Kiss The Rain

Kiss The Rain
Sampai disini 2.


__ADS_3

Satu per satu keluarga Jasmine masuk memberi kecupan pada ibu dua anak itu. Mata ibu Ani nampak berbinar-binar bahagia, meneteskan air matanya haru. Ia sangat tahu bagaimana perjuangan anaknya selama kehamilan. Kecupan bertubi-tubi ia berikan pada anak perempuan satu-satunya. "Ibu sudah aku malu." Jasmine tersenyum ingin rasanya menyudahi kecupan ibunya bahkan di seluruh wajahnya.


"Terimakasih sudah memberikan cucu yang tampan untuk ibu." Pelukan terakhir sebelum ibunya beralih menatap jagoan Jasmine.


"Hehe, ibu. Ehmmm...., Dimana laki-laki sopir taksi online itu?" Jasmine bertanya karena tak melihat laki-laki yang membantunya sedari tadi.


"Dia ada di depan." Ibu Ani menjelaskan.


"Panggilkan dia Bu." Pinta Jasmine dan di angguki ibunya.


"Heyy...., Kemarilah, kau tak ingin melihat putraku yang menyusahkan mu tadi?" Jasmine tersenyum sambil melambai-lambai tangan nya menyuruh sang sopir taksi online ini mendekati nya. Karena dia hanya berdiri di ambang pintu masih dengan memegang lekat tas coklat Jasmine.


"Ini tas ibu, aku sudah menyelesaikan administrasi ibu." Sambil menyerahkan tas coklat milik Jasmine.


"Apa biayanya kurang?" Lanjut Jasmine masih menatap laki-laki muda di depannya.


"Tidak, semuanya sudah lunas sampai ibu Jasmine pulang nanti." Jelasnya lagi.


"Siapa namamu? Maaf aku tadi buru-buru dan belum tahu namamu?"


"Husein." Jawab laki-laki muda yang ternyata bernama Husein.


"Baiklah namanya, bolehkah aku memberi nama anakku seperti namamu?" Pinta Jasmine.


Tiba-tiba laki-laki yang menjabat sebagai ayah kandung putra Jasmine itu datang sambil menajamkan pandangan tidak suka terhadap laki-laki muda bernama Husein.


"Dia anak ku kenapa kau memberi nama orang lain?" Cebik Dika sambil mendekati ranjang Jasmine.


"Terus kau ingin memberi nama Dika seperti namamu gitu, aku mah ogah." Jasmine berbicara sambil tersungut-sungut.

__ADS_1


"Lalu mau kau beri nama apa anak kita?"


"Anak kita! Dia anak ku, kau hanya menanam benih di rahimku dan meninggalkan ku." Jasmine mulai tak terkendali dengan ucapannya.


"Sudah-sudah, kalian seperti anak kecil bertengkar di rumah sakit. Tidak tahu malu." Ayah Kamto mulai membaur ke sisi anaknya setelah menemani Asmira ke kantin rumah sakit.


"Mommy, dia adik ku?" Asmira turun dari gendongan Opa Kamto dan mendekati box bayi di sebelah ranjang ibunya.


"Iya sayang dia adikmu." Jasmine tersenyum tidak ada kata selain bahagia meski ia kini sendiri.


"Permisi." Husein memilih pamit dari pada bingung berada di posisi yang membingungkan juga.


"Tunggu, berapa nomer rekening mu?" Jasmine menyodorkan hpnya yang sudah ia buka aplikasi m-banking miliknya. "Tulis nomer rekening mu disitu, aku tidak punya uang cash."


"Tidak perlu ibu Jasmine, aku niat membantu." Husein menolak setelah ia memahami kondisi Jasmine sebenarnya. "Jangan, aku sudah merepotkan mu. Jika kau menolak nanti kau ku jadikan suamiku." tawaran Jasmine yang membuat semua mata di sekelilingnya menatap tidak percaya termasuk Dika.


