Kiss The Rain

Kiss The Rain
Mabuk gila.


__ADS_3

Arunika menyeruak memancarkan cahayanya, menyusup tirai tipis dan mengadu bahwa aku hadir kembali menghangatkan tubuhmu wahai jiwa yang mendung kelabu.


Jasmine terbangun dari tidur panjangnya, ia menundukkan kepalanya, Mengerjap-ngerjapkan matanya. Lantas ia menatap ranjang besar tak ada seonggok tubuh yang bernafas. Selepas makan malam semalam Bryan tak kembali ke kamarnya. Ranjang itu masih terlihat rapi, bahkan nyaris tak tersentuh.


"Dia tidak tidur disini." Jasmine tersenyum kecut, ia melipat selimutnya. Memakai kimono tidur dan melangkahkan kakinya ke kamar mandi. Selesai membersihkan dirinya, Jasmine melanjutkan perjalanannya menuju dapur, mengedarkan pandangannya. Tak mendapati Bryan, hanya ada wanita malang itu dilantai dua.


Satu hari dua hari Jasmine lalui seorang diri. Ia tak pernah lupa menyajikan sarapan pagi untuk Bryan. Entah dimakan atau tidak, Jasmine tetap menjalankan kewajibannya. Siang harinya Jasmine tak mendapati makanan itu disentuh, masih utuh dan masih ditempat semula.


Dihari ketiga, Jasmine menunjukkan wajah musamnya. Hanya tersisa dua lembar roti tawar dan sedikit selai coklat. Jasmine membakar roti tawar dan mengolesnya dengan selai coklat. Ia bagi menjadi dua bagian untuknya dan Bryan. Segelas susu coklat sisa terakhir pun juga sudah ia habiskan. Secangkir kopi dan segitiga roti tawar tersaji di atas meja makan.


Saat ia melangkahkan kakinya menuju kamar, ia berpapasan dengan Bryan. Jasmine menunduk, tak ada keberanian menatap wajah Bryan yang masih terlihat datar. Wanita itu kembali ke sudut kamar yang menjadi tempat dan teman selama tiga hari ini, Balkon kamar!


Ia duduk bersimpuh diatas lantai, satu tangan kanannya menjadi tumpuan kepalanya. Satunya lagi menatap dan membelai dedaunan.


Sudah tiga hari mereka berdua tak saling bicara, tragedi kolam renang kemarin masih tersisa di benak Jasmine. Wanita itu berdiri menatap kolam renang di tepi pembatas balkon. Dari sudut yang berbeda, dibalik tirai dapur mini. Bryan berdiri menatap Jasmine yang terdiam melamun tatapan matanya tidak fokus, "Aku rindu." Bryan menutup tirai dan melangkahkan kakinya menuju kamar. Laki-laki itu mengedarkan pandangannya, masih terlihat Jasmine berdiri terpaku pada tempatnya.


Jasmine menengok ke belakang, ia melihat Bryan menuju arahnya. Jasmine membuang muka.


Bryan berdiri disamping Jasmine melihat apa yang Jasmine tatap dari tadi. Jasmine membisu ia tak mengerti harus bagaimana menetralkan ketegangan ini.


"Aku tak pernah ada waktu untuk berenang disana, bahkan memegang airnya saja aku tak pernah." Bryan menatap Jasmine yang masih terdiam. "Bagaimana rasanya berenang disana?" Tanya Bryan sembari menunjuk arah kolam renang.


"Tidak ada rasanya, biasa aja." Jasmine menjawab tanpa menatap Bryan.


"Temani aku berenang." Minta Bryan sedikit dengan nada terpaksa.


"Tidak!"


"Jangan membantah!"


"Aku sudah mandi. Untuk apa berenang jam segini lagi, Dingin!" Jelas Jasmine, air kolam yang membiru itu sudah jelas masih dingin meskipun sudah ada cahaya matahari yang menyinarinya.

__ADS_1


"Aku akan memaafkan kesalahanmu kemarin, asal kamu mau menemaniku berenang."


Jasmine menatap Bryan, "Oh, apa dengan mengurungku dilantai dua kau membuatku bahagia. Bryan, dengarkan aku. Kau tak bisa memaksaku melakukan semua keinginanmu dengan cara kau mengancamku untuk melukai kedua anak-anak ku. Jika kau memang mencintai mereka dan mencintaiku, kau tak perlu khawatir atau mengurungku seperti ini. Aku sendiri yang akan menyerahkan hidupku untukmu. Aku kesepian Bryan, aku butuh teman untuk bicara." Jasmine tertunduk air matanya sudah menggenang di pelupuk matanya.


"Janji, kau akan menyerahkan hidupmu untuk ku?" Tanya Bryan. "Kemarilah," Bryan menarik tubuh Jasmine ke dalam pelukannya. "Maafkan aku, aku hanya takut kau meninggalkanku Jasmine. Berjanjilah untuk tetap bersamaku." Bryan terus mengusap punggung Jasmine. "Ayo temani aku berenang." Jasmine mendongkak memberanikan diri menatap wajah Bryan. "Yakin?"


Bryan mengangguk, "Tidak marah lagi jika aku menyentuh anak tangga?" Jasmine bertanya dan menatap Bryan. "Tidak jika itu bersamaku, kalau sendiri baru aku marah." Jelas Bryan sembari mencubit pipi Jasmine.


