
Seharian ini aku ,Mas Irman juga anak-anak benar-benar menghabiskan waktu libur dengan sebaik mungkin. Percayalah membuat orang di sekitar bahagia memberikan kepuasan tersendiri. Begitu pun tadi saat mengajak anak-anak pergi liburan. mereka tertawa, bercanda bersama sampai berebut es krim ada perasaan puas tersendiri. Entah lah apa namanya itu, yang pasti aku senang saat membuat orang lain senang.
Tak terasa sudah malam saja, setelah menyuruh anak-anak makan dan sholat isya, nampak sekali gurat kelelahan di wajah polos mereka .Aku pun tak tega sampai Akhirnya aku menyuruh mereka segera tidur. Dan seperti nya malam ini mereka masih harus tidur di kamar aku dan juga mas Irman.
Sebenarnya di rumah mas Irman masih ada beberapa kamar kosong, tapi mereka gak mau tidur disana maunya tidur di kamar sendiri, atau tidur di kamar Umma jelas mereka. Ada-ada saja , padahal sama-sama kamar ada kasur nya juga,tapi ya yang namanya anak-anak tetap anak-anak, kita sebagai orang tua hanya bisa mengikuti kemauan anak selagi itu hal yang wajar.
Saat aku menidurkan mereka dengan menceritakan kisah-kisah islami, mereka nampak mulai memejamkan matanya. Dan tak lama seseorang membuka handle pintu kamar, kulihat Mas Irman masuk secara perlahan. Ada wajah kecewa disana ,aku paham mas Irman pastinya ingin punya waktu berdua saja denganku, tapi mau bagaimana lagi ada anak-anak di antara kami.
" Yang sini, ikut mas yuk" Mas Irman memanggilku dan aku pun menghampirinya.
" Kemana mas? tanyaku singkat.
" Temenin mas , " Mas Irman berjalan ke arah pintu mengarah ke balkon.
Mas Irman duduk di atas kursi yang ada di sana, lalu menuntunku untuk duduk di pangkuannya. Aku pun terperanjat kaget atas perlakuan mas Irman padaku
" Mas, apa -apa ih, ada anak-anak juga" ucapku sambil berusaha bangun dari pangkuan mas Irman.
" udah pada tidur ini Yank, Biarin kaya gini dulu " Mas Irman memelukku dan menenggelamkan kepalanya di ceruk leher ku, dengan posisi ku masih ada di atas pangkuannya.
Aku hanya bisa pasrah, membiarkan mas Irman seperti ini. Sedangkan ini jantung terus saja berdebar gak karuan. Karena posisi seperti ini baru aku alami lagi setelah perceraian itu.Rasanya canggung kembali, berasa baru pertama kali saja di sentuh sama lawan jenis yang kini sudah berstatus suami.
Mas Irman entah merasa entah gak, karena saat ini aku benar-benar gemeteran , jantung berdetak dua kali lebih cepat dan ini ,ah keringat dingin juga muncul. Malu rasanya padahal sebelumnya pernah kaya gini meski dengan orang yang berbeda.
" Yank, kamu kenapa sih? gemeteran ini. Dan ini ( memegang tangan ) kenapa dingin kaya gini?".
Tuh kan mas Irman tahu, mau jawab apa aku, masa ia harus jujur kan malu.
" Udah ah mas, Lepasin Aisyah jangan kaya gini " ucapku berusaha membebaskan diri, agar aku tak semakin ketahuan mas Irman dan malah bertanya yang lebih lagi.
" Bentar Yank, udah halal ini ih, mas kangen kamu" rengek mas Irman sambil memelukku semakin kencang dan menelusupkan kepalanya semakin dalam di ceruk leher ku.
__ADS_1
Ya Rabb, apa-apa an ini, kenapa aku semakin deg -deg-an gini sih.
Dipeluk gini aja deg - deg-an minta ampun, gimana kalau minta lebih, ah tidakk. .
" Mas , geli ih . . Udah malam juga tidur gih "
" Sama kamu Yank tidurnya " ucap mas Irman sambil membalikkan tubuhku hingga berhadapan.
