Lelaki Itu Suamiku

Lelaki Itu Suamiku
Anakku! !


__ADS_3

Dengan perasan masih bersedih , setelah melihat permintaan maaf Abang. Aku dengan polos nya mengikuti semua instruksi dari mas Irman termasuk nurut harus menutup mataku.


Kejutan apa yang mereka maksud, apa harus menutup mata segala ? Perlahan tubuhku di bimbing Mas Irman, berjalan yang entah akan di bawa kemana .


" Mas, kamu mau bawa aku kemana? " tanyaku penasaran.


" Kedepan Yank, " jawabnya singkat.


Mendengar jawaban yang singkat membuat aku malas untuk bertanya lagi, toh nanti aku juga bakalan tahu pikirku. Tepat beberapa menit lalu setelah aku bertanya, kini aku berhenti dan mas Irman melepas pegangannya dariku.


" Yank...


" Apa mas, ?"


" Sudah siapa lihat kejutannya belum,? " tanya mas Irman penuh basa basi.


" Aisyah udah gak sabar mas, kejutan apa sih emangnya. Penutup matanya udah bisa di buka kan?, tanganku mengarah ke belakang kepala untuk melepaskan penutup mata, namun ditahan mas Irman.


" Sebentar Yank, jangan dulu di buka sebelum mas menyuruhnya."


" Siap yah Yank, mas hitung sampai tiga. satu....dua...ti......ga" Mas Irman melepas penutu mata


dan..


Tara. ..


Saat penutup mata di lepas mas Irman, aku tak langsung melihat kejutan yng di maksud mas Irman. Karena mataku yang sedikit remang-remang di sebabkan tadi terlalu kencang mengikat penutup mata .


" Mas, mataku sakit , kamu terlalu kencang mengikatnya " ucapku lalu mengangkat kepala ,


kedua mataku bukannya melihat mas Irman, tapi malah melihat dua anak kecil yang cantik dan tampan . Mereka terlihat sebaya, mereka tersenyum kearahku . Saat pikiranku menerka -nerka siapa kedua anak ini , wajahnya begitu sangat familir. Anak perempuan itu mirip Shafira hanya rambutnya yang berbeda .Shafira rambutnya lurus dan tertutup jilbab. Dan anak laki-laki itu kenapa mirip Abang ?.


Seketika Itu pula aku mulai tersadar , aku mencari sosok laki-laki yang beberapa jam Lalu telah sah menjadi suamiku ingin memastikan sesuatu . Dia ternyata berdiri di belakang ku.


Kutatap lekat wajah mas Irman suamiku , aku menanti suatu kata dari mulut mas Irman yang bisa membuat dugaanku semakin yakin.


Dengan tersenyum hangat dan mengelus puncuk kepalaku mas Irman berkata" Dugaan mu benar Yank, mereka anak-anak mu"


Aku menutup mulutku , saking tak percaya atas apa yang baru aku dengar, ' Anakku! ! Shakira? ' gumamku.


Ku balikan badanku menatap lekat wajah -wajah mereka, terlebih dia anak perempuanku yang sudah empat tahun ini tak aku jumpai kini ia ada di depan mataku. Berasa mimpi, aku mencubit pipiku sendiri" aww " pekik ku setelah mencubit pipi sendri .


Ini nyata?, perlahan aku melangkah mendekati mereka , dengan ekspresi tak percaya, ,


Aku berjongkok agar bersejajar dengan mereka. Wajah ini, begitu mirip Shafira, sama-sama cantik .Aku sungguh merindukan Shakira ku belai ia dan peluk dan bergumam" Anakku, kau kembali nak, Umma rindu padamu sayang"


"Shakira juga rindu, mama" ucapnya


"panggil Umma sayang .. " titah ku

__ADS_1


" Umma " ucap shakira dan aku langsung memeluknya kembali.


Aku menangis di pelukan anakku. Namun tiba-tiba saja seseorang memegang pundakku.


" Umma" panggil nya padaku.


Aku melirik kesamping, Aku hampir lupa kalau Ada satu lagi anakku meski ia bukan terlahir dari rahimku, tapi dia kehilangan sosok ibu sejak bayi. Aku meraih tangannya dan memeluknya erat, agar ia juga merasakan dekapan seorang ibu" Kau juga anakku jagoanku, "


Bahagia sekali rasanya, ini benar-benar kejutan yang sangat istimewa , dihari istimewa juga.


Terdengar tepuk tangan yang gemuruh , di sertai isak tangis. mungkin mereka yang melihat adegan ini sangat mengharukan dan kena dihati mereka. Terima kasih Rabb, ku ucap syukur padamu. Tanpa perantara mu, tanpa Qudat dan Iradat-mu mungkin momen seperti ini tidak akan pernah ada.


********


Kini aku sedang berada di kamar pengantin, dan jangan berpikir kalau aku sedang berduaan dengan mas Irman, sedang mesra -mesraan. Jawabannya no! karena apa? karena kini aku sedang di kerumuni ketiga anakku , Setelah aku perkenalkan dan menjelaskan sesuatu pada Shafira bahwa dua anak kecil seusiannya itu tak lain dan tak bukan Saudari kembar dan adik bungsunya.


Shafira sangat terbuka, ia langsung menerima kehadiran Shakira juga Arsya. Mereka nampak akrab seperti sudah lama saling kenal . Mungkin karena ikatan darah membuat mereka merasa nyaman dan dengn mudahnya akrab.


Aku bahagia dengan momen ini , terlebih ketika Shakira juga Arsya begitu lengket padaku, membuat Shafira sangat cemburu. momen seperti ini mungkin mereka merindukannya dan tentunya merindukan kasih sayang seorang Ibu.


