Kiss The Rain

Kiss The Rain
Kehidupan baru "Jasmine Adriana"


__ADS_3

"Masih ingat dengan namaku,masih ingatkah dengan kisah cintaku. Masih ingatkah dengan cerita tentang hidupku. Ya aku Jasmine Adriana,suamiku mengkhianati ku dan meninggalkan ku. Aku sekarang menjadi wanita bebas atau kalian bisa menyebutku janda muda dua anak. Kalian mungkin mengenal namaku tapi tidak kisah hidupku sesungguhnya. Sebelum memutuskan untuk bekerja di kantoran,aku adalah mata-mata seperti ayahku dan adikku. Aku akan kembali menjadi diriku yang dulu. Bersiaplah ini kisahku sesungguhnya."


*


"Jadi..... Hari ini adalah hari penentuan dimana kakak mau kembali menjadi regu tembak di tim ayah?" Tanya Raka saat menemani kakaknya di saat ada waktu luang.


"Ya,akan menyita waktu jika kakak kembali menjadi wanita kantoran." Jasmine melenguh, kepalanya tertunduk. Ia tidak mengerti harus bagaimana. Sudah genap 2 bulan juga setelah ia melahirkan,kini Prince Husein tumbuh menjadi anak laki-laki pelipur hati Jasmine di tengah kesendirian nya. Sedangkan Asmira lebih sering bersama Opa dan Omanya.


"Lalu bagaimana dengan prince, kakak masih menyusuinya." Lanjut Raka saat tak tahu jalan pikiran Jasmine yang memutuskan kembali ke tim ayah Kamto. Brandle Wolfgang,salah satu kelompok mata-mata terbesar di negeri nya. Tugasnya memburu mafia senjata ilegal dan mafia narkoba. Keluarga slalu berkelit jika sedang bertugas,bahwa mereka sedang mengurus pembangunan di luar kota, dengan berdalih bahwa pekerjaan mereka adalah seorang Kontraktor bangunan.


"Kakak jenuh jika seperti ini terus, setiap Minggu Dika kemari menemui anak ini dan menginap disini. Bagaimana kakak bisa melupakannya,Raka. Kakak bingung." Jasmine menatap seluruh ruangan di sekitarnya, pandangan tidak fokus. Dia berdiri sambil mengayun-ayunkan Prince di gendongannya agar lekas tidur.

__ADS_1


"Kakak ingin berlari darinya?" Lanjut raka masih menerka-nerka keinginan kakaknya.


"Kakak hanya ingin menghirup udara segar Raka. Kakak butuh adrenalin lagi seperti dulu. Jika hanya seperti ini,kakak akan menua dengan cepat." Jasmine menarik salah satu sudut bibirnya ke atas.


"Tapi kali ini targetnya bukan orang biasa kak,sudah hampir satu tahun kita melacaknya tapi belum juga dapat titik temu." Jelas Raka. Tampak Jasmine mengatur nafasnya. "Kakak akan ikut."


"Pikiran keputusan kakak,ini sangat beresiko kak."


"Kakak sudah menyimpan banyak Asi-Perah,kakak akan menitipkan Prince pada ayahnya saat target itu sudah di temukan." Jasmine sendiri takut akan keputusan nya,tapi jika dia tidak berani. Setiap Minggu ia hanya akan bertemu dengan mantan suaminya dan menatapnya penuh rindu tak terbalas.


"Hubungi kakak jika target itu sudah ketemu." Jasmine berjalan menaiki anak tangga saat Prince sudah terlelap mabuk asi di gendongan Jasmine.

__ADS_1


"Ya." Jawab Raka sambil menekan pelipis kening yang masih terlihat mulus tanpa guratan halus.


**


"Ya,kakak siap-siap...." Jasmine menutup telpon pintarnya. Bergegas menaiki anak tangga dan mengambil koper cukup besar, memasukan berbagai macam bentuk pakaian milik Asmira dan Prince. Tak lupa banyaknya buku yang Jasmine masukkan di dalam koper itu. Guratan wajahnya nampak bimbang, sesekali dia juga harus mengusap air matanya yang sudah jatuh membasahi wajahnya yang sudah tidak muda lagi. Wanita berusia 33 tahun itu siap menuju lokasi yang Raka sharelocation setelah Jasmine menutup pembicaraan singkat melalui benda pipih dan canggih.


Kini Jasmine sudah berganti menggunakan celana jeans hitam,kaos hitam berlogo band Iron Maiden,dan kemeja Flannel army milik Dika yang ia comot dulu. Tak lupa juga sepatu boot ala militer Dr.marteen berwarna maroon sudah terlihat melekat di kedua kakinya. Tubuhnya membungkuk membuka brangkas kecil di balik tumpukan buku-buku novel kesayangan Jasmine yang sempat ia abaikan berbulan-bulan. Dua buah pistol revolver berwarna hitam berisi enam peluru penuh kini sudah berada di balik kemeja flannel yang terlihat kebesaran di tubuh jasmine.


"Huh......" Nafas Jasmine memberat saat matanya menatap wajah Prince yang masih terlelap dalam dekapan nya. "Maafkan mommy sayang,maafkan mommy jika harus meninggalkan mu. Mommy hanya sebentar saja.Kau akan bangga dengan mommy saat tahu apa yang mommy lakukan.Mommy hanya akan mengurangi orang jahat,supaya kelak kau dewasa nanti kau akan tumbuh dengan aman dan damai." Seluruh wajah Prince tak luput dari kecupan Jasmine. Derai air matanya sudah tak mampu ia tahan lagi. Ia menarik koper besar tadi sambil menggendong Prince. Jasmine membuka pintu sebelah bangku kemudi,menaruh Prince di baby car seat dan kembali mengecupnya.


Membelai lembut pipi tembam putranya dan mengulas sedikit senyuman. "Kau sangat mirip dengan ayahmu. Mommy akan semakin sulit melupakan ayahmu jika seperti ini. Cup." Kecupan terakhir sebelum Jasmine menutup pintu mobil dan beralih memasukkan koper di bagasi belakang.

__ADS_1


------


Mohon dukungannya untuk karyaku ya reader sayang,cerita ini masih berlanjut dan masih ada bawangnya mungkin.😭


__ADS_2