" Kan ada anak-anak, mana cukup mas ranjang nya , udah ih tidur mas , gak capek apa seharian tadi ngajak main anak-anak. "
" Ayolah Yank, tidur sama mas di kamar sebelah ." Mas Irman mengatupkan tangannya memohon dan sungguh ia memasang wajah imut membuat aku tergelak dan baru mengetahui sifat lain mas Irman.
" Biasa ajalah mas mukanya, sok imut banget. Jadinyakan Aisyah gak tega"
" Jadi mau kan? .Mas Irman memastikan
" hemm" jawabku .
Tanpa permisi mas Irman kegirangan dan terus menghujani wajahku dengan kecupan.
" Umma , Abi . Apa yang sedang kalian lakukan? dan kenapa Abi tadi menggigit bibir Umma" ucap si bungsu Arsya penuh ke heranan.
Aku dan mas Irman hanya bisa menggaruk kepala yang tak gatal , merututi kelalaian kami, eh bukan kami tapi kelalaian mas Irman. Udah aku bilang padahal sebelumnya untuk tidak bersikap seintim ini akhirnya harus terciduk oleh anak sendiri.
*************
Pagi pun tiba, kejadian semalam benar-benar kami jadikan pelajaran untuk tak bertindak yang aneh saat dekat Dengan anak, sekalian mereka sedang tertidur. Dan ini fiks kamar mereka harus segera selesai, supaya kejadian semalam tak terulang kembali. Dengn susah payah aku dan mas Irman menjelaskan pada Arsya . Kalau apa yang ia lihat hanya salah faham, alih - alih mas Irman bilang ada sesuatu di wajah Umma dan abi mengambilnya, dan beruntung juga posisi kami membelakangi Arsya. Tapi sebenarnya kasian juga mas Irman , maaf mas gagal ya rencananya.
Saat di meja makan , seperti biasa aku melayani dulu suami dan anak-anak. Kebetulan hari senin ini hari pertama untuk Shakira dan Arsya sekolah di tempat sekolah Shafira.
" Arsya , Shakira hari ini , pertama kalian masuk sekolah , jadi anak pinter dan baik yah " ucapku sambil menaruh nas goreng ke piring mereka.
__ADS_1
" Iya, Umma"
" Dan untuk Shafira, jaga adik -adiknya yah. Umma titip sama Shafira ",
" Siap Umma"
" Pintar nya anak Umma sama.Abi"
Kini kami pun sedang menikmati sarapan kami, tanpa ada yang berbicara. Selesai sarapan aku mengambil tas kerja Mas Irman dan anak-anak.
" Mas, Ini tasnya " Sambil menyerahkan tas pada Mas Irman.
" Dan ini punya kalian, " Memasangkan tasnya pada pundak mereka satu-satu.
" Nanti, pulang sekolah Umma jemput, sekalian nanti kita kerumah sakit dulu yah , jenguk ayah"
" Baik Umma "
" Yaudah mas, sama anak-anak berangkat dulu yah " mencium kening dan aku mencium pundak tangan mas Irman.
" Ia mas, hati-hati "
" Dadah Umma,
" Dah.....
Aku terus memperhatikan mereka sampai akhirnya mereka orang-orang yang aku sayang tak terlihat lagi, karena mobil kini semakin pergi menjauh. Setelah tak nampak lagi aku pun bergegas masuk dan membereskan meja makan sisa tadi sarapan, Serta membantu bibi pembantu membereskan rumah.
Tak terasa waktu menunjukan anak-anak untuk pulang, aku bersiap-siap untuk menjemput anak-anak lalu pergi ke rumah sakit menemui Abang. Apa lagi Shafira belum sempat ketemu langsung Abang karena kemarin mereka keburu di bawa oleh mantan mertuaku jalan -jalan.
tbc.
__ADS_1
Jangan lupa vote, like , dan yang udah ngasih vote sama like terima kasih lope lope pokoknya. .. jangan bosen -bosen yah mampir meski ceritanya membosankan ..
terima kasih.