
2 bulan kemudian
Sesuai prediksi HPL kelahiran baby Twins ku satu minggu lagi, Momen yang mendebarkan bagiku karena ini pengalaman pertama ku yang harusnya aku lalui dengan bahagia.
Hari-hari ku selalu di lewati sendiri, suami jarang pulang, adikku sibuk kuliah sedangkan ketiga sahabatku pun mereka sibuk dengan urusan skripsi mereka. Membosankan ,sejak awal kehamilan sampai sekarang kalimat itu yang sering aku kesal kan. Terkadang ketika sahabatku datang kemari jika waktu mereka luang , saat bersama mereka setidaknya aku melupakan beban yang sedang aku pikul sendiri, meski mereka sahabatku tapi aku enggan untuk memberi tahu perihal rumah tanggaku yang begitu sangat rumit ini.
Rumah tanggaku hancur sudah tak ada harapan lagi untuk aku perbaiki, batas kesabaran ku sekarang sudah habis aku ingin pergi jauh dari sini pergi ketempat dimana tak ada satu orang pun yang kenal diriku. Aku bertekad setelah melahirkan aku benar-benar akan sudahi rumah tangga ini.
Sudah cukup aku menderita di dalam rumah tangga ini, dia begitu tega mencampakkan diriku sebesar apakah dendamnya pada Irman sampai ia tega berbuat seperti ini padaku bahkan saat aku sedang mengandung anaknya pun ia begitu masa bodoh.
Saat aku terisak meratapi kehidupanku seseorang dari belakang memelukku , ia dialah adikku Johan hanya dia yang selalu ada bersamaku , dia juga yang selalu mengantarkan untuk cek up kandunganku.
Berbalik menghadap Johan
"Jo, kau mengagetkan ku "
" Lagian kenapa sih kakak ngelamun terus, nangis terus gak cape apa? gak kasihan apa sama keponakan -keponakanku " cecar Johan padaku
" Jo, kakak terharu banget ternyata kau bisa seperhatian itu pada kakakmu ini"
" Jangan dulu GR , Jo hanya mengkhawatirkan keponakan ku saja bukan momy nya."
"Hahaha, Kau menyebalkan Jo"
" Nah gitu dong kak ketawa atau minimal senyum kek, jangan nangis terus gak takut apa air matanya habis "
" Biarin habis juga, siapa tahu kalau habis air matanya kakak gak bisa nangis lagi ,, Hayati lelah " Aku pun terkekeh dengan perkataanku sendiri.
" Jangan melow - melow terus kak" Jo melihat ke jam tangan yang melingkar di tangan kirinya.
" Kak masih sore nih, jalan -jalan yuk,
" kemana?
" Ayo ikut saja " Jo menarik tanganku
" Sebentar Jo kakak mau ngambil tas sama ganti baju "
" Gak perlu ,"
******
Sore itu aku memberanikan diri menelpon Abang, sekedar ingin menanyakan apakah ia akan pulang atau tidak. Sudah seminggu Abang gak pulang, menanyakan kabar pun tidak.
tut...tut...tut...
sambungan ketiga telpon Abang angkat.
" Hallo, Assalamu'alikum Bang! Aisyah
" Ia, Wa'alaikum salam " Abang
" Bang malam ini pulang tidak? HPL ku sebentar lagi adek mau ketika kontraksi ada Abang disisi adek " Aisyah
" Abang gak bisa, disana ada johan kan? nanti minta bantuan dia saja " Abang
" Apa Abang tak khawatir denganku dan juga baby Twins, tak adakah sedikit saja perhatian Abang untuk ku. Kau tak adil Bang, kau lebih mengutamakan istrimu yang lain hiks hiks ." Aisyah
" Jangan cengeng!!, kau disana ada adikmu, sedangkan disini dia gak punya siapa -siapa orang tuanya di luar negeri " Abang
"Tap----
__ADS_1
tutt tutt
Belum selesai aku bicara telpon Abang matikan.
" Hiks. ..hiks. aku membencimu Rudi sangat membencimu ,arghhhhahha hiks hiks" Aku menjatuhkan tubuhku yang terasa lemas ke lantai.
" Kak ada apa? Astagfirullah kak " teriak Johan. " Ayo bangun kak jangan kaya gini, jangan tangisi pria baj*ngan itu.
" Salah kakak apa Jo , kenapa dia berubah, kenapa nasib kakak seperti ini . hiks hiks
"Sudah kak. ...
Jo , menarik tubuhku dan mendaratkan dipelukannya, dia menenangkan diriku beruntung sekali aku memiliki adik seperti dirinya. Dia benar-benar menepati janjinya untuk selalu melindungiku menggantikan suamiku sendiri.
Tiba-tiba perutku sakit , sedikit keram di bagian bawah perut dan terlihat cairan bening di balik sana .
" Jo perut kakak sakit, ayo bawa kakak kerumah sakit. .awww sakit hiks " rintihku
" Baik kak, kakak akan melahirkan? tanya Johan penuh kepanikan.
