Kiss The Rain

Kiss The Rain
Rumah baru, semangat baru.


__ADS_3

Setelah drama menyesakkan dada seminggu yang lalu. Kini Jasmine sudah berada di rumah barunya, rumah yang ia pilih dengan desain minimalis dan taman belakang yang cukup luas.


Senyum sumringah saat Jasmine tahu sebuah mobil pick up berhenti di depan rumahnya. Membawa banyak pot-pot bunga tanaman hias dari kediaman rumah Dika. Ya, sesaat sebelum Jasmine pergi ia meminta Dika untuk mengantar semua tanaman hias ke rumah barunya. Karena dia tidak mau, ada orang lain yang mengurus tanaman hiasnya. Walaupun awalnya Dika menolak karena hanya tanaman itu yang Jasmine tinggalkan dirumahnya.


"Mang Ujang?" sapa Jasmine.


"Non Jasmine." Sapa'an dari mang Ujang, pria paru baya yang mengurus kandang kuda milik keluarga Herlambang.


"Non, saya diminta Mas Dika untuk mengantar tanaman ini."


"Hehehe, aku jadi merepotkan mang Ujang. Tolong taruh di belakang rumah ya mang." Minta Jasmine pada laki-laki tua itu.


"Baik non, Ehm.....,"


"Kenapa mang?"


"Mang Ujang turut prihatin ya non."


"Hehe, apa sih mang. Sudahlah Jasmine tidak mau membahas itu lagi, Pusing." Jasmine tersenyum, sudah saatnya rasa kecewa dibalas dengan rasa ikhlas yang menyejukkan dada.


"Ya sudah mang Ujang taruh di belakang rumah dulu non."


Jasmine hanya mengangguk dan berlalu masuk ke dalam rumah untuk membuatkan minum mang Ujang dan satu teman kerjanya.


Selesai menyiapkan minuman dingin dan cemilan, Jasmine menuju taman belakang tempat mang Ujang menaruh semua tanaman hias Jasmine. Senyum mengembang saat tahu, tak ada satupun tanamannya yang tertinggal.


"Terimakasih mang, ini di minum dan dimakan dulu ya." Jasmine menaruh nampan itu di meja dekat pintu kaca.


"Walah non malah ngerepotin." Mang Ujang berbicara dengan bahasa Jawa.


"Jasmine sing ngerepoti mang, wis di unjuk riyin." Dibalas dengan bahasa yang sama.


Setelah selesai menyantap makanan dan minuman yang Jasmine suguhkan. Orang suruhan Dika itupun berpamitan pulang,tak lupa Jasmine menyelipkan pesangon tanda terimakasih.


"Uchhhh, anak-anak mommy yang cantik-cantik ini. Tumbuh subur di sini ya." Jasmine berbicara pada daun yang bergoyang tertiup angin dan membelainya.


Saat pindah di rumah baru, Jasmine sama sekali belum mengatur ulang desain rumah atau menata barang bawaannya. Yang ia pikirkan hanya Asmira tetap masuk ke sekolah, pikirnya urusan lain bisa di lakukan hari ini atau besok.


Namun, hari ini pun Jasmine memilih untuk berbaring santai di sofa, ia bingung akan mendesain rumah itu seperti apa. Status yang ia sandang sekarang pun membuat Jasmine tertawa geli. "Aku harus menyebut diriku apa ya, mama muda satu anak atau janda muda satu anak." Lantas matanya sayup sayu memejam.

__ADS_1


*


Ketukan pintu berulang dan panggilan menyebut nama janda muda itupun membuat wanita di dalamnya membuka matanya perlahan. Dengan langkah gontai ia membuka pintu bercat putih itu dan membukanya.


"Dika?" Jasmine mengucek matanya, ada mantan suami di depannya dan gadis kecil yang ada di gendongannya.


"Mommy...., Ayah, turunkan aku." Asmira merengek meminta pada ayahnya untuk di turunkan dan memeluk Ibunya.


"Guru wali kelas di TK Asmira tadi menelpon ku. Dia sudah menunggu setengah jam di sekolahnya." Dika memberi penjelasan kenapa ia bisa ada di rumahnya.


"Astaga...., Maafkan mommy Mira. Mommy tadi ketiduran." Jasmine memeluk Asmira dan mengecupi pipi tembam putrinya.


"Mommy, ayah tadi membelikan ku donat. Ayo ayah masuk ke rumah baru." Mira menarik-narik tangan Dika dan mengajaknya masuk ke dalam. Tapi tatapan Dika menatap mata Jasmine.


"Masuklah dulu jika kamu tidak sibuk."


"Baiklah."


