Kiss The Rain

Kiss The Rain
Perkara rapat dan kesat!


__ADS_3

"Bryan...., Bryan....," Suara wanita paruh baya menggema seisi ruangan.


Rose dan Anthony Nicolas beberapa menit yang lalu sudah tiba di kediaman putra kedua mereka. Rose semakin berteriak saat tak mendapati jawaban dari putranya.


Selepas pagi tadi Bryan dan Jasmine menghabiskan waktu untuk sarapan pagi. Bryan memutuskan untuk mengurus keadaan genting di rumahnya. Entah berapa lama Bryan berada di ruang biasanya.


Keadaan ini membuat Jasmine bergerak sendiri mencari informasi. Tria lah tempat tujuannya.


Hati Jasmine semakin risau, saat Tria menjelaskan banyak hal yang mencekik ulu hatinya.


Lamunan Jasmine terhenti saat mendengar mertuanya berteriak dan tapakan sepatunya terdengar sampai anak tangga paling atas.


"Mama." Jasmine menjawabnya, langkah kakinya beranjak menuruni anak tangga.


Senyuman menyambutnya, "Mama, apa kabar?"


Tanya Jasmine, tangannya sudah merengkuh wanita bersanggul pita.


"Ada apa, kenapa Botak menyuruh kami untuk tinggal disini sementara waktu." Anthony tak kalah terkejutnya saat ia sedang memanen madu di belakang pekarangan rumahnya, Botak dengan nada was-was menyuruhnya untuk bergegas pergi.


"Sayang, mana Bryan? Kenapa dia membuat kami panik dan khawatir." Tanya Rose Mardiani.


"Bryan sedang diruangannya Ma, ayo Mama naik dulu. Nanti Jasmine jelaskan."


Rose Mardiani menyerahkan paper bag berwarna coklat pada Jasmine, "Sayang bisakah buatkan kami teh madu." Rose tersenyum.


Jasmine mengangguk dan membawa paper bag itu dalam genggamannya.


"Papa temui Bryan dulu, kalian naiklah." Anthony menuruni dua anak tangga. Ia tahu betul jika Bryan sudah berada di ruangannya dengan waktu yang cukup lama. Sesuatu telah terjadi.


Sesampainya di anak tangga paling atas, Jasmine meminta Rose untuk menunggunya di ruang keluarga selagi dia membuatkan teh madu permintaan mertuanya.


Jasmine membuka paper bag, didalamnya ada sebuah botol kaca berisi madu segar hasil panen Anthony. Tangan Jasmine yang sudah tak sabar pun 'mendulit' madu dengan jari telunjuknya. "Manis sekali." Senyumnya merekah, "Ini enak." Berkali-kali Jasmine 'mendulit' madu itu. Ia sampai lupa dengan ceret yang berbunyi, menandakan jika air sudah mendidih.


Dengan sigap Jasmine menuang air panas dalam teko kaca, menyedu teh dan menyampurnya dengan madu.


Satu nampan penuh dengan empat gelas cangkir dan satu teko kaca ia bawa hati-hati menuju ruang keluarga.


Rose masih duduk dengan wajahnya yang gelisah. "Mama, kenapa melamun?" Tanya Jasmine, tangannya masih sibuk menuang teh ke dalam cangkir. Kepulan asap panas membumbung tinggi.


"Ada apa Jasmine?" Tangan rose yang sudah sedikit berkerut menggengam tangan Jasmine.


Helaan nafas panjang berhembus, "Mungkin situasi yang terjadi setelah ini akan genting Ma, Jasmine mohon mama dan papa tinggal disini sampai situasi benar-benar kembali tenang."


Rose masih belum memahami maksud perkataan Jasmine, "Apa yang terjadi?"


Jasmine menjelaskan semua tentang kartel Fox Adois dan penjelasan yang ia dapat dari Tria.

__ADS_1


"Maaf Ma." Jasmine tertunduk, rasa bersalah masih menggelayutinya.


"Adois adalah sekutu kita, tapi dengan caranya memaksa anaknya sebagai iming-iming untuk Bryan dan memaksa Bryan menikahinya mama tidak setuju. Biarkan saja jika kartel kita menjadi musuh. Dari dulu mama tak setuju jika Bryan memasok barangnya ke kartel Adois. Dia laki-laki licik dan bobrok dalam bermain jalan tikus. Berkali-kali dia merepotkan Bryan. Biarkan saja, jadi berhentilah merasa bersalah. Cukup temani saja putraku." Rose mengusap pundak Jasmine.


Perasaan tenang sedikit menjalar di benak Jasmine. "Mama yakin, Jasmine takut akan terjadi hal buruk pada keluarga ini."


"Nikmati saja waktumu dengan Bryan sayang." Rose mengambil cangkir tehnya, perlahan bibir yang ia poles dengan lipstik warna warm choco menyeruput teh madu favoritnya. "Enak," Lanjutnya.


"Apa Bryan juga menyukai teh madu Ma?" Tanya Jasmine, rasanya ia ingin mengorek informasi tentang Bryan dari rahim yang telah melahirkan putra tampan berbibir merah jambu.


"Hahaha, sudah sembilan bulan kalian menikah. Apa masih belum jelas juga apa kesukaan Bryan?"


