Kiss The Rain

Kiss The Rain
Si pembuat onar


__ADS_3

Jasmine mengeluh. Ia tak tahu lagi harus melakukan apa di hari weekend. Pasalnya kini Asmira sedang tinggal bersama Dika dan itu membuat Jasmine jenuh akan kesendirian. "Menyirami tanaman sudah, mengelus-elus dedaunan sudah, sungguh aku bosan sekali dirumah." Jasmine menggerutu dan membaringkan tubuhnya di atas sofa, memandangi pigura-pigura foto dirinya dan keluarga kecilnya.


Matanya menangkap sebuah pigura kecil potret dirinya dan Dika saat menikah. Lalu ia berdiri dan berjalan mengambil pigura itu dan membawanya lagi ke arah sofa. Memeluknya dan mengusap wajah mantan suaminya. "Andai dulu kita tak bertemu lagi, andai saja aku tak jatuh pada pelukan mu, andai saja kau tak membuatku jatuh cinta terlalu dalam kepadamu,andai saja waktu bisa ku putar. Tak ku ijinkan kau menjadi sebagian dari hidupku, hingga kau membuatku jatuh terluka seperti ini." Matanya terpejam, meneteskan air mata kekecewaan.


Ketukan pintu ini membuyarkan siluet kenangan masa lalu Jasmine. Saat dia membawa Dika ke rumahnya dan membawanya pada dunianya.


Jasmine berjalan menuju arah dan membukanya, betapa terkejutnya dia melihat siapa yang datang. "Si pembuat onar." Jasmine mencebik saat tahu adiknya Raka yang menjadi tamu siang hari.


"Kakak ku cantik, unchh-unchhh, janda kembang perumahan Kenang Estate." Raka tertawa nyengir meledek kakaknya.


"Kau sungguh menyebalkan Raka." Plak plak, Jasmine memukul bahu adiknya.


"Aww, aww, sakit kak." Raka berpura-pura kesakitan.


"Lebay, masuk. Kau sendiri?" Tanya Jasmine saat adiknya hanya berdiri seorang diri di depan pintu.


"Mau sama siapa lagi kak, ibu dan ayah sedang sibuk." Raka dengan langkah besarnya masuk dan mengamati isi rumah baru kakaknya. "Untuk apa kakak memasang foto-foto kakak dan dia?" Mata Raka tertuju pada satu dinding penuh dengan potret keluarga kecil kakaknya.


"Adelle mana, kau bertengkar dengan dia?" Jasmine mengalihkan pembicaraan.


"Jawab kak, kenapa? Berusaha lah untuk melupakan laki-laki itu." Raka berpaling dan beralih ke sudut ruangan lain. Ia menuju ruang makan yang letaknya bersatu dengan dapur.


"Itu hanya untuk Asmira, anak itu akan bertanya kenapa tidak ada foto ayahnya di rumah ini. Kau pikir mudah kakak melupakan dia, Raka. Huft......," Jasmine membuang nafasnya kasar dan duduk di sebelah adiknya.


"Mau sampai kapan kakak seperti ini, kakak harus move on."


"Kau mudah bicara seperti itu 'Ka, coba saja kau di posisi kakak. Kau pasti bingung. Kau ingin melupakan seseorang tapi setiap Minggu kau bertemu dengannya. Kau tidak berpikir bagaimana dengan asmira, dia pasti akan merasa kehilangan. Kakak hanya mau Asmira tidak kekurangan kasih sayang dariku atau ayahnya." Jasmine tertunduk, raut wajahnya mulai berubah.


"Yasudah, maaf." Raka mencoba mengerti tapi rasanya ia masih geram dengan mantan suami kakaknya, Dika.

__ADS_1


"Kakak sendiri?" Lanjut Raka yang sedari tadi matanya berkeliaran menatap seluruh isi ruangan Jasmine.


"Iya kakak sendiri, Asisten rumah tangga disini hanya datang dua hari sekali. Kenapa?" Tanya Jasmine.


"Kasian sekali kakak ku ini, apa kakak tidak mau bersenang-senang?"


"Bersenang-senang?" Dahi Jasmine mengerenyit.


"Ayo kak, kita bersenang-senang. Kakak harus cari pacar baru dan memulai hidup baru." Jawab Raka sambil mengambil sebotol beer dingin di dalam kulkas.