"Heyy, tunggu. Nama putra ku "Prince Husein Bhagawanta. Kau harus mengingatnya. Terimakasih." Jasmine berteriak saat pria muda itu sudah keluar dari pintu kamarnya.


Laki-laki muda itu hanya tersenyum dan berlalu pergi.


( Prince Husein Bhagawanta yang berarti Pangeran Husein yang untung juga bahagia. Bhagawanta adalah salah satu tokoh laki-laki di perwayangan)


POV Husein.


Wajah Husein mengerenyit heran, kenapa ia mendapat orderan saat hari hampir tengah malam. Dan si pemesan yang ia ketahui seorang ibu juga menyuruhnya masuk ke dalam rumah. "Ini bukan penjebakan kan." Husein melajukan ke alamat yang ia tuju saat ini,matanya menatap rumah bercat putih dengan banyaknya pot-pot tanaman hias di depannya. "apa aku harus benar-benar masuk." Saat tubuhnya sudah memasuki ruangan itu matanya terbelalak melihat seorang ibu sudah duduk menengadah sambil bernafas naik-turun. "ibu ini mau melahirkan, tapi kenapa rumah ini sepi sekali." Matanya masih menatap lekat keseluruhan isi rumah Jasmine sebelum dirinya membawa tas bawaan Jasmine ke dalam bagasi mobil.


Masih dengan rasa terkejutnya, Husein memapah tubuh jasmine. Dan selama perjalanan ia menerka-nerka sendiri dimana suami ibu ini. Kenapa ibu ini slalu bilang jika dia sendiri. "jika sendiri kenapa bisa hamil dan ibu ini juga tahu harga mobil ku dan parfum yang aku pakai." Masih dengan rasa terkejutnya saat melihat Jasmine yang ingin mengejan. "Bagaimana jika ia lahir di mobilku,sungguh kacau ibu ini." Husein tersenyum getir.


Di dalam rumah sakit pun ia juga harus mengurus administrasi dan kebutuhan lain Jasmine. Sesuatu yang di luar dugaannya. Saat belum waktunya dia berumah tangga atau tahu bagaimana proses seorang istri melahirkan. Justru malam ini dia harus sudah merasakannya. "Untung aku tidak ikut masuk,bisa pingsan aku dibuatnya." Husein tertawa sendiri mengutuk pikirannya. "kenapa laki-laki ini mengaku sebagai ayah bayi itu,apa dia suami ibu Jasmine. Tapi kenapa ada wanita hamil juga di sisinya." Sungguh teka-teki yang membuat Husein bingung. Dan akhirnya Sebuah jawaban menjadi akhir dari ceritanya malam ini. "ternyata laki-laki ini meninggal kan ibu Jasmine dan memilih wanita tadi. Kasian juga ibu Jasmine." Dan dari situlah Husien ingin menolak bonus dari Jasmine yang melebihi target ia menjadi sopir taksi online dadakan.

__ADS_1


**** End ****


Season 1 di seri ke dua Just Mine ini harus tamat sampai di sini ya reader sayang. Itu artinya cerita Jasmine dan Dika berakhir juga. Nyesek, tapi buat yang rindu Dika bisa mampir di story' just mine.


Setelah part ini,akan memasuki part kehidupan baru Jasmine. Warning sedikit ada kekerasan fisik dan verbal. Dan tentunya sedikit lebih banyak ena-ena 😂.


Mohon dukungannya ya,untuk tetap like dan klik favorit. Di koment juga boleh,biar ramai. Terimakasih untuk yang sudah mampir dan mengapresiasi karyaku Just Mine 2 ^_^


Nyanyian terakhir from Dika Andrea Bhagawanta,aku pamit ya 🥰🥰🥰


*My heart is so disguised 


I just can't live a lie anymore 


I would rather hurt myself 


Than to ever make you cry 


 


There's nothing left to try 


 


Though it's gonna hurt us both 


There's no other way than to say good-bye


🎶Air supply - Good Bye 🎶*

__ADS_1


__ADS_2