuk memutuskan tawaran tersebut. Sesaat kemudian, Arya Wijaya berkata kepada Rooney.


'' Baiklah tuan George. Kami bersedia untuk bekerja sama dengan anda. Tapi kita akan buat kesepakatan diatas kertas mengenai kerjasama ini.''


'' Adapun kesepakatannya, mari kita diskusikan diruang lain saja. Rasanya kurang pas kalau kita lakukan disini.'' ucap Arya Wijaya, lalu mengajak Rooney dan istrinya keruangan khusus miliknya.


Setelah mereka berada diruangan tersebut, merekapun berdiskusi membahas masalah kerjasama tersebut. Dan setelah kedua belah pihak telah sama-sama mencapai kesepakatan, merekapun langsung menandatangani surat perjanjian kerjasama tersebut.


'' Terimakasih tuan. Mudah-mudahan, kerjasama kita ini bisa terus berlanjut dan sama-sama saling menguntungkan.'' ucap Rooney kepada Arya Wijaya.


'' Ya, sama-sama tuan George. Saya juga sangat berharap seperti itu. Oh iya, untuk merayakan kerja sama kita ini, bagaimana kalau kita makan-makan terlebih dahulu. Kebetulan, sekarang ini juga sudah waktunya untuk makan pagi.'' ucap Arya Wijaya.


'' Waah.. kalau yang itu, saya tidak bisa tuan. Maksudnya, saya tidak bisa menolaknya, hhh..'' ujar Rooney langsung tertawa dan diikuti oleh tawa Arya Wijaya dan yang lainnya.


'' Hhh.. tuan George ini, ternyata anda seorang yang humoris. Saya benar-benar tidak menyangka, orang hebat seperti anda, ternyata suka juga bercanda. Mari tuan, kita ke ruang makan.'' ajak Arya Wijaya, kepada George Rooney dan istrinya Yuki Yamato.


Usai makan tersebut, Arya Wijaya mengajak Rooney dan istrinya duduk-duduk diruang santai bersama yang lainnya. Tidak lupa, Arya Wijaya juga meminta pelayan hotel untuk membuatkan teh istimewa khas hotel miliknya. Namun, kali ini bukan teh herbal seperti yang tadi dibuatkan oleh Fadil, melainkan teh istimewa tanpa campuran daun sirsak seperti tadi.

__ADS_1


'' Hemm.. Ini baru benar-benar teh istimewa. Rasa dan aromanya, memang benar-benar bukan sembarang teh. Pantas saja banyak orang yang bilang, kalau teh kalian ini sangat berbeda.''


'' Tapi, saya juga suka dengan teh buatanmu tadi anak muda, badan saya sekarang memang terasa lebih rileks.'' ucap Rooney, memuji teh istimewa dan teh herbal buatan Fadil tadi.


__ADS_2