Kiss The Rain

Kiss The Rain
Belati Asmara!


__ADS_3

Jasmine terbangun dari tidur malamnya, ia nyaris terjungkal saat kaget mendengar seseorang menggeram dengan keras dari dalam kamarnya. Ia mengerjap-ngerjap membenarkan baju tidurnya yang berbentuk kimono dan baju seksi terbalut di dalamnya.


Saat selesai berjalan-jalan di lantai dua dan hendak bermain piano ia mengurungkan niatnya. Ia memilih pergi ke dapur mini yang berada di lantai dua dan membuat susu coklat yang ternyata tersedia di rak lemari. Ia sangat senang bukan main , rasanya susu coklat ini mengingatkan nya pada rumah. Saat ibu Ani membuatkannya susu coklat untuk sarapan dan saat ia membuat susu coklat untuk putrinya sarapan.


Jasmine duduk di bangku meja makan dan menghabiskan susu coklat miliknya, ia bingung harus melakukan apa. Hanya berjalan-jalan mengamati dan akhirnya ia memilih untuk mandi sore dan berendam. Membersihkan dirinya dan menyiapkan dirinya. Ada saatnya untuk maju selangkah menerima kenyataan yang sudah menjadi nasibnya. Menerima bahwa ia sudah menjadi istri siri seorang gembong narkoba yang dulu menjadi incaran kelompoknya.


Tak peduli jika laki-laki mudanya akan kecewa atau malah semakin terbuai. Jasmine sudah menyiapkan dirinya jika akan di buang atau semakin di ikat belati Asmara!


*


"Arghhhh......." Bryan menggeram kencang, saat tak mendapati Jasmine ada di rumah. Ia memaki-maki penjaga dan menyuruh bodyguard mencari Jasmine di seluruh pelosok rumah dan sekitarnya.


"Belum sehari aku meninggalkan nya , kalian sudah lepas dari penjaga'an. Cih!! Apa yang kalian lakukan sedari tadi?" Bryan semakin memaki-maki saat tidak ada jawaban dari penjaga dan bodyguard nya. Sedangkan penjaga lantai dua hanya menerawang keberadaan Jasmine, karena setahunya Wanita tuan mudanya hanya berjalan-jalan kesana kemari, tertawa di depan Ruang Khusus Bryan dan minum susu coklat di dapur. "Apa mungkin wanita itu bunuh diri dan kabur dari jendela,apa mungkin wanita itu punya jurus menghilang seribu bayang atau menggunakan teleportasi dan vortex." Pikirnya sambil menahan tawa. "Dasar bocah dimabuk janda." Perut penjaga itu mungkin sudah kencang menahan tawa atas imajinasinya dan kekonyolan tuan mudanya.


"Cari wanita itu sampai dapat." Bryan menutup pintunya dengan kencang. Ia mengobrak abrik ranjang yang kini bantal dan gulingnya berserakan di lantai. Mengeram dan terduduk menatap foto jasmine 10 tahun yang lalu.


"Kau dimana wanitaku." Bryan menunduk matanya berkaca-kaca.


Jasmine menutup mulutnya saat melihat kamarnya sudah seperti kapal pecah yang terombang-ambing terkena ombak 5 meter. Sayang itu hanya ombak rindu yang menderu-deru.


"Bry....." Panggil Jasmine sembari menata kembali bantal dan guling kembali ke tempatnya. "Kau kenapa?" Tanyanya lagi.


Bryan hanya memalingkan wajahnya menatap Jasmine, mungkin banyak tanya di kepalanya. Kenapa wanita ini memakai baju tidur dan matanya terlihat habis bangun tidur.


"Darimana?" Tanya Bryan.


"Ehm... Kau sudah pulang dari tadi?" Jasmine balik bertanya.


"Jawab pertanyaan ku!" Cebik Bryan lagi.


"A-ku... Aku tertidur di balkon." Jasmine menunjuk jendela kamar yang terbuka membuat angin dingin masuk ke dalam kamarnya. Karena setelah makan malam Jasmine memilih berduduk santai di balkon kamarnya dan akhirnya tertidur.

__ADS_1


"Kamu kenapa, kenapa kamarnya jadi berantakan?" Lanjut Jasmine saat tak mendapat jawaban dari Bryan yang hanya menatap dirinya. "Kamu sudah makan malam?",Tanyanya lagi.


"Aku mencarimu." Jawab Bryan.


"Aku tidak kemana-mana." Jasmine berjalan mendekati Bryan dan duduk disampingnya. "Aku tidak pergi, maaf membuatmu khawatir." Senyum Jasmine mengembang. Ia mulai paham saat laki-laki muda di hadapannya itu memegangi foto Jasmine dengan mata yang sendu.


"Gantilah foto ini, ini sudah 10 tahun yang lalu. Aku sudah tak semuda itu anak muda." Jasmine mengambil alih fotonya. Menyandarkan kepalanya di bahu Bryan yang hanya mematung menatapi Jasmine.


