
"Brisik!!!"
Jasmine terbangun dari tidur paginya, suara gaduh terus-menerus mengusik ketenangan paginya.
Ia menyaut kimono tidurnya, Mengerjap-ngerjapkan matanya, sesekali menatap Bryan yang masih pulas dalam tidurnya.
Langkahnya berjalan keluar kamar, mencari dimana suara gaduh itu berasal.
"Tria, Brisik! Ada apa?" Panggil Jasmine sembari ia mengucek kedua matanya. "Tria...," Panggilnya lagi, Jasmine masih tak menyadari seorang gadis ingin meringsek ke dalam kamarnya.
"Maaf, menganggu tidur nyonya." Tria memelankan nada suaranya. Hingga mata Jasmine benar-benar terbuka, menampakkan seorang gadis belia yang semalam tak sengaja ia jumpai.
"Ada seorang gadis yang memaksa ingin bertemu dengan tuan Bryan." Jelasnya.
"Hai sayang, cari siapa?" Jasmine mengulas senyum, berusaha menetralkan nada bicaranya. "bocah ini, tidak tau apa jika semalam aku lembur." Batin Jasmine, masih dengan senyum manisnya.
"Tante siapa, mana kak Bryan?" Shally mengebu-gebu. Tubuhnya sudah ingin meringsek ke dalam kamar Bryan.
"Sayang, kak Bryan masih tidur. Ini masih terlalu pagi untuk bertamu." Jasmine menatap Tria, sedikit mengerling matanya.
"Mana kak Bryan, aku mau bertemu kakak!" Shally berteriak.
"Baiklah, ayo Tante anter ke ruang keluarga dulu sambil menunggu kak Bryan bangun." Jasmine menggandeng tangan Shally, Shally yang menurutpun mengikuti langkah Jasmine. Pandangannya beredar, tak henti-hentinya menatap isi ruangan lantai dua.
"Siapa namamu sayang?" Tanya Jasmine basa-basi.
"Shally Gabriella Fox." Shally mendudukkan tubuhnya di depan kursi Jasmine.
"Bagus sekali, usia berapa Shally?" Jasmine tersenyum.
"23 tahun." Jawab Shally acuh, "Dimana kak Bryan dan siapa Tante?" Lanjutnya lagi, matanya tak menatap wajah Jasmine. Mata itu masih berkeliaran.
"Tunggu sebentar ya Shally, Tante buatkan minum." Shally hanya berdehem, Jasmine berlalu meninggalkan Shally. Langkah kakinya mengarah pada Tria, sesekali Jasmine memandang Shally dan tersenyum. Hingga bisikan ditelinga Tria membuat laki-laki itu tersentak kaget.
"Nyonya!"
"Lakukan!" Titah Jasmine, matanya membulat penuh tanda perintah.
Tria memegang pipi Jasmine dan mengusap-usapnya. Tangannya dingin, wajahnya pias. "Lakukan yang betul seperti saat dengan istrimu!" Bisik Jasmine, Tria melototkan matanya.
"Bagaimana dengan tuan?" Tanya Tria pelan.
"Bersandiwaralah, lakukan perintahku satunya." Titah Jasmine lagi, Tria mengangguk berjalan menuruni anak tangga. Tangannya memegang ponsel dan terlihat sedang menghubungi seseorang.
Jasmine kembali menatap Shally dari kejauhan, gadis itu masih duduk ditempatnya. Sedari tadi tangannya tak henti-hentinya bermain ponsel.
"Huft...," Jasmine menghembuskan nafas panjang. Berjalan kembali menuju dapur mini membuatkan susu coklat untuknya dan tamu tak diundang.
Kini langkah kakinya menuju kamar membawa sebuah nampan, ia taruh di atas nakas dan membangunkan Bryan.
Berkali-kali tepukan di pipinya, goyangan di tubuhnya tak membuat Bryan terbangun. Dengan terpaksa Jasmine menyibakkan selimut yang menutupi tubuh polos Bryan. Tangannya mengelitik bulu-bulu rindu milik Bryan. Tubuhnya menggeliat dengan sekali tarikan tangan Bryan, tubuh Jasmine terjerembab ke atas tubuh Bryan.
"Apa semalam kurang, hmm?" Bryan tak membuka matanya, tapi bibirnya berbicara.
__ADS_1
"Shally." Jasmine berbisik, seketika mata Bryan membulat, "Yang benar saja!"
"Di ruang keluarga. Bry, bersandiwaralah. Jangan bilang kepadanya jika aku istrimu." Jelas Jasmine.
Bryan hanya mengacak-acak rambutnya. Sedangkan Jasmine membawa lagi nampannya dan keluar kamar menemui Shally.
Shally masih duduk tak berpindah sedikitpun dari tempatnya tadi.
"Maaf ya Tante lama, kak Bryan baru bangun dan sedang mandi. Shally suka susu coklat?" Jasmine menyodorkan gelas milik Shally, susu coklat hangat masih mengepulkan asap tipis diatasnya.
"Minumlah, ayo Tante temani sambil menunggu kak Bryan selesai." Ucap Jasmine sambil menyeruput susu coklat miliknya.
Shally tersenyum, ia tak segan mengambil gelasnya dan menyeruput susu coklat digelasnya.
"Apa keluarga mu kartel Fox Adois?" Tanya Jasmine tersenyum, ia berusaha menyelidiki.
"He'emm, Fox Adois adalah papaku." Jawab Shally tanpa menaruh nada curiga.
