
Akhirnya semua kesalah pahaman yang yerjadi bisa teratasi, keluarga Abang dengan Mas Irman membaik,begitu juga hubungan aku dengan kedua bersaudara itu ikut membaik. Setelah mendengar penjelasan yang begitu panjang dari AzkA aku pun izin pulang terlebih dahulu kebetulan juga Mas Irman telah selesai menangani pasien ,sekalian mau menjemput anak-anak di rumah Oma dan Opanya karena hari sudah malam.
Sampai di rumah mantan mertuaku ternyata anak-anak sudah tertidur begitu pulas , tapi aku tetap harus membawa mereka pulang karena aku juga masih sangat merindukan mereka. Aku terpaksa membangunkan mereka dengan begitu lembut .
" Sayangnya Umma ayo bangun, kita pulang yah" ucapku sambil menepuk-nepuk pipi ketiga anakku dengan begitu lembut.
Belum ada respon dari mereka ,sepertinya mereka sudah terlalu jauh dalam alam mimpi mereka masing-masing. Aku melirik pada Mas Irman berharap ia punya ide untuk membangunkan mereka.
Pelan-pelan mas Irman ikut membaringkan tubuhnya dibatasi kasur di samping anak-anak.
" Umma, besok kita jalan -jalan yuk! kita beli es krim yang banyak terus main di zona bermain" ucap mas Irman sedikit berteriak.Aku pun mengikuti permainan mas Irman.
" Benarkah Abi , Umma mau ikut ih, Umma mau beli es krim yang banyak yah",
" Iya dong Umma, tapi kira -kira ada yang mau ikut lagi gak yah....??
Ternyata rencana Mas Irman berhasil anak-anak langsung terbangun dan menjawab begitu semangat ...
" Abi, aku mau ikut"
" Ila juga Abi, "
" Arsya juga"
Gemes sekali lihat tingkah anak-anak, Mas Irman saja sampai tertawa melihat tingkah mereka.
"hahaha...Anak-anak Abi lucu, denger es krim saja udah pada seneng , sini peluk Abi" Mas Irman merentangkan tangannya dan di sambut oleh anak-anak, mereka bangun dan langsung memeluk mas Irman.
Ya Alloh , bahagianya melihat mereka bahagia . Kini anak-anak sudah ada di tanganku lengkap sudah keluargaku kini . Punya Suami yang baik ia juga sayang sama anak-anak , serta punya tiga anak yang lucu, belum lagi nanti anak-anak ku dari mas Irman. ohh kok jadi malu gini ? pikiran ku sudah jauh saja mengarah kesana, malam pertamaan sama mas Irman saja belum .Hihi
__ADS_1
Mungkin merasa aneh dengan tingkah ku membuat mas Irman mengerutkan keningnya .
" Sayang , kamu kenapa? kok senyum -senyum gitu." ujar mas Irman penuh selidik.
" Umma lagi seneng saja Abi, lihat kalian begitu akrab apalagi Umma malah di kacangin gini" meraju.
" Ihh Umma iri yah, " celetuk Arsya si jagoanku
" Sini mendekat ke Abi, biar Umma abi peluk juga"
Aku pun langsung saja menghambur ke pelukan mas Irman, romantis kan? coba bayangin deh , nyaman sekali berada di posisi seperti ini.
Setelah acara peluk-pelukan usai, kami pun pamit pada Ibu dan Ayah Abang karena memang sudah malam .
Mereka sebenarnya melarang kami pulang, tapi aku merasa gak enak apa lagi status aku hanya sebagai mantan menantu. Meski pun Mas Irman masih ada hubungan keluarga tapi tetap mas Irman juga merasa gak enak , apa lagi hubungn mereka baru membaik.
Malam yang gelap kini sudah berganti dengan yang bercahaya, sinar mentari kini berada di peradunnya menyinari dan menghangatkan alam dunia ini. Serta menjadi Awal untuk setiap manusia beraktifitas, mencari sesuap nasi, membereskan rumah dan memasak ,melakukan olah raga atau mungkin saja masih ada orang yang betah di atas kasur berselimutkan selimut yang hangat.
