Kiss The Rain

Kiss The Rain
Ikan kering


__ADS_3

"Sumpah aku seperti ikan kering yang dijemur kaku." Gerutu Jasmine dalam hati saat melihat Dika menatap nya sambil tersenyum iseng.


"Kenapa?" Hanya satu kata yang Dika ucapkan tapi mampu membuat Jasmine salah tingkah.


"Hush, hush, pulang sana. Asmira udah tidur." Jasmine mengusir Dika dengan mengibaskan kan tangannya.


"Aku ingin bicara." Dika perlahan berdiri dan berjalan ke arah Jasmine.


"Heyy, stop. Ini teritori ku." Jasmine memberi jarak satu meter di depan Dika.


"Ada apa?" Jasmine duduk di tepi ranjang dan Dika duduk di sofa kamar berwarna biru muda dan masih berjarak satu meter.


"Kau mengijinkan ku menikahi Manda?" Sebuah pertanyaan tak punya hati lolos dari bibir tebal laki-laki berumur 35 tahun itu.


"Kau tak berhak menanyakan itu padaku Dika, memang seharusnya kau menikahi Amanda. Dia sudah mengandung anakmu." Seperti sudah ada cairan bening yang siap meluncur dengan permisi.


"Aku harus minta ijin denganmu, karena pada nantinya Asmira juga akan mejadi anak sambungnya."


"Sungguh Dika, itu terserah padamu." Jasmine mengusap air matanya yang sudah ijin keluar dengan derasnya.

__ADS_1


Bagaimana jika Amanda menyayangimu lebih dari aku, bagaimana jika Amanda merebut Asmira dariku, bagaimana jika Asmira lebih menyayangi Amanda dan meninggalkan ku. Pikiran-pikiran liar yang menjadi beban Jasmine saat pada akhirnya Dika dan Amanda menikah.


"Kau menangis?" tanya Dika saat tahu mantan istrinya hanya menunduk dan memalingkan muka.


"Ti-dak. A-ku tidak menangis." Suara Jasmine sungguh parau tak berani menatap wajah Dika.


"Iya kau menangis. Maafkan aku Jasmine." Sesaat tangan Dika akan meraih wajah Jasmine, sejurus dengan itu Jasmine menepis tangan itu. "Tangan nakal, jangan menyentuhku. Kita bukan muhrim." Jasmine berdiri dan berjalan keluar kamar. Menunggu Dika untuk pergi sambil berkacak pinggang.


"Aku sudah mengorbankan dirimu dan Asmira. Tapi ijinkan aku menebus kesalahanku, aku akan menikahi Manda secara siri." Hanya itu yang Dika katakan sebelum ia berlalu pergi.


"Huuh.....," Nafas Jasmine berhembus pelan, ia sendiri sedang gundah dengan pikirannya.


"Gimana ini Dika, bayi ini akan tumbuh dan perut ku membesar." Raut wajahnya tampak bingung dan kacau. Amanda sama sekali tidak tahu jika hubungan terlarang antara dia dan Dika bisa sampai seperti ini.


Beberapa bulan yang lalu, saat Dika menghadiri pesta bebas teman kuliahnya, ia tak sengaja melihat Amanda yang di kerubungi teman lelakinya. Wajahnya memerah, bukan karena cemburu tapi kasihan. Manda yang slalu bersikap manis dan manja pun tak berani mengelak. Hanya bisa tersenyum dan mengangguk.


Dari situlah Dika mulai menjadi-jadi, mulai abai dengan Jasmine dan Asmira.


"Aku akan menikahi mu tapi secara siri, setelah anak itu lahir aku baru menikah mu secara resmi." Jawab Dika.

__ADS_1


"Apa kau mencintaiku, apa kau mencintai anak ini. Jika kau menikahi ku hanya karena kasihan. Lebih baik aku gugurkan anak ini." Tutur Amanda saat Dika sama sekali tak menatap matanya.


"Jangan jadi wanita bodoh Manda, anak itu tidak bersalah."


"Kau yang bodoh Dika, kau mabuk dan kau mengira aku Jasmine."


"Oke oke Manda, aku yang salah. Aku akan memperbaiki ini. Seminggu lagi aku akan menikahi mu, aku sudah bicara dengan orang tuaku. Mungkin tiga hari lagi aku mendatangi orang tuamu."


"Ta-pi Dika? Aku takut orangtua ku marah." Amanda tertunduk sendu.


"Sudah pasti orang tuamu marah." Cebik Dika.


"Lalu bagaimana?" Amanda menggenggam tangan Dika.


"Percayakan padaku. Kau tenang saja dan jaga bayi itu dengan baik."



__ADS_1


Sambil nunggu ini up, bisa mampir ke Just Mine seri 1. Ada extra part disana. Mohon dukungannya ya reader ^\_^


__ADS_2