Lelaki Itu Suamiku

Lelaki Itu Suamiku
Restu


__ADS_3

Ku rebahkan tubuh ini di kasur kesayanganku merasa lelah padahal sehari ini tak ada aktifitas yang melelahkan , sambil senyum -senyum sendiri aku mengingat kembali momen kebersamaan dengan mas Irman,sungguh ini suatu kebahagiaan yang luar biasa.


Tapi ada yang lebih membuatku bahagia yaiitu restu ibu mas Irman, serasa menjadi mood boster baru bagiku. Terharu rasanya saat ibu mas Irman lebih memilihku dari pada wanita itu yang bernama Rani.


flasback on


Setelah adegan peluk-pelukan antara mas Irman dengn rani serta Rani meminta penjelasan mengenai hubungan ku dengan mas Irman , aku yakin Rani begitu menyukai mas Irman tapi mau bagaimana lagi sedikit egois bolehkan? ini menyangkut kebahagian ku dan juga demi anakku Shafira yang begitu butuh perhatian dan kasih sayang dari sosok seorang Ayah semua itu ada pada diri mas Irman begitu perfect sudah begitu pantas untuk menjadi seorang ayah .


Kami pun masuk mas Irman memanggil ibunya namun tak ada jawaban juga, akhirnya mas Irman menghampiri ibunya di kamar kemungkinan beliau di sana .


Dan ternyata benar saja Ibu mas Irman ada di sana, ku perhatikan wajah beliau dan ternyata masih sama seperti 14 tahun lalu tetap awet muda , kira-kira ibu mas Irman masih mengingatku atau tidak.


Sementara Rani begitu antusias dan langsung menghampiri ibu mas Irman .


" Ibu ..kangen " ucap Rani di pelukan Ibu mas Irman.


" Ibu juga , sudah satu minggu kau tak berkunjung. Kemana saja kamu ?


" Rani sibuk bu, Ibu tahu kan pekerjaanku begitu menumpuk "


" Ia ia, kamu tetap harus jaga kesehatan yah"


" Ia ibu"


Melihat keakraban Rani dan ibu membuat aku iri ,aku jadi kangen Ibu sama Bapak.


Saat pikiranku sedang mengingat kenangan bersama ibu dan bapak terbuyarkan oleh celotehan Shafira yang membuat semua orang yang ada di ruangan ini mengarahkan pandangan nya padaku dan juga Shafira.


" Umma Oma Ila mana?


" e-hh " Aku bingung harus jawab apa karena ibu mas Irman saja belum menyadari kehadiran ku.


Mas Irman berjalan menghampiriku dan mulai memperkenalkan ku.


"Ibu, apa ibu masih ingat dengan wanita di samping Irman ini? tanya mas Irman pada Ibu .


Nampak ibu sedang berpikir , aku sudah duga beliau pasti sudah lupa . Tapi wajah beliau lupa karena sudah 14 tahun tak bertemu selain itu juga mungkin karena faktor usia"


" Siapa nak , Ibu ga inget" Berjalan ke arahku.


" Apa kita pernah saling kenal?


" Apa ibu sudah lupa kepada saya?


Saya Aisyah Bu putri dari Bu Maya dan pak Hasan .


" Apa? benarkah ini kamu nak ? sambil memegang megang pipiku tak percaya

__ADS_1


"Ya Alloh nak lama sekali tak bertemu Ibu pangling tahu, bagaimana kabarmu ? kabar keluarga mu , terus kamu sekarnag tinggal dimana ? kenapa baru sekarang kita bisa bertemu lagi kemarin-kemarin kamu kemana dan ini siapa anak manis ini "


" Ibu.. ibu ini nanya atau apa sih , satu-satu bertanya nya Aisyah kan jadi bingung " ujar mas Irman


" Gak apa-apa mas"


" Tuh denger Aisyah saja tak masalah "


" Kabar Aisyah baik , sekarang Aisyah tinggal di perumahan pesona yang ada di jalan PELAJAR. sedangkan ibu dan Bapak. .. ..mereka sudah tiada "


" Apa?? innalillah jadi Maya sama Hasan sudah meninggal?


Aku menganggukan kepala" tepatnya 4 tahun lalu mereka jadi korban kecelakaan, mas Irman juga tahu akan hal ini"


Ibu membawaku kedalam dekapannya, nyaman, itulah yang kini aku rasakan seperti di peluk sama ibu sendiri, sambil mengelus kepalaku ibu mas Irman menguatkan ku. Aku sendiri sudah mengikhlaskan mereka.


" Maafin Ibu nak ...ibu gak tahu kalau mereka udah meninggal ibu jadi gak enak malah mengingat kan mu lagi .Dan kau Irman. menunjuk ke arah mas Irman.