Mengingat itu, aku jadi teringat pada Abang. Bagaimana ia berjuang sendiri membesarkan Shakira juga Arsya di sela-sela kesibukan kerjanya. Sementara aku sering besu'uzon padanya, sungguh jahatnya diriku ini.


Jam menunjukan pukul 23.00 wib, anak -anak sudah pada tidur, aku pun merasa begitu lelah. Saat hendak bangun dari posisi duduk di ranjang, terdengar suara pintu yang dibuka. Dan Astagfirullah, sungguh aku lupa kalau aku kini sudah berstatus istri dari Irman Sanjaya dan aku malah mengacuhkan nya. Yang lebih parah nya aku malah mengajak ketiga anakku tidur di kamar yang seharusnya aku dan mas Irman tempati.


Dengan begitu menyesal aku langsung berlari dan memeluk mas Irman.


" Maafkan aku mas, " ucapku sambil mengeratkan pelukan ku.


" Mas ih, memukul dada mas Irman karena merasa malu.


" Anak-anak sudah pada tidur Yank, " tanya mas Irman


" udah, jawabku


" Mas , Aisyah minta maaf yah"


" Minta maaf untuk apa?" tanya mas Irman sambil ia berjalan kearah lemari dan mengambil pakaian tidurnya.


" Maaf untuk....." ucapku menggantung , malu rasanya untuk bilang itu .


" Apa Yank, " menggenggam tanganku dan saling berhadapan.


" Hmm, gini ...kan,, gimana Aisyah ngomongnya yah, bingung " tanyaku pada Mas Irman.


" ck ,kamu ini ( mengelus puncuk kepalaku ) , ayo mas siap dengerin nih"


Mataku mengarah pada ranjang, yang sudah dihuni oleh tiga malaikat kecilku.


" mmm ,kitakan baru saja menikah, mas udah halal untuk Aisyah begitu pun Aisyah udah halal untuk mas Irman. Tapi ... sepertinya malam ini---( aku ragu untuk bilang) --aku gak bisa memberi hakmu malam ini " ucapku dengan begitu cepat .

__ADS_1


Apa coba respon mas Irman? ia malah tertawa, dan itu membuat aku bingung , perasaan gak ada yang lucu , Atau perkataanku tadi memang terdengar konyol ? hingga mas Irman begitu tertawa lepas .


" ssstt, ( menaruh telunjukku ke bibirku) jangan berisik mas, anak-anak nanti bangun"


Tiba-tiba saja , cup..... satu kecupan di bi*ir , berhasil membuatku diam mematung


" Masih banyak waktu Yank, puasin dulu aja kangen -kangenanya sama anak-anak , sebelum kamar mereka siap dan tidur di kamar mereka masing-masing "


" Tapi....


" Tak ada tapi -tapian, mas nunggu kamu 14 tahun saja sanggup , masa nunggu beberapa hari saja buat ekhm 'itu' lho , Mas gak kuat sih" oceh mas Irman.


Aku benar-benar malu, bisa dibayangin betapa malunya aku?. Rasanya ingin bersembunyi saja gak ingin nampakin lagi wajahku . tapi apalah daya,aku gak bisa jika harus bersembunyi, karena aku rasa kini aku enggan untuk sehari,sejam,semenit, atau sedetik saja tak melihat suamiku . Huuh. .lagi -lagi aku kumat, kenapa disaat bersamaan mas Irman aku selalu seperti ini, manja dan lebay.


" Yaudah , mas tidur di kamar sebelah yah, kalau kangen tinggal samperin mas yah " goda mas Irman lalu mencolek ujung hidung ku.


" Dengan senang hati....." ucapku begitu malu-malu.


"Mas, " aku memanggil mas Irman karena teringat akan sesuatu.


" Apa yank" jawab mas Irman dan kembali berjalan mendekat kearahku


Sebenarnya ragu, antar bilang atau tidak ,, tapi aku tetap harus bilang agar hatiku semakin tenang .


" Apa Yank " ulang mas Irman.


" Mmm, besok antar aku menemui Rudi yah, mas maukan ??


" Tentu sayang, tanpa kamu minta pun mas akan mengantarkan mu. Rudi dan keluarganya ingin bertemu denganmu "


" Terima kasih mas, " memeluk mas Irman.


" Iya, Sudah malam Yank, cepatlah tidur kamu pasti lelah"


" Mas juga langsung tidur, dan maaf Aisyah gak bisa nemenin "


" Gak apa-apa, tadi mas kan udah bilang puas-puasin kangen-kangenannya kalau tiba-tiba kangen , Mas ada di kamar sebelah" Tersenyum menggoda.


"Iya. ..


Ada rasa damai dihatiku saat mas Irman setuju untuk mempertemukan aku dengan Abang , Mas Irman sungguh suami idaman. Mengerti akan keadaanku sekarang dan ia selalu saja bersikap gentleman, dan kalau boleh jujur aku memang ingin dekat terus sama anak-anak dan ia pun mengizinkannya . Setidaknya untuk beberapa hari kedepan . Sampai kamar mereka siap, karena kini aku dan anak-anak akan tinggal di rumah mas Irman .


tbc


Assalamu'alikum


Say hai. ..Author ucapkan terima kasih kepada kalian Yang sudah berkenan mampir di novel ku ini. Author sadar novel Author jauh dari kata bagus, yah kalau di bandingkan dengan Author -Author lain Author berada jauhhhhhhh dari mereka. kalau di ibaratkan angka 1-10


Author hanya ada di angka 1.

__ADS_1


Tapi setidaknya , kehadiran kalian menjadi mood boster untuk Author.


Terima kasih. .


__ADS_2