
Kini sang mentari mulai beranjak pergi lama-lama cahayanya semakin terbenam dan di sambut oleh sang Bulan sebagai penggantinya. Dan menandakan untuk pertama kalinya dua insan yang sedang di mabuk asmara untuk sedekat dan sedekat ini hmmm tak bisa untuk di jelaskan,lalu siapa mereka ?? yah itulah aku dan juga kak Rudi suamiku. Sungguh tak menyangka bisa sampai ketitik ini, sungguh belum terlintas untuk menikah tapi Allah menyegerakan aku untuk menikah. Menyesal ?,,tidak sama sekali yang ada aku bahagia meski pertemuan kami singkat bahkan belum saling mengenal lebih jauh tapi aku yakin ini yang terbaik untukku. Cinta? yah aku sudah jatuh cinta semenjak itu.. semenjak ada seorang misterius yang mengirimiku surat dan bunga setiap hari, apa yang membuatku jatuh cinta? aku jatuh cinta pada kata " calon istriku " sejenak ku merenung ini yang ku cari orang yang langsung mengajak aku menikah bukan mengajak pacaran. Dan ... taraaaaa...... kini Orang itu ada di depan mataku ada di hadapanku yang telah menjdi suamiku .
" Dek kamu kenapa kok bengong?" Kak Rudi mengaketknku.
" hmmm ngak kak...Aisyah hanya tak menyangka dan berasa mimpi kalau Aisyah sudah menjadi istri orang" ucapku tersenyum lebar.
" Begitu pun Abang sama seperti adek merasa mimpi kalau abang kini sudah jadi suami orang dan tanggung jawab Abang bertambah "
" Jadi kita panggilannya
Adek Abang nih..."? ucapku menggoda suamiku
" Hihi gak apa-apa yah , menurut Abang romantis kalau manggilnya Adek sama Abang"
" Ia ia Adek juga senang kalau paggilnnya Adek Abang"
Seperti inilah Malam pertamaku dengan Abang tak seperti malam pertama yang seharusnya Suami Istri lakukan, kami hanya bercanda, ngobrol saja karena aku dan juga Abang sepakat untuk tidak dulu kontak fisik yang lebih intim agar tak mengganggu kuliah aku mau pun kuliah Abang.
********
Pagi pertama sebagai seorang istri aku menyiapkan sarapan untuk suami dan keluargaku , aku melarang Ibu membantu aku kerjakan semua sendiri Karena aku ingin menikmati status baruku.
Selesai sarapan aku pergi ke kamar dan berkemas karena nanti sore aku dan juga Abang harus kembali ke Bandung untuk kuliah kembali.
tok tok
__ADS_1
terdengar seseorang mengetuk pintu kamar .
" Aisyah boleh Ibu masuk" ? ucap ibuku minta izin.
Aku berdiri dan membuka hendle pintu.
" Ya Allah Ibu masuk saja, kenapa minta harus minta izin inikan rumah ibu biasanya juga nggak gini" ucapku pada Ibu
" Sekarang kan Aisyah sudah nikah , gimana kalau seandainya di kamar ada suamimu terus Ibu gak sengaja liat adegan romantis kan gak lucu." Ucap Ibu sambil mencolek pipi ku.
" Ibu gitu ihh" balas ku sedikit malu.
" Nak sekarang kamu sudah menjadi istri, kini tugas Ibu dan Bapak sudah terputus. Ingat yah nak patuh sama suami jangan pergi tanpa seizinnya , layani suami mu dengan baik dan jangan buat suami mu marah ingat nak kalau dulu surga ada di Ibu tapi kini surgamu berpindah pada suamimu" ucap Ibu menasihatkan dengan mimik berkaca-kaca.
" Ia ibu Aisyah paham , maafin Aisyah juga ya kalau selama ini sering menyusahkan Ibu dan juga Bapak. Doakan terus Aisyah yah." jawabku sambil memeluk ibu.
*****
" Nak maafin Ibu dan Bapak yah gak bisa nganter kalian " ucap Ibu dengan nada menyesal.
" Ga apa-apa Ibu doain saja semoga selamat sampai tujuan " jawabku menenangkan ibu.
" Nak Rudi Bapak nitip Aisyah yah tolong jagain Dia untuk Bapak , jangan pernah sakiti Dia " pinta Bapak pada Abang.
" Insya Allah pak, percayakan sama Rudi " jawab Abang begitu tegas.
__ADS_1
Aku dan Abang pamitan pada Ibu, Bapak dan Adikku, aku peluk satu-satu aku pandangi dalam-dalam... sedih rasanya tak ingin berpisah dengan Mereka tapi mau bagaimana lagi aku harus pergi melanjutkan kuliah yang belum usai dan meski sudah usai aku tak bisa kembali ke sini kerumah ini tempat Ibu Bapak membesarkan ku tempat aku dan Adik bercanda gurau, penuh kenangan yang sulit untuk di lupakan.
" Dek ayo nanti kemalaman " Ajak Abang padaku.
" Ia Bang"
Aku pun pergi di iringi tangis dari keluarga , dan dalam mobil aku terus melihat kebelakang sampai tiba di simpangan mereka tak nampak lagi oleh mataku . Aku terdiam pandanganku melihat jauh bersama bayangan masa lalu saat bersama keluarga ku. Abang pun diam tak berkata apa-apa mungkin abang tahu dengan keadaanku jadi abang enggan berbicara dan membiarkan aku tenang .
Pernikahan ini pun harus aku rahasiakan pada ketiga sahabatku, meski ragu merahasiakan hal besar seperti ini tapi demi kenyamanan aku juga Abang harus bisa.
Maafkan aku sahabatku suatu hari nanti ketika kami sudah siap untuk mempublikasikan pernikahan ini kalian lah orang pertama yang aku kasih tahu .
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Hallo salam dari Author yah
Author tak akan bosan -bosan meminta dukungan dari kalian vote dan like yah. ..