"Jangan konyol Raka, kakak hamil." Jasmine menutup mulutnya, dia keceplosan.


"Apa?!" Raka terkejut.


"Kakak hamil dengan siapa, hah! Siapa yang berani menyentuh kakak?!" Raka bicara dengan berapi-api.


"Tenanglah, mana mungkin kakak sudah bersama laki-laki lain belum juga lama cerai. Hmm ini anak Dika, dia sudah tumbuh sebelum perceraian kemarin." Jasmine tersenyum, dia akan menyayangi benih yang tumbuh di rahimnya tanpa memikirkan nasib bagaimana ia dan anaknya nanti akan hidup kedepannya, yang ia tahu ia sekarang masih bisa mandiri menghidupi.


"Raka, biarkan janin ini tumbuh. Biarkan bayi ini yang menemani kakak nanti." Mata Jasmine berkaca-kaca.


"Sudahlah jika itu keputusan kakak. Ayo kita bersenang-senang kak, aku jenuh jika hanya dirumah saja."


"Kita mau kemana, apa kamu mau menemani kakak periksa kandungan?" Lanjut Jasmine sambil tersenyum sumringah.


Raka nampak bingung jika ia mengiyakan permintaan kakaknya bisa jadi ia di anggap suami kakaknya, sungguh menggelikan. Raka menaik-turunkan bahunya, geli.


"Tidak, aku tidak mau." Jawab Raka.


"Kenapa?" Wajah Jasmine seketika berubah muram.

__ADS_1


"Sungguh muka kakak menyebalkan, aku tidak mau nanti aku dikira suami kakak. Apa kakak tidak malu membawa seorang anak muda tampan dan menemani kakak periksa kandungan. Bagaimana jika aku nanti tidak laku kak?" Cebik Raka panjang lebar.


"Yasudah, kita jalan-jalan ke mall aja yuk. Mau nonton apa makan?" Jasmine mengalah demi adiknya yang tampan.


"Jalan-jalan di mall aja kak, makan siang atau belanja." Tidak mungkin ia nonton dengan kakaknya. Sungguh menggelikan jika ia slalu nonton dengan pacarnya tapi kali ini harus nonton dengan kakaknya.


"Yasudah, tapi kamu yg traktir kakak ya. Bokek nih." Jasmine berlalu menaiki anak tangga dan berteriak "Kakak siap-siap dulu, ingat traktir kakak yang banyak." Diiringi dengan tawa dan tawa.


**


"Apa kakak harus menggandengku seperti ini?" Sedari tadi tiba di mall, Jasmine slalu menggelayut manja di bahu adiknya. Rasanya ia seperti anak kecil yang takut hilang di keramaian.


"Tangan kakak seperti ada yang hilang jika tak menggandeng siapa pun. Ayolah, kali ini saja." Mata Jasmine mengedip-edip.


"Baiklah, asal kakak senang." Raka tersenyum, dia paham jika kakaknya slalu menggandeng Asmira atau laki-laki sialan itu jika berjalan-jalan di mall.


"Raka, kau bertengkar dengan Adelle?" Karena tak biasanya Raka hanya menemui Jasmine sendiri. Biasanya ia akan mengajak kekasihnya dan akan seperti perangko nempel.


"Dia lagi sibuk."


"Owh,Raka jangan bilang pada ibu atau ayah ya jika kakak hamil. Ini rahasia."


"Kenapa memangnya?"


"Ibu pasti sedih kalau tau kakak hamil tanpa seorang suami."


"Sudah kak, ayo kita bersenang-senang. Kakak mau makan es krim atau mau baju baru. Kemarin Raka habis menang tender."


"Kau yakin? Kakak akan kalap jika sudah belanja."

__ADS_1


"Yakin, pilihlah mana yg kakak suka dan ingat belikan juga buat keponakan ku yang comel itu."


Mata Jasmine membulat, ia benar-benar seperti mendapat hadiah luar biasa di hari Sabtu. Jalan-jalan bersama adiknya di traktir banyak makanan dan barang-barang printilan untuk ia jadikan hiasan rumah. Untung hanya printilan hiasan, bukan printilan kenangan 😆


__ADS_2