"Sama saja kau masih mengurungku dilantai dua." Jasmine pura-pura cemberut. "Bry, aku merindukanmu." Jasmine mengeratkan pelukannya.


"Tidak sekarang." Bryan mencubit pantat Jasmine dan terkekeh. "Aku kemarin tidur diruanganku, aku tidak sanggup jika harus sekamar dengan mu tanpa memelukmu."


Jasmine masih tak melepas pelukannya, "Aku rindu Bry, biarkan seperti ini sebentar saja."


*


Byurrrrr.


Pintu hitam itu sudah terkunci dari dalam. Dentuman air yang menyeruak terdengar sampai di ruang tengah. Hanya ada dua insan disana, dua insan yang sudah menyerbukkan kembali sari-sari cinta didalamnya kini sudah berada di dalam kolam renang, saling meliuk dan mengejar. "catch me." Teriak Jasmine.


"i catch you babe." Bryan menangkap kaki Jasmine dan menariknya. Jasmine gelagapan di dalam air dan berbalik menghadap Bryan. "Aku kalah, hahaha." Jasmine tertawa. "Yang kalah harus dihukum," Lanjut Bryan sambil menarik Jasmine ke tepi kolam.


Di dalam kolam tubuh mereka berdua masih tertempel bersama. Bryan yang hanya menggunakan boxer dan Jasmine yang dipaksa menggunakan bikinipun nampak terlihat seksi.


Bryan mengangkat tubuh Jasmine dan mendudukkannya di tepi kolam sedangkan Bryan masih berdiri di dalam kolam.


"Hukumannya ini." Bryan menunjuk gundukan kenyal yang ada dibalik bikini berwarna hitam.


Jasmine memukul tangan Bryan yang ingin menyusup dibaliknya. Tangan nakal itu beralih menyentuh Stretch Marks diperut Jasmine yang masih terlihat guratan halus berwarna putih. "Tidak ingin menghilangkannya?" Tanya Bryan sembari mengusap pusar Jasmine, tubuh istrinya nampak seksi dengan air yang masih menetes, menambah kesan sensual ditubuhnya.


"Tidak, biarkan saja. Besok kalau hamil juga akan seperti itu lagi." Jelas Jasmine sambil merangkul tangannya di leher Bryan. "Ayo hukum aku." Rayu Jasmine sambil tersenyum.

__ADS_1


"Haha, baru tiga hari sudah tidak tahan ya." Sergah Bryan sambil melancarkan aksinya, mengecupi paha putih Jasmine berakhir pada pangkal paha Jasmine. "Bry....,"


"Tidak disini." Pinta Jasmine, "Tidak ada orang yang melihat." Jawab Bryan yang kembali menyecapi pangkal paha Jasmine.


Jasmine mendesah, Bryan melepas tali yang menautkan kedua bagian belakang dan depan bikininya. Jasmine mengeratkan kakinya yang merangkul tubuh Bryan dibawah air, "Isinya pasti banyak." Bryan menaruh bibir merah jambunya di ujung gumpalan kenyal dan menyesapnya. Tubuh Jasmine meremang, ia semakin menekan kepala Bryan untuk terus melakukannya.


Bryan menarik tubuhnya ke atas dan menubruk tubuh Jasmine.


Jasmine dan Bryan menyudahi pergumulan paginya di tepi kolam renang, mereka berdua melepas pelukannya dan kembali masuk ke dalam kolam memakai pakaian tipis yang menutupi ***********.


Percintaan pagi ini di pinggir kolam tak lepas dari sepasang mata yang melihat dari balik jendela. Sepasang mata yang memancarkan aura geram nan jijik.


Mata yang merekam semua kelakuan sepasang suami istri yang sudah gila dengan tingkah lakunya.


"Bry...., tidak kerja?" Tanya Jasmine sambil meliukkan tubuhnya ke tepi kolam.


"Tidak, hari ini aku bersamamu." Bryan mendekati Jasmine dan mengecupi bibir Jasmine lagi.


"Ayo sudah, aku kedinginan." Pinta Jasmine.


"Baiklah, aku ambilkan bathrobe mu dulu." Bryan naik ke atas kolam dan menuju ke pendopo tempat dimana bathrobe itu terletak lemah tak berdaya melihat majikannya bercinta.


"Bilas disana saja, ayo." Ajak Bryan sembari menunjuk pancuran air di ujung kolam renang dengan hanya tertutup kain putih.


"Berdua?"


"Hahaha, kenapa? Mau lagi?" Bryan menyeringai.


"Apa sih." Jasmine menyaut bathrobe nya. Memakainya dan berjalan ke arah tempat pembilasan.


"Sekali lagi juga boleh babe?" Bryan memegangi pinggang Jasmine.

__ADS_1


"Dua kali artinya dapet hadiah." Sergah Jasmine.


"It's okey babe, mau apa?" Bryan melepas boxer nya, melepas lagi bikini Jasmine. "Belanja." Jawab Jasmine. Bryan mengangguk, Mereka bercinta lagi di bawah kucuran air. Saling menaut dan mendesah. Membiarkan air melihat adegan seronok dua insan dimabuk gila.


__ADS_2