
Dua hari pun berlalu ini saatnya aku dan Abang pergi kerumah sakit untuk memeriksa kandungan ku yang kini menginjak empat bulan. Sebelumnya Abang sudah membuat
janji dengan dokter Lisa, yang katanya teman SMA Abang.
Aku dan Abang sudah siap dan mulai menjalankan mobil menuju rumah sakit yang di tuju.
Dua puluh menit kemudian sampailah kami di rumah sakit terbaik di Kota Bandung. Tanpa harus antri karena memang sudah janjian terlebih dahulu bisa langsung masuk keruang pemeriksaan.
" Selamat siang dok" sapa aku dan juga Abang.
" Siang " jawabnya dan mempersilahkan aku juga Abang duduk.
" Perkenalkan nama saya Lisa, teman SMA suamimu " ucap dokter Lisa sambil merentangkan tangannya dan ku balas mengulurkan tangan.
" Aisyah " ucapku memperkenalkan diri
" Cepat periksa istri saya dok" ucap Abang
Dokter Lisa tersenyum " Gak usah seformal itu, kita kan best frends Rud"
" Tetap saja , kita harus profesional dong "
" Ia lah terserah kamu, kalah deh kalau harus beradu argumen denganmu"
Setelah interaksi Abang dan dokter Lisa berakhir, Dokter Lisa menyuruhku berbaring dan mulai mengoleskan gel di atas perutku untuk mempermudah proses Usg.
Saat alat Usg mulai di gerakan di atas perutku terlihat kehidupan di dalam perut ku ini , bahkan bukan hanya satu tapi Alloh memberiku dua sekaligus kehidupan. Masha Alloh begitu senang hati ini tak henti aku ucapkan syukur kepada sang pemilik kehidupan ini.
" Lihat nyonya dan kau Rud, ini bayi kalian kembar "
" Ia Bang lihat mereka bergerak , lucu sekali mereka meski masih dalam rahim"
__ADS_1
" Ia dek Abang juga lihat, Dokter kira -kira bisa langsung tahu jenis kelaminnya tidak?:
" Tentu bisa nih saya tunjukin," Sambil mengarahkan dan menunjuk pada gambar di monitor ." Nah yang ini cewe dan kalau yang ini cewe juga"
Setelah merasa puas dengan hasil Usg , Akhirnya aku dan Abang pulang namun tiba-tiba handphone Abang bergetar dan Abang nampak begitu sumringah berbanding terbalik ketika sedang di ruang pemeriksaan Abang tak sesenang sekarang.
Apa ia Abang tidak suka dengan kehamilanku, hingga ia nampak terlihat biasa saja. Yang membuat sakit hati itu kenapa setiap kali ada telpon Abang selalu menghindar dariku seolah-olah aku tak boleh tahu, kalau seandainya rekan bisnis pun apa salahnya berbicara di dekat ku gak harus menjauh seperti ini.
Semakin hari semakin terlihat jelas perbedaan sikap Abang padaku , bahkan pernikahan ulang yang di janjikannya secara hukum pun belum juga ada kemajuan, Abang sudah tak menanyakan lagi .
Bahkan perhatian Abang pun bengasur -asur mulai jarang , bagaimana gak perhatiaan jika hari -hari Abang di habiskan diluar pergi pagi pulang malam dan ini sudah sangat keterlaluan . Bahkan untuk sekedar menyentuh ku pun tak pernah, yang biasanya Abang tak pernah absen untuk meyentuhku.
Aku hanya bisa meratapi kehidupanku yang seperti ini, di masa hamil seperti ini harusnya ada seorang suami Yang siaga menemani, dan lebih menambah Lagi perhatiannya tapi, ini justru kebalikannya . Ingin bertanya pun aku tak punya keberanian terlalu naif mungkin diriku.
Aku sendirian sekarang andai Ibu sama Bapak masih ada, mungkin aku tak akan merasa sendirian seperti ini setidaknya ada tempat untuk aku bersandar menguatkan hati, Meskipun ada Jo tapi tetap berbeda rasanya andaikan Jo perempuan mungkin sedikit banyak bisa membantu mengatasi rasa kebosanan ku dari hati ke hati sama-sama seorang perempuan.
Dua bulan berlalu kini usia kandungan sudah menginjak 6 bulan, Selamat kurung enam bulan itu pula Abang masih seperti itu jarang pulang Jika pun pulang begitu sangat larut. Tapi Aku bersyukur di kehamilan pertama ini sungguh aku tak pernah merasakan mual atau pun sekedar ingin sesuatu yang katanya orang di bilang ngidam tak pernah aku alami. Oh Anakku sayang kau begitu pengertian pada Ibu mu ini , apa mungkin kau tahu dan merasakan apa yang hati ibu rasakan mangkanya kau begitu Baik -baik di dalam rahim ibu.