Jasmine terperangah, ia kalah telak dalam permainan tebak-tebakan, "Mama, ceritakan padaku kesukaan Bryan." Jasmine menyandarkan kepalanya pada bahu wanita yang sedari tadi tak pernah sedikitpun menyentil ulu hatinya, hanya ada tawa yang slalu ia tunjukkan.


"Kenapa memangnya?"


"Mama, ceritakan padaku." Pinta Jasmine lagi.


"Baiklah mama akan cerita, tapi kau jangan sekali-kali membocorkan rahasia ini pada Bryan."


Jasmine mengangguk, telinganya sudah ia siapkan untuk mendengar dongeng Rose Mardiani.


Berkali-kali tawa menghiasi ruang keluarga, perut Jasmine rasanya tergelitik saat mendengar cerita tentang Bryan saat kecil, belum lagi banyak kenakalan yang Bryan lakukan. Namun hatinya juga tercubit, saat berkali-kali Rose Mardiani menceritakan kedua putranya yang jatuh hati pada wanita yang sama.


"Pantas saja Ma, Bryan tak menyukai sayur kangkung."


Jasmine mengangguk.


"Apa dia memakannya?" Tanyanya lagi.


"Mungkin dia terpaksa, karena malam itu hanya tersisa seikat sayur kangkung Ma."


"Hahaha, coba Mama yang masak. Sudah dibuang menatah-mentah itu sayur kangkung."


"Tapi kan enak Ma, tumis kangkung pedas manis."


"Memang enak sayang, apa lagi ditambah kerupuk atau telur mata sapi." Jelas Rose tak kalah berambisi dengan Jasmine.


"Mama bikin aku lapar." Jasmine terkekeh, pikirannya sudah melayang-layang membayangkan tumis kangkung dengan nasi hangat dan sebutir telur ceplok mata sapi.


"Mau mama bantu masak?"


"Mama istirahat saja, biar Jasmine yang masak."


"Mama juga mau masak untuk suami Mama, ayo kita masak bersama." Ajak Rose.


Jasmine terkekeh, "Baiklah Ma, akan seru jika masak ada temannya."

__ADS_1


Di ruangan berbeda dalam rumah itu, nampak terlihat getir, panas dan meradang.


Anthony berkali-kali mengebrak meja, berkali-kali juga mengumpat.


"Awas saja jika ada darah yang menetes di keluargaku, aku sendiri yang akan menghabisi Adois."


"Papa tenanglah, aku sudah menambah penjagaan."


"Bukan masalah penjagaan Bryan, Adois tak semudah itu melepasmu. Putrinya benar-benar menunggumu sejak lama, bisa jadi mereka sedang merencanakan balas dendam." Jelas Anthony.


"Papa istirahatlah, biarkan aku dan kakak yang mengurusnya."


"Nee, papa juga akan membantumu. Tapi papa lapar Bry. Ayo naik dulu, kita lanjutkan nanti." Anthony berseru, seruan nada rengek membuat Bryan menggelengkan kepalanya.


"Baiklah pa, salah-salah bisa dimarahi mama kalau papa telat makan." Bryan merangkul ayahnya, aroma bumbu-bumbu sudah menusuk lubang hidung bapak-beranak yang sedang menaiki anak tangga.


"Lihatlah, papa tak salah kan. Jika istri kita sedang memasak." Seru Anthony lagi dengan bangga. Bryan hanya bisa mengangguk pasrah.


"Kapan kalian memberi papa cucu?" Tanya Anthony lagi.


"Setiap hari juga sedang dibuat Pa, tinggal nunggu hasilnya." Jawab Bryan sambil terkekeh.


Anthony tersenyum, mengangguk. "Papa tidak sabar menimang Bryan kecil."


Suara tawa juga tak kalah meriah di dapur mini, dua wanita berbeda generasi itu saling menceritakan kekonyolan dan bab ranjang dengan suami masing-masing. "Mama hebat." Kedua ibu jari Jasmine berdiri menunjukkan rasa kagumnya pada ibu mertuanya.


"Nanti mama kasih resep tradisional biar tetep rapat dan kesat." Rose yang sibuk menata piring hidangan tak menyadari jika kedua pria yang menjadi bahan candaan dirinya sudah berdiri dan mengernyitkan dahinya.


"Apanya yang kesat dan rapat Ma?" Tanya Bryan dengan polosnya, berbeda dengan Anthony yang tahu betul maksud pembicaraan istrinya.


"Eh Bryan, anak mama paling tampan." Rose yang bingung pun hanya bisa menahan tawanya dan berusaha berkelit.


Tak mendapat jawaban dari sang Mama, Bryan bertanya pada istrinya.


"Sayang, apanya yang rapat dan kesat?"


Jasmine terkekeh, "Papa, tolong bantu kami."


Anthony tergelak, apalagi dirinya. Lucu sekali jika harus membahas perkara ranjang saat sedang ingin makan.


"Papa lapar, ayo makan dulu." Jawabnya.


"Kalian gak seru." Sergah Bryan, bibirnya sudah mengerucut.


*


Nih double up biar level naik lagih , admin NT tolong naikan lagi levelku 🤣

__ADS_1


Happy reading 🤗


__ADS_2