"Kau tidak perlu takut aku pergi dari sini, asal kau menepati janjimu untuk tidak menyakiti keluargaku." Jasmine meyakinkan Bryan, karena pada dasarnya ia sendiri juga takut untuk kehilangan seseorang yang berarti dalam hidupnya.


"Terimakasih." Bryan memeluk Jasmine,tak ada penolakan dari wanita dua anak itu dan kini Bryan semakin berbinar saat Jasmine membalas pelukan hangat Bryan.


"Teruslah seperti ini." Bryan mengeratkan pelukannya. Mengelus lembut punggung Jasmine dan kini memiringkan kepalanya menatap penuh damba ke wajah Jasmine.


Laki-laki muda itu menutup matanya, merasakan sesuatu yang basah di bibirnya. Saat Jasmine membenamkan bibirnya di bibir merah jambu milik suaminya. Laki-laki muda itu hanya terdiam, menikmati kecupan lembut istrinya. Tidak ada nafsu atau gejolak jiwa muda yang Jasmine rasakan, ia hanya melakukan untuk memenuhi hasrat suaminya. Berbeda dengan Bryan yang merasakan itu penuh rasa hangat, rasa damba dan rindu. Ia berusaha membalas kecupan Jasmine yang kini berubah menjadi kecupan yang semakin memanas. Ia membaringkan tubuh Jasmine di atas ranjang, dan memposisikan tubuhnya di atas Jasmine. Membenamkan bibirnya lagi di bibir istri sirinya. ******* pelan ,mengecupi perlahan hingga ia harus berdecak kesal saat pintu kamarnya terbuka. "Shit."


**


Bryan berdiri merapikan kemeja yang sudah tak beraturan, dan Jasmine yang tersenyum lega karena bisa melarikan diri sejenak.


"Tuan." Sapa Botak menunduk menahan malu dan tawa.


"Kau bisa mengetuk dulu kan?" Bryan menutup pintu kamarnya. Berjalan menjauh ke ruang keluarga dan di ikuti Botak di belakang nya.


"Sudah tuan?" Tanya botak ingin tahu.


"Sudah apanya?" Tanya Bryan kembali.


"Sudah ketemu wanita tuan." Jawab botak sambil tersenyum.


"Sudah, dia hanya tertidur di balkon kamar." Jelas Bryan menahan malu jika ia ingat bagaimana ia memaki-maki penjaga dan bodyguard nya tadi. "Suruh penjaga yang masih di luar untuk kembali. Jangan merusak citraku, bilang saja Wanita itu sembunyi di balkon."

__ADS_1


"Baik tuan. Maaf jika saya mengganggu." Botak pamit undur diri dan mengulas senyum walaupun kenyataannya tetap terlihat sangar.


"Kau benar-benar menggagalkan semuanya." Cebik Bryan mengikuti langkah botak dan ingin kembali ke kamar nya melanjutkan kejadian tadi.


"Tuan... Jika tuan mau tuan bisa minum jamu kuat biar tambah strong." Bujuk Botak.


"Aku masih muda dan tak perlu jamu kuat, Memangnya kau?" Bryan tertawa dan di ikuti si botak yang tertawa.


"Hahaha, baiklah jika tuan mau nanti saya pesankan. Saya pamit dulu tuan dan selamat melanjutkan yang tadi."


Bughhh.... Bryan memukul bahu botak dan kembali tertawa.


Klek.. Bryan membuka pintu kamarnya dan mendapati Jasmine tak ada di ranjangnya. Ia mengedarkan matanya mencari Jasmine.


Terdengar gemericik air di dalam kamar mandi. Bryan menarik nafas lega pikirnya ia tak perlu uring-uringan lagi.


"Sudah selesai urusan mu dengan botak?" Tanya Jasmine saat dirinya sudah menyelesaikan urusannya di kamar mandi. Dan kini tubuhnya sudah bersanding di samping Bryan yang terduduk di sofa. Tersenyum!


"Sudah, maaf."


"Kau sudah makan malam belum?" Tanya Jasmine.


"Sudah, bagaimana kau suka dengan rumah ini?" Tanya Bryan.


Jasmine hanya mengangguk. "Gantilah bajumu dan tidur ini sudah larut malam. Kau pasti lelah." Pinta Jasmine.


"Tapi..."



Visual Bryan Imanuel Nicolas,cocok gak? Ehmmm,jadi kangen sama suami author. Kalau doi putih bersih pasti kek gitu pasti mirip versi lokal tapi. Ah elah,peluk dulu zheyeng aku. 😂😂😂

__ADS_1


Semoga cerita ini menghibur ya, terimakasih untuk dukungannya. Like,vote, komentar. Author pasti kasih feedback kok,atau dengan suka rela ngasih boomlike 💛💛💛


__ADS_2