Hari ini aku bertekad untuk berbicara pada Abang dari hati ke hati aku ingin penjelasannya kenapa semenjak aku hamil sikapnya mulai berubah padaku. Untuk sekedar mengelus - ngelus perutku pun ia tak pernah, miris yah begitulah keadaanku sekarang serasa hamil tapi gak punya suami. Aku liat abang sudah mulai bersiap pergi kerja , aku membantunya memasangkan dasi dan mulia untuk berbicara.
" Abang "
" hmmm"
" Nanti kalau periksa kandungan lagi Abang temani Adek ya, biar sama-sama tahu perkembangan baby Twins kita"
" Nanti kalau sempat Abang temani yah"
" Kok kalau sempat? ?? Ya Abang harus sempat inikan anak kita Bang "
" Ia Abang tahu , Tapi kan Abang lagi banyak kerjaan tak bisa Abang tinggal "
__ADS_1
" Apa menurut Abang lebih penting kerjaan dari pada mengantar adek ke rumah sakit ?
membuang nafas kasar " Bukan gitu dek tolong ngertiin Abang, ab---
"stop" ucapku memotong alasan yang akan bilang " Secepat itu Abang berubah pada adek? kenapa? salah adek apa bilang kalau memang adek punya salah, Abang bilang mengertilah harus Abang yang ngertiin adek , Abang sadar tidak semenjak Adek hamil Abang semakin jauh ,harusnya kalau istrinya hamil seorang suami ada di sampingnya menjaganya. Tapi ini apa ? Adek kecewa sama Abang hiks...hiks.. Adek merasa sendiri Bang , aku seperti orang yang tak punya suami "
Aku meluapkan semua unek -unek yang sejak dulu aku simpati rapat di dalam hatiku, aku menangis sejadi -jadinya berharap Abang bisa kembali seperti dulu lagi.
" Maafkan aku" Lirih Abang
"Apa hanya itu saja yang Abang bisa? ? coba Abang jelaskan pada adek selama ini Abang kenapa? jangan giniin adek , sakit Bang hiks..hiks hati Adek sakit"
" Baik mungkin Ini saatnya untuk Abang jujur pada mu"
" Kalau selama ini aku tak pernah mencintaimu, aku hanya memanfaatkan dirimu saja , "
deg .... hatiku. ..hatiku seperti hancur pecah bagaikan kaca yang terjatuh menjadi serpihan kecil .
" Apa!!! apa maksudnya hah. .
" Kau tahu Irman orang yang ada di masa lalu mu, kau tahu dia sepupu ku, sejak dulu aku sangat membencinya bahkan saking membencinya aku berusaha menjadi seperti dia yang seolah -olah faham ilmu Agama. kau tahu apa yag membuat aku membencinya? ? karena semua yang aku mau selalu dia yng mendapatkannya aku sadar dulu aku Bodoh bahkan nilai-nilai pun selalu jauh dengannya. meski usia kita terpaut 7 tahun tetap saja aku tak suka kalau hanya di saja yaang di puji -puji. Sejak saat itu aku berusaha untk bisa menjadi seperti dia dan menurutmu apa aku berhasil seperti Irman? ?? hahahaha Bahkan aku tahu wanita yang ia cinta sejak dulu sampai suatu hari aku melihatmu waktu pelantikan perekrutan anggota BEM baru, dari sanalah muncul ide gila ini pura-pura mencintaimu. Tak aku pungkiri kamu memang cantik tapi sayang kau orang yang di cintai Irman jadi aku selalu berusaha untuk tak jatuh cinta padamu. Dan karna kini Irman terlihat begitu sedih kau miliku apa lagi tahu kau mengandung Anakku maka berhasil sudah aku mem-----
" Stop hiks..hiks jangan Abang lanjutkan lagi , aku tak percaya dengan perkataan Abang , jelas -jelas adek selalu melihat ada cinta dimata Abang untukku tak mungkin Adek salah , berhenti mengarang cerita yang tak penting itu"
" Terserah jika kau tak percaya, tapi ini kenyataannya aku tak mencintai mu Aisyah, asal kamu tahu juga aku sudah menikah dengan orng yang aku cintai dan kini dia juga sedang mengandung anak ku darah daging ku "
" Abang jahat !!!
Aku pergi meninggalkan dia orang yang di sebut suami, aku tak percaya tapi ketika dia bilang sudah menikah aku jadi paham kenapa Abang tak kunjung juga melegalkan pernikahannya denganku karena memang dia sudah menikah dengan wanita lain . Apa ini bukti bahwa ucapannya benar dia tak mencintaiku. ...
" Aargh. .... cobaan apa lagi ini ya Alloh , biarkan hamba mengeluh Untuk kali ini aku sudah tak sanggup lagi " ...............
__ADS_1