"Ia Jo cepat, kakak sudah tak kuat "
Tanpa banyak bicara , Jo langsung memangku ku dan mendudukkan ku di kursi depan mobil.Sesegera mungkin Jo mengemudikan mobilnya.
" Kak bertahanlah "
" Sakit Jo , aww " refleks aku mencekram pundak Jo.
Beberapa menit kemudian mobil Jo sampai di rumah sakit, ia berteriak supaya ada perawat yang bisa membantunya membawa aku. Wajah Jo begitu sangat panik aku melihatnya itu.
Tim medis membawa bangkar menuju ruang bersalin, tak ada yang menemaniku selain para tenaga medis saja. Di hati kecilku ingin rasanya Abang ada di sini menemani perjuanganku melahirkan baby Twins. Tapi itu hanya angan -angan saja.
Aku pun melakukan apa yang di instruksi kannya.
" Ayo mulai mengejan bu,
" eeeeee.....eeeeeee
" Terus bu sedikit lagi "
Dengan susah payah akhirnya pada hejanan ke tiga lahir anak pertamaku, selang beberapa menit perutku kembali kontraksi dan lahirlah kedua putriku dengan selamat.
Aku begitu terharu kini aku resmi menjadi seorang ibu, tak terasa air mataku menetes begitu banyak aku menciumi satu-satu putriku yang telah di bersihkan dan di adzani Johan.
" Selamat ibu, bayinya sehat dan cantik- cantik , oh ya bu ini yang di kasih tanda biru itu kakaknya dan yang pink adiknya"
"Ya makasih"
" Kalau begitu saya permisi bu, pamit sang dokter .
Dan di anggukan olehku .
********
"Jo apakah kau sudah menyiapkan semuanya " tanyaku pada Johan.
"Sudah kak , nanti ketika kaka pulang maka mari kita enyah dari sini, dan minta gugatan cerai pada si pria ba*ingan itu. karena pernikahan kakak hanya siri jadi cukup dia mentalak kakak maka jatuh sudah talak itu"
" Ia kakak tahu, semoga saja dia mau melepaskan kakak.
"Oh ia kak keponakan ku namanya siapa? apa kau sudah memberinya nama?
__ADS_1
menggelengkan kepala " Belum .Bantu kakak cari nama yang pas untuk mereka "
Jo terlihat sedang berpikir dengan jarinya ia ketuk -ketukan pada keningnya "Bagaimana kalau Shafira nadia Husnah dan Shakira asma Husnah , jangan pake marga dady nya. .. pake nama kakak saja, gimana bagus gak?
"Hmm. ... oke namanya bagus kakak suka "
Bruk. ...suara pintu di buka begitu keras.
" Kau berani sekali tak memberitahuku bahwa kau sudah melahirkan " Bentak Abang
" Apa pedulimu? bukankah kau tak peduli dengan anak-anak ku? jadi wajar saja aku tak memberi tahu mu karena aku sudah menganggap kau mati!!
" Apa kau bilang," mengangkat tangannya hendak menaparku tapi Jo tahan.
" Cukup mas, jangan sakiti kakakku cukup batinnya kau siksa jangan kau tambah lagi dengan menyiksa fisiknya " sarkas Johan
" Tahu apa kau bocah ingusan, jangan ikut campur " Bentak Abang pada Jo
" Jelas aku ikut campur karena dia kakakku, dan aku mohon ceraikan kakakku "
Aku hanya bisa menangis melihat dan mendengar perdebatan mereka.
" Sudah cukup ini rumah sakit, Abang tolong keluar lah aku mohon " mengatupkan kedua tangan.
" Baiklah aku kesini tak akan banyak basa-basi , berhubung kau sudah melahirkan maka hari ini detik ini juga aku menceraikan mu Aisyah Husnah"
" Baik jika itu yang kau mau, memang dari jauh-jauh hari pun aku sudah bertekad akan meminta kau memceraikaku, jadi sekarang keluar dari sini!!!
" Tidak akan, sebelum kau menyerahkan satu bayimu untuk aku rawat "
"Tidak akan aku berikan kepadamu "
" Kalau aku tak bisa memintanya dengan baik, maka dengan terpaksa aku akan memintanya secara kasar "
" Mau apa kamu hah dasar baj*ngan" Johan melayangkan pukulan ke wajah Abang.
" Bodyguard masuk!!!
Tak lama masuklah tiga orang yang bertubuh tegap, meringkus adikku kemudian Abang membawa satu putriku.
" Jangan kau ambil aku mohon, jangan kau pisahkan aku dengan anak ku" teriak ku sambil berlari mengejar Abang yang langkahnya begitu cepat.
Aku tak peduli orang-orang melihat ku aneh atau gila karena aku histeris di rumah sakit,
"Kau jahat bang. ...aku benci kamu "
Dan seketika itu pandanganku menjadi gelap dan tak ingat apa-apa lagi.
.
.
.
.
.
.
..tbc
__ADS_1