"Kenapa tak memberi tahu Ibu mu perihal ini"


" Maaf bu saat itu Irman lagi ..." Mas Irman tak meneruskan perkataanya dan aku tahu saat itu masih Irman sedang patah hati karena diriku.


" Sudahlah ..yang penting sekarang Ibu sudah tahu meskipun terlambat "


" oh iya terus anak manis ini siapa?


" Dia anaknya bu " Nah sekarang Udah kan dramanya aku dari tadi di sini lo tapi tak ada yang meghiraukanku aku udah kaya obat nyamuk saja sekarng langsung ke intinya saja dehh... tolong mas jelasin wanita itu sebenarnya siapa kamu "


Ibu yang tak tau menau terheran-heran. " Ada masalah apa ini ?


" Baiklah, jadi begini bu . Irman dan Aisyah akan menikah Irman kesini untuk meminta restu ibu, Aisyah sebelumnya sudah menikah dan ini memang anak Aisyah dari suaminya yang dulu, aku harap Ibu bisa merestui kami dan menerima Aisyah "


Suasana terasa tegang, disini ada Shafira aku tak mau ia mendengar atau pun melihat sesuatu yang tak seharusnya ia lihat atau ia dengar. Aku memegang pundak mas Irman dan ia paham akan maksudku lalu mas Irman memanggil pembantu untuk menitipkan Shafira dan mengajaknya ke taman belakang beruntungnya Shafira mau ikut.


Aku pandangi Rani ia terlihat seperti menahan amarah , baru ketika Shafira sudah pergi ia meluapkan amarahnya.


" Maksud kamu apa mas?? menikah ? dengan janda ini? sambil menunjuk ke arahku.


" Ia, itu memang keinginanku sejak dulu dan baru sekarang Alloh mentakdirkan diriku untuk bisa memilikinya kembali "


" Lalu aku gimana? aku menunggu mas selama dua tahun ini lo, tapi kamu ....ah tega!!!!


" Aku tak pernah memberi padamu harapan bahkan secara terang -terangan menolak mu,lantas siapa yang salah disini "


Aku dan ibu diam menyimak terlebih dahulu , karena jujur aku tak tau apa-apa.


" Ibu tolong Rani , tolong kasih tahu mas Irman " rengek Rani pada Ibu mas Irman.

__ADS_1


menarik nafas kasar " Hah. .. Ibu tak bisa berbuat apa-apa, keputusan ada di tangan Irman "


" Apa? jadi ibu juga membela hubungan mas Irman dengan dia, hebat. sambil bertepuk -tepuk tangan. " Dulu saja Ibu memohon -mohon padaku dan sekarang apa? kau malah membela hubungan mereka di saat aku benar-benar menyukai mas Irman"


" Ibu tahu Ibu salah tapi dulu saat melihat penolakan Irman padamu harapan ibu sudah pupus dan berniat tidak akan memaksa Irman maupun kamu untuk saling mengenal lebih jauh , dan sungguh ibu tak tahu kalau kamu masih mengharapkan Irman"


" buls*t..omong kosong! !!


" jaga ucapan mu Rani! !! berani sekali kau berkat kasar pada Ibu ku , oh jadi ini kelakuan mu yang sebenarnya aku bersyukur Alloh tak memberiku sedikit pun rasa suka padamu "


" Aku begini karna kamu Irman, aku benci kalian semua kalian sudah menghinaku dan mempermainkan ku "


" Pergi Rani! ! pergi!!!


Sambil bercucuran air mata Rani pergi dari sini, namun sebelum pergi ia terlebih dahulu menatapku , tatapannya seperti tatapan membunuh.


*


*


*.


" Irman segeralah menikah ,, Ibu tak mempermasalahkan Aisyah seorang janda atau pun bukan Ibu tahu Aisyah wanita baik-baik, Ibu sudah tua nak ibu mau melihat kamu menikah sayang. Dan untuk mu Aisyah maaf atas kekacauan ini "


" Tidak ibu , tak perlu minta maaf ini bukan kesalahan ibu "


" Oh yah mana cucu ibu , bawa ia kemari " titah ibu mas Irman.


" Baik Bu.


Mas Irman pun pergi kebelakang untuk mengambil Shafira.


" Cucu Oma sini, duduk dekat oma"


Shafira berjalan menghampiri ibu dan duduk .


" Namanya siapa?


" Shafila, Oma panggil Ila saja soalnya Umma om juga Ayah Doktel panggil aku Ila "


Ibu terkekeh " HEhe Kamu lucu sekali sayang " mencium dan mencubit gemes pipi Shafira.


" Aisyah, Irman cepat urus pernikahan kalian yah, Ibu merestui kalian"


masha Alloh, senang sekali terima kasih Rabb kau memang selalu memberikan sesuatu yang terbaik untuk hambanya.


flasback of

__ADS_1


__ADS_2