"Tante siapa, kenapa Tante ada dirumah kak Bryan?" Tanya Shally.
"Haha, Tante hanya bekerja disini Shally."
"Kerja apa, tadi malam aku melihat kak Bryan merangkul bahu Tante!" Nada Shally mulai mengeras.
"Tadi malam?" Dahi Jasmine mengerenyit heran. "Tadi malam Shally lihat kak Bryan merangkul bahu Tante dimana?" Jasmine tersenyum.
"Di depan rumah."
"Bit*ch!" Shally mempertajam nada suaranya.
"Hahaha, aku hanya dijadikan budak sex untuk memuaskan hasrat Bryan, Shally. Tidak lebih dari itu."
"Tidak mungkin! Tidak mungkin kak Bryan mau bercinta dengan tante-tante seperti mu. Tidak mungkin!" Shally mengebu-gebu, "Pergi, pergi dari sini jangan dekati kak Bryanku!" Tangan Shally sudah menyeret tangan Jasmine. Bersama dengan itu Bryan keluar dari kamar, melihat Shally menyeret tangan Jasmine dengan paksa membuat paginya muram.
"Lepaskan!" Teriak Bryan, mata Jasmine mengedip.
"Dia hanya ******, kenapa kakak mau dengannya!" Sergah Shally.
"Bukan urusanmu Shally, lepaskan tangan wanitaku!" Hardik Bryan, ia berjalan tergesa-gesa. Menarik paksa tangan Jasmine dan mendekapnya.
"Aku tidak apa-apa Bry, sudah." Jasmine tersenyum, "Mandilah dan masak seperti biasanya." Titah Bryan sambil mengelus pipi Jasmine.
Jasmine mengangguk, langkahnya terhenti saat Tria menaiki anak tangga. Ia menatapnya, matanya memberi tanda tanya. Tria mengangguk dan dibalas senyuman oleh Jasmine.
Jasmine berlalu meninggalkan tiga orang yang penuh tanda tanya.
Diruang keluarga Bryan menatap tajam Shally yang terdiam, "Mau apa pagi-pagi sudah membuat keributan di rumahku?" Tanya Bryan geram.
"Apa kakak benar-benar bercinta dengan Tante itu?" Tanya Shally meyakinkan.
"Bukan urusanmu Shally, untuk apa kau kemari?" Tanya Bryan lagi
"Menemui kakak, aku rindu kak Bryan." Jelas Shally, tubuhnya sudah ingin beranjak mendekati Bryan.
__ADS_1
"Duduk ditempatmu!" Hardik Bryan, Shally menggerutu kesal.
"Kak, apa kakak benar-benar tidak tertarik denganku? Kurang seksi apa aku?" Bibir Shally mengerucut.
"Shally, pulanglah kakak banyak urusan." Bujuk Bryan Namun dengan cepat Shally membantahnya. "Darimana kau tahu rumah kakak?" Tanya Bryan menyelidik.
"Semalam aku membuntuti kakak."
"Tidak sopan, tidak ada yang tahu rumah ini selain keluarga ku!"
"Sekarang aku sudah tau kak, jadi aku bisa datang kesini semauku." Ucapan Shally dengan tersenyum membuat Bryan semakin geram.
"Jangan harap Shally, bahkan tidak ada yang berani dengan lancang menginjak lantai dua ini tanpa seijin ku."
"Tapi Tante itu?"
"Dia istimewa." Bryan berucap dengan bangga.
"Tapi kan dia hanya ****** kak! Aku tidak suka kakak dekat-dekat dengan wanita itu."
"Shal!!! Jaga bicaramu, dia bukan ****** seperti yang kau pikir!"
"Dia sendiri yang bilang kak, jika dia adalah wanita penghibur dan hanya kakak jadikan budak sex untuknya!" Jelas Shally berkobar-kobar.
"Hahaha, kau percaya?" Bryan tertawa mendengar ocehan Shally, "Dia memang budak sexku, Shall. Dia pintar bermain diranjang, mengairahkan."
"Kakak jahat!" Air mata Shally berlinang, ia berlari tapi langkahnya terhenti saat menabrak Jasmine yang ingin mengajaknya untuk sarapan pagi.
"Shal, kenapa menangis?" Jasmine tersentak, ia menatap Bryan yang masih tertawa berbahak-bahak. "Ada apa Shal?" Tanya Jasmine lagi.
"Semua ini gara-gara Tante, Tante sudah merebut Bryan dariku. Dasar ******, murahan!" Cecar Shally tak peduli.
"Kakak Bryan jahat!" Air matanya menderu-deru.
"Bryan menyukai wanita yang bisa berfikir dewasa, jadi berhentilah bersikap seperti bocah kemarin sore, Shally paham?" Jasmine mengelus rambut Shally, tapi tatapannya mengarah pada Bryan yang menatapnya dengan tajam.
"Shally, sudah sarapan?" Tanya Jasmine.
Shally menggeleng.
"Baiklah, ayo sarapan dengan Bryan dan Tante."
Kepala Shally mendongkak, tangannya mengusap air matanya, "Boleh?" Tanyanya.
"Boleh." Jasmine tersenyum sembari menganggukkan kepalanya.
"Bry, ayo sarapan." Ajak Jasmine , laki-laki itu hanya berdehem berjalan meninggalkan Jasmine dan Shally dibelakangnya.
*
Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komen ya sayang. Pliss jangan jadi silent reader 🙏
Happy reading 🤗
__ADS_1