Minggu pagi ini aku serta mas Irman ingin mengajak anak-anak jalan -jalan ,,ingin menyenangkan mereka tentunya. Anak-anak begitu bersemangat saking tak sabarnya mereka sampai-sampai menarik tangan Abi nya, meraju ingin segera berangkat jalan -jalan.. Ada sedikit was-was sih karena kita tahu saat ini Indonesia bahkan di dunia sedang di landa pendemi ,tapi setidaknya aman kalau kita tetap mematuhi protokol kesehatan.
Anak-anak sudah dari tadi di dalam mobil sambil terus saja berteriak,
"Abi, Umma ayo... Abi.....Umma. ....."
" Iya iya tunggu sebentar, Kok Anak-anak Abi gak sabaran gini " ujar Mas Irman sambil melangkah ke arah mobil.
" Iya nih, Umma aja sampai terburu-buru gini, "
"Nanti keburu siang Umma, " ucap shakira.
__ADS_1
" Siap berangkat?
" Siap Abi...." ucap anak-anak serempak.
" let's go. ..
Mas Irman pun melajukan mobilnya membelah jalanan ibu kota yang renggang. berhubung hari libur jadinya jalanan pun sedikit renggang tak semacet hari hari kerja pada umumnya. Tujuan awal Kami yaitu pergi ke Du*an mereka bilang ingin pergi ke sea world nya ,mau lihat berbagai macam ikan. Tak ku sangka mereka bertiga ternyata menyukai binatang air , jadinya tak membuat repot aku atau pun Abi nya dengan rengekan mereka karena berbedanya tujuan tempat liburan.
Sampai di sana benar saja mereka terlihat antusias, bahagia serta senyum mereka merekah sangat menentramkan hati. Mereka berjalan didepan dengan terus menunjuk ke arah ikan yang mereka lihat, sedangkan aku dan mas Irman berjalan mengekori mereka sambil terus bergandengan tangan tak mau aku lepas dan sesekali sambil menyenderkan kepala di bahu Mas Irman . Jangan bilang aku bucin atau apa, yang pasti ini pertama kalinya aku pergi bersama mas Irman yang kini sudah menjadi kekasih halal sambil pegangan seperti ini , ya anggap saja kita lagi kencan.
" Mas , Kok aku jadi ngerasa lagi kencan yah? ucapku sambil bergelayut manja.
" Kencan gimana Yank, orang kita ngebuntutin tiga bocah itu" jawab mas Irman dengn menunjuk ke arah anak-anak.
" Yaudah kapan -kapan kita kencan mas, udah halal ini jadi bebas pegang -pegang tangan kaya gini " sambil mengangkat tangan yang saling berpegangan." Kalau belum halal terus kencan trus ka pegang atau gandengan berasa gak kencan gitu" sambungku
" Ih istri mas kok jadi genit gini, sebegitu ingin kah kencan sama mas" tanya mas Irman.
" Yah , kan Aisyah pengen gitu tahu rasanya kencan , apa lagi kalau sudah sama yang halal, emang mas gak mau?
" Apa sih yang mas gak mau kalau buat Kamu yang" mengelus kepala ku dan tersenyum ." Minggu depan mau? anak-anak biar titip dulu sama ibu mas"
" Seriusan mas,? Aisyah mau banget , jadi makin love love deh " jawabku
Mas Irman yang mendengar jawabanku malah tertawa , ia tak percaya kalau akau bisa bersikap manja seperti ini. Percayalah mas hanya kepada mu aku menjadi diri aku yang sebenarnya. Pada Jo saja aku tak pernah seperti ini, aku ke banyakan berusaha untuk terlihat kuat, tegar padahal yang sesungguhnya aku begitu rapuh.
Terkadang aku berpikir mungkin kebahagiaan ku tak akan pernah datang, cukup aku saja yang membuat orang-orang di sekitarku bahagia. Yah, percayalah mas aku pernah ada di posisi seperti itu, terpuruk dan hilang harapan. Aku lupa bahwa ada Alloh swt bersama kita , Dia tak pernah tidur dan Dia selalu tahu apa Yang terbaik untuk umatnya. Mungkin saat itu kebahagian ku belum waktunya datang, tapi sekarang Masya Alloh, aku merasakan kebahagiaan yang bertubi-tubi. Semoga saja keluarga kecilku ini senantiasa di lindungi dan di berkahi Alloh serta di limpahkan kebahagian. Jika pun kau ingin menguji keluarga kami, semoga saja kami bisa melewatinya dengn baik dan penuh kesabaran...
tbc.
__ADS_1