Kiss The Rain

Kiss The Rain
Aku mencintaimu!


__ADS_3

Pagi harinya, Jasmine tak terlihat seperti biasanya. Tubuhnya menggeliat, tangannya meraba-raba sisi ranjangnya. Tak ada seonggok manusia hangat bernafas disampingnya, Jasmine melenguh "Bryan dimana?" Gumamnya sambil mengerjapkan matanya.


Cahaya matahari sudah menyingsing, mengeringkan atap genting yang basah di terpa hujan semalam.


"Jam berapa ini." Mata Jasmine berkeliaran menuju jam dinding kayu, waktu sudah menunjukkan pukul delapan pagi. "Aku kesiangan, Bryan...," Serunya lagi.


Dengan langkah kakinya, Jasmine turun dari ranjang dan berjalan menuju ke luar kamar. Panggilnya pelan terus mencari Bryan.


Di dapur sudah terdengar gurauan jenaka, Jasmine memincingkan telinganya. Langkahnya terus menuju arah dapur.


"Bryan....," Serunya sembari tangannya mengucek-ucek kedua matanya.


Semua mata tertuju pada Jasmine yang bersandar di dinding pembatas dapur.


"Bryan...,"


"Sayang, sudah bangun." Bryan bangkit dari duduknya meninggalkan orangtuanya dan kakaknya yang terkejut melihat penampilan Jasmine yang tak ia sadari.


Dengan cepat Bryan menarik tubuh Jasmine menghindari tatapan matanya keluarganya.


"Kenapa Bryan?" Jasmine bertanya dengan bingung.


"Lihatlah tubuhmu sayang, malu dilihat mereka."


Menuruti perintah Bryan, Jasmine melihat tubuhnya sendiri dari atas hingga bawah. Ia tercengang saat tak ada celana yang membalut kakinya, dan kini tangannya meraba bagian atas tubuhnya. Hanya kaos hitam yang kedodoran terpakai di badan Jasmine.


Jasmine melotot, "Apa yang kau lakukan dengan ku Bryan?"


Jasmine menyilangkan kedua tangannya menutupi gundukan kenyal yang terlihat menonjol.


"Kamu lupa atau pura-pura tidak ingat Jasmine."


Jasmine tersenyum kaku, ia menggeleng dengan mantap, dan berlari kecil menuju kamar.


Bryan terkekeh melihat tingkah laku Jasmine, dengan langkah lebar ia mengikuti Jasmine menuju kamar.


Terlihat Jasmine hanya duduk di tepi ranjang. Senyum malu-malunya masih menghiasi wajahnya.


Klek, Bryan menutup pintu kamar dan menguncinya.


Jasmine membalas tatapan Bryan, tersenyum kecil. Masih dengan tangan yang menutupi tonjolan dadanya Jasmine beranjak ke pangkuan Bryan saat laki-laki itu menepuk kedua pahanya.


"Malu." Jasmine merengkuh tubuh Bryan dan menyembunyikan wajahnya di dada Bryan.


"Aku akan mendaftarkan dirimu menjadi pemain sinetron." Cecar Bryan sambil menahan tawanya.


Dahinya berkerut, "Kenapa?"


"Kamu banyak drama sayang, kau tidak ingat semalam kau pingsan setelah....,"


"Setelah apa?"


"Kau bilang mencintaiku, kau tidak ingat."


Jasmine tersenyum malu, ia mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


"Hmmm, ayo katakan lagi." Bujuk Bryan.


Jasmine hanya menggeleng dengan wajah yang masih bersembunyi di ketiak Bryan.


"Bryan, aku suka bau ketiak mu." Gerutunya samar-samar.


"Ayo katakan lagi, jika kau mencintaiku. Apa harus aku panggilkan pawang hujan."


Jasmine menggeleng pelan dan terus menyembunyikan wajahnya di ketiak Bryan. Bibirnya tersenyum, rona pipinya sudah seperti kanvas yang hanya ada warna cat merah diatasnya.


"Ayo katakan, aku sudah menunggu lama." Bryan bertanya sembari tangannya menggelitik pinggang Jasmine.


"Geli, geli." Jasmine tertawa, matanya berbinar menatap Bryan. "Aku malu." Kembali ia menyembunyikan wajahnya di ketiak Bryan.


Dengan sabar, Bryan terus mengelus punggung Jasmine dan mengecupi pucuk rambutnya.


"Sekarang aku akan slalu menyukai saat hujan turun. Dan kau tak akan malu untuk berkata jika kau mencintaiku."


Jasmine tersenyum-senyum. Ia menyadari tingkah konyolnya semalam. Saat ia menari di bawah guyuran hujan dan mengatakan cintanya. Sungguh konyol!


Lima belas menit Jasmine hanya terdiam di pangkuan Bryan sambil terus bergumam jika bau ketiak Bryan membuatnya nyaman. Bryan semakin terkekeh saat melihat bagian bawah Jasmine yang terbuka.


"Sayang pakai celanamu."


Jasmine mengangguk dan turun dari pangkuan Bryan. Rona wajahnya masih terlihat memerah.


"Cepat mandi jika tidak aku akan mengawinimu sekarang."