"Asmira, ayo mommy gantikan bajumu dan cuci tangan dulu sebelum makan." Jasmine dan Asmira kini menaiki anak tangga, karena kamar mereka berdua ada di lantai 2.


Dika duduk di ruang makan dan menatap keseluruhan isi rumah mantan istrinya. Tak ada yang spesial di dalam sana kecuali sebuah bingkai keluarga yang menampilkan potret dirinya dan Jasmine saat melakukan maternity shot dan potret-potret kebersamaan ia bersama putrinya. Senyumnya mengembang.


"Ayah, Mira sudah ganti baju dan cuci tangan. Ayo ayah kita makan donatnya." Ajak Mira saat sudah selesai menuruni anak tangga dan berlari kecil ke arah Dika.


"Mommy sedang.....,"


"Ada apa mencariku, aku tidak hilang." Jasmine mencebik, sebenarnya Jasmine hanya duduk di anak tangga. Ia hanya tak mau bertatap lama dengan Dika.


"Siapa yang mengira kamu hilang, besok lagi jangan sampai telat menjemput Mira!" Balasan Dika yang tak mau kalah.


"Apa sih, aku hanya ketiduran."


"Ketiduran tapi 2 jam, sebenarnya apa yang kau lakukan dirumah?"


"Kamu gak perlu tahu." Jasmine memalingkan kepala nya.


"Mommy, ayah...., Ayo temani Asmira makan donat, kalau tidak nanti Mira habiskan." Gadis kecil itu sedari tadi hanya mendengar ocehan ibu dan ayahnya. Karena mereka berdua memang sering beradu mulut tanpa menaikan intonasi dan terdengar biasa-biasa saja menurut Asmira.


"Iya sayang."

__ADS_1


"Kau ingin minum apa mas?" Sungguh geli Jasmine memangil Dika dengan sebutan 'mas'. Biasanya dia hanya akan memanggil dengan menyebut namanya saja jika tak ada putri mereka.


"Mas?" Dika ikut tersenyum. "Tumben kamu manggil aku mas?" Tanya Dika.


"Ini hanya sandiwara." Jasmine berbisik.


"Kau membuat ku geli dengan bisikan mu." Senyum usil menyeringai di wajah dika.


"Huft...., sungguh ayahmu memang menyebalkan Mira."


"Mommy, ayah memang seperti itu. Ayah memang menyebalkan. Tapi ayah menyayangi kita mom." Jawab Asmira sambil mengunyah donat dengan misis coklat yang memenuhi isi mulut putri kecilnya.


"Jangan berbicara saat sedang makan." Titah Dika.


"Maaf." Asmira menunduk dan berlanjut memakan donat coklat dan sesekali meminum air putih yang sudah Jasmine siapkan.


"Mira honey, kau harus tidur siang." Titah Jasmine saat melihat Asmira sudah menghabiskan 2 buah donat bermisis coklat dan keju.


"Ayah, temani aku tidur siang." Permintaan gadis kecil dengan mata manjanya.


"Mira, mommy saja yang menemanimu tidur siang. Ayah sibuk, ayah harus kembali ke toko." Sungguh di luar kendali Jasmine jika Dika mengiyakan permintaan putrinya.


"Biarkan aku menemani sebentar, tak akan lama membuatnya tertidur." Dika sudah berdiri dan menggendong putri sulungnya.


"Dimana kamar Mira?" Tanya Dika yang sudah menaiki anak tangga.


"Dia tidur bersamaku." Jasmine mendahului Dika untuk menunjukkan dimana kamar mereka berdua.


"Masuklah, aku tunggu di luar." Jasmine hanya membuka pintu itu dan berdiri di depan pintu.


"Mommy ayo masuk, ayo temani Mira tidur siang."


"Oh Asmira sungguh ini di luar kendali mommy." Jasmine menggerutu kesal, dia harus bersandiwara di depan putrinya agar terlihat seperti keluarga utuh.


"Baiklah, baiklah. Kau.....,!" Mata Jasmine mengkode agar Dika tahu batasannya sekarang.


"Iya iya, aku hanya menemani Asmira tidur."


Dika membaringkan Asmira di atas tempat tidur, dan ia pun juga ikut berbaring memeluk putri kecilnya dan mengusap rambut ikal putrinya. Sungguh membuat Jasmine yang berbaring di samping kiri Asmira terbujur kaku.

__ADS_1


**


Mohon dukungan kembali untuk Jasmine dan Dika ya. Jangan bosen sama cerita mereka. Klik favorit dan like. Kalau perlu koment ya biar ramai, terimakasih ^_^


__ADS_2