
Sesampainya di tempat yang ia tuju, Jasmine turun dari mobil mengambil Prince dan membawanya dalam dekapannya. Sesaat Jasmine mengusap air matanya yang sedari tadi menetes tak henti-hentinya. Tangannya mengetuk pintu yang amat ia kenali,bahkan dia dulu bebas keluar masuk tanpa permisi.
Lama menunggu, akhirnya pintu itu terbuka. Menampakkan sosok yang sangat ingin Jasmine hindari selama ini. "Ada apa?" Dika sudah berdiri dan matanya menangkap sesuatu yang selama ini dia cari,kemeja flannel kesayangannya.
"Hai....,kau sibuk?" Sebisa mungkin Jasmine mengulas senyum terbaiknya, menyembunyikan sesuatu yang sangat ia harapkan dan rindukan.
"Ehm... Tidak,masuklah dulu." Dika masih berdiri dan tersenyum memegangi tangan kecil bayi mungilnya.
"Dimana Asmira dan Amanda?" Jasmine tak menangkap kedua perempuan yang menemani hari-hari nya Dika.
"Mereka sedang di kamar atas,mau aku panggil kan?" Dika masih berbicara sambil memegangi tangan putranya. Membuat jantung Jasmine berdesir tidak karuan. Memang ia sudah melepas Dika dengan wanitanya. Tapi kenangan yang pernah meraka rajut masih tersisa di benak hati Jasmine.
"Ehm.... Itu kemeja ku kan?" Akhirnya Dika menyudahi memegangi tangan putranya dan kini menatap wajah Jasmine yang masih terlihat sembab. "Jasmine apa kau habis menangis?" Lanjutnya.
"Ti-dak.Ehm....Iya ini kemejamu,aku membawanya saat pindah dulu." Masih dengan mengulas senyum manis. "Kau keberatan jika aku pakai?" Tanya Jasmine sambil mengalihkan pandangannya dari mata Dika. Sebisa mungkin ia tak menatap mata itu terlalu dalam.
"Tidak,kau bisa memakainya." Dika masih menatap lekat wajah mantan istrinya. "Tumben kesini?" Tanyanya.
Jasmine mengecup kening Prince dan mengalihkan Prince ke pangkuan Dika. Namun gerakannya membuat pistol yang ada di ikat pinggang Jasmine terlepas dan suaranya membuat mata Dika beralih pada benda yang jatuh tadi. Matanya seketika membulat penuh tanda tanya.
"Kenapa kau membawa pistol mu, kenapa kau berpenampilan seperti ini,Kau mau kemana?" Dika mulai mencebik berbagai pertanyaan ke Jasmine. Sebelum ia berdiri menaiki anak tangga.
__ADS_1
Nampak Dika kini menuruni anak tangga sendiri. Namun ada seseorang yang mengikuti langkah kecilnya dari belakang. Asmira, putri kecil Jasmine.
"Mommy...." Asmira berlari menghampiri Jasmine yang masih duduk dan melentangkan tangannya untuk menangkap tubuh kecil putri pertamanya.
"Peluk mommy yang lama honey,mommy merindukan mu." Jasmine mengelus rambut ikal putrinya dan menghadiahi banyak kecupan di wajah manis Asmira yang kini sudah menjadi kakak dari ke dua adiknya. Amanda sudah melahirkan 5 Minggu yang lalu. Dia menghadiahi Dika putri kecil seperti Asmira. Wajahnya sangat cantik seperti ibunya.
"Dika tolong ambilkan koper dan cooler bag di mobil ya." Jasmine menyerahkan kunci mobil miliknya. "Mommy,ayo lihat adik bayi di kamar,mereka berdua lucu sekali." Ajak Asmira sambil menarik lengan ibunya.
"Apa mommy boleh melihatnya?" Tanya Jasmine dan di angguki putrinya. Akhirnya mereka berdua menaiki anak tangga dan meninggalkan Dika seorang diri di depan rumah.
Tibalah di depan kamar yang pernah Jasmine tempati dulu,sekelebat kenangan menari-nari liar di kepala Jasmine. Hingga tatapannya beralih menatap Amanda yang sedang memangku putra sambungnya.
"Baik kak,kakak gimana?" Amanda menjawab pertanyaan Jasmine sambil tersenyum tulus.
"Aku juga baik,lihatlah dia tampan seperti suamimu kan?" Jasmine mengelus lembut kepala Prince.
"Kak,ada apa?" Seperti ada sesuatu yang ia tangkap dari raut wajah Jasmine.
"Apa kau tidak keberatan jika aku menitipkan Prince kepadamu,hanya sebentar. Setelah urusan ku selesai aku akan menjemputnya." Jelas Jasmine.
"Kakak mau kemana?" Amanda mulai gelisah saat Jasmine sudah berdiri di depan box milik Jeannice putri Amanda dan Dika.
__ADS_1
"Putrimu cantik seperti dirimu Manda,Dika beruntung memilikimu." Jasmine kembali memperlihatkan senyum tulusnya."Waktuku tidak banyak,kumohon jagalah Prince seperti kau menjaga Jeannice. Jika kau repot kau bisa menyuruh dika untuk mengantar Prince ke rumah orangtuaku atau bisa kau titipkan pada ibu Rina." Jasmine kembali duduk di sebelah Amanda. "Aku tahu kamu bisa Manda."
Amanda menaruh Prince di atas ranjang dan beralih menatap Jasmine yang sudah berdiri. Tidak tahu apa maksud dari semua perkataan Jasmine,Amanda hanya bisa memeluk mantan istri suaminya. "Pulanglah saat urusan kakak sudah selesai,kakak tidak perlu khawatir dengan Prince.Aku akan menjaganya." Pelukan itu dibalas lebih erat oleh Jasmine. "Terimakasih." Jasmine keluar dari kamar itu dan mendapati Dika berdiri tak jauh dari kamar mereka dulu.
"Kau mau kemana!" Wajah Dika sudah diselimuti rasa khawatir.
"Aku ada misi,aku akan pulang setelah selesai. Aku akan merepotkan mu dengan Prince dan Asmira." Jelas Jasmine sambil menunduk pandangannya. "Dika,aku pamit. Aku harus pergi sekarang."
"Tunggu,aku antar kamu sampai depan." Dika mengekori langkah Jasmine di belakang nya,rasanya laki-laki itu ingin memeluk Jasmine dari belakang seperti dulu.
"Baiklah,Ehm....." Jasmine menjeda ucapan nya. "Ini kunci rumahku,jika ada sesuatu yang Asmira butuhkan kau bisa ambil sendiri. Dan,ini kunci brangkas ku. Jika sesuatu terjadi padaku kau bisa membukanya." Jasmine menyerahkan kedua kunci itu di tangan Dika dan menggenggam nya sebentar.
"Ehm.... Kodenya tanggal lahir Asmira." Jelas Jasmine sambil memegang pintu mobil ingin segera masuk.
"Tunggu." Dika menahan tangan Jasmine dan menariknya ke dalam pelukannya. "Maafkan aku, pulanglah anak-anak masih membutuhkan mu." Dika mengeratkan pelukannya, Jasmine hanya diam membisu. Ia sangat-sangat rindu dengan pelukan ini. Ia tak tahu jika ada sepasang mata yang melihatnya dari balik jendela kamar yang tersibak sedikit penutupnya.
Jasmine mengulas kembali senyumannya, sebelum ia masuk ke mobil dan meninggalkan Dika yang masih terdiam menatap kepergiannya.
-----
Jika suka dengan kisah hidup Jasmine,mohon like,rate & favorit ya 😊
__ADS_1