Jasmine tersenyum, beranjak menuju kamar mandi. Saat jaraknya dengan Bryan terbentang beberapa meter. Tepat di depan pintu kamar mandi, Jasmine berteriak.


Klek, dengan cepat Jasmine masuk ke dalam kamar mandi dan menguncinya.


Jantungan berdekup kencang, nafasnya naik turun.


Kenapa lucu sekali, astaga. Apa harus begini cara menyatakan cinta untuk pria muda. Menggelikan.


Jasmine terkekeh dengan gumamannya. Terlihat baju tidur dirinya dan Bryan yang masih tergeletak di lantai. Ia menangkupnya dan memasukannya pada keranjang baju kotor.


*


Di luar kamar mandi, Bryan Nicolas melebarkan senyumnya. Ia masih tertegun dengan teriakan istrinya. Bryan terus tersenyum seakan lupa dengan masalah yang menimpanya. Berkali-kali ia melihat laporan di ponsel pintarnya, semua masih berjalan lancar dan belum ada pergerakan dari musuh barunya, Fox Adois.


Lain halnya di dapur, Husein yang melihat Jasmine dengan balutan baju kebesaran dan tonjolan itu. Membuatnya mengingat lagi visual tubuh Jasmine yang polos saat di kolam renang.


"Kenapa Nak?" Tepukan di bahu Husein mengagetkan lamunannya.


"Gak ada, Ma." Jelasnya lagi.


Rose mengernyitkan dahinya, ia sendiri cukup kaget melihat Jasmine keluar kamar dengan baju yang terbuka.


"Ternyata berat juga jadi kamu Husein, Sabar ya." Berkali-kali Rose menepuk bahu Husein, memberinya semangat.


Husein menghela nafas berat, "Sudah ku bilang kan, Ma. Jika mereka hanya berurusan dengan ranjang."


Rose menggeleng, "Biarkan saja Husein, cinta akan datang sendiri nanti. Ayo makanlah yang banyak."

__ADS_1


Husein tak menanggapi ocehan ibunya, ia hanya terus menyuapkan sisa makanannya.


Hingga tarikan kursi di sebelahnya membuat kepala Husein mendongkak.


Bryan tersenyum senang tak Alang kepalang. "Mama, dia mencintaiku." Jelasnya lagi sembari menatap ibunya yang sedang mencuci piring kotor.


Rose berbalik dan menyunggingkan senyum, "Baguslah, itu tandanya penantian mu tidak sia-sia. Lalu, dimana Jasmine?" Rose mengedarkan pandangannya.


"Masih mandi, Ma. Tadi malam dia main hujan-hujanan. Aku lupa memakaikan dia celana. Kakak, maaf." Ucapnya sambil menatap Husein yang berwajah musam.


"Bocah!" Hardiknya lugas. Husein beranjak dari duduknya, meninggalkan Bryan dan Rose yang saling melempar pandang.


"Bryan sayang, hormati perasaan kakakmu." Titah Rose mengerti jika Husein sedikit terluka dengan apa yang ia dengar barusan.


Bryan hanya mengangguk, "Maaf, Ma. Biar aku bawakan sarapan Jasmine ke kamar."


Rose tersenyum, ia menyerahkan piring keramik berwarna putih dan sepasang sendok dan garpu. "Makasih, Ma."


Dengan hati-hati Bryan mengambil sayur dan lauk-pauk ke dalam piring. Membuatkan Jasmine segelas susu coklat.


Kini sebuah nampan sudah ada di tangannya.


Bryan membuka pintu kamar dan menutupnya lagi dengan menendangnya.


Terlihat Jasmine sudah duduk di kursi depan meja rias, menyisir rambut ikalnya dengan senyuman yang mengembang.


"Ayo sarapan di balkon." Ajaknya.


Jasmine mengangguk, mengeekori langkah Bryan menuju tempat favoritnya.


"Makanlah." Bryan menaruh nampannya di sebelah Jasmine, mereka berdua duduk di kursi kayu biasanya di man tempat mereka sering bercengkrama.


Jasmine mengambil segelas susu coklat dan meminumnya. Ia taruh gelas itu dan kembali menatap Bryan yang terdiam.


"Ada apa?" Dia bertanya sambil menarik tubuhnya mendekati Bryan. Menyingkirkan nampan yang memberi jarak keduanya.


Jasmine bergelayut, "Kenapa, Bryan?" Tanyanya lagi.


"Tidak ada apa-apa sayang, ayo makan dulu." Serunya sambil mengambil piring diatas nampan.


"Suapi aku Bry." Pintanya manja.


Bryan tersenyum, dengan sabar ia menyuapi berkali-kali sendokan ke mulut Bryan. Jasmine tampak senang, sembari mengunyah makanannya. Ia masih mengulas senyum. Matanya berbinar senang.


"Terimakasih." Balasnya saat suapan terakhir mendarat di mulut Jasmine.


"Manja." Cebik Bryan sambil mencubit pipi Jasmine, "Lihatlah pipimu tambah tembam." Ejeknya dengan nada yang lembut, dengan senyuman yang masih mengembang.


"Aku mau anak!"


"Anak." Dahi Bryan berkerut, Jasmine mengangguk.


*


Happy reading 🤗

__ADS_1


Masih yang manis-manis yah, tempurnya nanti 🤭


__ADS_2